Kapan lagi kita akan kembali kalau tidak sekarang, sejak kecil kita ada… (bukan sejak lahir) , sejak aku merasa ada di dunia maka sejak itu pula diriku eksis … nah sekarang aku baru sadar bahwa aku belum ada ketika saya lahir, aku baru ada setelah orag tuaku menamai aku , memberi jenis kelamin bahwa aku laki laki, dan orang tua mengaku menjadi orang tuaku… maka saat itu lah aku baru sadar sedikit demi sedikit bahwa aku ada.

sekarang 36 tahun berlalu diriku ada, aku  menyadari bahwa awalnya aku tidak ada, maka sekarang aku akan belajar untuk tiada lagi. terasa berat menghilangkan aku, tapi tak apa semoga Allah selalu memudahkan jalanku untuk lenyap mengikuti Ruh yang sudah dianugerahkan kepadaku. tidak ada jalan yang paling mudah kecuali hanya mengikuti amar amar Ruh, yaitu berserah diri hingga lenyap.

mengembalikan diri yang tiada sangatlah URGEN atau segera … sebab perginya Ruh tidak akan bisa kita duga.. kalau tiba tiba Ruh diminta paksa oleh ALlah apa daya kita… dan kita pun kehilangan kesempatan untuk melenyapkan diri. aku tidak ingin tersesat , aku ingin hidupku memiliki ending yang membahagiakaan….

saat ini aku belajar untuk fana, belajar untuk menghilangkan diri yang memang sejak awal tidak ada. yang awal nya tidak maka akhirnya pun harus tidak ada.. itulah fitrah. ketika jasad ¬†kembali ke tanah, dan Ruh kembali ke pemiliknya yaitu Allah.. maka kemana lagi nafs (aku) akan pergi…. bagi ku tidak akan kemana mana.. ya lenyap itulah…. sebelum jasad kembali ke tanah dan ruh kembali ke Allah.

jadi saudaraku fana menjadi sangat penting.. karena inilah tujuan hidup kita yaitu memfanakan diri. saudara ku jangan sampai terlmbat sekarang jugalah kita harus fana, kalau belum bisa ya kita berusaha sebisa mungkin dengan jalan berserah diri kepada allah. insya Allah satu satunya jalan TOL adalah melalui berserah tidak ada cara yang lain. semoga Allah memudahkan jalan kita untuk kembali kepada ALlah, sekarang juga.