Yang penting melangkah

melangkah itu satu jangkah, tidak melangkah 5 jangkah, satu jangkah kita melangkah maka akan terbukan jangkah ke dua, kemudian kita melangkah lagi kedepan dan melangkah lagi. dan melangkah itu melalui apa yang ada di depan kita yang dapat kita jangkah, bukan jangkah yang diluar jangkauan langkah kita. Hidup kalau sudah seperti itu akan terasa terang benderang. Tidak ada hambatan tidak ada lagi kesulitan. Sulit itu kalau kita tidak melangkah satu langkah kedepan yang kita lihat adalah langkah kelima yang gelap dan tidak ada lagi jalan. Dan yang paling membuat sedh dan stress kalau kita tidak melangkah langkah.

Hidup seperti tawaf, tidak ada kata berhenti kecuali waktu masuk sholat. ketka thawaf mengitari kakbah maka ketika kita berhenti akan di tabrak dari belakang, kalau masih diam tidak melangkah maka akan diinjak injak.

apapun keadaan kita yang penting adalah melangkah. seberapapun langkah kita jangan kita nilai. karena memang disitulah Allah memperjalankan kita, memperjalankan kita untuk langkah langkah kedepan. Hidup ini yang penting adalah melangkah bukan pada hasil. hasil urusan Allah. Hidup jangan terlalu menggunakan pikiran karena langkah kita akn tersendat. rasakan langkah kita dan sadari langkah kita langkah demi langkah. Jangan pernah menyepelekan informasi untuk melangkah, karena langkah kita sekarang akan berpengaruh terhadap langkah selanjutnya.

apa yang menjadi tugas hidup kita adalah melangkah, setapak demi setapak. ketika langkah kita mengikuti perintah maka kita terglong orang yang bertakwa, dan inilah maqom tertinggi sebagai seorang hamba. Tidak ada maqom yang lebih tinggi selain derajat taqwa. jangan percaya dengan maqom wali maqom wali quthub, maqom syeh atau lainnya yang lebih tinggi dari pada maqom taqwa,… maqom itu hanya takwa atau tidak.

kita melangkah dan berbuat, berbuat dan melangkah, sudah itu saja. Pikiran kita buat sederhana saja. Teori dibuat sederhana, tidak perlu rumit, dan itulah islam yang benar, tidak ruwet dan tidak njlimet. Misalnya ketika kita mau ke Allah, jika islam yang benar maka kalau mau ke Allah ya ke Allah saja, tidak ada birokrasi seperti menghadap presiden yang ada protokolernya. Islam yang menganggap menghadap Allah itu seperti menghadap presiden yang harus melalui para bawahannya adalah pandangan yang ruwet, pandangan yang menjauhkan umat islam dari Tuhannya Allah SWT. pandangan ini akan menyakitkan hati bagi mereka yang mengaku bisa menjadi mak comblang yang katanya bisa menghubungkan kita dengan Allah, padahal Allah sendiri tidak pernah mengakui keberadaan mak comblang ini. Kan lucu…. Allah mempersilahkan dengan seluas luasnya siapapun yang akan menghadapnya, eh ada orang yang merasa dirinya bisa menghubungkan hamba kepada Allah SWT.

Baik islam is simple, islam sederhana dan islam tidak ruwet, maka yang penting kita melangkah dan melangkah jangan mau ruwet jangan mempersulit diri. Turuti Allah saja jangan turuti yang lain untuk melangkah ke ALlah, jangan mau di takut takuti dengan syetan akan menyesatkan, syetan akan menjadi gurunya, orang awam tidak akan bisa, dan mitos mitos lain yang tidak berdasar.

baik selamat melangkah semoga tuntunan Allah selalu menyertai kita amin