spiritual islam mengajarkan kita untuk berserah diri kepada Allah bukan untuk menuju zero mind, sebab ada pertanyaan mendasar jika kita tujuan akhir kita adalah zeromind…. yaitu “kalau sudah mencapai Zero Mind terus ngapain” kalau kita sudah mencapai kondisi zero terus kita mau apa? sebanrnya di wilayah zero ego kita berubah menjadi ego “kosong” bukannya hilang sama sekali…. ego kosong inilah yang dipercaya orang orang spiritualis bahwa dia telah mencapai titik tertinggi dalam berspiritual, padahal bukan, justru di wilayah ego “kosong” inilah kesombongan baru yang lebih besar, yang lebih angkuh dan lebih berbahaya (dari sisi akidah) muncul.

islam tidak mengajarkan untuk mencapai “ego kosong” ini, islam mengajarkan untuk berserah diri kepada Allah…. berserah hingga terbuka kedalaman ruhaniah kita dan berserah itu tidak berhenti karena memang berserah tidak ada titik berhentinya. jangan berhenti karena jika berhenti pada wilayah “ego kosong” maka kita sebenarnya sedang terhijab oleh kekosongan tadi….