Ruh berbeda dengan nafs, dan nafs berbeda dengan jasad

ketika kita meninggalkan kesadaran jasad maka kita berada pada kesadaran jiwa atau nafs, kesadaran inilah yang melakukan hormat, memuji, tunduk, meminta kepada Allah ketika kita sholat. pada level Ruh dimana keberadaannya adalah ketiadaan, maka tidak ada lagi yang sujud tidak ada lagi hormat, karena pada wilayah ini adalah wilayah ketiadaan. tapi ingat bahwa nafs kita tetap masih ada dialah yang tunduk dialah yang meminta…. dan ingat juga bahwa jasad kitapun masih melakukan sujud, masih melakukan gerakan rukuk dan masih melakukan iftirasy.

Nah sekarang lebih jelas kan, bahwa kesadaran tertinggi adalah ketiadaan, dan bukan berarti menghilangkan nafs dan jasad semua berjalan sesuai dengan tuntunan syariat. jadi kalau kita pulang ke Allah kita tidak perlu takut meninggalkan apa apa yang kita cintai justru nanti kita akan lebih tahu kedudukan kita sebagai apa.

Mau 27 darojat atau mau khusyu

Ada pilihan yang seharusnya tidak harus dipilih kalau dua dua nya bisa kita lakukan, namun saat ini nampaknya sulit. Jamaah sholat khusyu biasanya dihadapkan pada pilihan ingin sholat berjamaah dengan pahala 27 kebaikan, atau sholat dengan khusyu. jelas ini pilihan yang sulit. kenapa sih kok kalau jamaah sulit untuk khusyu, tapi kalau sholat sendiri kok sholatnya bisa lebih khusyu. ….

monggo silahkan di tanggapi…

Hakikat ke Tuhanan ada di Ruh

inilah bedanya makhluk manusia dengan makhluk ciptaan lainnya, kalau manusia diberi lisensi khusus melalu Ruh untuk dapat bertemu dengan Allah, kapan selama Ruh itu masih dipinjamkan kepada manusia, misalnya kita gunakan untuk bertobat, untuk sholat, untuk dzikir dan lain lain. keberadaan Ruh ini tidak dimiliki oleh makhluk lainnya misalnya binatang, binatang tidak dapat bertemu langsung dengan Allah, maka tidak ada perintah bagi binatang untuk bertobat, untuk mengingat Allah, untuk berdzikir…. (tapi gerak binatang adalah fitrah).

Dengan Ruh inilah manusia menjadi makhluk yang sadar atas dirinya dan sadar atas adanya Allah. Dia sadar bahwa di diciptakan dan dia di harus menyembah kepada Allah. kalau makhluk lain tidak ada kesadaran. “kucing tidak tahu kalau dirinya kucing” tapi kalau manusia tahu bahwa dirinya adalah manusia.

inilah yang membedakan bahwa manusia memiliki Ruh dan hewan tidak memiliki Ruh.

Baik, sekarang mari kita diskusi bagaiaman mencapai alam keTuhanan yang sejati. hakikat keTuhanan tidak lain adalah di Ruh, Ruh inilahyang akan menghantarkan jiwa kita kembali kepada Allah untuk menikmati surga hakiki yaitu bertemu Allah. hai jiwa yang tenang … ir jii kemarilah masuklah dalam surga Ku, ketika kita dipanggil maka kita ihlaskan jiwa kita untuk dipanggil Allah…. secara perlahan lahan namun pasti jiwa kita akan tertarik pulang ke Allah. saat itulah kita akan merasakan betapa surga itu memang benar benar ada tidak besuk tapi sekarang.

Ruh lahyang berperan, karena Ruh masih ada dalam diri kita sehingga dia bisa mengantarkan kita pulang. jangan menunggu mati karena kalau kita sudah mati Ruh sudah tidak ada lagi karena sudah diminta kembali oleh Allah. sekarang lah saatnya untuk pulang ke Allah, bukan nanti. bagi yang takut mati jangan mempraktekan ini…. tapi yang benar benar ihlas ingin pulang silahkan mempraktekannya, dan dijamin tidak mati (kalaubelum saatnya) bahkan hidup anda akan lebih hidup.