what's next after sholat khusyu

kalau kita amati trend islam di indonesia kita mulai dari AA Gym beliau menyampaikan tentang qolbu, berkembang ke trend ESQ oleh Bapak Ary Ginanjar beliau fokus ke pembangkitan Tauhid.. setelah itu adalah Sholat khusyu Oleh ust Abu Sangkan. sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah setelah sholat khusyu kira kira apa ya?

saya pun tidak ada jawaban ….. namun ada suatu catatan dalam hati saya, setelah sholat khusyu adalah MENJALANKAN…. oh iya… ternyata kita tinggal GO….

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

9 thoughts on “what's next after sholat khusyu

  1. Betul bapak…saya secara personal sempat mengikuti AA Gym melalui laman webnya saban hari saya mengikuti artikelnya utk sejukkan, tenangkan,isikan kekosongan hati..begitu jgk dgn ESQ saya sangat syukur seolah2 jumpa jalan pulang utk sejukkan, tenangkan,isikan kekosongan hati..tapi makin lama saya capek krn sering ikuti sebagai alumni ESQ di Malaysia..namun saya sperti biasa jugak rasa hati masih lagi O..skrng di ajak kawan training solat khusyuk sama pak yus di Malaysia bulan lalu…masih terus pratek apa yg pak yus ajarkan…sudah ikut ebook mardibros, skrang tengah membaca buku bapa Yusdeka…namun masih saja saya merasa spt tidak cukup, skali skala merasa spt “apa saya tidak ada peluang utk meraih dekat dgn Allah dgn rasa tuntas dan yakin”..bagaimana pak utk saya dapat ketetapan hati pak..

    • ketetapan hati tidak perlu di cari pak, berserah diri saja kepada Allah, Bapak nanti akan dipertemukan ketetapan hati oleh Allah SWT.

  2. setuju mas Pur , sholat khusyu’ tdk prl banyak ilmu , cukup mhn petunjuk kpd Allah bhw mengakui diri bhw kt tdk pny ilmu apa2 utk brtmu dgn Nya ( simpan dl ilmu yg ada di memori otak kita ), InsyaAllah akan di ajari olehnya , keihlasan beribadah bkn krn mrs di wajibkan tetapi krn kita dtg dgn suksrela

  3. mungkin selepas ini giliran SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) oleh Bapak Ahmad Faiz Zainuddin.

  4. Pernah baca buku Zhuan Falun, Pak? Sy merasa spt ada keterkaitan erat antara apa2 yg sy pahami dr tulisan2 Ust. Abu Sangkan, Yusdeka, Agus Mustofa & Anda sendiri dgn apa yg diterangkan dlm buku itu Pak.. Walau berlatar belakang Budhaisme..

  5. manusia sering merasa tidak cukup ilmu lalu mencari ilmu. Lalu keutamaannya mencari ilmu sehingga terlupa sebenarnya untuk ke Allah SWT itu perlu meletakkan ilmunya di belakang. Malah kita perlu meninggalkan ilmu yang ada.

    Kerana apabila membawa ilmunya ketika berjumpa dengan Allah, ilmu itu akan menjadi hijab yang besar.

    Pasti ada yang tidak setuju dengan penyataan ini. Nah! terbukti terus ilmunya menjadi hijab kerana terus memikirkan penyataan saya di atas. Dirasakan kalau kita tidak berilmu, bagaimana untuk mengenal Allah?

    Terbuktikan…semakin ribut dan keliru jika masih membawa ilmu. Memikirkan terus bagaimana tanpa ilmu untuk ke Allah.

    hehehe.

    • karena ilmu merupakan bagian dari ke aku an manusia, sehingga lebih mengandalkan ilmu dari pada mengandalkan Allah.

  6. Setuju “karena ilmu merupakan bagian dari ke aku an manusia, sehingga lebih mengandalkan ilmu dari pada mengandalkan Allah.”
    BAnyak orang sombong karena merasa “berilmu”.
    Banyak orang lebih mempercayai orang “berilmu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *