efektifitas fitnah untuk promosi gratis dari LUIS dan antek anteknya

tak bisa di bantah bahwa fitnah bukan lebih kejam dari pembunuhan tapi fitnah ternyata lebih efektif untuk iklan gratis alias promosi maka ustad Abu membiarkan mereka biarkan mereka beriklan untuk shalat center melalui cara mereka yaitu memfitnah… semoga allah tahu jasa jasa mereka dalam menyebar fitnah.
sewaktu pak Abu ke Solo beliau menyampaikan salam hangat nya untuk para pemfitnah (2 hari yang lalu)
oh ya cerita lain.. sewaktu pak abu terbang dari pekan baru ke solo 3 hari yang lalu beliau bersama ust Abu Bakar Baasyir satu pesawat dan Pak Abu pun mencium tangan beliau sebagai rasa hormat beliau kepada Uat Abu Bakar Baasyir, sempat ngobrol sebentar dan Ust ABu sangkan sempat memohon ijin kepada beliau untuk dapat silaturahmi dengan Ust Abu Bakar Baasyir di pondik pesantren Ngruki.
ya sekali lagi dari shalat center kami ucapkan terimakasih atas promosi dan iklan gratisnya dari luis… dan semoga…….

What is Khushuu'?

Khushuu’ during Salaat is misunderstood by some people as crying and weeping. Rather, it is the presence of the heart during an act of ‘ibadah. When a person’s heart is fully occupied of what he says or hears, he is in a true state of khushuu’. The concept of Khushuu’ in Salaat is very essential.

1- It is a vital factor in making a person successful in this life and in later life.
“Indeed, the believers, who have khushuu’ in their Salaat, are the winners.”
قد أفلح المؤمنون الذين هم في صلاتهم خاشعون
2-It is a contributing factor for the acceptance of Salaat.
3- It is a way to gain more rewards from the Almighty Allah; the more the
khushuu’ a person has, the more rewards he gets.
4- Without Khushuu’ the heart cannot easily be purified.

Ways to Gain Khushuu’

A. Pre-Salaat
1- A Muslim should know his Lord very well. Knowing whom one worships makes a person a better worshipper. Having clear and authentic knowledge about Allah increases His love in our hearts. Consequently, faith also increases.
2- Avoiding major and minor sins is very helpful in gaining Khushuu’, as the heart becomes more receptive to the words of Allah during and after Salaat.
3- Reciting the Qur’an frequently and consistently softens the hearts and prepares it for Khushuu’. Hard hearts do not gain Khushuu’.
4- Minimize attachment to worldly matters. Gearing one’s intentions towards the Afterlife helps against the temptations of life.
5- Avoid excessive laughter and useless arguments as they harden the heart and lead to heedlessness.
6- Stop working as soon as you hear the Azaan. When you listen attentively to the call of Salaat repeat after the muˆz-zin then offer the relevant supplication. This prepares you for a smooth transition from the business with worldly matters to the business with Salaat.
7- Performing wuduuˆ immediately after hearing the Azaan prepares you for the pending Salsat. Wuduuˆ also works as a buffer zone before engaging in Salaat.
8- Going to the mosque early for praying and continuing mention of Allah drives Satan away and help gain concentration.
9- The waiting time for the congregational Salaat helps create a buffer zone between the state of mind before Salaat and the state of during Salaat.

B. During Salaat
1- The Iqaamah itself is a final signal to the mind to be well prepared for performing the actual Salaat. Remember what the messenger of Allah said to Bilal (ra) “Let us enjoy the comfort of the Salaat.”
2- When you stand facing the Qiblah remember the following:
a. It might be the last Salaat in your life. There is no guarantee to live longer to catch the next Salaat.
b. You are standing between the hands of Allah, the Lord of the worlds. How can you be busy with something else?
c. The angel of death is chasing you.
3- Do not forget to make isti’azah. It wards off Satan’s whispers.
4- Keep your eyes focused on the place of sujuud. This helps you gain more concentration.
5- When reciting the Fatiha, try to recall the response of Allah to you after every ayah you say. (When you say: “al-hamdu lillahi rab-bil ‘alamin) Allah responds: “My servant praised me.” etc. This feeling of speaking to Allah puts you in the right mood of khushuu’.
6- Beautifying the recitation of the Qur’an has a positive impact on the heart.
7- Recite the Qur’an slowly and reflect upon its meaning deeply.
8- It is recommended to change the suras that your recite from time to time to avoid the mechanic-like state of repetition.
9- Alternate between the various authentic sunan such as proclaiming a different opening supplication in every Salaat.
10- Undoubtedly, understanding Arabic helps you focus on the intended meaning.
11- Interact with the recited aayahs;
a. if you hear an ayah about Allah, glorify Him by saying “Subhaana Allah”;
b. If you hear an ayah about Hellfire, say “a’uuthu billaahi mina-n-naar”.
c. If you hear a command to make istighfaar, do it.
d. If you hear an ayah that requests tasbiih, make tasbiih.

12- These forms of interactions are very helpful in keeping you focused.
13- When you prostrate, remember that this position brings you closer to Allah. Seize the opportunity to make sincere du’aaˆ. Invest these moments in making sincere supplications.

C- Post-Salaat
e. When you make tasliim, make istighfaar to Allah as you might have made during Salaat.
f. When you praise Allah, thank Him from the bottom of your heart that you have experienced the beauty of Salaat in your heart. Getting used to this habit prepares your for the next Salaat, as you will always be eager to focus in your prayer.
g. One perfection leads to another perfection. If some one perfects his Salaat once, he would be self-motivated to continue on the same level.

May Allah fill our hearts with khushuu’ – Aameen.

BE BRAVE
PREPARE FOR STRUGGLE
PERSEVERE
HAVE CERTAINTY THAT ISLAM WILL BE VICTORIOUS.

Fear Allah wherever you are in all times and in all places.
Stand up for Islam no matter who likes it or dislikes it.
Dedicate yourself in changing this world. Go against the grain.
The world needs you.You are the best Community raised up for mankind.

By Dr. Mamdouh N. Mohamed
Associate Professor at the American Open University

NLP dengan asma ul husna

sadarkan tubuh kita dan terutama syaraf 2 kita bahwa Allah itu maha kaya, maha ampun, maha kasih, maha penyayang.. dan seterusnya…
jika syaraf 2 kita sudah terbentuk maka sebentar lagi apa yang kita yakini tentang allah tadi akan mengitari kita dan allah akan memperturutkan apa yang menjadi keyakinan kita kepada Nya, jika kita yakin allah pengampun maka allah akan mengampuni jika kita yakin allah maha kaya maka allahpun akan memberikan kekayaan kepada kita

apa bedanya islam liberal dengan kita (yang tidak liberal)

bedanya kalau islam liberal dia cerita bahwa dia liberal kalau kita ndak ngomong ngomong tapi perbuatan kita liberal… misal… gosok gigi dak pake siwak tapi pake odol… perang ndak pake pedang tapi pake senjata api… makan nggak pake tangan atau jari tapi pake sendok… silaturahmi tidak datang langsung ke temu orangnya tapi pake face book… he he … ternyata kita liberal juga…
cuma untungnya kita tidak cerita cerita sehingga tidak di hujat sana sini coba kalau kita ngomong bahwa kita sekarang meinggalkan siwak, kita meninggalkan jari untuk makan dan itu kita katakan “sudah bukan jamannya lagi” wah pasti kita juga akan dikatakan islam liberal…….

manusia tanpa kehendak dan usaha

kehidupan ini sudah allah yang atur, kita tidak perlu kehendak apalagi usaha… terus bagaimana kita merubah nasib kita… cukup dengan yakin kepada allah saja yang dapat merubah nasib kita. tukar nasib … cukup dengan yakin bahwa allah menukar nasib kita maka jadi.. dan ini bukan wilayah kehendak terlebih usaha.. yakin itu bukan usaha .. yakin adalah sebuah ketetapan dalam hati.. dari sinilah nanti kita akan di kehendak kan oleh allah akan di usaha kan Allah.. dan kita tinggal mengikuti dan mengikuti…

kenapa sinetron murahan laris manis

ternyata  yang bikin sintetron itu laris bukan karena alur ceritanya atau karena akting pemainnya namun karena musiknya… pengaruh musik ini demikian kuat namun kurang disadari oleh pemirsa hal ini seperti pertunjukkan wayang kulit yang ternyata yang bikin orang betah nonton wayang kulit bukan karena ceritanya kerana sudah pasti hafal alurnya yang bikin menarik itu adalah musiknya.

musik musik yang ada di sintron kalau dicermati bisa membawa suasana yang berubah ubah sesuai alur cerita.. persis seperti film india yang kalau boleh dibilang over nyanyi… sedih nyanyi senang nyanyi bahkan perangpun nyanyi..

mungkin tipical orang asia ini tidak begitu memperhatikan kualitas sintroen atau film yang dibutuhkan adalah permainan suasana lewat musik.

so saran saya kalau nonton sinetron indonesia jangan memperhatikan alur ceritanya cukup ikuti saja setiap cerita yang disampaikan dan ikuti pula musiknya yang mengiringi sintron tersebut… yang penting kan bukan alur nya baik atau jelek yang penting kita bisa menikmati atau tidak. kalau kita menikmati alurnya dijamin akan grundel jengkel dan akan mengatakan sinetron indonesia ini murahan .. …

murahan tapi laris manis… saya pertama heran kenapa sintron beginian laris.. eh ketemunya pas sholat magrib di samping televisi karena sambil menemani anak.. lho tiba tiba kok muncul pemahaman seperti diatas…

dari 5 A kembali ke Mama Dedeh

inilah perjalanan islam yang perlu dicatat oleh ahli sejarah islam diindonesia…. sekitar 3 , 4 tahun yang lalu nama 5 A mulai muncul yaitu AA gym, Ary Ginanjar, Abu Sangkan, Arifin Ilham, dan AA Yusuf Mansyur ( AA nya pemaksaan) …. kemunculan para ustad kelas nasional ini menggemparkan dunia dakwah islam. mereka boleh dibilang mendobrak sistem pengajian yang tradisionel menjadi suatu yang instan dan berkesan. layaknya selebritis kemanapun mereka akan diliput dan dikejar oleh para penggemar fanatiknya… namun akhir akhir ini popularitas beliu mulai menurun dan sepertinya gaungnya tidak seperti dulu lagi…

namun bersyukur masing masing dari beliau meninggalkan kesan mendalam tentang islam… AA gym dengan kelembutan hatinya, Ary dengan wawasan tauhidnya, Abu sangkan dengan khusyu nya, arifin dengan dzikir kolosalnya, dan Yusuf Mansyur dengan sedekahnya… meski ketenarannya menurun namun semangat yang beliau beliau sampaikan membekas dalam benak kita.

menurunnya 5A ini saat ini terkait dengan metode yang beliau sampaikan jika metode ini tidak update lagi otomatis akan ditinggalkan oleh penggemarnya… maka perlu adanya ilham yang dapat menuntun beliau beliau ini agar selalu update dalam menyampaikan dakwahnya dan tidak hanya mengandalkan kepandaian akal semata.

satu acara televisi yang cukup banyak pendengarnya sekarang ini adalah pengajiannya indosiar mama dedeh… ya semoga ini tetap terjaga kepopularennya… namun dikalangan ibu ibu memang beliau cukup popular….