zero mind tidak hanya teori ataupun filosofi

Zero mind adalah keadaan jiwa atau nafs yang mencapai kembali kepada asalnya yaitu fitrah. Secara lebih mudah keadaan fitrah ini adalah kembalinya jiwa pada keadaan semula yang berupa “diri” bukan ‘aku”. Keadaan zero ini bukan sesuatu yang lebih pada teori atau filosofi saja tapi harus di alami sebagai sebuah keadaan. Kalau zero hanya menjadi wacana saja, menjadi sesuatu yang di kaji kaji, diperbincangkan maka sama saja membicarakan enaknya makan “thengkleng solo” dengan cara makan yang sangat unik…. rasa yang nano nano… tapi hanya membicarakan bersama tidak makan thengkleng. Bagaimana bisa mendapatkan rasa yang sejati jika tidak makan thengkleng solo.

Aplikasi zero mind ini sangat luas, keluar dalam bentuk perilaku dan masuk ke dalam jiwa sehingga benar benar bersih dari “aku” atau dalam bahasa arabnya “ananiyah”. saya kira inilah kunci atau puncak dari belajar spiritual, yaitu menghilangkan sifat ananiyah.

dan itu tugas kita hanyalah menghilangkan ke aku an kita. Nah bagi yang sudah berjalan menuju kepada Allah dan menemukan perismpangan jalan disini kadang terjadi kebingungan apakah yang kosong ini Allah, atau.. lho kok aku jadi Allah…. sehingga perlu saya jelaskan disini agar terjadinya persimpangan jalan ini tidak membuat terhambatnya perjalanan. tugas kita sebagai manusia adalah meniadakan diri aku menjadi diri yang bukan aku (diri yang sejati) yaitu keadaan zero tersebut. kalau kita masih mengakui bahwa yang kosong atau yang zero ini adalah Allah maka sebenarnya terjadi kekosongan yang palsu atau semu karena ada aku Allah.  tak layak kita mengakui aku menjadi Allah. oleh karena itu setelah kita zero maka berhenti saja disitu jangan mengaku bahwa aku ini adalah Allah. Biarkan nanti Allah mengajarkan siapa Dirinya Allah dan siapa yang bukan Allah. Tidak perlu kita mengaku aku setalah mendapatkan rasa kosong, mengaku menjadi Allah. Saya katakan ini adalah jalan persimpangan sehingga harus hati hati dan tahu ilmunya. Sebenarnya keadaan seperti ini adalah sudah baik cuma kita harus tahu harus bagaimana setelah itu. Bagi yang mengalami keadaan ini tentunya akan sedikit bingung dengan apa yang saya tuliskan ini.

teknik patrap atau dzikir nafas ataupun meditasi syukur yang saya sampaikan di blog ini merupakan cara atau metode untuk mendapatkan keadaan zero mind. Oleh karena itu jika metode ini sudah anda praktekan dan mendapatkan keadaan zero maka tugas selanjutnya adalah seperti yang saya tuliskan pada paragraf diatas bahwa kita hanya diam jangan menggunakan persepsi persepsi lagi, jangan menggunakan asumsi asumsi bahwa yang kosong ini adalah Allah, bahwa yang kosong ini adalah puncak makrifat atau asumsi lainnya. cukup hanya diam dan diam saja tunduk di hadapan Allah.

Tulisan ini juga mengajak kepada siapapun yang sedang mendalami spiritualitas keislaman untuk tidak hanya membicarakan tasawuf dalam ranah diskusi ataupun perbincangan. memperbincangkan tasawuf tanpa melakukan perjalanan bisa membuat ke ego an semakin kuat, ke akuan semakin kuat karena merasa berilmu , merasa tahu, merasa bisa… padahal itu semua harus kita tinggalkan.

marilah kita amalkan ibadah keislaman yang sesuai syariat ini sebagai langkah kita untuk mengenolkan diri, membawa kita pada keadaan zero mind. Sehingga ibadah kita benar benar manfaat dunia dan akhirat.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 thoughts on “zero mind tidak hanya teori ataupun filosofi

  1. maturnuwun Pak Pur…sangat mencerahkan…
    artikelnya menjawab salah satu pertanyaan besar dlm fikiran saya berupa,bila kosong sudah tercapai lalu mau apa?apakah kosong ini Allah?apakah kosong ini sudah makrifat?matrnuwun…

  2. Betul pak..apa yg bapak sampaikan…proses ruhani memang bukan hanya dibibir saja..tapi laku..bukan teori tapi praktek…dan lakupun perlu hati hati karena sangat rumit dan pekik..semoga kita sampai kepadaNYa…

  3. ass wr wb pak ustadz saya sdh punya angan2 untuk bs hadir pada malam jumat tetapi masih mempertimbangkan waktu yang tepat untuk bs ke sana. semoga Allah swt meridloiNya

    • waalaikum salam wr wb, Kami tunggu kedatangannya Pak mahfud, semoga Allah melapangkan agar Bapak bisa hadi ke Solo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *