meta model guru spiritual

dalam NLP ada metode namanya meta model dimana seseorang bisa kita model kemampuannya. misalnya kita ni mempelajari ilmu makrifat maka guru spiritual bisa kita model. metode ini baru meski oleh kalangan NU sudah lama dikenal …misalnya pangamal tarekat , ketika dia menjalankan tarekat sang guru di META MODEL” dengan cara membayangkan wajah guru, menghadiahi bacaan al fatihah… harapan dari metode ini adalah agar apa yang dimiliki guru ini secara spiritual dapat di model atau di deindividuasi oleh sang murid….. tapi jangan lupa untuk mengamalkan metode ini bacalah syahadat terlebih dahulu dan shalawat…. kepada rasul karena rasul Muhammad sebaik baik model yang ada

2 macam sikap santai dalam menghadapi masalah

kita seringkali dihadapkan dengan masalah terutama masalah masalah masa depan. nah banyak orang menyarankan kita untuk santai dalam menghadapinya. hati hatilah dalah sikap santai ini karena jika sikap santai ini salah jalan maka msalah kita akan berlama lama dan tdak kunjung usai. ada dua macam orang santai menghadapi msalah yaitu pertama santai dengan tidak ada keyakinan kepada allah dan santai karena yakin kepada Allah.
jika seorang yakin kepada Allah maka santainya ini akan membawa penyelesaian namun jika santainya ini tidak dilandasi keyakinan kepada Allah maka masalah akan berlarut larut dan bahkan akan bertambah besar.
keyakinan kepada ALlah merupakan kekuatan SOLVING yang sangat mendasar dari sinilah pikiran emosi dan lingkungan akan bergerak menuju terselesainya sebuah masalah yang kita hadapi.
yakin yang seperti apa? yaitu yakin yang betul betul atau benar benar meyakini bahwa ALlah akan menyelesaikan masalah. keyakinan ini jika di pegang dengan benar maka akan menimbulkan sikap tenang dan santai namun penuh kekuatan.

mlebu Allah metu Allah

sebuah hakikat dapat dipelajari dari hal yang paling sederhana… yaitu jalannya nafas… keluar Allah masuk Allah… mlebu allah metu Allah…masuknya nafas bukan karena kita tapi karena Allah… keluarnya nafas juga bukan karena kita tapi karena Allah.
ketika nafas masuk kita merasakan jiwa kita terbang menuju kepada Allah yang tak bisa kita persepsi, ketika keluar nafas maka jiwa kita menyebar ke seluruh jagad raya….
jadilah diri kita diri sejati….

Allah tempat berlabuh

kemana lagi kita akan pulang
kemana lagi kita akan pergi
kemana lagi jika kita memiliki masalah
kemana lagi jika kita suntuk
kemana lagi
kemana lagi…
Allah lah tempat kita pulang, curhat, tumpahan seluruh masalah.. Dialah yang maha mendengarkan masalah kita, Dialah yang maha melihat permasalahan dan kesulitan…

agama itu solusi

menempatkan agama sebagai solusi atau pemecah masalah, bukan penyebab masalah. pengamalan agama yang salah dapat menyebabkan agama menjadi masalah bukan solusi masalah. beberapa kasus kegilaan yang terjadi kerana masalah agama. sebenarnya bukan agama nya yang salah namun menempatkan agama ini yang salah… jadi jadikan agama ini menjadi solusi hidup kita. jadikan sholat menjadi tempat kita untukistirahat, sholat menjadi tempat kita untuk katarsis…. jadikan sedekah untuk memperkaya diri, jadikan dzikir untuk menenangkan diri, jadikan amal amal agama sebagai mencapai kenikmatan dalam hidup.
jangan jadikan sholat sebgai kewajiban, jangan jadikan sedekah menjadi keterpaksaan….

Allah tidak menyarankan kita berusaha (5)

syukur alhamdulillah… beberapa peserta diskusi tentang apakah kita “berusaha atau tidak” memamahami maksud saya tentang bab ini. sehingga tidak menjadi polemik yang berkepanjangan karena wilayah keyakinan bukan untuk diperdebatkan terlebih di buat dikotomi jabariya dan qodariyah…. tujuan dari tulisan daari bab ini 1 hingga 5 ini adalah untuk memudahkan pemahaman tentang kemahamutlakan Allah atas segala makhluknya….dan kita hanya bisa berserah dan mengikuti kehendak Allah… semoga kita menjadi makhluk yang tunduk patuh kepada Allah… bukan pada pikiran dan usaha kita…

Allah tidak menyarankan kita berusaha (4)

merupakan suatu pilihan apakah Allah itu berkasa Mutlak atas diri kita atau tidak mutlak. kalau kita memilih bahwa Allah Mutlak dalam berkuasa maka konsekuensinya adalah kita tidak ada daya dan upaya… dan konsekuensinya lebih lanjut adalah kita bergerak mengikuti kehendak Allah… ya bekerja ya cari duit, ya cari kaya, ya belajar dan seterusnya…
kalau kita masih ada usaha masih ada kekuatan disamping kekuatan Allah maka konsekuensinya adalah jangan meninggalkan ALlah dan mohonlah ridlonya atas usaha usaha yang dilakukan. sehingga konsep ini yang merupakan konsep fatalis murni bahwa Allah mutlak harus diikuti dengan sikap dan gerak yang benar yaitu bergerak mengikuti gerak kemauan ALlah

kalau sudah percaya Allah …selesai…

bukan urusan kita apakah doa kita wujud atau tidak, tugas kita hanya berdoa dan yakin itu saja titik. misal ada orang sakit ehh… kok minta doa sama kita… ya lakukan saja doa semampunya kemudian kita percaya sama ALlah… titik. ndak perduli nantinya sembuh atau tidak… sembuh ndak sembuh bukan urusan kita. urusan kita cuma berdoa dan yakin kepada Allah.

Allah tidak menyarankan kita berusaha (3)

baik untuk melihat lebih jelas tentang hal ini mari kita melihat analogi angin lesus (angin yang berputar) jika kita melihat angin apanya yang kita lihat debunya sebagai tanda adanya angin atau anginnya yang menggerkkan debu tersebut.
kalau kita melihat debunya kita masih dalam taraf kesadaran yang rendah yaitu syariat..(bukannya merendahkan, mohon ini disikapi dengan bijak) jika yang kita lihat adalah angin yang menggerakkan debu tersebut maka kita masuk hakikat yaitu kesadaran yang lebih jauh dan lebih tinggi…
pertanyaan selanjutnya apakah debu tersebut memiliki usaha untuk berputar … jelas tidak debu hanya mengikuti angin… karena jelas yang menggerakkan adalah angin…
demikianlah manusia dia hanya bisa berserah diri kepada allah dan mengikuti apa yang menjadi perintah allah… kalau perintahnya bekerja ya kita bekerja, kalau perintahnya menikah ya kita menikah, kalau perintahnya sholat ya kita sholat…. seperti debu yang mengikuti angin tadi .. tidak menentang, tidak melawan sang debu berserah diri dan mengikuti…

Allah tidak menyarankan kita berusaha (2)

ramainya komentar di tulisan ini maka akan saya lanjutkan untuk membahasa masalah “usaha” manusia. mas laskar islam mengingatkan saya agar sadar bahwa pernyataan atau tulisan ini salah…. dan saya diminta bertobat….
sebentar mas Laskar… mari kita bahas makna “usaha” manusia.
mari kita lihat dalam hidup ini kita bernafas atau dinafaskan oleh Allah.. dimana letak usaha kita dalam bernafas ini? pertanyaan saya apakah kita rela dinafaskan allah atau kita berusaha bernafas… kalau kita berusaha bernafas… maka nanti ada 2 berusaha bernafas dan berusaha tidak bernafas… dari keadaan ini coba kita cermati maunya Allah ketika kita hidup , kita bernafas atau allah menghendaki sebaliknya? Allah menghendaki kita bernafas… dan yang menafaskan adalah Allah… kemudian dimana posisi kita, posisi kita adalah rela dinafaskan oleh allah, nah rela ini artinya kita tidak berusaha kita hanya rela atau pasrah dinafaskan Allah.
demikian pula dalam setiap aktivitas kehidupan kita, kita tidak sadar bahwa aktivitas kita misalnya belajar, bekerja dan lain sebagainya adalah bentuk usaha kita.. tidak kita hanya mengikuti gerak Allah… kita tidak kuasa terhadap diri kita… maka bersukurlah jika kita masih diberikan allah gerak tangan, gerak berfikir, gerak hati dan setersunya. sekali lagi gerak itu dari Allah.. kita tidak ada usaha sedikitpun.. tidak ada daya upaya selain daya upaya dari Allah… laa haula walaa quwata ila billah…..