Uzlah : hanya hamba dan Tuhannya

di sela sela waktu , di saat saat senggang ada baiknya kita mencari tempat yang memang membuat kita lebih tenang dan lebih tumakninah. dengan beruzlah kita lebih bisa fokus untuk tetap bersamaAllah, sehingga pencerahan demi pencerahan akan kita dapatkan. selain itu hati kita yang sering gundah ketika kita uzlah akan mendapatkan ketenangan. uzlah juga dapat menguatkan hati kita agar keimanan kita tetap stabil kalau pun turun tidak turun drastis.
secara sederhana uzlah dapat dilakukan dengan menyendiri ditempat tempat yang baik dan sepi. dalam uzlah kita tidak perlu merenung cukup kita rela menghadap Allah dengan santai dan relaks, sebab kalau merenung jika kurang pengetahuan kita malah nanti akan menyebabkan fokus kita menghadap Allah menjadi buyar. saya biasanya menyendiri dengan sholat dan dzikir di lantai atas, karena disitu saya menemukan ketenangan seolah bisa lepas dari kesibukan duniawi, dan hanya Allah saya sedang menghadap. setelah beberapa saat diatas saya turun saya membawa ketenangan jiwa yang lebih tenang dari pada sebelum saya melakukan uzlah. ingat jangan uzlah ditempat tempat yang kurang diridloi ALlah , carilah uzlah yang memang mudah dan diridloi allah.

beruzlah ini ibarat kita mencharge secara khusus kita kepada Allah, setelah seharian kita berinteraksi dengan manusia. nah kita beruzlah dengan mendekatkan diri kepada Allah maka ada eneergi lagi untuk berinteraksi dengan manusia. kita tidak diperkenankan uzlah secara terus menerus karena kita adalah makhluk sosial :

hadist Rasulullah SAW “sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (khair al-nas anfa’uhum li al-nas).

tapi untuk menjadi bermanfaat bagi umat kita sendiri harus memiliki kekuatan, tidak mungkin orang tanpa kekuatan ke Tuhanan dapat memberikan manfaat, nah kekuatan itu kita dapat kan melalu uzlah.

di hadis lain

Pada suatu kali Rasulullah SAW berkata pada Abu Hurairah, “Hai Abu Hurairah hendaklah engkau berakhlak mulia!, Abu Hurairah balik bertanya apakah yang dimaksud dengan akhlak mulia ya Rasulullah?, Rasulullah menjawab, “perbaikilah hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, maafkan orang yang berbuat zalim padamu, dan berbuat baiklah pada mereka meskipun ia jahat padamu”

sekali lagi untuk bisa berbuat baik dengan orang yang memutuskan silaturahmi kepada kita, untuk bisa memaafkan dan untuk berbuat baik terhadap orang yang jahat kepada kita tidak bisa tidak kita harus memperoleh kekuatannya kepada Allah dan salah satu caranya adalah dengan beruzlah… beruzlah 15-20 menit cukup lah.. untuk seharian.. syukur syukur lebih banyak dari itu.. kalau kita mendapatkan pencerahan dengan uzlah kita maka kita juga akan dapat mencerahkan kepada orang lain.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *