jika kepala pening saat dzikir

Saya kemarin ada tamu dari depok salemba jakarta, Pak Zaenal. KOnsultasi mengenai dzikir yang dia lakukan pada tahap tertentu merasakan kepala sangat pening dan  sakit dibagian depan kepalanya. saya menyarakan kan kepada beliau untuk menggunakan patrap 2 yaitu berserah kepada Allah. Dalam tahap ini tidak ada lagi nafsu untuk ke Allah, dan tidak ada keinginan apapun, yang dilakukan hanyalah berserah kepada Allah, sambil menunggu dengan berserah apa apa yang akan diberikan Allah kepada kita. alhamdulillah beliau paham dan insya Allah akan dipraktekan.

Kepala pening saat dzikir atau patrap memang banyak yang mengalami terutama bagi yang baru memulai untuk belajar. kita tidak bisa memaksakan diri ke Allah ketika kepala sudah pening. yang dapat kita lakukan adalah relaks. Relaks yang diiringi dengan pasrah kepada Allah.  Kalau kita memaksakan diri untuk ke Allah maka kepala akan semakin pening dan terasa seperti akan pecah.

 

tips mewujudkan keinginan

satu tips yang sangat mujarab untuk mewujudkan keinginan adalah dengan menyamakan keinginan kita dengan keinginan Allah SWT. berapa banyak orang yang berdoa tapi berbeda dengan keinginan Allah. Allah menghendaki A kita berdoa B, jelas tidak akan terwujud sampai kapan pun. Tapi ketika keinginan kita sama dengan keinginan Allah maka kita tinggal menyaksikan saja bahwa Allah tengah menjalankan keinginan itu.

bagaimana untuk menyamakan keinginan itu? tidak lain adalah dengan pandai pandainya kita membaca keinginan Allah dan pasrah mengikuti keinginan itu.

tidak ada yang sulit , apa sih sulitnya membaca dan pasrah…. keinginan Allah itu dapat terbaca melalui 2 ayat yaitu ayat kauliyah dan kauniayah…. kalau ayat kauliah seperti di quran dan hadis ini sudah sering kita baca dan mudah cara bacanya, yang paling penting adalah membaca kehendak Allah dalam kehidupan ini. Kalau Allah menghendaki  kita berangkat misalnya ke suatu tempat maka ada saja cara Allah memberikan jalan agar kita berangkat, dan kalau tidak menghendaki tidak ya ada saja cara ALlah untuk menjadikan kita tidak berangkat. nah ayat ayat yang seperti inilah yang seharusnya kita pahami.

jika kita dapat mengetahui keinginan Allah ini maka pastilah apa yang menjadi keinginan tersebut akan terwujud

Kursus solat di Kuala Lumpur Malaysia 7 april

KURSUS BAHAGIA DENGAN SOLAT

Anda ingin mencapai khusyuk dalam solat?
Anda ingin mencapai kebahagiaan yang tak terperi setiap waktu?
Anda ingin murah rezeki dan mendapat jodoh yang terbaik?
Anda ingin diri dan anak-anak berjaya dalam hidup?

Anda MESTI HADIR kursus ini!

Tarikh: 7 April 2012 (Sabtu)
Tempat: Balai Islam TNB, Jalan Bangsar
(Depan Stesen LRTPutra Abdullah Hukum)

Yuran: RM95 seorang
Daftar dan bayar pada atau sebelum 1 April RM75 sahaja
Daftar 3 orang ke atas dan bayar sebelum 1 April RM70 sahaja
(Yuran sudah termasuk makan tengahari)

Disampaikan Oleh:
Pakar Psikologi,
Setiyo Purwanto
Pensyarah Fakulti Psikologi,
Universiti Muhammadiyah Surakarta

berminat sms <nama> <no. tel> <tarikh kursus> ke 0133002049 (Pn Zaihan)

Terima kasih

beda menjalankan syariat solat dan hakikat solat

Syariat solat adalah bagaimana rukun sah nya solat kita lakukan misalnya sujud dengan meletakkan 7 anggota tubuh ke lantai, gerakan dan bacaan lainnya yang sesuai dengan hukum hukum syariat. Bicara syariat bicara masalah hukum. masalah hukum kita akan bicara masalah benar dan salah. orang yang berkutat pada syariat (syariat minded) solatnya hanya sekedar memenuhi sahnya solat saja. dia tidak akan memperhatikan lebih jauh daripada solatnya lebih dari pada hukum hukum dalam menjalankan solat. misalnya kalau solat pikiran kemana mana sah maka ketika solat dia tidak merasa bermasalah dengan pikiran yang kemana mana ketika sholat. bahkan gerakan gerakan tangan semasa sholatpun tidak akan dihiraukannya , misalnya tangannya garuk garuk (padahal tidak gatal), atau mengelus elus jenggot. Dia tidak memperhatikan apakah sholatnya sedang diperhatikan Allah apa tidak, karena dia sendiri tidak yakin bahwa Allah ada disini.

Baik paragraf pertama diatas membahas syariat, sekarang kita bahas tentang hakikat solat. hakikat solat adalah menjalankan sisi kejiwaan dalam sholat. hakikat berada di atasnya menjalankan syariat. artinya kalau kita menjalankan hakikat, syariat kita harus sempurna. misalnya kita akan menjalankan hakikat sujud maka sujud kita harus sempurna terutama rukun sahnya dalam sujud. orang yang menjalankan meski dia tidak memperhatikan sujudnya secara syariat tapi dia tidak meninggalkan syariat sujud. Hakikat sujud adalah berserah kepada Allah. maka yang dia perhatikan hanya berserah kepada Allah, dia sudah tidak memperhatikan syariat sujudnya karena memang sudah sempurna.

inilah yang dilakukan para kaum sufi , sudah tidak memperhatikan syariat tapi juga tidak meninggalkan syariat. Fokus kaum sufi dalam menjalankan syariat bukan pada syariat tapi fokus kepada untuk apa dia perintahkan Allah untuk menjalankan ibadah tersebut. seperti sujud, kaum sufi sudah tidak memperhatikan sujudnya secara syariat karena memang sudah benar dan sempurna sujudnya, fokus kaum sufi adalah ketika sujud berserah diri kepada Allah secara total.

Bahaya Syariat Minded

Syariat bukanlah tujuan tapi syariat adalah tata cara. tujuan utama dalam beribadah adalah menghamba kepada Allah. inilah yang saya maksud hakikat. kalau kita fokus hanya syariat dan syariat maka hati kita akan kering meski amal kita banyak. orang yang hanya syariatnya saja yang dijalankan menyebabkan banyaknya ibadah yang dia lakukan berbanding lurus dengan kekerasan hatinya. Maka hanya syariat saja yang dijalankan dalam ibadah menyebabkan bahaya jiwa. inilah mungkin yang menyebabkan orang islam di hancurkan Allah dan direndahkan Allah karena solatnya masih tergolong munafik (antara yang diucapkan dalam solat tidak sesuai dengan apa yang ada di hati).

solatnya orang munafik

solatnya orang munafik selalu berkutat pada syariat. takbirnya tidak mengagungkan Allah meski tangan dan mulutnya bertakbir. sujudnya tidak berserah kepada Allah meski badannya sujud. inilah beberapa perilaku orang munafik di dalam sholat. tulisan ini mungkin agak keras, bukan agak lagi tapi sangat keras. hal ini untuk menyadarkan kepada kita “mbok ya kalau solat itu jiwanya juga solat”.

pelatihan pelatihan solat yang saya lakukan di indonesia maupun di malaysia, selalu menekankan kepada sinkronisasi antara syariat dan hakikat, harmonisasi antara tubuh dan Ruh. Sehingga diharapkan peserta dapat merasakan benar benar kebahagiaan ketika terjadi perpaduan antara gerak tubuh dan gerak Ruh.

Baiklah tulisan ini kami tujukan agar dalam solat kita paham arti pentingnya belajar hakikat. belajar hakikat ada dalam sholat. Insya Allah dengan menjalankan hakikat sholat ini maka kita akan mendapatkan banyak hal. Kedalaman sholat tidak ada batasnya, semakin kita mendalaminya dengan hakikat sholat maka kita akan mendapatkan banyak hal. semoga Allah mengajari kita. amin

Berani tidak berpikir

Saya anggap pembaca sudah paham mana yang benar dan yang tidak berdasar quran dan hadis rasulullah. sekarang mari kita tingkatkan keislaman kita dengan berani tidak berpikir. Berani tidak berpikir ini bisa kita lakukan dengan meninggalkan pikiran kita ketika kita sudah tahu bahwa apa yang lakukan adalah benar dan baik.

misalnya anda mendengar adzan maka jangan banyak berpikir tentang waktu sholat, segera ambil air wudlu dan sholat. Jangan berpikir apapun untuk melakukan ini. Misalnya lagi jika di pagi hari anda harus mandi maka mandilah jangan berpikir apapun karena mandi jelas jelas benar dan baik. jangan berpikir ah nanti saja toh nanti masih ada waktu, jangan …. tapi segera saja ambil handuk (towel) ambil perlengkapan mandi lainnya dan berjalanlah tanpa berpikir, abaikan apapun tentang “mandi” atau yang berkaitan dengan mandi “just do it”.

Jika anda berani tidak berpikir tapi “just do it” maka hidup akan mengalami akselerasi dengan cepat. pikiran tidak lagi menghambat anda untuk maju. anda hanya melihat bahwa tindakan anda adalah karena Allah karena mendasarkan quran dan hadist. tidak ada yang membuat anda takut lagi.

cara cara ini cukup efektif bagi mereka yang cemas, ragu, waham, dan keyakinan kurang. cara ini merupakan bagian dari sikap nekat, yaitu nekat untuk berbuat baik.

Menghilangkan keraguan semasa sholat

Sholat terdiri dari bacaan dan gerakan yang memiliki maksud atau makna. Pikiran kita lari kemana mana saat sholat karena disebabkan oleh kurang fokusnya kita kepada apa yang kita ucapkan dan lakukan. Hal ini mungkin bisa jadi karena kita masih ragu kepada Allah saat sholat. Misalnya ragu saat kita rukuk , bahwa rukuk adalah penghormatan tertinggi kepada Allah. karena kita kurang yakin kepada Allah sehingga rukukpun jadi kurang mantab, atau terasa mengambang.  Dalam sholat sebaiknya kita menghilangkan keraguan kita kepada Allah.

Orang yang menganggap Allah itu berada di atas dan tidak disini, atau mereka yang beranggapan bahwa yang dekat dengan kita bukan Allah tapi sifat Allah maka bisa dipastikan sholatnya tidak akan bisa mantab dalam berkomunikasi kepada Allah. Pendapat pendapat yang menyesatkan yaitu pendapat yang menjauhkan umat islam dengan Allah nya dapat menimbulkan keraguan dalam sholat. Pemahaman ini akan menyebabkan sholat tapi tidak menghadap Allah.

sewaktu solat kita harus yakin kepada Allah bahwa kita sedang menghadapNya. yaitu menghadap Allah yang maha dekat. Jangan ragu bahwa Allah memang berada di dekat kita. kalau Allah sudah di yakini maka selanjutnya adalah tidak melakukan apa apa kecuali apa yang dilakukan saat sholat. maksudnya begini jika kita rukuk maka tidak ada aktifitas lain selain itu kecuali tunduk kepada ALlah, menghormat Allah. Pikiran tidak boleh pergi kemana mana, pikiran kita paksa untuk tunduk patuh kepada Allah. Demikian pula dengan gerakan dan bacaan sholat yang lain. pikiran dan hati kita tidak boleh melakukan apa apa kecuali hanya melakukan apa yang terkandung dalam bacaan dan gerakan sholat tersebut.

Dengan cara ini kita akan merasakan betapa komunikasi dengan Allah sangat nikmat. Kesungguhan rukuk kepada Allah akan menimbulkan efek ketenangan dan kenikmatan dalam sholat. Kita yang ingin mengulang-ulang nikmatnya sholat dapat mempraktekan cara saya inil. insya Allah apa yang rasakan akan dapat kita ulang dan ulang lagi. dan anda insya Allah akan ketagihan sholat, kecanduan sholat dan ingin sholat terus. semoga Allah meridloi.

Afirmasi ayat seribu dinar (1000 dinar) wooo….

malam jumat kemarin saya menceritakan pengalaman di malaysia, bahwa saya banyak menemui saudara kita di malaysia yang cukup akrab dengan ayat seribu dinar dan memasang tulisan di mobil, memasang hiasan ayat tersebut di rumah.  Saya pada awalnya heran juga, ternyata setelah saya resapi maknanya Ohhh luar biasa…. ayat ini maknanya di atasnya the secret,…. ataupun di atasnya the law of attraction. Kawan kawan malam jumatan yang rata rata masih muda dan masih semangat mencari rejeki saya uraikan tentang hakikat dari ayat seribu dinar ini. oh ya ini bacaannya ayat tersebut

Wamayyattaqillaha yajek’allahu makhroja
Wayarzuqhu minhaitsula yahtasiib
Wamayyatawaqal ‘alallahi fahuwa asbuhu

artinya kira kira begini:

dan siapa yang bertakwa   maka Allah akan memberikan jalan keluar (solusi) dan  akan memberikan  rejeki dari cara yang tidak pernah disangka, dan barang siapa yang mewakilkan semua urusan kepada Allah maka Allah akan mencukupkan keperluan hidupnya. 

hakikat dari pada ayat ini adalah menghilangkan pikiran (sangka sangka) kepada Allah. jika kita memiliki keinginan cukup yakin saja bahwa kita mendapatkannya tidak perlu memikirkan seperti di dalam the lawa attraction , dimana kita harus membayangkan keinginan kita, kita harus menuliskan keinginan kita, kita harus mengulang ulang keinginan tersebut.

dalam ayat seribu dinar ini kita cukup YAKIN saja tidak perlu berprasangka macam macam kepada Allah, ayat ini juga memiliki level diatas ayat yang menyebutkan bahwa Aku sesuai dengan prasangka hambaku. dalam ayat seribu dinar ini sekali lagi memerintahkan kita untuk menghilangkan prasangka kepada Allah.

perbedaan prasangka dan yakin.

mungkin dua hal ini lah yang membedakan antara the secret dan quran. akan saya jelaskan sedikit tentang hal ini agar kita bisa mendudukkan kedua hal tersebut sesuai dengan porsinya.

dalam the secret atau the law of attraction yang digunakan adalah prasangka yang berasal dari pikiran. Dalam teori ini the law of attraction (LoA) tidak mengenal Tuhan atau Allah sehingga yang digunakan adalah pikiran bukan keyakinan. hal ini berbeda dengan konsep islam bukan prasangka yang digunakan (meski ada ayatnya juga, tapi memliki level dibawah ayat seribu dinar) tapi yang digunakan adalah keyakinan kepada Allah. keyakinan bahwa Allah mewujudkan keinginan kepada Allah.  Dalam keyakinan kita tidak perlu membayangkan, tidak perlu menuliskan keinginan tersebut, dan tidak perlu di ucap ucapkan, SEKALI LAGI CUKUP DENGAN YAKIN.

nah afirmasi ayat ini kita tidak dibenarkan untuk bersangka sangka karena jika bersangka sangka maka jalan keluar solusi dan rejeki tidak akan diberikan Allah. Karena Allah memberikan dari jalan yang tidak pernah kita sangka maka kita harus menghilangkan prasangka kita kepada Allah.

Ayat ini bisa menjadi SERIBU DINAR ATAU SERIBU RINGGIT ATAU 10JUTA RUPIAH…. kuncinya adalah menghilangkan pikiran dari prasangka kepada solusi atau rejeki yang akan Allah berikan.

ayat seribu dinar ini tidak untuk baca-bacaan tidak untuk pajangan tapi untuk diafirmasi dalam sistem keyakinan kita sehingga apa yang dikehendaki Allah yang terkmaktub dalam ayat tersebut dapat terwujud.

selamat mencoba

Panggilan sedekah pintu dibukanya rejeki

Orang sedekah tidak sembarang sedekah. yang seperti ini ni yang membuat orang tidak sadar bahwa sedekah tidak sekededar mengeluarkan uangnya untuk sedekah.

seperti halnya ibadah yang lainnya bahwa sedekah merupakan panggilan Allah SWT untuk kita agar kita memberikan uangnya kepada Allah. Seolah Allah minta harta kita untuk ditukar-Nya menjadi berlipat. Sayang panggilan atau permintaan Allah ini datangnya tiba tiba dan bersifat spontan. Ciri sedekah yang merupakan hasil panggilan Allah adalah sedekah yang spontan dari dalam hati. bagaimana jika hati kita tidak ada gerakan hati untuk bersedekah…. nah itu tandanya hartanya tidak barokah dan Allah tidak ridlo dengan harta yang kita miliki.

saya yakin anda pernah bersedekah bukan karena berpikir tapi spontan. spontanitas ini adalah ilham Allah. Jika kita tidak meresponnya dengan cepat misalnya dengan menunda apa yang diminta Allah kepada kita maka pasti sedekah kita semakin lama akan semakin berkurang. dan akhirnya kita tidak jadi sedekah.

saya sekarang sedang mempraktekan sedekah yang bersifatspontan ini. misalnya ketika ada seorang ibu ibu di perempatan jalan dengan membawa anaknya meminta minta dan disitu ada uang 1000 ribu rupiah…. yang sebenarnya sayang kalau diberikan kepada ibu ibu tersebut , menurut pikiran normal saya lebih baik uang seribu ituuntuk parkir saja. tapi tidak ketika ibu itu mendekat spontan hati memberikan uang tersebut kepada ibu tersebut dan ya sudah… cul saja.

saya terus belajar untuk membaca gerak hati ke arah yang  baik, misalnya sedekah ini. tidak sempat terpikirkan nanti akan diganti Allah berapa akan dilipatkan berapa …. cul saja.

kadang tergerak untuk sedekah yang lebih banyak dan saya coba untuk nekat saja…. tapi baru sebatas untuk orang tua …. tapi orang tua pun juga termasuk sedekah kan.

okelah mari kita praktekan ….. kalau sedekah itu merupakan panggilan Allah bukan dari nafsu kita insya Allah akan membawa barokah. salam

jangan percaya pada hati nurani dan akal pikiran

Terus siapa lagi yang kita percayai jika kita tidak mempercayai lagi dengan akal pikiran dan hati nurani kita. Ingat akal pikiran dan hati nurani merupakan bagian dari jasad. Artinya bahwa mereka sangat rentan dengan pengaruh dorongan jasad yaitu hawa nafs. baiklah, saya akan mengambil contoh , ketika kita melihat anak yatim hati nurani kita tergerak untuk memerintahkan sedekah 10.000 rupiah. nah pada level 10.000 rupiah ini merupakan level aman atau zona aman bagi hati nurani untuk memerintahkan perbuatan baik. tapi mari kita coba jika sedekah itu berada di atas zona aman hati nurani misalnya kita sedekah 700.000 rupiah…. bagiamana kata hati nurani kita?, meski ini baik maka hari nurani akan membuat berbagai macam alasan yang intinya akan mengatakan bahwa “sedekah sebesar itu tidak perlu kita  lakukan”. dari sedekah 10.ribu menjadi 700ribu….

nah ketika kita tidak lagi mempercayai lagi hati nurani dan akal pikiran kita maka kita seharusnya percaya kepada Allah yang panduannya jelas ada di Quran dan Hadis rasulullah.

 

Jika anda sudah mulai berpikir “bagaimana jika aku mati”

Kecemasan atau ketakutan menghadapi mati ternyata tidak sedikit yang mengalami, terlebih jika usia sudah mendekati kepala 5 atau 6. Berpikir tentang mati saya kira wajar karena memang semakin tua usia kita, rasa kematian itu akan semakin dekat. yang tidak wajar dan perlu diatasi adalah jika kita takut atau cemas menghadapi kematian. Ketakutan ini ada banyak sebab diantaranya, tidak mengetehui jalan kematian yang “sukses” itu bagaimana, masih menyenangi kehidupan dunia, terlalu cinta dengan anak dan istri atau suami, mencemaskan keluarga jika suatu saat kita meninggal, atau merasa kurang persiapan akhirat sehingga takut mendapatkan siksa neraka yang mengerikan.

jika anda sudah mulai berpikir tentang mati apa yang harus dilakukan ? baiklah ini ada sedikit tips yang mungkin membantu mengurangi kecemasan atau ketakutan anda menghadapi kematian :

  1. Belajarlah tentang hakikat diri “who am I” dengan benar insya Allah dengan mengenal ini kita akan lebih ihlas menghadapi semua kehidupan ini termasuk jika ajal menjemput.
  2. setelah mengenal asal kita tentunya kita akan bahagia jika dapat mengenal Allah, maka belajarlah ilmu makrifat sebelum mati, sehingga dengan mengenal Allah ini kematian adalah suatu pintu yang membahagiakan yang dapat menjadi jalan bertemu dengan Allah
  3. Nah lakukan action sejak sekarang yaitu melakukan perjalanan pulang kembali kepada Allah secara kesadaran. Dengan apa kita belajar pulang kepada Alah, tidak lain adalah dengan menjalankan sholat sesuai yang dituntunkan quran dan sunah rasulullah. jadikan sholat sebagai sholat kita yang terakhir dan jadikan sholat sebagai tempat berserah diri kepada Allah secara total.
  4. ketika sholat tinggalkan semua apa yang kita miliki dan luruslah kita menghadap Allah. ini seperti orang yang meninggal dunia.
  5. bergabunglah dengan orang orang yang memiliki visi yang sama untuk belajar kembali kepada Allah. dengan berkumpul dengan orang orang yang memiliki visi yang sama ini maka kita akan saling belajar dan saling mengingatkan. satu perkumpulan yang bisa anda ikuti adalah bergabung dengan komunitas shalat center karena dalam komunitas ini sangat ditekankan adanya bertemu dan kembali kepada Allah. Anda yang jauh dari komunitas ini, insya Allah melalui blog inipun saya sering menulis tentang : bagaimana kembali kepada Allah. sehingga menjadi semangat kita untuk selalu berserah kepada yang maha kuasa yaitu Allah SWT.

Sekarang anda tidak perlu cemas lagi menghadapi kematian, para ulama sholeh selalu menanti kematian ini dan tidak sabar untuk segera bertemu Allah secara sempurna.

MATI SAKJRONING URIP

URIP SAKJRONING MATI

wejangan Sunan Kalijaga tentang Kematian dalam hidup

Sekarat tananamu nyamur,
ja melu yen sira wedi,
lan ja melu-melu Allah,
iku aran sakaratil,
ruh idhofi mati tannana,
urip mati mati urip.
Penderitaan yang selalu menyertai
menjelang ajal (sekarat) tidak terjadi
padamu. Jangan takut menghadapi
sakratulmaut, dan jangan ikut-ikutan
takut menjelang pertemuanmu
dengan Allah. Perasaan takut itulah
yang disebut dengan sekarat. Ruh
idhofi tak akan mati; Hidup mati,
mati hidup
Liring mati sajroning ngahurip,
iya urip sajtoning pejah,
urip bae selawase,
kang mati nepsu iku,
badan dhohir ingkang nglakoni,
katampan badan kang nyata,
pamore sawujud, pagene ngrasa
matiya,
Syekh Malaya (S.Kalijaga) den
padhang sira nampani,
Wahyu prapta nugraha.
mati di dalam kehidupan. Atau sama
dengan hidup dalam kematian. Ialah
hidup abadi. Yang mati itu nafsunya.
Lahiriah badan yang menjalani mati.
Tertimpa pada jasad yang
sebenarnya. Kenyataannya satu
wujud. Raga sirna, sukma mukhsa.
Jelasnya mengalami kematian! Syeh
Malaya (S.Kalijaga), terimalah hal ini
sebagai ajaranku dengan hatimu
yang lapang. Anugerah berupa
wahyu akan datang padamu.