wanusuki wamahyaya wamamati

untuk apa perbuatan kita , untuk apa kehidupan kita dan untuk apa mati kita?. Sebuah pernyataan diri sebuah penegasan diri tentang misi hidup. Penggalan doa iftitah inilah yang menjadi pengingat kita untuk selalu meluruskan diri berbuat ihlas.

salat daim iftitah

iftitah

solat yang bekelanjutan (salat daim) adalah perbuatan ihlas karena Allah dalam semua kehidupan kita, kita sholat ihlas, kita bekerja ihlas, kita tidur ihlas, kita sakit ihlas, kita memiliki problem hidup ihlas, bahkan ketika kita akan matipun ihlas. Perbuatan ihlas diarahkan kepada Allah bukan kepada siapapun, perbuatan ihlas diperuntukkan kepada Allah bukan untuk siapapun. Jadi mengarah kepada Allah, saya menulis ini juga saya tujukan kepada Allah. Saya nge blogging ini saya tujukan kepada Allah, karena Allah. maka ada suatu kebebasan diri ketika semua perbuatan kita arahkan kepada Allah.

ihlas mampu membebaskan diri kita dari ikatan apapun, sehingga perbuatan kita menjadi perbuatan yang asli dan tidak di buat buat. Menjadi lebih berani dan menjadi lebih apa adanya. Kita tidak takut lagi dengan malu, dengan dipermalukan, dengan direndahkan atau lainnya. kita akan menjadi seperti apa diri kita. benar benar kita menjadi murni seperti apa yang dikehendaki Allah dalam diri kita.

afirmasi dalam doa iftitah merupakan landasan dalam berbuat. Maka kalau saya , kalau suruh milih baca doa iftitah yang ini atau yang allahumma baid wabaina… maka saya pilih yang allahu akbar kabira… karena afirmasinya lebih mantab saya rasakan.

baiklah semoga tulisan singkat ini menjadi pengingat kita untuk selalu mengafirmasi kehidupan kita bahwa sholat kita ihlas, perbuatan kita ihlas, hidup kita ihlas dan mati kita ihlas .

Salam ihlas

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

10 thoughts on “wanusuki wamahyaya wamamati

    • Alhamdulillah! Saya amat bersetuju dengan pendapat Bapak itu, malah dalam setiap Ibadah kita mesti ada bukan Ikhlas aja tetapi, Yaqin, Redha, Sabar, Iman, Ilmu dan Aqal barulah kita dikatakan Salatun sepanjang masa atau Solatun Daimun, wallah hu a’lam.

  1. As.wr.wb. Subhaanalloh, mantab sekali ustadz pencerahannya….alhamdulillah, semoga bermanfaat. syukron.

  2. Pak ijin menyimak tulisan2 bpk di blog ini, smg allah memberikan sy pemahaman dan meningkatkan kesadaran saya akan sejati diri untuk apa sy diciptakan

  3. alhamdulillaah… segala puji bagi alloh … dg Rahman rahimNYA …. aku diperkenankan lebih banyak merenungi atas kehidupan beragama saya (yg katanya) sdh berpuluh2 tahun, lewat blog ini.
    Alloh… yaa ilm. semoga blog ini dicurahi Rahmat dan karuniaNYA, amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *