zero mind bukan teori dan bukan hanya maqom

Allah berfirman (yg intinya) Allah akan membuktikan apakah beriman betulan atau hanya iman bo ongan, Demikian juga dengan keadaan ZERO MIND Allah pun akan membuktikan apakah benar zero betulan atau hanya teori atau sekedar mengaku “kosong”.

Wilayah zero atau bahasa sufinya “fana” harus terbukti dalam kehidupan sehari hari. Pembuktian itu akan datang dari orang orang terdekat. bagaiaman ketika orang terdekat atau orang yang dekat tidak berperilaku sesuai yang diinginkannya. Kalau orang terdekat ini memunculkan ke ego annya yang katanya sudah di fana kan, berarti makna fana yang dianggapnya fana bukan fana sebenarnya namun fana fana an.

jangan dikira Allah membiarkan kita berada dalam kesalahan dalam bermakrifat, Allah akan selalu mendidik kita ya tentunya dengan caranya Allah. Kalau kita terbukti misalnnya masih egois misalnya menganggap bahwa “saya ini guru, saya ini ustad, saya ini syeh, saya ini .. saya ini.. saya ini….” maka sebenarnya ujian Allah adalah pelajaran bagi kita agar kita bisa terbebas dari saya atau aku.

Saya pun sekarang belajar tentang hal ini. Saya sudah ketemu wilayah tidak berfikir dan ber rasa namun kadang masih turun tergoda NAFS Ego, dan ternyata benar Allah mendidik saya untuk tetap mengosongkan diri. Kalau saya menulis dan mengajarkan dzikir nafas maka Saya pun disadarkan Allah tentang “siapa saya sebenarnya” yang ternyata bukan siapa siapa. Saya bukan guru, saya bukan penulis dan saya tidak bisa apa apa. Pelajaran ini terus saya sadari sampai saya merasakan tidak ada apa apa. sampai saya tersadar kembali pada keadaan yang sudah saya dapatkan yaitu fana atau kosong.

jadi meditasi dzikir nafas yang saya latih dapat membawa saya pada wilayah kosong (pada saat dzikir nafas), tapi hal ini harus teraplikasikan dalam kehidupan sehari hari. saya harus bisa menggunakan wilayah kosong ini untuk berdakwah, untuk bekerja dan untuk semuanya. saya berlatih mulai dari hal yang sangat sederhana yaitu melakukan sesuatu dengan tidak berpikir, just do it saja, saya berusaha berada di wilayah di atas rasa sampai tidak merasakan tuduhan tuduhan miring seputar dzikir nafas yang tidak  berdasar. Pernah dan bahkan sering ketika saya berada di wilayah ego kemudian saya difitnah sesat dengan dzikir nafas… wah sakitnya apalagi yang memfitnah adalah orang yang dekat dengan saya …. tapi kemudian saya diam dan melakukan dzikir nafas untuk mere call suasana zero dan menaikkan jiwa saya menjadi jiwa yang muthaminah. Fitnah yang menyakitkan pun berubah menjadi senyuman.

bagi kawan kawan yang belajar dzikir nafas teruslah berlatih agar mendapatkan wilayah zero setelah itu pertahankan posisi zero tersebut dalam semua aktivitas . Pasti kita akan menemukan bahagia sejati yaitu bahagia yang tidak dipengaruhi oleh pikiran (sebab zero). bahagia yang sudah tidak dipengaruhi lagi dengan ilmu (mis : kaya itu bahagia).

sekali lagi selamat berlatih jangan putus asa dengan rahmat Allah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 thoughts on “zero mind bukan teori dan bukan hanya maqom

  1. Benar pa Pur, untuk memfanakan diri memang harus terus mujahadah. Ini yang agak sulit. Mhn sarannya pak Pur bagaimana teknisnya agar kita bisa masuk ke zero mind manakala ada masalah yang cukup berat sdang kita hadapi. Syukran atas balasannya.

  2. saya setuju ketika di dalam diri masih ada “saya” maka akan terasa sulit mencapai fana. Akan tetapi ketika diri menyadari sepenuhnya “Tiada yang lain selain DIA” maka akan sangat mudah mencapai fana baik itu fana bathin maupun zhahir. seseorang yang sudah bisa memfana semuanya maka bahagia, kesedihan, hinaan, pujian semua sama baginya.

  3. Ass.wr.wb, Salam kenal Ustadz Tyo !! Pencerahan yang ada pada tulisan Ust. Tyo benar-benar mengenai sasaran. Ini baru namanya Ustadz sebagai pembimbing (bukan ustadz penuduh sesat, penuduh bid’ah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *