Berani menghadapi masalah

Berani saja karena ada Allah

kecuali kalau Allah sudah meninggalkan kita, tapi rasanya tak mungkin karena yang biasa meninggalkan itu bukan Allah tapi kita. ketika kita meninggalkan Allah maka Allahpun akan membiarkan kita … sungguh ini sangat membahayakan. muncul ketika ketakutan ketika kita menghadapi masalah karena kita tidak memiliki pegangan dan memiliki mental yang lemah. jika kita berpegang dan mengikuti apa yang menjadi ketentuannya maka kita akan selamat.

Kekakhawatiran yang muncul saat kita memiliki masalah sebenarnya merupakan warning atau lampu kuning agar kita berpegang lagi kepada Allah dengan lebih kuat. Saat khawatir maka gunakan untuk sambung ke Allah atau silatun, hal ini untuk mencegah adanya pikiran negatif yang berkepanjangan, karena sepanjang pikiran negatif maka akan memperparah keadaan.

Hal ini biasanya saya lakukan ketika klien-klien saya mengalami ketakutan yang amat sangat dari keadaan yang akan dihadapinya. Saya biasanya memberikan kekuatan positif kepada klien saya agar berani menghadapi baru nanti strategi bagaimana menghadapinya. Dan silatun atau sambung merupakan cara yang paling cepat untuk mendatangkan keberanian.

 

bagaimana cara memasukkan gajah kedalam lemari es?

Memahami ilmu hakikat seperti pertanyaan diatas, artiya jngan dibikin susah, kalau kita berpikir bahwa ilmu hakikat itu ilmu yang tinggi, ilmunya para orang tua, ilmunya orang yang berilmu tinggi maka seperti pertanyaan diatas…. pasti sangat susah untuk memasukkan gajah kedalam lemari es atau kulkas. Padahal kalau mau berpikir sederhana ya kenapa repot repot cukup buka kulkasnya kemudian masukkan gajahnya…. mau mendalami ilmu hakikat makrifat harus berpikir seperti diatas, sederhana dan simpel. misalnya bagaimana melihat Allah…. caranya sederhana lihat dengan kesadaran bahwa allah itu dekat… nah itu sudah makrifat. Nah mudahkan…. sesuatu yang mudah jangan dipersulit, sesuatu yang simpel jangan dibuat rumit…..