Bertahan di wilayah ZERO

Zero adalah sebuah kesadaran, keadaan ini merupakan keadaan kesadaran diatas sadar. untuk memasuki alam kesadaran ini caranya sebenarnya mudah namun yang sulit adalah karena tarikan keduniaan dalam kesadaran kita, untuk mengatasi ini sebenarnya mudah juga yaitu dengan ihlas, dengan ihlas maka semua ikatan dunia dalam pikiran kita akan luruh satu persatu… jadi satu persatu tidak dapat sekaligus. semakin kuat kuduniaannya maka semakin lama pula dalam proses pelepasan, demikian pula dengan keihlasan memasuki wilayah zero ini semakin keihlasannya lemah maka juga akan semakin lama dalam mencapai keadaan zero.

uraian saya ini bukan teori tapi suatu pengalaman dalam memasuki alam zero, saya sendiri masih banyak belajar dan harus banyak mempraktekannya , saya merasakan berat juga tapi akan saya coba…. godaan itu bukan dari luar ternyata tapi ternyata godaan memasuki zero ini berasal dari diri kita sendiri. ya ALlah mudahkan saya,.. memasuki alam zero ini…

dari beberapa sesi latihan yang saya lakukan baik ketika sholat maupun pada saat patrap kesulitan itu terletak pada posisi mempertahankan keadaan zero… maka ketika lepas atau ketika turun lagi dari keadaan zero saya langsung berserah diri hingga keakuan itu bersih dan hilang. keadaan ini muncul tenggelam… sehingga saya harus mampu bertahan dalam keadaan zero.

Dengan dalih amar makruf nahi munkar

dalih untuk menyerang bisa diambil dari quran, dalih untuk menyalahkan bisa diambil dari sumbernya yaitu quran, dalih untuk membidahkan bisa dirujuk berdasarkan quran ataupun hadis, tapi sekali lagi bahwa itu menurut “tafsirannya sendiri” bukan tafsiran orang yang disalahkan. maka penyerangan pun dilancarkan di mimbar mimbar, di mushalla dan di masjid…. semua menjadi media bagi pembenaran pendapatnya.

dengan dalil amar makruf nahi munkar ….. mereka rela “untuk sementara tidak berakhlak” demi kebenaran pikirannya, menombongkan diri bahwa merekalah yang paling benar. seolah olah akhlak mazmumah nya sudah mendapatkan lisensi khusus …. tidak apa apa mengkafrkan orang islam, inikan memang kebenaran yang harus di tegakkan.

dengan dalih amar makruf nahi munkar mereka sanggup berkorban untuk sesuatu yang merugikan umat islam.

sekarang yang jadi pertanyaan saya apakah mereka tidak makruf, terus apakah mereka munkar….. jangan jangan persepsinya sendiri tanpa ilmu yang lengkap, seperti menggunakan kaca mata kuda.. yang tahunya hanya terbatas, tidak mau tahu diseklilingnya…… jelas orang punya pendapat dan persepsi sendiri sendiri ….. tentang sesuatu…

Setelah Muhammadiyah-Nu bisa saling bertoleransi

Di era tahun 90an, pertentangan Nu dan Muhammadiyah mencapi puncak puncaknya, banyak yang adu mulut, saling fitnah, dan saling menyalahkan bahkan sampai ada yang saling mengkafirkan….. tapi 90…ke sini pertentangan itu sudah mulai reda …. banyak yang sudah mulai bertoleransi…. ya qunut ndak papa, tidak qunut pun tidak apa apa….. orang sudah mulai mereda dan memaklumi bahwa perbedaan itu biasa …..

tapi nampaknya orang orang yang benci islam tidak ingin islam berdamai mereka mencari cara bagaimana agar islam tetap keruh oleh dirinya sendiri sehingga tidak sempat memikirkan kemajuan umat…… mereka sangat takut dengan kedamaian muhammadiyah dan Nu, karena kalau damai otomatis pergerakan islam akan mengarah kepada perbaikan umat islam dan ini menjadi ancaman telak bagi mereka.

maka mereka mencari sekelompok orang yang dapat memicu lagi semangat perbedaan diantara umat islam sehingga umat islam sibuk dengan perbedaan diantara dirinya sendiri. dan mulai tahu 95 an bibit itu sudah sangat nampak terutama di kampus kampus sudah mulai ada seklompok orang yang menggembargemborkan masalah perbedaan misalnya dengan mengusung bendera “bidah”  sebagai senjata utama untuk menimbulkan perselisihan umat dan perpecahan umat. mereka terus berkembang hingga sekarang ini, dan friksi friksi perpecahan itu sudah dapat kita lihat di daerah daerah yang “baru belajar islam” kalau di solo friksi ini terjadi di daerah sragen, klaten, wonogiri dan daerah pinggir lainnya.

friksi friksi ini bisa ditingkat keluarga, tingkat kelompok pengajian, tingkat masjid… dan bahkan tingkat organisasi yang lebih besar.

kenyataan ini seharusnya menyadarkan kita untuk tetap waspada…. selalu saja hembusan “kelompok saya paling benar” pasti akan menghancurkan umat islam. nampaknya memang seolah olah menjunjung quran dan hadis tapi ada tujuan lain yaitu memecah belah umat. sebenarnya ini persis perpecahan kita sewaktu di jajah belanda, yaitu devide it empera….

sekarang mari kita kaji ilmu agama ini  tapi jangan menyebarkan perpecahan umat, boleh menyalhakan kelompok lain tapi jangan sampai kedengaran orang yang dituju……

Sholat khusyu di BTN Syariah Semarang

Dalam kajian kemarin di Bank Tabungan Negara syariah (BTN Syariah) Semarang saya menyampaikan tentang stress kerja kaitannya dengan sholat. peserta cukup antusias mengikuti penjelasan saya dan praktek rukuk yang dilakukan. karena waktunya cukup singkat hanya 1 jam maka saya banyak memberikan hal hal yang praktis dan dapat dipraktekan sendiri.

stress dapat disebabkan oleh karena fisik yang lelah, penat atau capek, semakin capek maka potensi stressnya semakin tinggi. nah dengan gerakan sholat terutama rukuk dan sujud dapat menjadi terapi untuk melancarkan peredaran darah, dapat mengendorkan otot otot yang tegang , yang pada akhirnya akan mengurangi capek dan lelah.

peserta juga cukup tertarik ketika saya menjelaskan tentang hukum gaya tarik pikiran (LOA) dengan posisi isftirasy. saya jelaskan bahwa duduk iftrasy adalah posisi meminta kepada Allah yang harus diyakini , keyakinan dalam berdoa inilah yang akan menimbulkan pancaran gelombang LOA. sehingga apa yang kita inginkan akan terjadi, apa yang kita minta segera terwujud.

kajian ini merupakan undangan dari Pak INdro selaku branch manager Semarang, beliau juga jamaah shalat center ust Abu yang sebelumnya aktif di pekan baru Riau.

cara praktis silatun

senadainya kita punya jin (yang kita sendiri juga belum pernah tahu wujudnya : ghoib) maka ketika kita mebutuhkannya maka kita panggil jin kita sesuai namanya misalnya jin kita namanya jin kartubi…… jin kartubi .. jin kartubi… datanglah .. bantu aku untuk menyelesaikan masalah saya……

nah itu kalau kita punya jin….

sekarang kita punya Allah , Allah adalah Tuhan kita, jadi kita punya Tuhan namanya Allah. (kita punya jin namanya kartubi) Tuhan kita juga ghoib seperti jin tardi, kita belum pernah melihat wujud Allah secara nyata… seperti jin juga kan kita hanya bisa meyakini dan menyadari bahwa ada jin …. sekarang mari kita switch…. sekarang kita meyakini dan menyadari adanya Tuhan yaitu Allah…

baik sekarang sudah paham sampai disini… lalu Tuhan kita yang memiliki nama Allah ini kita sebut … ya Allah… ya Allah….. hamba memerlukan bantuanmu.. bantulah aku ya Allah…….

nah inilah silatun , jadi silatun atau patrap ini adalah menyambungkan hati kita kepada Allah….

oke selesai baca artikel ini langsung duduk relaks dan panggil Tuhan kita dengan sebutan ya Allah.. ya Allah…. tunggu respon nya…

pikiran mengikuti jiwa

jangan memaksa pikiran untuk tidak liar, selama jiwa kita tidak tenang maka pikiran juga tenang. untuk bisa tenang yang harus dilakukan adalah menenangkan jiwa yaitu dengan pasrah, tidak ada cara lain….

Mengapa sholat merupakan bentuk istirahat

seperti hal nya kita tidur, tidur kita juga merupakan bentuk istirahat. ketika kita tidur sebenarnya kita sedang meninggalkan tubuh kita, kita masuk ke alam tidur ya itu alam bawah sadar. ketika kita bermimpi apa yang kita lakukan dalam mimpi sama sekali tidak menggunakan tubuh kita.  kecuali pada mimpi khusus seperti ngelindur, atau yang sering kita sebut dengan somnabolisme.

nah sholat , letak istirahatnya adalah karena kita meninggalkan tubuh kita untuk menuju kepada Allah. kita meninggalkan tubuh kita dengan kepasrahan jiwa kita kepada Allah, sehingga tubuh kita menjadi sangat relaks, inilah yang disebut dengan istirahat. dan karena kita lebih sadar dari pada tidur maka proses meninggalkannya lebih bisa terkontrol … maka benar saja bahwa sholat lebih baik dari pada tidur, atau rasulullah menyebut bahwa istirahatnya rasulullah yang sebenernya bukan pada tidur beliau tapi pada sholat beliau.

nah praktisnya adalah ketika kita sholat agar terjadi proses istirahtnya tubuh, maka benar benar sholat kita gunakan untuk pasrah ihlas menuju ke Allah. sadari bahwa kita sedang meninggalkan tubuh kita, tinggalkan sensasi tubuh kita, tinggalkan sensasi yang ada pada pikiran dan hati kita, teruslah untuk berserah menuju kepada Allah yang tidak bisa kita persepsikan.

 

menjadikan efek sujud sebagai reflek pasrah

sujud merupakan penginstalan pasrah dalam diri kita, semkain lama dan semakin sering kita melakukan sujud maka instal an sikap pasrah pada diri kita akan semakin kuat.

orang membutuhkan gerak reflek dalam mengatasi tiap masalahnya. gerak reflek ini terbentuk dari kebiasaan kita melakukan sesuatu. misalnya ketika kita terbiasa berkata yang tidak baik maka ketika kita mendapatkan masalah maka perkataan yang keluar adalah yang tidak baik. sebaliknya jika kita sering dan lama dalam sujud (dalam sholat) maka kita akan terbiasa dengan sikap pasrah kepada Allah. ketika kita menghadapi masalah atau ketika kita mengahadapi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita maka reflek yang ada pada dalam diri kita ada lah pasrah.

jadi tidak perlu berniat reflek, karena sudah terjadi otomatisasi dalam diri kita. hal ini tentunya sangat menguntungkan kita jika reflek yang kita miliki adalah sesuatu yang baik. kita akan menjadi orang yang “tidak perlu” daya untuk berbuat atau untuk menjadi baik.

nah kenapa sujud, sebab sujud adalah cara praktis untuk membiasakan diri untuk pasrah , dan pasrah adalah sumber dari perbuatan baik, sumber dari ihlas adalah pasrah, jadi kalau kita sering sujud maka diri kita akan menjadi orang yang punya sikap pasrah kepada Allah.

maka perkuat efek sujud dalam diri kita sehingga menjadi “frame” dalam tiap hidup kita. cara memperlama sujud adalah dengan sujud yang lama dan kesadaran kita berpindah dari tubuh yang sujud berpindah kepada jiwa yang pasrah.

link terkait dari artikel ini adalah :

  1. http://solospiritislam.com/2011/03/15/pelatihan-sholat-khusyu-advanced/
  2. http://solospiritislam.com/2011/03/15/pelatihan-sholat-khusyu-advanced-2/
  3. http://solospiritislam.com/2011/03/13/perbedaan-jiwa-dan-ruh/
  4. http://solospiritislam.com/2011/03/18/ruh-berbeda-dengan-nafs-dan-nafs-berbeda-dengan-jasad/

 

Jangan sombong kalau besuk tidak akan berbuat dosa lagi

kadang kala istghfar membuat kita sombong bahwa kita tidak akan berbuat dosa lagi, apa iya kita bisa berkuasa pada diri kita bahwa besuk kita tidak berbuat dosa lagi, saya kira tidak. kekuasaan sepenuhnya ada pada Allah. besuk kita tidak dapat berbuat sesuai dengan keinginan kita, hidup kita adalah sekarang ini. kalau sekarang kita bisa berbuat untuk tidak berbuat dosa, tapi kalau besuk kita tidak akan tahu. hidup itu adalah sekarang, minta ampun kepada Allahpun sekarang perkara kita berniat tidak akan mengulang itu “sekarang” orang berniat tidak akan berbuat dosa lagi tidak akan menjamin dia tidak berbuat dosa lagi….. karena yang bisa menjamin adalah Allah. oleh karena itu jangan jadikan diri kita sombong bahwa istighfar kita menjamin bahwa kita tidak “akan” berbuat dosa lagi.

yang paling penting adalah kita hidup untuk saat ini, niat untuk masa depan juga kita lakukan saat ini, maksudnya niat itu kita lakukan saat ini. bagaimana agar kita tidak sombong bahwa besuk tidak akan berbuat dosa lagi…. sekali lagi kalau masalah masa depan serahkan saja kepada Allah, tapi niat itu harus kita lakukan sekarang . jadi begini, Taubat itu sekarang, sedang berniat untuk tidak mengulangi di masa depan kita lakukan juga sekarang, untuk yang masa depan kita yang kita lakukan adalah “terserah Allah”. berbuat dosa atau tidak kita untuk masa depan kita tidak akan tahu.

ya Allah mohon ridho dan tuntunan mu dan ilhamkan taqwa pada diri hamba untuk saat ini dan masa depan.

 

kalau minta tolong Allah kenapa harus sabar?

Sabar itu sebenarnya langkah kita untuk mengikuti proses yang sudah dijalankan Allah untuk mewujudkan apa yang kita minta kepada Allah. Biasanya semakin jauh dari keadaan maka kesabaran yang harus kita gunakan semakin besar karena proses nya juga semakin panjang. sabar itu kita lakukan karena kita juga tidak tahu dari mana Allah akan memberikan solusi dan masalah yang kita hadapi. Terman akrab sabar yang harus ada adalah “yakin” akan proses yang sudah di jalankan Allah untuk mewujudkan keinginan kita. bisanya semakin yakin proses itu juga semakin cepat terwujud. sahabat kedua dari sabar adalah mengikuti proses yang ada, jangan menolak, jangan menentang dan jangan mengluh, tapi ikuti saja “apa yang bisa kita lakukan, “lakukan”untuk mengarah pada solusi yang akan diberikan Allah”. kalau sudah minta allah ada sopan santunya, yaitu tidak mendikte Allah artinya nanti akan begini dan nanti akan begitu, mendikte ini akibatnya kita tidak murni lagi dalam mengikuti perintah Allah, akan terjadi bias , kadang kadang malah bersebarangan dengan perintah Allah, oleh karena itu prinsip yang digunakan adalah “berserah untuk bergerak mengikuti yang Allah maui”.
intinya: kalau minta tolong Allah, ya harus mau mengikuti apa maunya Allah……
semoga kita dijadikan Allah orang orang yang berserah dan mau mengikuti apapun yang dikehendaki Allah kepada kita.