Articles from August 2010

ramadhan hari ke 15: sedekah menstimulasi kefanaan

kesadaran ruh itu fana … orang yang berada pada kesadaran ini tidak ada lagi yang mengaku menjadi aku. sedekah dapat mengikis ke akuan tadi sehingga dapat mencapai kefanaan. kesadaran tertinggi ini dicapai melalui kefanaan kita dengan cara melepas kan apa yang menjadi milik kita termasuk diri kita.

mumpung ramadhan bersedakah berkolaborasi dengan puasa dan tarweh… sungguh stimulasi yang ditimbulkan akan lebih kuat untuk menuju kefanaan. sedekah ibarat melepaskan ikatan ikatan jiwa kepada dunia, sedangkan kefanaan adalah melepaskan semua ikatan itu untuk bersih kembali kepada Allah

ramadhan hari ke 14 : menerbangkan jiwa dengan kepasrahan

selama puasa kita bisa melihat lebih jelas mana yang sudah tidak bertenaga, dan mana yang masih bisa berserah kepada Allah. kejelasan ini sebaiknya menjadi pelajaran paling nyata bagi kita bahwa jiwa tidak terpengaruh oleh tidak makannya kita, jiwa tetap bersemangat untuk terbang berserah diri kepada Allah. berarti ini semakin memudahkan kita untuk memahami siapa diri dan siapa tubuh.

terapkan kejelasan tubuh dan jiwa ini melalui sholat. dalam sholat meski tubuh kurang tenaga, kita bangkitkan jiwa kita ketika berdiri jiwa kita bangkitkan bahwa kita sedang menghadap Allah, ketika rukuk jiwa kita bangkitkan bahwa kita sedang patuh kepada Allah, ketika sujud bangkitkan jiwa untuk bersujud di depan Allah. dengan demikian kekuatan jiwa akan sangat jelas dan berkembang menjadi kekuatan spiritual yang dahsyat.

modal kecil untung besar

orang hidup harus punya prinsip demikian… modal kecil untung besar….., dalam beragama pun demikian. kita ilmunya kecil … mungkin yang kita ketahui hanya …. sholat dengan sadar Allah, sedekah dengan ihlas, puasa dengan kefitrahan, … hanya 3 itu saja .. jika kita jalankan maka untungnya akan sangat besar. ilmu nya ya sederhana cuma 3 macam saja… tapi jika itu dijalankan dengan benar maka kita akan menjadi orang yang luar biasa…. mendapatkan untung besar.

belajar agama tidak perlu mengkhususkan diri kecuali kalau mau jadi ulama atau ahli agama, cara belajar agama adalah dengan menjalankannya. Allah kan sudah menjamin akan menambah ilmu jika kita mengamalkan apa yang kita ketahui. jika kita tahu adaperintah sedekah maka bersedekahlah …. pasti dari sedekah yang kita lakukan akan mendapatkan ilmu yang luas dan dalam. ilmu sedekah cukup sederhana.. berikan kepada mereka yang membutuhkan… tapi kalau ini dijalankan maka akan mendatangkan ilmu yang sangat luas..ndak percaya silahkan coba….

ilmu sholat saja di kaji nggak ada habisnya…. sedekah nggak ada habisnya… subhanallah…

nggak ada jaman rasulullah pengajian rutin misalnya ahad pagi.. atau tiap pagi… tapi mengapa keimanan para sahabat sangat kuat dan tinggi… tidak lain dan tidak bukan beliau para sahabat di didik rasulullah untuk menjalankan agama bukan memperdebatkan agama. kita lihat lagi sejarah rasulullah..para sahabat tidak pernah mencari ilmu secarakhusus tidak pernah menggali ilmu secara khusus tapi sekali lagi mengapa mereka menjadi orang yang hebat…. sekali lagi.. karena beliau lebih banyak menjalankan agama dari pada mengkajinya.

ilmu agama itu sederhana kenapa dibuat rumit… kalau dengan modal kecil kenapa harus bermodal besar. kalau dengan ilmu sholat dan sedekah saja sudah membuat kita hebat kenapa harus tiap pagi pengajian…. malah yang penting tiap pagi sholat dan sedekah… masak sih Allah tidak akan menuntun. pasti Allah akan menuntun jika kita menjalan kan agama.

al quran itu mukjizat tapi mukjizatnya tidak untuk dibaca, di tadaruskan, apalagi di buat rapal dan mantra…mukjizat al quran akan muncul jika apa yang ada di dalam alquran kita jalankan.. kita amalkan. dan tidak repot mengamalkan nya. sholat jelas… sedekah jelas… haji jelas… puasa jelas….

gitu aja kok repot…

berpegang teguh kepada Allah bukan kpd Quran dan hadis

fungsi quran dan hadis bukan untuk menjadi pegangan namun menjadi buku manual hidup manusia, dan yang menjadi pegangan hidup manusia adalah Allah taala. jangan kita menyekutukan Allah dengan quran dan hadis, ingat Allah tidak mau disekutukan dengan apapun termasuk dengan quran dan hadis.

kalau kita masih kurang percaya dengan Allah maka kita akan berpegang teguh kepada selain Allah. maka kita belajar bagaimana bisa Allah ini menjadi Riil bagi kita baik sifatnya, pertolongannya dan tuntunannya. kita harus berpegangan kepada Allah karena Dia lah satu satu nya Dzat yang patut dan dapat kita andalkan.

kita kadang kadang saking mengalu alu kan quran dan hadis sampai lupa kepada Allahnya, kita lebih berpegang teguh kepada quran dan hadis dari pada Allah. Allah dipercaya ada tapi tidak menjadi pegangan. sekarang kalau di pikir pikir siapa yang menurunkan petunjuk, siapa yang menurunkan tuntunan , Allah kan..

tempatkan quran dan hadis pada porsinya, saya tidak merendahkan quran dan hadis tapi saya ingin mendudukkan fungsi quran dan hadis sesuai dengan tempatnya.

Allah ini yang menuntun kita saat ini jadi selayaklah kita memegang Allah, Allah yang sekarang menjadikan kita hidup maka selayaknyalah kita menggantungkan diri kepada Allah.

pelajarilah quran dan pelajarilah hadis tapi tidak untuk melebihi berpegang teguhnya kita kepada Allah. fenomena banyak terjadi di masyarakat banyak orang yang pandai ilmu quran dan hadis tapi sedikit yang orang yang mampu menjalankan apa yang diketahuinya. dari mana energi untuk dapat menjalankan quran, dari mana hidayah untuk dapat menjadi orang yang berakhlak  seperti rasulullah, dari mana daya untuk bisa menjalankan ibadah dengan ihlas, PASTI DARI ALLAH DAN BUKAN DARI QURAN DAN HADIS.

ramadhan hari ke 13 : semua berawal dari niat yang ihlas

syetan tidak bisa mengganggu orang yang ihlas, untuk apa melawan syetan jika dengan ihlas syetan pun tidak mampu menjangkau kita yang ihlas. ramadhan jangan di kira tidak ada godaan, ssyetan memang di belenggu tapi khusus yang ihlas… kalau tidak ihlas.. jangan coba coba pasti godaannya semakin besar. puasa ramadhan full godaan, dari godaan paling rendah yaitu dorongan untuk membatalkan puasa dengan makanan dan minuman hingga godaan yang paling berat sekaligus paling halus yaitu menduakan Allah ketika sholat…

semua berawal dari niat yang ihlas, ya kata kunci untuk jurnal ramadhan hari ke 13 ini adalah ihlas. kata ihlas mudah untuk di ucapkan dan semakin mudah kita lakukan (bukan sulit untuk dilakukan) … ihlas kan karena Allah jadi jika kita beramal karena Allah bisa dipastikan ihlas. malah ihlas kalau di teorikan, dicari dalil nya, di tafsirkan.. lebih sulit jika kita bandingkan dengan menjalnkannya. jika kita menjalankannya maka sangat mudah. hanya membutuhkan kemauan dan kesadaran saja.

ramadhan penuh amaliah ibadah : puasa, sholat, sedekah dll… semua nya ringan semuanya menyenangkan jika kita meniatkannya karena Allah, jika kita beramal karena pahala dan surga maka keihlasanya bukan karena Allah lagi tapi karena materi, dan itu menjadikan amal ibadah menjadi kering dan tidak menyenangkan.

yang namanya ihlas harus benar benar karena Allah bukan karena yang lain, meski Allah menjajikan pahala dan surga tapi itu bukanlah menjadi titik ending keihlasan kita. titik ending keihlasan kita adalah Allah.

opening JEPARA

22 agustus 2010 perdana pelatihan sholat khusyu di Jepara, mudah mudahan menjadi berkembang seperti halaqoh di daerah daerah lainnya. modal utama untuk membuka halaqoh selain niat , nekat dan yang paling penting adalah ihlas. potensi jepara sebagai kota yang memiliki kekuatan religi memang seharusnya ritual religinya lebih masuk lagi ke ranah spiritual sehingga potensi umat islam di sana tidak lagi hanya kekuatan ilmu dengan pondok pesantren, tidak hanya kekuatan amaliah karena memang gudangnya NU, tapi yang paling penting adalah kekuatan spiritual yaitu kekuatan KeTuhanan, yang nantinya melandasi seluruh aktivitas masyarkat muslim di sana yang note bene wira usaha terutama ukir kayu. dengan spiritualitasi inilah diharapkan perekonomian disana yang sedang surut dapat tumbuh seperti sebelumnya. amin

ramadhan hari ke 12 : itikaf = wuquf = diam

aktivitas itikaf sering diisi dengan kegiatan baca quran, sholat, ada juga yang sekedar duduk duduk  dimasjid sambil berbincang bincang .. bahkan ada yang itikaf diisi dengan tidur pulas di masjid. amaliah itikaf adalah seperti ketika ibadah haji yaitu wuquf yang artinya diam. itikaf sebaiknya dilakukan setelah kita menjalankan sholat sholat sunah atau baca quran setelah itu kita itikaf dengan diam berserah diri kepada Allah. atau jika kita sudah mencapai kesadaran ruh kita duduk berada pada kesadaran tersebut.

jelas tubuh di nonaktifkan, jiwa di pasrahkan , inilah amaliah itikaf yang akan mendatangkan malam seribu bulan. dengan keadaan inilah ruh kita akan aktif dan dapat menangkap malam seribu bulan yang di dalamnya diturunkan malaikat dan ruh.

duduk itikaf seperti rasulullah berada diatas gua hira, diam tidak melakukan apa apa tidak sholat dan tidak membaca quran.

me release syahwat saat puasa

Syahwat merupakan dorongan dasar manusia yang sewaktu waktu bisa muncul terlebih jika ada stimulasi. dalam berpuasa kita dilarang dengan sangat keras melampiaskan syahwat meski dengan pasangan yang sah, hukumannya tidak tanggung tanggung yaitu berpuasa berturur turut selama 2 bulan….

tarikan syahwat sangat kuat sekali sehingga keadaan spiritualitas kita bisa nge DROP gara gara yang satu ini. akibat tarikat dorongan syahwat ini pikiran kita juga terganggu , emosi dan seluruh tubuhpun secara spiritual mengalami kekacauan…

saran saya bagi yang sudah bersuami atau beristri di saat dihalalkannya untuk berhubungan dengan pasangan lakukan dengan niat ibadah… sehingga di siang hari ketika puasa dorongan itu sudah banyak berkurang. bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah jadi sangat baik sekali untuk melakukan “ibadah” yang satu ini.

bagi yang belum memiliki pasangan sebisa mungkin menghindari stimulasi baik visual, auditory atau sensor lainnya. jika keinginan itu memuncak mencobalah untuk memohon kepada  Allah seperti apa yang dilakukan nabi yusuf… ya Allah sy tidak kuat dengan syahwat saya, turunkan rahmat Mu ya Allah…. kemudian berserahlah dan relaks.

me release syahwat di saat puasa merupakan latihan nafs yang berasal dari tubuh… agar kita sadar bahwa dorongan nafs ini bukanlah dari kita , bukanlah dari Ruh…. sehingga kita akan paham benar bahwa tubuh kita, nafs kita sedang meninggi syahwat nya… sadari ini kemudian lakukan penyerahan diri total sehingga kesadaran Ruh aktif dan syahwat kita akan di Rahmati Allah sehingga dorongan itu akan hilang berganti menjadi ke tenangan atau muthmainah.

ramadhan hari ke 11 : hanya Ruh yang bisa menangkap lailatul qodar

pada malam itu turun lah malaikat dan Ruh …dengan ijin Tuhan…. demikian arti surat al qodar ayat 3

yang bisa menangkap ruh dan malaikat adalah Ruh yang ditiupkan Allah kepada kita ketika kita usia 4 bulan dalam kandungan. kenapa malaikat bisa ditangkap oleh ruh karena kedudukan malaikat berada di bawah Ruh.  kalau Ruh dengan Ruh jelas ini hal yang sama (memiliki frekwensi yang sama).

maka pelatihan puasa selama sehari sangat penting sekali terhadap penyadaran ruh ini , dengan modal penyadaran ruh inilah ketika malam tiba kita dapat menangkap malam lailatul qodar yaitu malam yang di dalamnya diturunkan malaikat dan Ruh.

jika kita ingin mendapatkan malam seribu bulan caranya sangat sederhana tidak perlu menggunakan amalan amalan khusus terlebih dengan ramalan ramalan datangnya lailatul qodar dimana setiap ulama memiliki ciri ciri tersendiri sehingga membuat kita tambah bingung.  cara sederhana itu adalah menggunakan kesadaran Ruh ini dalam malam itikaf kita.

hakikat ifthor

seharusnya tidak ada perbedaan antara sebelum berbuka puasa dengan sesudah buka puasa, perasaan selalu ingat Allah, perasaan menahan nafsu atau pengalaman spiritual dan pelajaran spiritual yang kita terima atau juga keadaan spiritual yang kita alami tetap kita pertahankan meski sudah berbuka puasa… inilah makna atau hakikat dari ifthor. jadi momentum berbuka puasa bukan momentum syetan untuk bebas menggoda kita, atau nafsu bebas memperturutkan dorongannya tanpa kendali, buka puasa adalah pemberian kekuatan kepada jasmani agar dapat melanjutkan kegiatan atau aktivitas ibadah.

maka dicontohkan oleh Nabi SAW ketika beliau berbuka puasa ketika magrib tiba beliau hanya minum dan makan 3 biji kurma setelah itu menjalankan ibadah sholat magrib. alasan rasulullah tidak hanya masalah kesehatan yang sering diceramahkan selama ini tetapi lebih dalam dari sekedar kesehatan yaitu mempertahanakan kesadaran beliau karena telah mendapatkan keadaan keadaan spiritual selama menjalankan puasa.

kadang hakikat berbuka puasa ini seringkali dirusak oleh pikiran kita karena dalam memahami hadis rasulullah yang saya anggap (kurang benar) misalnya hadis rasulullah tentang menyegerakan berbuka puasa maka kita menyangka untuk makan sebanyak banyaknya ketika buka puasa (ketika magrib tiba), ada hadis lagi ada dua kegembiraan orang yang berpuasa pertama ketika berbuka dan kedua ketika bertemu Tuhan…. pada kegembiraan pertama yaitu ketika berbuka ini seolah olah kita seperti pesta merayakan kegembiraan dengan makan sebanyak banyaknya… persis seperti 1 syawal kita merayakan kegembiraan atas sudah bebasnya kita makan… merdeka……dan kegembiraan kedua bertemu dengan Tuhan itupun di plesetkan bahwa nanti di akhirat, nanti setelah kiamat.. padahal kegembiraan bertemu dengan Tuhan saat puasa itu adalah ketika kita menemukan diri kita yang sebenarnya yaitu ruh suci karena dengan menemukan diri sejati inilah kita bisa bertemu dengan Allah…kapan ? ya sekarang …

perilaku atau cara berbuka puasa ini banyak dicontoh kan oleh ulama sufi dimana ketika beliau beliau berbuka beliau sangat hati hati maka ada  ulama sufi yang hanya meminum seteguk minuman, atau secuil makanan… kemudian beliau menjalankan ibadah sholatmagrib …