Yang benar adalah tawakal tanpa usaha

Makna tawakal adalah mempercayakan , memasrahkan dan menyerahkan masalah pada pihak lain, berarti jika kita bertawakal kepada Allah maka artinya adalah mempercayakan menyerahkan kepada Allah SWT. Dalam Alquran kata tawakal ini ada 42 yang berkonotasi memasrahkan diri dan mempercayakan kepada Allah SWT.

dan hanya kepada Allah kamu bertawakal , jika kamu benar benar beriman (qs al maidah 23)

dalam surat di atas menunjukkan bahwa tawakal ini adalah harga mati artinya sebuah penyerahan total kepada Allah tanpa adanya embel embel “usaha, ihtiar dll”. kata usaha tidak pernah ada dalam tawakal ini bahkan di quran pun tidak ada perintah untuk “usaha” ketika kita bertawakal. (mohon kalau ada kamu diberitahu).

Yang benar dalam tawakal adalah tanpa usaha, manusia tidak diberikan kewenangan dalam usaha sedikitpun dalam usahanya. Pernyataan saya ini adalah wilayah kesadaran keTuhanan. makanya dalam al maidah tersebut disebutkan “jika anda benar benar beriman”. berarti jika kesadaran kita tidak ada iman atau tidak beriman maka tentunya tidak mungkin ada kesadaran akan totalitas kepada Allah. Ingat bahwa “tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah” berarti bahwa kita hidup ini hanya mengikuti suatu kekuatan besar.

manusia tidak dibekali sedikitpun untuk berusaha … untuk itulah kita disadarkan akan tawakal ini. Tawakal berarti berarti juga kita mengikuti apa yang dikehendaki Allah. jadi kalau kita tawakal tidak diam .. tapi mengikuti kehendak Allah dan ingat .. ini bukan usaha. sebab beda antara mengikuti kehendak Allah dengan usaha. kalau mengikuti kehendak Allah berarti kita melaksanakan apa yang dikehendaki Allah saat ini misalnya saya saat ini sebagai dosen maka saya wajib untuk mengajar mahasiswa, misalnya anda di kehendaki Allah untuk menjadi pengusaha maka kewajiban anda adalah melakukan bisnis. Mengajar atau berbisnis bukan usaha manusia untuk mencari rejeki tapi mengikuti kehendak Allah.

tawakal ini harus ini diikuti dengan mengikuti kehendak Allah bukan usaha. sebab tidak bisa dicampur antara tawakal dengan usaha. Bagaimana anda dapat bertawakal dengan benar jika anda masih mengandalkan EGO anda untuk melakukan sesuatu yang berlawanan dengan penyerahan diri anda kepada Allah.

baik sebagai kesimpulan karena ini akan merubah paradigma anda tentang tawakal dan usaha, anda harus benar benar merenungkan kalimat kalimat yang saya sampaikan di tulisan ini. kalau anda bertawakal maka hilangkan ego anda sehingga anda benar benar menyerahkan permasalahan anda kepada Allah tanpa ada intervensi sama sekali dengan “usaha” atau “ihtiar, gantilah usaha atau ihtiar ini dengan konsep “mengikuti kehendak Allah”.

semoga Allah memudahkan pemahaman kita tentang hal ini.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “Yang benar adalah tawakal tanpa usaha

  1. Insya Allah “paham” & setuju sekali dg posting Pak Setiyo ini, dan tawakal/berserah diri inilah satu2nya jalan untuk menuju & mengenal Allah yg “paling mudah” sekaligus merupakan esensi Islam yg diajarkan oleh Rasulullah saw.
    Menurut saya Al Quran yg 30 juz itu dimaksudkan sebagai pedoman/manual untuk menuntun manusia memasuki jalanl tol menuju Allah swt. Sehingga kita bisa benar2 mengenalNYA & akhirnya benar2 berbakti & memuja dg sesungguh2nya.
    Benar kata Pak Setiyo, masalah & hambatannya adalah ego yg bersarang di hati & fikiran. Menurut pengalaman Pak Setiyo, bagaimana mengenolkan ego yg paling mudah ya Pak …

    salam

    • alhamdulillah Pak LN, untuk cara mengenolkan Ego saya sudah ada caranya yang mudah dan praktis pak yaitu dengan DN dengan mengikuti kurikulum DN ini tahapan penghilangan Ego mudah kita lakukan salam

  2. Bahasa adalah ekspressi manusia, karena manusia itu terbatas, bahasa juga terbatas.
    Allah memerintahkan manusia berusaha, sangat banyak ayat yang memerintahkan demikian salah satunya Al Baqarah 110, “..dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu….”
    Saya setuju, apapun yang ada di alam ini (peristiwa, ruang-waktu, keabadian) semuanya atas kehendak Allah, termasuk usaha manusia. Namun dengan mengatakan bahwa tawakal itu tanpa usaha, bisa membuat kaum muslimin bingung. Dakwah wajib dengan hikmah, tidak membingungkan umat.
    Sehingga…barangkali yang tepat, “Apapun usaha manusia, itupun tetap dalam kekuasaan Allah”.
    Itupun, barangkali, karena saya juga sangat bodoh dan lemah. Terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *