Siapa yang kita layani

untuk menjalankan amanah kita harus tahu siapa yang kita layani. Apakah kita melayani perusahaan yang Allah memberikan rejeki melalui perusahaan itu atau kita melayani keluarga atau melayani siapa. Jika kita jelas kepada siapa kita melayani maka akan mudah menentukan amanahnya, kemudian akan jelas tandanya dan apa perintah Allah.

Mungkin akan ada banyak yang kita layani dalam hidup ini, tapi coba di rangking atau di urutkan siapa yang kita layani yang paling utama. Ketika kita sudah tahu, maka apa yang kita lakukan fokusnya pada siapa yang kita layani.

kemudian memberikan pelayanan yang terbaik. Maksudnya yang terbaik adalah semampu kita dengan terus memperhatikan tanda untuk selanjutnya kita eksekusi dalam bentuk perilaku nyata.

contoh jika ada seorang pensiunan kemudian diberi amanah cucu, maka amanah utama dalam hidup dia adalah cucu. Hari hari melayani cucu dengan segala tanda dan harus melakukan sesuai tanda. Bila cucu menunjuk sepeda motor maka perintahnya adalah mengajak jalan jalan cucu dengan menggunakan motor. Contoh berbeda ketika seseorang masih aktif di suatu perusahaan maka pelayuanan utama dia adalah pada perusahaan, pimpinan, rekan kerja dan yang terkait dengan perusahaan itu.

melayani juga tergantung dari tempat juga, kalau kita di rumah tentu yang kita layani adalah keluarga kita tapi ketika jam kerja yang kita layani adalah perusahaan atau tempat kita bekerja.

demikia sedikit tulisan temtang melayani kelihatan sederhana tapi sangat mendalam jika di jalankan. Mari kita sama sama melayani ….

Mengkhusyui ramadhan dengan mindfulness

Insya Allah acara mengkhusyui ramadhan yang akan kita gelar di padepokan patrap pada tanggal 11 dan 12, dihiasi dengan kesadaran yang lebih mendalam. Puasa sarat dengan latihan kesadaran dari mulai saur hingga buka dan berlanjut ke itikaf, semua harus dilakukan dengan kesadaran atau mindfulness. Menyadari setiap ibadah puasa yang dilakukan di harapkan dapat memberikan dampak puasan yang mendalam dan bermakna sehingga apa yang menjadi tujuan puasa bahwa kita nantinya kita akan mencapai keadaan peningkatan taqwa. dan saya kira kita semua setuju tentang hal ini.

Puasa yang kita selalu rindukan tinggal sebulan setengah lagi. waktu yang lama jika kita nanti nanti, marhaban ya ramadhan. Kebahagiaan ramadhan itu sudah terasa sekarang. Kita sama sama tunggu ramadhan dengan lebih mempersiapkan diri , mempersiapkan kesadaran kita. Kita pelajari lagi kesadaran Allah yang suci Allah yang terpuji dan Allah maha agung. Dengan tiga kesadaran ini insya Allah puasa kita akan lebih mendalam dan memberikan dampak kepada jiwa kita.

Kita tidak ingin melewatkan masa menunggu ini  berlalu hingga ramadhan tiba, kita ingin benar benar prepare mempersiapkan jiwa kita untuk menerima gemblengan. bapak dan Ibu di tanggal 11 dan 12 maret nanti kita berjumpa untuk saling memastikan apakah persiapan kita sudah benar, kita saling sharing apakah kita sudah benar benar sudah siap menerima gemblengan Allah. Acara yang nantinya langsung saya moderatori untuk memperdalam kesadaran ini bertujuan untuk benar benar membuat jiwa kita clear jiwa kita lurus ke Allah. Salah satu yang akan menjadi diskusi saat pertemuan nanti adalah bagaimana meluruskan niat agar tetap lurus ke Allah, meski banyak pembicara ramadhan menawarkan pahala, dengan jiwa yang lurus insya Allah, Allah tetap menjadi tujuan bukan pahala dan surga menjadi tujuan.

selamat berjumpa di tanggal 11 dan 12 maret.

Quran di sobek marah ?

Quran di sobek orang kulit putih! bisa jadi ini menjadi peringatan bagi kita sebagai umat islam. Umat islam yang hanya membaca, memuja muja kerta al quran, pasti akan marah dan sakit hati. Dan inilah yang dikehendaki oleh para penyobek Al Quran agar umat islam marah dan menunjukkan emosi yang negatif, yang pada akhirnya kemarahan nya akan dibalas oleh mereka dengan balasan olok olok an entah yang dituduh teroris, agama kejam dan lain sebagainya.

untuk saat ini menurut saya yang lebih penting bukan marah atau emosi , memperbaiki diri untuk lebih memhami al quran menyadari isi serta bersaha menangkap perintah Allah dan mengamalkannya. jadi Allah menurunkan para pesobek-pesobek al quran seperti berita berikut https://news.detik.com/internasional/d-6532074/ikuti-rasmus-paludan-kepala-anti-islam-di-belanda-robek-al-quran adalah agar kita beralih dari fokus al quran berupa tulisan di kertas menjadi Al quran yang berupa wahyu yaitu memahami perintah Allah . Allah menghendaki kita agar kita beralih menyadari apa perintah allah dalam setiap ayat.

jadi ada sisi positif adanya para pesobek Al Quran diturunkan Allah SWT yaitu menjadi peringatan keras dari Allah SWT. Kalau kita salah menangkap tanda dari Allah ini, dengan  kita marah dan menyerang bersifat agresif, maka tidak akan  ada perubahan dalam menjadikan al Quran sebagai petunjuk, tapi akan tetap pada kebiasaan lama yaitu menjadikan quran  sebagai bahan bacaan dan bahan hafalan saja.

Scroll to Top