Enak kalau hidup itu pas pasan

coba … begini orang kekuarangan juga bingung, dan orang yang kelebihanpun juga kebingungan…yang enak ya hidup pas pasan …

pas butuh, ada yang mencukupi

pas pingin, ada yang menuhin

pas ada masalah ada yang mbantuin

pas sakit ada yang nyembuhin

pas pingin nabung ada uang untuk nabung

pas pingin sedekah ada uang

pas ada orang yang bertanya, pas ada jawabannya

pokoknya pas….gitu lho..

LP2A kecamatan Jebres mengadakan pelatihan untuk Takmir Masjid

Alhamdulillah pelatihan sholat yang diselenggarakan LP2A (Lembaga pengkaijan dan pengamalan agama) kecamatan Jebres dengan Shalat Center Solo terlaksana dengan baik. secara umum dari hasil pendapat para peserta merasa puas dan mendapat kan hal yang baru dalam hal sholat. disamping tentunya ada kritikan bagi trainer dan panitia. bagi trainer (saya sendiri) pada saat menerangkan who am I terlalu monoton, wah iya juga.. saya sendiri tadi merasa bahwa ada yang tidak mengena .. terima kasih atas kritik dan sarannya, lain waktu akan saya perbaiki.

pelatihan ini berlangsung dari jam 8 hingga jam 3 break satu jam untuk sholat dan makan. Lebih banyak praktek dari pada teori karena peserta dari kalangan ustad dan takmir masjid sehingga mereka sudah banyak tahu tentang dalil dalil sholat khusyu. praktek yang dilakukan meliputi tumakninah yaitu latihan relaksasi dengan menggunakan metode relaksasi progresif. peserta dilatih untuk dpt mengendorkan seluruh otot dari mulai kepala hingga kaki, kemudian dilanjutkan dengan gerakan sholat dari takbir hingga salam. bahas dan praktek ini saja 3 jam. sesi kedua yaitu silatun peserta diajak untuk latian konsentrasi dan latihan merasakan kedua latihan ini nampaknya kurang berjalan lancar karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung yaitu bising dan udara yang panas. namun stelah mulai silatun menyambungkan diri ke Allah tiba tiba saja udara panas berubah menjadi lebih sejuk karena panas yang terik tiba tiba tertutup awan. ketika mulai mengingat Allah beberapa peserta mulai nyambung berjalan ditengah yang nyambung mulai banyak dan kesambungan semakin lama semakin dalam. setalah rasa sambung itu kuat mereka saya minta berdiri sholat menggerakan tangan dan baca alfatihah ketika membaca alfatihah sambungan semakin kuat sehingga beebrapa peserta tak tahan menahan tangis. kemudian gerakan rukuk yang diiringi dengan sikap tunduk kepada allah energi ketundukan benar benar dirasakan oleh beberpa peserta kemudian berdiri dan dilanjut dengan sujud. daya besar terjadi sesi iftirasy… ketika robbighfirli… YANG MERASA DOSA SEKARANG MINTA AMPUN… sontak semua peserta menangis dan minta ampun kepada Alllah, demikian seterusnya, war hamni, wajburnii….dst.

selesai sesi ini beberapa peserta nampak masih terngiang ngiang dengan apa yang barusan dialami. …

Tips khusyu … dengan mata terbuka

Masalah mata melek ketika sholat atau mata merem ketika sholat memang menjadi polemik yang hangat di kalangan pencari khusyu. kalau merem katanya makruh… artinya ndak boleh dalam sholat (meskipun sebenarnya tidak membatalkan sholat) tapi kalau melek konsentrasi buyar, jadi enak mana enak melek atau enak merem … bingung.. gini saja yang satu melek… satu merem he he…

sekali lagi bahwa yang harus di pegang adalah bahwa khusyu bukanlah konsentrasi tapi kesadaran akan adanya allah, kesadaran ini tidak terletak di mata, kesadaran ini tidak terletak di telinga kesadaran tidak terletak di indera bahkan kesadaran tidak terletak di pikiran maupun di hati. lha terus dimana…? ya di kesadaran itu sendiri.. kalau lebih berani mengatakan ya di Ruh itu sendiri, Ruh itulah yang sadar, sadar itulah yang dikatakan dengan Bashiroh (yang tahu, yang sadar)

Menyadari dapat dilakukan dengan melek ataupun merem karena prinisipnya adalah dimana kau hadapkan wajahmu di situ ada Allah. jadi dimana kita menghadap terserah, mau melek atau merem ada allah hanya wujud Allah yang nampak.

maka malam jumat ini dirumah teman teman akan latihan patrap melek, jadi patrap tapi sambil melek, biasanya kan merem sekarang harus dilatih melek. masak Tuhan hanya nampak di kegelapan, Tuhan nampak di terang maupun gelap.

latihan melek ini berfungsi untuk lebih menguatkan dan lebih trampil dalam mengingat Allah dalam keadaan apapun. ketika sedang bekerja, berkendara, berjalan, berbicara atau bahkan membaca. makanya sholat dimakruhkan untuk merem karena nanti setelah selesai sholat biasanya akan lebih mudah lupa terhadap allah.

Mari kita menyaksikan keberadaan Allah dalam terang, lihat pohon di depan itu…. dulu kecil … kemudian tumbuh .. tumbuh dan tumbuh .. bagaimana mungkin tumbuhan itu bisa tumbuh sendiri … jelas sekali dibalik itu ada yang menumbuhkan, ada yang menggerakkan …  KENAPA SHOLAT HARUS MEMEJAMKAN MATA… MENGAPA KITA TIDAK MNYAKSIKAN ALLAH YANG SEDANG SIBUK. ….

he he… kok jadi serius… santai relaks…

perbedaan kalender shalat pada subuh dan isya

Perbedaan utama yang sering muncul pada kalender waktu shalat adalah waktu Shubuh dan Isya, sedangkan untuk waktu lainnya relatif hampir sama. Hal ini sebenarnya sudah menjadi sebuah perdebatan yang hangat di kalangan pakar astronomi Islam, dengan masalah utama terletak pada penentuan twilight angle. Maka dari itu tak heran kalau hingga saat ini ada beberapa konvensi yang digunakan untuk menentukan atau menghitung jadwal waktu shalat seperti metode dari University of Islamic Sciences, Karachi yang menggunakan twilight angle 18° baik untuk waktu Shubuh juga Isya, Islamic Society of North America (ISNA) yang menggunakan twilight angle 15° baik untuk waktu Shubuh dan Isya, World Islamic League yang menggunakan twilight angle 18° untuk waktu Shubuh dan 17° untuk waktu Isya, dan beberapa metode lainnya.


Secara umum besarnya twilight angle akan menyebabkan hal sebagai berikut: semakin kecil twilight angle akan menghasilkan waktu Shubuh yang lebih siang (lambat) dan waktu Isya yang lebih sore (cepat).

Contohnya untuk kota London pada posisi 51°32′ LU dan 0°6′ BB dan zona waktu 0. Pada tanggal 1 Januari 1996, dengan menggunakan harga twilight angle yang berbeda akan menghasilkan waktu Shubuh dan Isya sbb:

Twilight Angle         Shubuh         Isya
18 derajat             6:02           18:04
15 derajat             6:22           17:43

Twilight, menurut definisi adalah hamburan sinar matahari oleh atmosfer. Keberadaan atmosfer di bumi ini mengakibatkan sinar matahari sudah dapat dilihat oleh pengamat meskipun waktu matahari terbit (sunrise) belum tiba atau masih dapat terlihat meskipun matahari sudah terbenam (sunset). Dengan demikian ada 2 jenis twilight di sini yaitu morning dan evening twilight.

Pada saat matahari belum terbit atau setelah tenggelam, posisinya berada di bawah horizon (biasa disebut sebagai garis cakrawala atau garis ufuk). Posisi matahari ketika sinarnya sudah tidak terlihat lagi hamburannya (oleh atmosfer bumi) setelah ia tenggelam atau posisi matahari ketika sinarnya mulai terlihat sebelum matahari terbit akibat dihamburkan oleh atmosfer bumi, itulah yang disebut sebagai twilight angle (sudut twilight). Sudut ini diukur dari titik pusat matahari ke garis cakrawala, seperti dapat dilihat pada gambar di atas (sudut X dan Y).

Secara astronomis terdapat 3 definisi twilight, yaitu:

  1. Twilight sipil, ketika bintang yang terterang di langit dapat dilihat cahayanya atau ketika garis cakrawala di laut masih dapat dilihat. Besar twilight angle-nya adalah hingga 6°.
  2. Twilight nautikal, ketika garis cakrawala di laut sulit untuk dilihat dan saat ketika kita tidak mungkin lagi menentukan ketinggian dengan menggunakan garis cakrawala sebagai acuan. Besar twilight angle-nya adalah 6-12°.
  3. Twilight astronomi, ketika kondisi sudah benar-benar gelap dan tidak ada lagi hamburan cahaya matahari yang terlihat. Besar twilight angle-nya adalah 12-18°.

Waktu shalat biasanya ditentukan berdasarkan twilight astronomi (seperti yang dapat dilihat pada beberapa metode atau konvensi yang saya sebutkan pada paragraf kedua di atas). Dalam software azan biasanya terdapat fasilitas untuk mengubah harga twilight angle ini, karena menurut sebuah penelitian dan pengamatan di berbagai tempat di dunia, harga sudut twilight tertentu ternyata tidak berlaku untuk seluruh tempat terhadap peristiwa ketika hamburan cahaya matahari sudah bisa terlihat (fajar shaddiq) dan saat hamburan itu hilang (shafaq di waktu Isya). Bahkan menurut Yaqub Ahmed Miftahi, besarnya twilight angle –terutama pada daerah lintang tinggi– juga bervariasi terhadap musim. Kesimpulan ini diperoleh setelah dilakukan pengamatan morning dan evening twilight dengan mata telanjang selama setahun di Blackburn, Lancashire, Inggris. Menurut hasil pengamatan itu, besarnya twilight angle bervariasi terhadap waktu dengan kisaran harga antara 12° hingga 16°.

Untuk itu, jika anda tinggal di daerah lintang tinggi maka berhati-hatilah dalam menggunakan software azan dan waktu shalat, khususnya untuk waktu Shubuh dan Isya. Situs moonsighting.com bahkan memiliki contoh yang nyata tentang beberapa kesalahan yang ada pada software tersebut.

Sumber gambar: Wikipedia.

Bahan bacaan:
1. Shalat Lima Waktu di Wikipedia.
2. Rise, Set, and Twilight Definitions, U.S. Naval Observatory.
3. Dr. Monzur Ahmed, The Determination of Salat Times.
4. Yaqub Ahmed Miftahi, Fajar and Isha (tersedia online di moonsighting.com)

 (diambil dari …maaf lupa …)

sebenarnya ada gambarnya tapi ketika insert kok muncul ..URL.. maksudnya gimana ya… mohon bantuan bila dari Bp Ibu pembaca ada yang bisa… insya Allah Nanti akan saya edit.. terimakasih

Wass

Rukuk Pake Sarannya Pak dr. Zaini

Rukuk dengan mendoyongkan sedikit kedepan sehingga tangan menjadi lurus menopang bahu. kondisi demikian ternyata mestimulasi sikap jiwa untuk lebih tunduk kepada Allah. Selain, adanya stretching (peregangan) yang semakin terasa pada otot kaki dan tulang belakang.

baik  secara urutan demikan

1. Tundukkan hati kemudian ikuti dengan gerakan Rukuk hingga telapak tangan menempel di lutut.

2. rendahkan lagi bahunya dengan relaks, biasanya tangan tidak lurus karena jarak antara bahu dan lutut semakin dekat

3. agar tangan lurus kembali cobalah untuk mendoyongkan badan ke depan hingga tangan yang tadi nekuk menjadi lurus kembali

selamat mencoba…thanks Dok atas Tips praktisnya

Latihan Pra Silatun di Bekonang Sukoharjo

Metode ini memang agak berbedan dengan apa yang telah diajarkan oleh Ust Abu Sangkan. Latihan ini untuk mempersiapkan mental dan kejiwaan peserta agar lebih paham dengan konsentrasi ketika sholat. Peserta yang rata rata sudah berusia, membutuhkan pemahaman yang agak berbeda dengan biasanya. Latihan pra silatun ini diawali dengan merasakan, mendengarkan suara saya ketika membaca alfatihah, ternyata beberapa masih ada yang kesulitan dari kesulitan ini kesalahan paling banyak adalah konsentrasi menggunakan otak, padahal yang benar adalah merasakan. jika merasakan maka otomatis akan konsentrasi sendiri. saya mencontohkan kalau kita mencari suara jangkrik, jangkriknya ada dimana maka itu namanya konsentrasi, lain dengan kita menikmati suara jangkriknya maka kita tidak perlu berkonsentrasi cukup dengarkan dan nikmati suara itu.

Kemudian peserta saya minta untuk membaca sendiri alhfatihah lalu didengarkan sendiri.  jadi membaca kemudian didengar sendiri dan dirasakan sendiri bacaan tersebut. ternyata ini lebih mudah bagi peserta untuk lebih terkonsentrasi dibanding yang pertama tadi.

jamaah yang kira kira berjumlah 50an cukup antusias mengikuti pelatihan ini, dan ini pertemuan ke dua setelah sebulan yang lalu diadakan pelatihan serupa. rencana akan ada halaqoh rutin tiap bulan di Rumah Bu Atik Bekonang pada hari minggu keempat.

rencana saya metode pra silatun ini akan saya kembangkan dan akan saya praktekan ke jamaah baik yang ada difatimah ataupun di jamaah jamaah lainnya sehingga nantinya menjadi suatu metode yang memudahkan untuk mencapai silatun. pengenmbangan yang lain adalah pra tumakninah seperti yang kemarin malam waktu di panti asuahan mardhotillah gumpang.

Pelatihan di Panti Asuhan Mardhotillah Gumpang Kartasura

Asyik juga nglatih sholat dengan range usia yang cukup bervariatif. membuat anak anak senang, dewasa tertarik dan orang tua tidak jenuh.. cukp dengan latihan tumakninah… dengan praktek. sempat ada yang komentar latihan takbir saja saatu jam, itu pun kayaknya belum ada yang bisa… ya syukurlah kalau merasa tidak bisa .. batihn saya. kalau merasa tidak bisa berarti tahu kalau dirinya butuh untuk belajar lebih banyak.
latihan tumakninah ini dimulai dengan cara membaca, syarat tumakninah harus dibaca pelan tidak terlalu cepat selain itu bacaan dilantunkan dengan lembut tidak menghentak hentak, karena lantunan yang lembut akan menstimulasi otak untuk lebih tenang. salah satu peserta yang bernama Farid saya minta untuk maju untuk melantunkan surat alfatihah dengan tumakninah dan dengan tergesa gesa.. ini untuk memudahkan peserta lebih memahami antara membaca yang tumakninah dengan yang tidak tumakninah. kemudian gerakan sholat juga harus tumakninah, dengan gerakan yang pelan dantidak patah patah, semua peserta saya minta untuk berdiri dan mempraktekan berdiri secara mengangkat tangan untuk takbir.
dari pelatihan tumakninah ini secara materi nampaknya sudah tersampaikan namun untuk prakteknya karena jumlah yang terlalu banyak dan usia yang cukup bervariatif maka kesulitan kontrol tiap peserta jadi sangat kurang. pelaithan ini akan dilanjutkan bulan depan insya allah tanggal 18 agustus dengan materi tetap tumakninah.

Makna Patrap, antara patrap dan latihan patrap

patrap diambil dari bahasa jawa yang berarti perilaku yang memiliki kesadaran. seringkali patrap digunakan dalam bahasa jawa untuk menunjuk suatu perilaku yang tidak menggunakan kesadaran. misalnya patrapmu ora apik… artinya patrap mu tidak baik. sebenarnya patrap lebih pada perilaku yang berlandaskan suatu kesadaran tertentu yang menyebabkan suatu perilaku itu menjadi baik. sehingga jika tidak menggunakan kesadaran maka perilaku itu menjadi tidak baik.

orang yang berpatrap pasti memiliki dasar tertentu untuk bertindak, nah dasar ini lah yang ditanamkan sejak kecil terutama dasar dasar ketuhanan. arti patrap juga bisa mengandung makna menerapkan dalam kehidupan sehari hari.. patrap = terap = menerapkan.

pembekalan dasar dasar kehidupan (ilmu hakikat)  merupakan bentuk dari latihan patrap berusaha memahami makna hidup bagaimana cara hidup dan apa tujuan hidup. dasar dasar ini nantinya  menjadikan seseorang untukPATRAP artinya menerapkan apa yang sudah diperoleh dalam latihan patrap.

di dalam buku berguru kepada allah karya ust Abu Sangkan dijelaskan adanya mekanisme patrap1 patrap 2 , dan patrap 3 ini semua merupakan bentuk latihan patrap belum patrap itu sendiri. latihan kesadaran akan ketuhanan, jika pada patrap 1 kita menuju Tuhan, patrap 2 pasrah kepada Tuhan dan patrap 3 menyadari sepenuhnya akan adanya Tuhan. dalam buku tersebut diuraikan detil dimulai dari bab tentang bagaimana manusia ini beragama hingga di akhir bab diuraikan pengalaman pengalaman rekan rekan patrapis yang mengamalkan metode ini.

tulisan ini sekedar mengajak rekan rekan yang aktiv di halaqoh sholat khusyu khususnya rekan yang aktif malam jumatan dirumah (patrapan)  untuk tidak sekedar latihan patrap setelah latihan Allahnya ditinggal namun benar benar menggembleng diri untuk dapat membawa latihan patrap menjadi PATRAP yang sesungguhnya. mudah mudahan allah memudahkan jalan kita untuk selalu bersama bersanding menyadari sepenuhnya untuk menjadi saksi atas kesuciannya dan kebesarannya amin.

Latihan Pra Silatun, jembatan konsentrasi dan dekonsentrasi

ssilatun membutuhkan pemahaman yang baik tentang ketuhanan. kadang sulit juga untuk tiba tiba mngejak seseorang untuk langusng silatun apalagi orang yang sudah punya dasar ketuhanan yang setengah setengah. latihan pra silatun ini sebenarnya sangat bermanfaat bagi pemula dan menjadi jembatan antara konsentrasi dengan silatun itu sendiri, atau menjadi jembatan antara konsentrasi dengan dekonsentrasi.

memang sholat tidak konsentrasi namun dekonsentrasi namun untuk langsung masuk dekonsentrasi sangat sulit untuk pemula maka perlu adanya jembatan atau pengantar untuk memasukinya.

cara cara yang digunakan cukup praktis tidak berbelit berbelit dan peserta langsung paham tentang makna dekonsentras iitu sendiri, tentunya melalui praktek secara langsung. dengan praktek ini nantinya peserta akan paham bahwa sholat tidak menggunakan pikiran untuk menuju khusyu namun menggunakan dimensi lain diharapkan dengan latihan ini orang akan bisa membaca bacaan sholat sambil mengingat allah.

untuk praktek dan latihannya silahkan menghubungi  penulis

Seminar Sholat khusyu di Rumah Sakit Jiwa Surakarta

penyampaian materi pada seminar ini lebih menekankan aspek relaksasi tumakninah sebagai terapi kejiwaan. tumakninah sholat dijelaskan dari contoh yang paling konkrit yang dialami sehari hari hingga pengalaman dalam sholat. kekhusyuan yang diperoleh lewat sholat melalui pengendortan tubuh dan dengan posisi tubuh yang benar ketika menjalankan sholat. ketika berdiri sholat kaki harus tegak lurus menopang tubuh sehingga terjadi keseimbangan yan gbaik ketika sholat.

karena waktu yang diberikan cukup singkat materi yang disampaikan tidak sampai tuntas keburu adzan dluhur. mudah mudahan seminar ini berlanjut hingga pelatihan sehingga ada waktu untuk berdiskusi dan praktek sholat , amin.