Articles from March 2012

cara mudah cepat mendapat jodoh

banyak orang yang sulit mendapatkan jodoh karena banyak berpikir. berpikir ketika calon nya terlalu tua, terlalu hitam, terlalu gemuk, terlalu pendiam….. dan lain sebagainya. Intinya adalah pikirannya menjadi penghalang dia mendapatkan jodoh. baiklah saya akan menuliskan  cara praktisnya:

  1. Niat pertama orang mau menikah harus karena Allah bukan karena hawa nafsunya. gunakan penglihatan Ruh untuk melihat apakah calon jodoh itu baik atau tidak.
  2. orang yang mencari atau mau jodoh (mendapatkan suami atau istri) dengan mudah, syarat pertama adalah tidak menggunakan pikirannya. Jangan menggunakan persepsinya atau jangan mempersepsi apapun tentang calon yang ditawarkan. hal ini seperti diperintahkan rasulullah untuk mengabaikan cantiknya, kayanya dan keturunannya. yang paling penting adalah agamanya. jadi kalau agamanya sudah OK maka semuanya lewat. pikiran manusia dalam mendapatkan jodoh berkutat pada 3 hal tersebut, nah maka untuk agar hilang persepsinya maka Rasulullah menekankan pada agamanya. Agama ini sangat jelas misalnya sholat apa tidak, berbakti kepada orang tua apa tidak, sedekah apa tidak dan lain lain. jika agamanya ini mendapatkan nilai 8.5 maka saya sarankan segera di ambil artinya segera di lamar atau dinikah.
  3. Gunakan yakin jangan gunakan waham. waham adalah penyakit. Belum terjadi sudah dipikirkan sekarang misalnya. Belum bersuami atau beristri tapi sudah takut jika nanti bertengkar bagaimana, jika nanti istri minta rumah bagaimana, nanti bagaimana jika tidak punya anak, atau jika punya anak lalu anak minta sekolah bagaimana??… ini adalah waham . waham itu tidak ada tapi di ada adakan. gunakan yakinnya saja. misalnya kasih sayang kepada suami atau istri…. jika kita kasih sayang pasti pasangan kita akan kasih sayang. gunakan saja quran dan hadis yang menjelaskan bagaimana mendapatkan bahagia dalam berkeluarga.
  4. yang terakhir adalah, jika sudah berkeluarga jangan jadikan keluarga nomor satu. dahulukan Allah, utamakan Allah. jangan menjadikan keluarga nomor satu sedangkan Allah nomor dua. jika kita lebih takut kepada keluarga dibandingkan takut dengan Allah, maka Allah tidak akn ridlo jika Allah tidak ridlo pasti keluarga tidak membawa keberkahan kepada kita.

Jika ke empat hal tersebut dijalankan dengan sungguh sungguh maka akan cepat mendapatkan jodoh. Sebagai penutup bagi yang sudah terlambat menikah saya sarankan untuk memperkuat keyakinan kepada Allah. dan bersikaplah santai baik santai pada saat sekarang ataupun jika terbayang masa depan misalnya jika kepikiran bagaimana nanti cerai. tetap harus berprinsip kepada Allah, bahwa jodoh itu  datangnya dari Allah dan jika ceraipun itu juga dari Allah. jadi hati tidak ada kekhawatiran sedikitpun tentang hal tersebut.

semoga anda segera mendapatkan pasangan hidup.

Toleransi Beragama Perspektif Makrifat

Pertama kita harus memahami bahwa orang kafir adalah orang yang tertutup. Sebenarnya jika penutup itu terbuka maka dia akan beriman. Sebab tertutupnya itu karena dia sendiri yang menutupnya lalu Allah beri peringatan tetap saja menutup diri akhirnya Allah tutup sekalian sehingga semakin jauh dia dari kebenaran. Nah kita ini umat muslim ini adalah orang yang terbuka. Terbuka terhadap apa? terbuka terhadap  hakikat keTuhanan. Kita melihat bahwa Allah adalah sesuatu yang tidak dapat kita persepsikan. Bedakan dengan orang tertutup (baca: kafir) yang menutup diri dengan patung, tuhan yesus, salib atau benda benda yang menghalangi dirinya dengan kebenaran Tuhan yang tidak dapat dilihat dengan apapun kecuali dengan penglihatan Ruh. Perbedaan inilah yang menjadikan toleransi beragama kita menjadikan “kasihan” kepada orang-orang yang tertutup mata ruhaninya terhadap kebenaran Ilahi.

Toleransi perspektif makrifat ini tentunya berbeda dengan toleransi dalam perpekstif dalam kehidupan beragama yang selalu menekankan pada perbedaan. Pada toleransi perspektif makrifat ini kita yang terbuka (iman), kita kasihan kepada mereka yang tertutup, dan tetap menghormati kehendak Allah yang menutup mata hati mereka yang tidak mampu melihat Allah. sikap toleransi ini menjadikan kita dapat bergaul dengan baik dengan mereka. Kita biarkan mereka beribadah versi ketertutupan hati mereka dengan berhala-berhala yang ada dalam pikirannya, sebagai bentuk penghormatan atas kehendak Allah kepada mereka.

 

Penglihatan Ruh

Unsur manusia ada dua tubuh dan Ruh. Kalau penglihan tubuh kita sudah biasa yaitu mata melihat benda, hati melihat rasa dan akal pikiran kitmelihat dengan akal nya. ada satu penglihatan kita yaitu Penglihatan RUH. Ruh ini melihat lebih tinggi yaitu sesuatu yang tidak dapat diliat oleh unsur tubuh kita

Penglihatan Ruh ini memiliki dimensi yang sangat berbeda, yang dilihat Ruh hanyalah eksistensi Allah.dan melihatnya Ruh sesuatu yang diatas tubuh baiki itu mata , pikiran ataupun rasa. jadi yang dilihat Ruh adalah sesuatu yang diatas mata, diatas panca iondera, di atas pikiran dan diatarasa. kalau kita melihat Allah dengan pikiran kita masih “belum haqul yakin”, kalau kita masih melihat dengan rasa artinya masih ada rasa rasa seperti rasa tenang rasa cinta berarti kita masih belum berada pada wilayah penglihatan Ruh (haqqul yaqin).

Barang siapan mampu mengenal Ruhnya maka akan mampu mengenal Allah. Allah hanya bisa disaksikan dengan Ruh. selain itu tidak bisa. dimensi yang berbeda inilah yang menyebabkan kita harus menggunakan Ruh dan meninggalkan tubuh.

Apa yang dilihat Ruh . Ruh akan melihat Allah seperti di alam azali. Bahkan Ruh akan melihat semua kehendak Allah yang tersembunyi yaitu kehendak Allah yang belum terwujud di alam nyata atau yang tidak dapat dilihat oleh penglihatan tubuh. Bagaimana Allah mengasihi, Bagaimana kebenaran kebenaran Allah , bagaimana Allah memurkai hambanya…. dan bagaimana Allah menjalankan manusia ke arah yang Ia kehendaki.

 

Sikap duduk isftirasy dalam sholat

dalam menjalnkan sholat yang penting punya sikap. Sikap dalam semua gerakan dan bacaan sholat. sekarang mari kita bahas sedikit tentang sikap dalam duduk iftirasy. sesuai dengan bacaannya sikap duduk ini yang kita gunakan adalah sikap berdoa. Kalau kita bicara Doa maka tidak akan terlepas dari keyakinan kita tentang doa kita tersebut. so… doa yang kita sampaikan kepada Allah harus menjadi satu dengan keyakinan bahwa doa kita dikabulkan Allah.

setiap bacaan dalam istirasy mengandung suatu permintaan yang harus kita yakini bahwa doa tersebut dikabulkan. Sikap yakin ini sangat diperlukan agar benar benar doa tersebut menjadi suatu kenyataan.

muara iftirasy

Setiap doa yang kita panjatkan agar dalam aplikasinya tidak berdiri sendiri sendiri, karena kita akan kesusahan atau kesulitan dalam mencapainya maka saya sarankan untuk mengakumulasikan atau meng ekstrak semua doa tersebut menjadi satu file menjadi format “winzip” yaitu Allah.

nanti boleh dicoba ketika doa iftirasy setiap doa yang kita yang kita baca akan mengarah pada suatu sikap. nah ternyata sikap sikap tersebut sama pada semua doa yang kita baca. maka satu sikap iftirasy inilah yang kita gunakan dalam kehidupan sehari hari sehingga menjadi suatu  kenyataan dalam hidup kita.

selamat mencoba

jangankan orang beriman orang tidak berimanpun bisa kena sial

orang beriman dan orang tidak beriman sama sama memilki kesempatan untuk terkena hukum Allah, atau sunatullah. Batu yang dilempar ke atas akan mengenai orang yang beriman atau orang yang tidak beriman. Orang beriman tidak memiliki keistimewaan sedikitpun dalam hal ini. Apakah mentang mentang orang jahat sialnya banyak , oh tidak sama kesempatannya dengan orang yang baik. dengan adanya kenyataan ini maka kalau kita beriman tidak ada hubungannya dengan kesialan kita karena Allah. Artinya karena kita beriman kemudian kita mendapat sial lalu kita mengkaitkan itu dengan keimanan kita. Misalnya dengan mengatakan bahwa “oh inilah cobaan orang yang beriman,….” bagaimana mau dikatakan cobaan orang yang beriman kalau orang yang tidak beriman mendapatkan hal yang sama. Apakah lalu oh ini cobaan orang yang tidak beriman? kan tidak juga.

namun ada sisi keberuntungan kita yang beriman kepada Allah dibanding dengan orang yang tidak beriman kepada Allah. Orang yang beriman akan lebih berpositif thinking kepada ALlah, sehingga muncullah sabar, muncullah ihlas. Bukan malah sebaliknya malah menyalahkan Allah, atau menyalahkan “gara gara saya beriman kepada Allah begini jadinya”. kita gunakan keimanan kita untuk menghadapi semua ketentuan Allah dengan baik. Sekarang beda dengan orang yang tidak beriman, maka kekecewaannya akan berlarut larut…. kesedihannya akan lebih panjang.

 

Materi Halaqoh solat di batu pahat 11 marc Bab nafas

Berikut ini saya sampaikan materi halaqoh untuk latihan mencapai bahagia dengan solat khusus bagi Alumni kursus solat dimanapun berada:

1. Mengenal hakikat hidup dan mati

2. solatlah seolah olah engkau akan mati (solat yang terakhir)

3. Yang Hidup

4. Nafas gerak Ilahi Yang Hidup

5. Memperhatikan keluar masuknya nafas (exercise)

6. Mengikuti Nafas sebagai latihan pasrah (exercise)

7. Membangun kesadaran Ilahi dengan Nafas

8. Implementasi dalam kehidupan

latihan ini dilakukan malam hari berlangsung sekitar 3- 4 jam.

Allah itu di mana mana? atau hanya di atas langit?

hari ini saya kedatangan tamu dari shalat center serang banten Pak Husnul, beliau semalam di solo untuk sama sama belajar tentang khusyu. Tadi siang beliau jalan jalan dan mampir di salah satu masjid di solo. Beliau terkesan dengan sebuah pamflet yang menyebutkan bahwa Allah itu dimana mana adalah salah fatal, yang benar adalah Allah di atas langit. kemudian dari tulisan itu kita diskusi di padepokan sebenarnya bagaimana apakah Allah itu hanya di langit atau ada dimana mana.

kalau bicara tentang dalil  dua duanya ada dasarnya, yang Allah ada dimana mana juga ada ayatnya, yang hanya di atas langit juga ada hadisnya. baiklah dua duanya berarti tidak salah. sekarang pendapat saya bagaimana, kalau saya bahwa Allah itu ada tapi tidak bertempat. saya hanya meyakini saja bahwa Allah ada titik. saya tidak tahu apakah dimana mana ataukah hanya di atas langit.

 

Halaqoh khusus alumni : Menyadari Allah Melalui Nafas mencapai akhlak karimah

Insya Allah selepas kursus di batu pahat 11 march  pada ahad malam  akan ada halaqoh untuk  melatih sabar, ihlas dan syukur melalui nafas. kita sudah mengetahui bahwa nafas adalah kehendak Allah yang paling dekat dengan kita. kita tidak dapat melawan kehendak Allah dan ini dapat dipelajari dari keluar masuknya nafas kita.

Dengan mengenal nafas kita insya Allah akan dapat menjadi terapi jiwa. dengan nafas ini kita akan lebih sabar, akan lebih ihlas dan akan lebih syukur kepada Allah. tentunya cara ini menjadi dambaan setiap insan muslim.

impact atau dampak dari pada latihan ini secara fisik tentunya akan sangat bermanfaat. dengan mengenal nafas maka otomatis nafas akan melamabat dan detak jantung akan melambat sehingga pikiran lebih tenang. keadaan ini tentunya dapat memberikan terapi tersendiri bagi kita terutama jika mengalami sakit jantung, diabetes, dan penyakit penyakit lainnya yang terkait dengan syaraf dan psikis.

Untuk para alumni saya harap kehadirannya di halaqoh ini.

salam

 

Cara praktis menuju fana fillah

Fana tanpa ego.

Fana tujuannya adalah menghilangkan ego sehingga tidak mungkin kita menghilangkan ego dengan ego kita. dari yang saya alami sendiri saya kadang terjebak kepada menghilangkan ego saya dengan ego saya sendiri, sehingga yang terjadi adalah munculnya rasa sakit di kepala. Nah, tadi ketika sholat subuh [ada saat subuh saya seperti mendapat ketegasan bahwa sujud inilah cara memfanakan diri. Selepas sholat kemudian saya ambil android saya dan saya catatkan ke draft blog saya. kemudian apa yang tadi saya tulis di draft saat ini saya tuliskan uraiannya.  jadi benar sujud adalah cara praktis untuk menghilangkan ego.

dalam sujud mengandung unsur unsur penghilangan ego antara lain bahasa tubuh yaitu pengenolan diri dengan meletakkan kepala ke tanah ini secara bahasa syaraf berarti meniadakan kemampuan ego sehingga memudahkan atau menguatkan kita untuk berserah diri kepada Allah. sekarang coba bandingkan pasrah dengan posisi tubuh berdiri dengan pasrah posisi tubuh sujud pasti kita akan merasakan kepasrahan yang dalam dengan sujud.

unsur yang lain adalah sikap pasrah yang kita lakukan sewaktu sujud. Sikap pasrah ini merupakan cara berjalan menuju tangga spiritual. anda akan kesulitan atau bahasa jawanya mentok jika kita menuju ke Allah dengan “berjalan menuju” ke Allah. Tapi jika berserah diri kepada Allah maka kita akan terus melakukan perjalanan. ingat bahwa perjalanan ini kita akan terhenti pada tahapan thapan spiritual dan kita bisa masuk ke tahapan spiritual berikutnya bukan dengan kemampuan kita tapi dengan kehendak Allah, maka cara yang paling praktis adalah dengan berjalan kembali (pasrah) kepada Allah.

perjalanan menuju fana yang kita perlukan bukanlah dari usaha kita tapi dari “diperjalankan Allah”. Kalau kita menggunakan nafsu kita maka Allah akan menyerahkannya kepada nafsu kita dan pasti kita akan gagal dalam menuju kepada allah. menuju kepada Allah harus dengan kehendak Allah maka sekali lagi bahwa pasrah dengan sujud merupakan latihan yang sangat praktis menuju fana fillah.