membaca nasib bukan meramal

Untuk bisa membaca masa depan kita harus dapat membaca apa maunya Allah pada saat ini. Kepekaann kita pada saat ini merupakan modal dasar untuk bisa mengenal maunya allah pada saat yang akan datang. Kalau kita sudah bisa mengenal maunya allah maka sebenarnya kapan saja kita pun dapat mengenal maunya allah baik itu sekarang atau pun masa depan. Mengenal maunya allah bukanlah ramalan yang datang dari rekayasa pikiran atau sesuatu yang mengada ada, mengenal maunya allah sangat berbeda dengan ramalan ramalan pikiran berdasarkan perkiraan kiraan logika.
Sesuatu yang membedakan adalah, kalau digambarkan, mengenal maunya allah ibarat nya sebuah gelas yang kita kosongkan dan terisi sendiri, kalau ramalan gelas tidak dikosongkan malah isi gelas itu digunakan untuk bahan meramalkan, jadi ramalannya hanya sebatas apa yang ada dalam gelas tersebut, artinya ramalan yang muncul berdasarkan isi pikirannya.
Nah membaca masa depan yang saya maksud adalah menerima sinyal yang datang, untuk itu diperlukan perasaan yang tenang dan jiwa yang tenang pula. Allah itu bersifat kalam artinya allah akan berfirman secara terus menerus dan tidak pernah berhenti dari dulu sampai nanti, allah akan berbicara terus tergantung kepada kita bisa menangkap tidak apa yang disampaikan Allah kepada kita. Modal kita Cuma mendengarkan allah dengan sikap merendah dan jiwa yang tenang disamping tentunya silatun atau kesambungan yang kuat dengan allah, karena kesambungan ini menjadi penentu darimana datangnya sinyal. Kalau tidak nyambung ke allah ya sinyal yang datang bisa dari mana saja namun kalau sambung nya ke allah maka sinyal yang berisi informasi masa depan berasal dari allah.

kecerdasan spiritual bukan ESQ 165

ESQ 165 sebuah frasa dari mahakarya terbesar seorang anak bangsa … Bp Ary Ginanjar teringat sekali waktu itu beliau (sebelum terkenal seperti sekarang ) kami undang ke UMS fakultas PSikologi untuk memberikan kuliahnya mengenai ESQ way, luar biasa begitu menghentak dan semua peserta dibuat berdecak kagum.. kira kira tahun 2001 kala itu. setelah sekianmasa … ESQ sekarang sudah menjadi raksasa trainning leadership yang saya kira belum ada yang dapat menyamainya…

konsep kecerdasan spiritual yang diusung beliau sungguh membuka wawasan dan cakrawala beralihnya kecerdasan emosional maupn kecerdasan intelektual ke kecerdasan spiritual. orang orang setelah menyaksikan atau mengikuti trainning pasti berbondng bondong tertarik untuk belajar spiritual lebih lanjut yaitu pada suatu laku atau tindakan nyata kearah spiritual yang tidak sekedar tataran kognitif namun lebih jauh yaitu konatif dan tentunya aplikatif.

maka tulisan saya diatas menyebutkan bahwa kecerdasan spiritual bukan ESQ 165 mengandung arti bahwa untuk tindak lanjutnnya dari mengikuti trainning ESQ , saya berpendapat kalau orang hanya berhenti pada pelatihan ESQ tidak mengaplikasikan dalam setiap ibadah yang dijalankan pasti spiritualnya tidak akan meningkat.. iya… saya yakin sehabis mengikuti ESQ spiritual kita seperti terbakar api begitu membara namun saya yakin juga kalau tidak di olah lagi pasti apinya akan redup… untuk itu butuh suatu maintenance tertentu … dan maintenance itu tidak lain adalah dengan ibada ritual yang sehari hari kita lakukan. karena ibadah sehari hari yang kita lakukan inilah kita akan mengalami sebuah peningkatan kecerdasan spiritual .. dan inilah aslinya kecerdasan spiritual atau spiritual quotient.

tahu kenapa harus berdiri, rukuk, sujud dst

pernah kah kita berpikir kenapa harus sujud, rukuk dan lain sebagainya… pernahkah kita berpikir “apakah allah memerintah saya sujud tanpa ada alasan ? atau mesti memberi manfaat terhadap tubuh dan diri saya?”

kajian kemarin bersama ustad pak abu di rumah pak usman komarudin laweyan menjelaskan secara detil kenapa kita disuruh sujud sampai tumakninah, rukuk sampai tumakninah… dan seterusnya….

maaf kita  potong dulu pak ustad abu sangkan sudah telp untuk segera ngantar beliau ke jogja… malam jumatan di jogja…

kenapa waliyullah kok cuma sedikit????

ini memang manusianya yang nggak mau jadi wali atau memang allah yang menghendakki demikian. saya heran mengapa juga para ustadz dan kyai banyak yang berpendapat bahwa satu jaman hanya ada satu wali… apa ya dasarnya…. jadi kalau sudah ada apa tidak ada kesempatan untuk mendaftar menjadi waliyullah… kadang ini membuat menjadi pesimis ya kalau sudah ada wali sudah tertutup bagi kita untuk bisa menyamainya….

he he atau kalau saya suudzan apa idealisme yang seperti ini yang  ditanamkan oleh mereka yang mangaku wali agar kewaliannya tidak tersaingi…. ya suudzan ini mungkin sangat kurang ajar… tapi ya mungkin saja kan.

bagaimana ya kalau seandainya kita yanya saja ke allah apakah benar keikasih allah setiap jaman hanya ada satu . kalau benar demikian berarti allah pilih kasih juga ya… padahal di dalam ayat ayat di quran memberikan kesempatan seluas luasnya kepada setiap hambanya untuk menjadi kekasih Allah.

nah sekarang berarti yang salah siapa Allah kah yang pilih kasih atau para kyai dan ustad yang menganggap bahwa wali itu hanya satu….

sebeanrnya juga kalau ditanya lebih lanjut bahwa tidak ada yang tahu bahwa dirinya wali atau bukan, yang tahu hanya Allah so… jangan mengaku ngaku jadi wali… apalagi menganggap sok tahu bahwa wali itu cuma sedikit ….. semua berhak… dan semua diberi kesempatan oleh allah untuk menjadi waliyullah atau kekasih allah. semoga kita semua bisa menjadi waliyullah dengan kadar cinta kepada allah amiin amiin…

sisa hidup harus bermanfaat

kita ini tinggal menjalani sisa hidup, waktu berlalu berarti kita melewatkan sisa waktu yang ada. untuk itu hidup tidak perlu menjadi apa, tapi sekedar menjalani sisa hidup aagar  lebih optimal dalam memberikan manafaat kepada orang lain. berniat dan memohon kepada allah semoga hidup kita dapat bermanfaat untuk orang lain. sebaik baik orang adalah yang bermanfaat kepada orang lain

membaca kehendak Allah

kehendak allah dapat terbaca melalui apa yang kita alami sehari hari, ini cara yang paling mudah. misalnya ketika kita memberikan pelatihan sholat kermudian ada pertanyaan dari peserta sangat mungkin sekali allah memang akan menurunkan pengetahuan kepada kita melalui pertanyaan yang diajukan oleh peserta, biasanya jika memang demikian kita akan diberikan jalan keluar yaitu jawaban yang kita sendiri sendiri tidak menyangka nyangka akan bisa menjawab seperti itu.

kehendak allah sebenarnya mudah kita backa asal kita mau menerima apa yang terjadi dan kita alami. seperti saat ini saya merasa kalau saya allah menghendaki saya untuk lebih kreatif lagi dalam memberikan bentuk pelaithan sholat. cara cara konvensional sepertinya sudah membuat orang jenuh. melalui cara cara yang lebih praktis dan aplikatif. Allah berbicara pada saya bahwa kadang sholat harus disampaikan dengan cara yang lebih mudah di pahami.

kemudian lagi jika kita berkinginan untuk mengetahui keinginan allah maka kita sebaiknya merendahkan diri ketika mengingat allah setiap saat. perasaan rendah dihadapan allah ini akan mempermudah kita paham dengan apa yang dikehendaki allah.

sekarang saya akan sedikit  cerita tentang proses kita dipahamkan atas kehendak allah. yang pertama adalah membaca keadaan yang kita terima, misalnya kenapa orang tidak suka dengan dgangan kita, ini berarti bahwa allah memang tidak menyukai apa yang kita jual, jadi allah berkehndak melalui perilaku orang disekitar kita. nah dari sini kita mulai memahami kehendak allah, nah jangan mau berhenti cobalah tanya kepada allah secara langsung kenapa orang orang tidak suka dengan dagangan saya… pasti nanti allah akan memberikan jawabannya melalui bahasa “paham” jika ada suasana atau daya maka ikuti saja karena biasanya itu mengarah pada suatu jawaban allah. demikian dulu jika ada pertanyaan silahkan ditulis komen, kami tunggu respon dari jamaah semua…sallam

takbir dalam sholat

Bertakbir membawa kita kepada keluasan allah dan ke Maha an allah. Kalau luas nya allah harus terus kita arahkan pada ketidakterbatasan dan jika kita ikuti maka yang ada adalah ketiadaan yang kita persepsi, maksudnya semakin kita mendalami kemahaluasan allah maka kita akan terbawa pada kekosongan yang benar benar kosong artinya persepsi kita tidak bisa mempersepsi lagi. Jadi daya kemampuan persepsi kita sangat terbatas dan tidak bisa menjangkau sejauhmana persepsi terhadap kebesaran allah

jika kesadaran kita sudah terbawa kepada kebesaran allah yang tidak bisa kita  persepi lagi maka sholat kita akan berada terus pada wilayah ini dan kita akan mudah dalam merasakan kekhusyuan dan yangpasti sholat kita akan lebih tumakninah.

takbir juga bisa menjadi cantholan atau pegangan bagi kita ketika kita sholat jadi tahu tempat dimana kita duduk ketika sholat. duduknya sholat ini penting sehingga kita benar benar merasakan wilayah wilayah dalam sholat. “duduk” kita adalam sholat secara ruhani atau kesadaran dapat  artikan suatu keadaan kesadaran yang berada pada keadaan terentu. nah kadaan kesadaran inilah yang dapat membawa kita kepada suatu tahapan tahapan spiritual, atau pengalaman pengalaman spiritual.

diam untuk mewujudkan keinginan

hakikat keinginan adalah dari allah, bukan dari kita, seringkali kita mengaku aku bahwa ini ada dan itu adalah keinginan kita. keinginan kita tidak dapat dibuat buat terus kalau begitu siapa yang buat keinginan ? ini tentunya menjadi dasar bahwa allah yang berkeinginan bukan kita. kenyataan ini sangat jelas bahwa keinginan harus dikembalikan lagi kepada allah. kenapa? ya karena yang punya keinginan adalah Dia sendiri, bukan kita. kita pingin sehat, kita pingin kaya, kita pingin bahagia hakikatnya adalah allah yang berkeinginan.

oleh karena itu ketika kita berkeinginan terhadap sesuatu maka diamlah dalam ketundukkan dan serahkan lagi keinginan tersebut kepada allah. maka allahlah nanti yang akan atur sehingga keinginan allah tersebut dapat terwujud.

bersyukur kita masih diberi keinginan oleh allah, sebab keinginan kita ada sebuah kasih sayang allah kepada kita, coba bayangkan bila kita  tidak diberi keinginan misalnya saja kita tidak ingin hidup lagi… maka secara perlahan kita akan diarahkan untuk mati… tapi kalau kita masih diberikan keinginan untuk hidup maka kita akan termotivasi dan survive untuk tetap bisa hidup.

berihram = ber ruhani

ihram merupakan simbolisasi dari makhluk ruh dimana semua orang sama dan semua satu. dalam ibadah haji ihram menjadi pakaian wajib dalam menjalankan ibadah yang satu ini. berpakaian ihram, sedangkan perilakunya adalah wukuf yaitu diam seperti ruh yang diam dan menyaksikan atas kekuasaan dan kebesaran allah. keberhasilan orang dalam berhaji adalah penemuan diri yang berupa amkhluk ruh, atau kesadaran ruhani. kesadaran inilah yang harus menetap sehingga sepulang haji tetap menjadi makhluk ruhani.
hajji itu arofah…. demikian disebutkan… bahwa inti dari haji adalah arofah. sehingga hajji mabrur sangat ditentukan bagaimana kita ketika di padang arofah yaitu diam menjadi makhluk ruhani.