Rumus Mem By Pass Rasa Malas

Malas, suatu penyakit yang bila terjangkiti maka penderita tidak akan dapat berbuat apa apa, yang ada hanya diam melamun tidak beranjak dari tempat dia duduk. Malas yang awalnya disebabkan stress menjadi sebuah penyebab stress. Semakin malas semakin stress. ketidakberdayaan melawan malas menyababkan durasi stress semakin panjang.

Rumus mem by pass malas ada di tekad. Malas itu ada di rasa sedangkan tekad ada di jiwa. jadi yang perlu di aktifkan kejiwaannya yaitu dengan tekad. Misalnya malas mandi, maka aktifkan jiwa untuk bertekad mandi jangan mengikuti rasa malas. Maka rumus keduanya adalah kita menjadi jiwa karena dengan menjadi jiwa kita lebih bebas untuk berTEKAD.

Kalau sudah bertekad maka gerakkan dari yang paling sederhana dan jika sudah ada gerakan maka teruslah bergerak dengan tetap fokus pada tekad tersebut.  Tekad atau azam tetap harus diaktifkan  sebelum selesai pekerjaan.

singkatnya ketika kita malas, maka segera kita pindah ke jiwa dan kita berazam. Kemudian bergerak dan lakukan.

Pakai Kekuatan Allah

Pertanyaannya kalau tidak pakai kekuatan Allah terus kita itu bernafas, berjalan, berpikir, bekerja, tidur, makan pakai kekuatan siapa ? siapa yang menggerakkan seluruh alam semesta ini termasuk kita ini.

Pakai kekuatan Allah ya pasti, karena tidak mungkin ada kekuatan lain selain kekuatan Allah, kalau orang mengatakan kekuatan alam semesta itu kan kata orang tidak percaya Allah, orang yang atheis, orang kafir yang menolak kekautan Allah. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa yang menggerakkan adalah adanya kekuatan atau energi atau daya, pertanyaanya adalah energi siapa, daya nya siapa atau dayanya siapa ? kalau tidak Allah, berarti keyakinannya adalah keyakinan orang yang tidak mengakui Allah. Atau di alam semesta ini ada dua kekuatan yaitu kekuatan Allah dan kekuatan Alam semesta , ini adalah pendapat orang yang menyekutukan Allah yaitu orang syirik yang dunia akhirat tidak mendapat ridho dari Allah SWT naudzubillah.

Berarti kita mau tidak mau harus menggunakan kekuatan Allah, harus memakai kekuatan Allah dalam hal apapun, dalam hal tidur, dalam hal makan, berjalan, berpikir, mengetik, bekerja dan semuanya. Kalimat laa haula walaa quwata ila billah menegaskan bahwa tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah.

bagiamana cara menggunakan kekuatan Allah caranya adalah dengan sadar bahwa apa yang kita akan lakukan atau yang sedang kita lakukan atau bahkan yang sudah terjadi adalah dengan kekuatan Allah. Kalau kita akan melakukan sesuatu maka kita dapat menggunakan kekuatan Allah, dengan menyadari bahwa apa yang akan kita lakukan akan terjadi dengan kekuatan Allah, atau yang sedang kita lakukan saat ini, saya sadari adalah kekuatan Allah.

Ketika kita menggunakan kekuatan Allah, maka kita menjebol hijab hijab yang dapat menghambat terhambatnya suatu pekerjaan yang akan kita lakukan. Kita akan merasakan sebuah kekuatan yang dari Allah sehingga kita seperti lebih  bebas dan lebih bertenaga.

Sekali lagi bahwa memakai kekuatan Allah adalah kesadaran tauhid yang dapat membooster power untuk menjalankan amanah yang akan atau sedang kita lakukan.

Tuliskan apa yang mau dilakukan dan fokus

Faidza azamta fatawakkal alallah merupakan penggalan ayat dari surat Ali ‘Imran ayat 159 yang artinya apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Ini menjadi  pegangan  bagi kita ketika kita sudah menuliskan suatu tugas dan akan kita lakukan sampai selesai dan jika belum selesai tidak akan berhenti, dan melakukannya adalah dengan bersandar kepada Allah SWT. Tidak ada kekuatan selalain kekuatan Allah. Jadi kita melakukan satu tugas dengan kekuatan Allah. Ayat 159 di surat ali Imran ini Allah mengajarkan kepada kita untuk fokus dan punya tekad yang kuat untuk melakukan satu hal. Fokusnya bukan pada hasil atau target tapi fokusnya pada apa yang dilakukan. Misalnya saya pedagang maka fokusnya bukan pada penghasilan tapi pada tekad untuk melayani pelanggan.

Fokus yang disertai tekad yang kuat untuk melakukan sesuatu akan menghasilkan sesuatu, tapi kalau fokus dan tekadnya untuk mendapatkan sesuatu maka yang di dapat stress dan beban dalam mendapatkannya.  jadi jangan fokus pada hasil fokus saja pada proses.

fokus pada proses bukan hasil