zero mind bukan tujuan dalam berspiritual

spiritual islam mengajarkan kita untuk berserah diri kepada Allah bukan untuk menuju zero mind, sebab ada pertanyaan mendasar jika kita tujuan akhir kita adalah zeromind…. yaitu “kalau sudah mencapai Zero Mind terus ngapain” kalau kita sudah mencapai kondisi zero terus kita mau apa? sebanrnya di wilayah zero ego kita berubah menjadi ego “kosong” bukannya hilang sama sekali…. ego kosong inilah yang dipercaya orang orang spiritualis bahwa dia telah mencapai titik tertinggi dalam berspiritual, padahal bukan, justru di wilayah ego “kosong” inilah kesombongan baru yang lebih besar, yang lebih angkuh dan lebih berbahaya (dari sisi akidah) muncul.

islam tidak mengajarkan untuk mencapai “ego kosong” ini, islam mengajarkan untuk berserah diri kepada Allah…. berserah hingga terbuka kedalaman ruhaniah kita dan berserah itu tidak berhenti karena memang berserah tidak ada titik berhentinya. jangan berhenti karena jika berhenti pada wilayah “ego kosong” maka kita sebenarnya sedang terhijab oleh kekosongan tadi….

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

9 thoughts on “zero mind bukan tujuan dalam berspiritual

  1. Bagaimana cara berserah diri kepada Allah…. berserah hingga terbuka kedalaman ruhaniah kita… ustad….???

  2. Sumeleh.. menyadari diri ini seorang makhluk yang tidak bisa berbuat apapun. La haula wala quwata illa billahil aliyil azdim. Lepaskan semua beban, ajak semua organ tubuh kembali ke Allah.

  3. Assalamualaikum,terimakasih pak saya juga sering belajar dari tulisan-tulisan/pemikiran bapak dalam blog ini.sangat berguna untuk meluruskan yang”samar” dan smoga sejalan dengan syar’i…..

  4. saya seorang murid dari seorang syekh dari thariqoh naqsabandy
    entah kenapa..saya juga tidak tahu,apa yg tertulis di dalam teknik berguru pd Allah nya pak haji selamet sudah saya dptkan sebelum baca artikel2 usdtaz sekalian…entah jg kenapa,konsep teknik itu begitu saja masuk dalam pemikiran saya..begitu saya baca artikel sekalian ustadz berikut sharing para ptrapist ,kok, pemahamannya sama dgn pemahaman saya dan saya pun melatihnya..tapi baru sampai dimana begitu saya masuk dlm situasi rileks,tubuh saya bergetar nggak karuan dan terlempar kebelakang..
    konsep datang mendahului praktek saya,trus saya melatihnya terus dgn memancing tubuh saya yg harus saya lalui dgn rasa capek dan ngantuk (bukan kecapekan,kalo kecapekan..kan jadi gak bisa rileks)….namun,karena usaha saya sperti itu saya digunjingkan si gila kerja atau si tukang jaga malam..saya dianggap nyeleneh sebagai murid,terlalu ambisius…trus,karena saya orng nya bodoh dan penampilan saya dianggap bodoh,dan mental saya trbilang mental tahu-tempe ..lengkap lah sdh penghancur fokus latihan2 saya itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *