vibrasi positif di pagi hari

keinginan kita sehari ini apa? arahkan vibrasinya ke Allah, jangan pernah berpikir nanti allah memprosesnya seperti apa, yang pennting keinginan kita jelas. Allah akan mengatur proses nya sesuai dengan kehendaknya jangan kita mengintervensinya sehingga malah menjadikan allah tidak jadi memprosesnya. relakan saja apa yang menjadi kehendaknya dan berpikir positif bahwa proses itu mengarah pada kebaikan.

ada sebuah riwayat;

seorang pedagang ingin dagangannya laris, di pagi hari dia sehabis shola subuh memvibrasikan keinginnanya itu kepada allah, tidak sekedar meminta ya allah limpahkan rejeki namun vibrasi itu dia wujudkan dalam bentuk keyakinan yang penuh bahwa allah melimpahkan karunia rejekinya.

menjelang siang pedagang tersebut belum juga mendapatkan pembeli alias sepi, sepinya pembeli ini tidak mempengaruhi keyakinan nya ke allah bahwa hari ini allah melimpahkan karunianya, malah khusnuzan nya pada allah semakin kuat. selang beberapa saat ada pembeli menawar dagangannya dan uups pembeli itupun menawar dengan harga jauh dari harga beli dengan senyum pedagang tersebut tersenyum sambil berkata “maaf pak kami belum bisa melepas barang tersebut, tapi coba bapakbisa cek ke toko a, b atau toko c (bapak pedagang tersebut dengan ihlas menunjukkan toko toko yang dimaksud, seolah pingin pembeli tersebut tidak membeli dengan hargayang mahal.) akhirnya pembeli itupun pergi menuju toko yang dimaksud.

kesan yang masuk pembeli tersebut bahwa pedagang tersebut baik… akhirnya kesan itu tidak hilang, dia pun ngecek ke beberapa toko tadi dan harganya tidak jauh beda , namun kepercayaan dan kebaikan pedagang tersebut akhirnya dapat menggerakkan hatinya untuk kembali kepada pedagang yang tadi dan membelilah pembeli tersebut. ternyata tidak berhenti disitu pembeli itu karena kepercayaan kepada pedagang tersebut dia memberitahukan teman temannya untuk membeli barang yang sema ke pedagang tersebut… danĀ  wooo akhirnya dengan keyakinan yang kuat dan prasangka positif pedagang tersebut menjadi pedagang yang laris…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *