who am I

kalau kita melihat diri kita maka ada yang bersifat kasar dan halus, kata orang jawa ono badan wadag lan ono badan alus.. siapa kita sebenarnya.. ? ini suatu pertnayaan yang selalu kita tanyakan pada diri kita… ini adalah pertanyaan yang sangat wajar ketika kita menggali diri kita untuk apa kita diciptakan dan lain sebainya. kita sempat merenung .. iya ya kenapa ya saya ini diciptakan.. iya ya siapa saya…
baik kita kembali ke 2 unsur dasar manusia yaitu badan kasar dan badan halus. seringkali kita mengatakan bahwa ini adalah badanku…. dari kata kata ini saja kita dapat mengambil sebuah kseimpulan bahwa ada badan dan ada yang memiliki badan… ada badan dan ada Aku…. suatu unsur yang berbeda yaitu antara pemiliki dan yang dimiliki (badan) dimanakah saya? jelas saya adalah bukan badan saya adalah saya yang memiliki badan yaitu Aku.
perbedaan ini harus dipahami benar hingga taraf merasakan mana aku dan mana yang bukan aku.. sehingga jelas siapa diri kita sebenarnya.. dan ini bukan hal yang sulit…kita rasakan saja … ada yang berniat ada yang berbuat mengikuti niat … yang berniat adalah aku dan yang mengikuti niat adalah tubuhku…
pada sesi pertama ini coba kita pahamkan diri kita tentang perbedaan aku dan yang bukan aku tadi…

0 thoughts on “who am I

  1. bicara tentang aku dan bukan aku ini memang menarik, tapi mungkin mengelirukan,
    sebelum aku dapat terbebas dari ikatan nafsu, mungkinkah ia dapat berniat, atau menguasai tubuh, bagi tanggapan saya pasti nafsu (ego) yang menjadi teraju utama, dan aku hanya bersedih hati…..

    salam kasih sayang

  2. As.wr.wb.”aku”selalu mengawasi apapun yang terjadi dlm diri kita. Meski kita tidur,mata tertutup,tapi sang “aku”menyaksikan peristiwa mimpi,sehingga dg”aku” inilah kita dapat mnceritakn peristiwa mimpi kpd orang lain. Mohon saran&kritik. Matur nuwun.

  3. itulah sang aku, dia biasa dikenal dengan nama: jiwa, Nafsa/Nafs, Ruh

    jadi memang aku bukan lah hanya tubuh (jasad ini) tapi aku diikat (di binding) oleh Allah swt dalam tubuh (jasad ini) selama aku masih mendapat tugas menjadi khalifah dimuka bumi ini.

    dengan jasad inilah aku mengalami cobaan, ujian dan nikmat dari Allah swt.

    kalau Allah swt tidak mengikat aku ini dengan jasad (saat kita dibumi ini) maka tugas khalifahan, dan titah Allah untuk bersyukur tak kan dapat dicapai dengan sempurna.

    cukup semanten wacana kulo.

  4. Tentang “aku” saya punya persepsi mirip tapi mgkn beda, betul bahwa aku dan badanku mang beda.
    Pengertian “aku” saya gunakan untuk menggambarkan “Laisa kamislihi syaiun” scara sderahana, yaitu “aku”nya kita saja tidak bisa kta bayangkan apa lagi “AKU”NYA Allah.
    Dan bukan hanya jasad,tapi ruh kita juga berbeda dgn “aku”
    tubuh-ku,ruh-ku,nyawa-ku, aku nya kita kosong tapi meng-“aku-aku” dan “AKU”NYA Allah lah yang sejati.

    Tapi saya nderek mas pur yg udah pengalaman.
    Trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *