Zero Mind nya Rasulullah

sebagai umat beliau kita seharusnya tidak hanya mencontoh sisi sisi luar rasulullah… seperti makan dengan tangan kanan, berjenggot, berjalan dengan cepat, dan lainnya. kita seharusnya mencontoh sisi sisi terdalam dari diri Rasulullah… seperti kasih sayangnya, lemah lembutnya, dan tentunya spiritualnya rasulullah. kali ini akan saya ulas sedikit tentang sisi spiritual terdalamnya rasulullah yaitu UMI nya rasul.

Umi dalam beberapa sejarah rasul diceritakan bahwa umi adalah tidak bisa baca …. ternyata setelah kajian mendalam seperti yang di uraikan Ust Abu Sangkan beberapa waktu yang lalu, umi nya rasulullah adalah “ketidakbisaan”, “ketidakmampuan”, “kebodohan” rasulullah di depan Allah….saya menyebutnya dengan bahasa sekarang adalah ZERO MIND. kemampuan rasulullah yang paling unggul adalah ketidakmampuan beliau di depan Allah, saya kira ini tingkat tertinggi dari berspiritual yaitu mencapai keadaan Zero Mind.

bagaimana kita mencontoh keadaan zero mind ini, sangat sederhana sekali asal kita sudah bisa memahami Allah bahwa Allah itu tidak bisa dipersepsi , Allah itu tidak berada pada wilayah BERPIKIR namun wilayah SADAR maka kita akan mencapai yang namanya Zero.

contoh konkrit dalam kita berspiritual…jika kita ke Allah jangan menggunakan nafsu, karena nafsu akan mengaktifkan pikiran dan nantinya pikiran akan menimbulkan persepsi…..untuk itu bagi para patrapis saya anjurkan untuk tidak menggunakan nafsu (terlalu bersemangat) dalam menuju ke Allah, ke Allah harus dengan hati dan pikiran yang bersih (tidak menggunakan hati dan pikiran) coba aktifkan saja kesadaran bahwa Allah itu ADA, dan jangan menggunakan pikiran lagi. mungkin penjelasannya saya ini agak membingungkan …… sebab selama ini kita menyangka bahwa kesadaran adalah produk pikiran…. bukan , pikiran dan kesadaran adalah sesuatu yang berbeda. kesadaran berasal dari jiwa sedangkan pikiran berasal dari otak/tubuh kita.

Zero mind nya rasulullah adalah Umi nya Rasulullah. ya … setiap perbuatan rasulullah adalah wahyu… itu artinya rasulullah tidak pernah menggunakan pikirannya. Kita pun nantinya akan demikian. ketika kita mengenolkan diri dengan menuju ke Allah yang tidak bisa di persepsi dalam bahasa jawa di kenal dengan “TAN KENO KINAYA NGAPA” jadi menuju ke pada yang tidak bisa jangkau dengan pikiran… menuju kepada yang tidak bisa dipersepsi.. menuju kepada sesuatu yang “tidak ada” dalam pikiran. jika kita mampu demikian maka ilham akan turun…. Allah akan menjadi pikirannya, Allah akan menjadi perbuatannya, Allah akan menjadi penglihatannya dan seterusnya.

masalah ini jangan diperdebatkan, bagi yang belum bisa…. tidak perlu “ngoyo” karena yang terjadi adalah “ketidakbisaan, sebab saya katakana diatas bahwa “ngoyo” adalah nafsu, jadi yang belum bisa santai saja sambil berdoa kepada Allah “tuntun saya ya Allah…..” saya pun selalu belajar untuk memasuki wilayah ini, perlu kesungguhan dan keistiqomahan.