Articles from June 2011

Tidak semua dipilih untuk menjadi hamba yang bersyukur

Jangan menyepelekan orang yang bersyukur, karena orang yang bersyukur merupakan orang yang dipilih Allah untuk bersyukur kepada Allah. Bersyukur itu sangat sulit jika kita tidak mendapatkan hidayah Allah, dan terasa sangat mudah jika kita memang dipilih untuk bersyukur kepada Allah.

jika anda tidak percaya lihat diri kita bisa berapa lama kita bersyukur? nah ada yang sebentar, ada yang tidak pernah, tapi juga ada yang bisa bersyukur secara istiqomah. orang yang mendapatkan hidayah syukur harusnya berbahagia dan bersyukur lagi kepada Allah karena diberikan karunia tak terhingga…. yaitu karunia syukur.

Baiklah bagaimana jika kita tergolong orang yang sangat sedikit dalam bersyukur ? jangan khawatir… Allah selalu membuka pintu hidayahnya jika kita memang mau dan bersedia. Cukup dengan berdoa ya Allah jadikan dan golongkan hamba menjadi hambamu yang bersyukur…. kemudian kita mencoba bersyukur semampu kita … insya Allah nanti akan turun hidayah untuk tetap bersyukur kepada Allah. jadi harus berdoa dan mencoba itu kunci mendapatkan hidayah syukur.

bersyukur tidak memandang tempat dan memandang waktu .. artinya kita usahakan setiap waktu dan keadaan.  bersyukur akan membawa daya tersendiri dalam kehidupan kita dan sekitar kita. kita saja melihat orang bersyukur hati kita menjadi senang, apalagi orang yang bersyukur itu sendiri pasti lebih senang lagi.

sholat yang kita lakukan, pekerjaan yang kita lakukan, tugas sebagai kepala keluarga .. semua kita jalankan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah. insya Allah tidak akan ada beban dalam menjalani nya, tidak akan ada keluhan di dalam menjalankannya. dan ini sungguh sangat luar biasa nikmatnya.

warning:

bagi yang tidak bersyukur itu tanda Allah mengurangi nikmat hidup, cepat taubat kemudian memohon kepada Allah agar diberikan syukur setelah itu lakukan syukur semampunya. Semoga kita mendapatkan surga dunia dan akhirat.

Mengendalikan Nasib

merubah nasib dengan syukur
syukur dapat merubah nasib

Nasib bisa kita kendalikan asal kita tahu caranya dan kita kuat dalam menjalankan. caranya sederhana namun kesungguhan dan keistiqomahan harus dijalankan dengan ketat. Kita ingat bahwa Allah tidak merubah suatu kaum jika kaum itu tidak mau berubah, kita juga ingat bahwa Allah sesuai dengan prasangka hambanya, kita juga ingat tentang doa dan Allahpun mengabulkannnya, dan saya kira masih banyak lagi ayat ayat atau hadis yang berbicara mengenai hal tersebut. Dari beberapa hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah mengikuti apa yang kita maui tapi ketentuan dan syarat berlaku.

syarat dan ketentuan itu intinya, tentang bagaimana mengendalikan nasib, adalah dengan syukur. Syukur merupakan cara yang paling praktis dan cepat untuk merubah nasib. Nasib itu bukan terletak pada jumlah harta tapi nasib itu adalah bahagia atau tidak? itu kuncinya. sekarang pertanyaannya kenapa orang miskin tidak bahagia dan orang kaya bahagia? jawabnya adalah kalau orang miskin itu biasanya tidak menerima (tidak syukur dengan apa yang dia terima) sehingga dia tidak bahagia sedangkan orang kaya biasanya dia bersyukur dengan apa yang dia terima sehingga dia bahagia. Kalau orang bahagia karena bersyukurnya maka Allah akan menambah nikmat dan menambah nikmat, dan orang miskin yang tidak bersukur maka dia akan semakin sengsara karena adzab Allah semakin pedih. Oleh karena itu orang miskin harus bersyukur agar nasibnya bisa cepat berubah, insya Allah jika hati bahagia akan dilapangkan rizkinya.

kunci merubah nasib ada di syukur, maka MODE ON syukur dimanapun dan kapanpun

 

Kuajak Ruh anak ketiga untuk bersaksi kepada Allah

Ada cerita menarik kelahiran anak saya yang ketiga ini. jam 11 malam tadi saya bersama istri ke rumah sakit yarsis tak jauh dari rumah. proses kelahiran bagi seorang Ibu sangat sakit meski saya tidak merasakan tapi dari kesakitan yang dirasakan istri bisa saya rasakan juga. Ada kekhawatiran muncul dari diri saya  ‘ya Allah lancarkan kelahiran anak saya….” semacam ada tarikan aneh dalam diri untuk tidak meminta kelancaran dalam melahirkan, tarikan itu mengarahkan saya untuk memohon keridloan Allah untuk kelahiran anak saya. Berulangkali saya memohon dilancarkan kelahiran tarikan untuk memohon keridloan semakin kuat dan itu.

Pada saat menit menit terakhir saya pun keluar ruangan, saat itu ketegangan pun memuncak saat itu reflek saya minta lancarkan dengan kekuatan patrap dzikir ke Allah, tapi aneh saya ditarik untuk tenang dengan memohon keridloan Allah begitu terus hampir sekitar 30 menit. Pada detik terakhir saat keluar bayi, seperti ada daya menarik yang sangat cepat dan kuat, menarik bayi tersebut keluar dari rahim, seperti imajinasi, seperti membayangkan tapi tidak membayangkan. dan selesainya tarikan itu selesai pula perjuangan istri mengeluarkan si bayi… dan saat itu terjadi terasa sangat mencerahkan sekali, subhanallah pelajaran ridlonya Allah yang ternyata jauh dari yang saya perkirakan. dan perawat dan bidan yang menanganinya heran kenapa proses kelahiran begitu cepat seperti “mencolot” “loncat”.

kemudian saya ambil air wudlu dan mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqomat ditelinga kiri. Saya ajak ruh anak saya untuk menyaksikan kembali bahwa Allah adalah Tuhan, Muhammad SAW adalah Rasul utusan Allah, dan saya ajak sholat menghadap Allah dan mendapatkan kebahagiaan.

Memaksakan diri untuk sabar dalam sholat

Cara praktis mendapatkan khusyu adalah dengan sabar ketika sholat. Jangan ikuti keinginan hati untuk cepat dalam sholat. Kebiasaan sholat cepat harus di rubah dengan niat yang sungguh sungguh sehingga sholat yang sabar ini akan menjadi “pemaksaan” terhadap diri. Bergerak sholat dengan sabar, membaca dengan sabar, diam dalam posisi sholat dengan sabar akan menimbulkan ketenangan pikiran, ketenangan inilah yang akan menjadikan diri kita lebih sensitif dalam menerima khusyu yang diturunkan Allah kepada kita.

Sabar ini harus benar benar dipaksakan dalam sholat, caranya adalah dengan mengabaikan dorongan dalam diri untuk mempercepat sholat Jika dalam sholat kita sabar dan ihlas maka kita akan dialiri oleh daya ketenangan dan kekhusyuan, dan kita akn merasakan betapa khusyu benar-benar pemberian Allah, bukan rekayasa pikiran kita. Ketika selesai sholat kita akan merasakan sebuah kebahagiaan hati yang sangat menenangkan.

dalam proses sabar ini kita jangan mengharapkan khusyu, cukup lakukan sabar saja. Terbetik pikiran sedikit saja tentang “kok tidak dapat khusyu ya?” maka akan merusak sistem dalam tubuh kita untuk menerima khusyu dari Allah, sehingga kita tidak dapat merasakan khusyu.

Manfaat lain dari pada menyabarkan dalam sholat adalah kta lebih sabar dalam menghadapi kehidupan, tidak tergesa-gesa dan lebih tenang.

kebingungan filsafat membahas amaliah islam

Islam sebenarnya tidak untuk dikaji, tapi diamalkan. pertanyaan anda pasti kan untuk menjalankan perlu dikaji? jawab saya tidak, logika itu terbalik, seharusnya dijalankan dulu baru dikaji, kajiannya pun tidak boleh melebihi apa yang sudah dilakukan.

orang orang ilmuwan agama islam  seringkali terjebak pada retorika agama yang mendalam namun kurang dalam pengalaman, apa yang dibahasnya jauh dari apa yang sudah diamalkan, sehingga menjadikan agama ini menjadi sulit dan rumit. Kitapun begitu juga belajar sesuatu yang jauh dari amaliah kita.

terlebih orang orang filosof islam yang mengkaji islam secara filosofis tapi minim amaliah. Orang orang ini lebih parah karena kadang dia mendasarkan kajiannya tidak berdasarkan agama yang sudah patent, dia lebih mengikuti alam pikiran yang kadang kesana kemari tanpa arah yang jelas.

maka tak jarang banyak filosof islam yang “terpaksa” meninggalkan sholat, meninggalkan zakat dan sebagainya. karena dia memepertanyakan dulu sebelum menjalankan. seandainya dia menjalankan dengan kesungguhan kemudian mendapatkan dan dibahas niscaya tidak akan bingung.

maka cara yang paling praktis untuk membahas amaliah islam kita sebaiknya mengamalkan dulu dengan terus menggali kedalaman ibadah yang sudah dilakukan (bukan yang belum dilakukan). jalankan dan jalankan. Pelajaran dari Allah tidak datang dari pikiran tapi pelajaran dari Allah akan datang jika kita mengamalkannya dengan kerendahan hati dan keihlasan karena Allah.

Pelajaran Menunggu Khusyu

benar saja bahwa khusyu bukanlah rekayasa pikiran atau jiwa atau apapun. khusyu merupakan pemberian dari Allah. Banyak sekali jamaah yang tidak mendapatkan kekhusyuan disebabkan karena kurang sabar dalam menunggu khusyu, pikirannya kacau selalu saja mengeluh kenapa saya tidak dapat khusyu? kenapa khusyu itu susah. Padahal kalau mau sabar pasti akan mendapatkannya. Sabar dalam artian menunggu dengan tetap menggunakan silatun dan tumakninah dalam sholat.

Mungkin nama pelatihan sholat khusyu yang di angkat oleh Ustadz Abu Sangkan sedikit direvisi dengan PELATIHAN MENDAPATKAN KHUSYU. jadi yang dilatih adalah cara mendapatkannya, bukan khusyunya, sebab bagaimana mungkin pemberian itu dilatihkan.

nah coba mari kita sekarang belajar untuk sabar dengan tetap silatun dan dzikir, hanya dengan kesabaran dan niat yang ihlas kita akan mendapatkan kekhusyuan dari Allah.

Menu baru di solo spirit islam : Konsultasi by Phone

Untuk membantu permasalahan psikologis atau spiritual yang Bapak Ibu alami saya bantu Bapak Ibu melalui konsultasi dengan sambungan telepon. Konsultasi ini saya minta keihlasan Bapak Ibu untuk saya charge sebesar Rp. 75.000,00 per konsultasi dengan maksimal konsultasi 1 jam.

Sebelum konsultasi silahkan untuk transfer ke rekening saya di

Bank Muamalat

an. setiyo purwanto

no rek : 0137933372

cara konsultasi :

Setelah transfer silahkan konfirm ke no hp saya di : 0815677 222 99, untuk membuat kesepakatan waktu konsultasi. Sesuai dengan waktu yang sudah disepakati bersama silahkan call ke no indosat saya (08156 77 222 99) ada juga no simpati (by request).

catatan:

Dalam konsultasi ini sifatnya adalah membantu memecahkan masalah, selesainya masalah tergantung dari anda sendiri dan faktor faktor lain yang terkait. Peran saya sebagai psikolog membantu, menguatkan, mencerahkan, memotivasi baik dengan ilmu psikologi yang sudah saya dapatkan (S1,profesi, s2 klinis dari UGM) dan dengan ilmu spiritual yang saya pelajari dari guru guru spiritual saya.

 

Setelah berbuat dosa apa yang harus kita lakukan?

Keimanan kita bila terkena noda dosa akan terasa “drop” nya, jika tidak segera di recovery keimanan akan semakin nge DROP yang akhirnya akan menyebabkan habis sama sekali dan naudzubillah bisa sampai minus. Cara merecovery iman setelah berbuat dosa :

  1. siltun ke Allah
  2. mohon ampun kepada Allah
  3. meyakini bahwa Allah mengampuni
  4. menerima energi ampunan yang dialirkan kedalam jiwa .
  5. bertahan pada posisi menerima energi hingga energi itu hilang.

energi ini bukan ilusi atau halusinasi atau rekayasa pikiran , jika kita mohon ampun dan kita yakin kalau kita diampuni maka kita akan merasakan energi itu mengalir membersihkan noda noda dosa yang telah kita perbuat.

output dari cara ini adalah hati dan pikiran serta jiwa menjadi jernih, lapang, dan merasa dekat lagi dengan Allah. oh ya … semakin berat dosa yang dilakukan membutuhkan energi yang banyak untuk proses pembersihannya sehingga cara tersebut harus sering diulang ulang dan dengan durasi waktu yang lebih lama tiap sesinya.

bagi kita yang sudah terlanjur berbuat dosa tidak perlu menunggu waktu lagi untuk bertobat karena caranya sangat mudah dan sederhana, dan yang pastinya dosa kita pasti diampuni Allah.

 

Pelajari hidup

hidup adalah pelajaran

Setiap kali kita menjalani hidup disitu ada pelajaran bagi kita untuk masa depan. misalnya pada hari ini kenapa rejeki begitu banyak… makanan berlimpah hampir setiap orang yang kerumah membawa makanan? ini  pelajaran hidup , karena tidak mungkin tamu-tamu tersebut ke rumah membawa makanan begitu banyak, pasti ada sebabnya. Nah sebab inilah yang harus kita cari, tentunya dengan menggunakan ilmu, ilmunya adalah LOA. Coba kita pelajari, jika nanti ketemu dengan penyebabnya maka hal yang positif bisa kita ulang-ulang. sebaliknya jika kita mendapatkan kesusahan maka pelajari kenapa saya mendapatka kesusahan, pelajari sebabnya jika ketemu maka hentikan jangan dimunculkan lagi.

 

Perbedaan wihdatul wujud dan fana

hilangnya diri bukan berarti hilang tidak ada, kita masih “ada”…. “ada” dalam artian disini adalah tidak wujudnya saya sebagai manusia secara fisik dan secara jiwa. “ada” nya saya beralih kepada ruh yang fitrah. Ruh yang fitrah adalah esensi kesadaran. Kalau orang dzikir masih dalam posisi atau wilayah tubuh atau jasad maka dia masih bisa “ada” dalam dunia, jika dia dzikir dalam keadaan jiwa maka dia “ada” dalam wilayah yang luas, wilayah tak terbatas, wilayah egoisme jiwa.

disinilah letak perbedaan antara wihdatul wujud dimana wilayah “ada” nya pada jiwa (ego)

sedangkan

fana wilayah “ada” nya pada Ruh yang fitrah

Bagi yang belum sampai pada pemahaman ini sebaiknya lakukan dzikir secara terus menerus insya Allah, Allah akan berikan pemahaman.