Akhirnya keinginan saya kembali kepada Allah

sewaktu ngabuburit dengan anak laki laki saya hanaku sabda isvara, saya banyak berpapasan dengan beberapa mobil panther hi sporty yang saya idam idamkan, sambil menaiki sepeda motor keliling seputar kota kecamatan saya pun memikirkan keinginan saya ganti mobil. Pikiran itu terus menerus mengiringi perjalanan ku selama ngabuburit , namun tiba tiba pikiran itu terhenti karena ada ilham masuk dalam otak saya. kira kira begini, mobil yang sudah ada tidak lebih baik dari apa yang kamu inginkan, tahukah kamu bahwa mobil yang kamu miliki sekarang adalah pilihan terbaik dari Allah untuk mu. llham itu menghentikan keinginan dan akhirnya muncul ilham lagi”sudahlah serahkan saja keinginan mu kepada Allah, biarlah Allah memilihkan yang terbaik.

Ilham sederhana tapi mendalam ini ternyata mampu membuat hati dan pikiran saya tenang. pikiran ini jadi tidak terus menerus berpikiran ganti mobil. Kemudian ilham Allah yang memerintahkan saya untuk menyerahkan keinginan kepada Allah ternyata tidak hanya masalah mobil, ternyata untuk semua apa-apa yang saya inginkan. seolah saya hanya diberi kesempatan untuk ingin satu kali terhadap satu hal, selanjutnya harus saya serahkan Allah dan biarkan Allah memproses semua keinginan itu.

 

tetap lapar di malam ramadhan

jarang kita kelaparan di malam bulan ramadhan, malah sebagian besar kita kekenyangan. Perut terasa tidak penuh penuh, lapar sedikit makan,  lapar sedikit makan. perut kekenyangan merupakan akibat dari pengertian “buka puasa” yang menjerumuskan pada pelampiasan hawa nafsu. kalau kita memahami bahwa buka puasa dikembalikan kepada makna yang sebenarnya yaitu ifthor yang berarti fitrah atau suci maka tibanya adzan magrib tidak menyebabkan kita dalam keadaan puasa meski sudah diperbolehkan makan.

tetap lapar di malam ramadhan memang tidak mudah, karena biasanya makanan berlimpah ruah, seolah hawa nafsu mendapatkan tempatnya untuk beraksi. pernahkah kita mencoba sholat taraweh dengan keadaan perut lapar, dan tenggorokan masih haus. jika kita melakukannya dengan keadaan lapar maka tentunya akan memudahkan kita mengaktifkan Ruh dalam sholat tarweh, dalam itikaf dan ibadah lainnya.

Kursus itikaf di Padepokan patrap

Mengapa perlu kursus?

Itikaf adalah ibadah yang tidak mudah dan juga tidak sulit, karena dalam itikaf yang dilakukan sangat sederhana namun kita tidak bisa melakukannya tanpa ada kekuatan jiwa di dalamnya. itikaf adalah ibadah “diam” di dalam masjid baik dilakukan siang maupun malam. Aktivitas “diam” ini perlu di pelajari sebab ketika kita diam, maka godaan pikiran godaan hati goadaan fisik akan datang dan jika kita tidak tahu teorinya pasti kita akan gagal dalam itikaf atau minimal kita tidak dapat melakukannya dalam jangka waktu yang panjang.

Dalam kursus ini anda akan saya bimbing bagaimana mengatasi keadaan pikiran keadaan hati dan fisik ketika kita diam beberapa saat. JIka anda mampu anda saya ajarkan tentang bagaimana menghilangkan bayangan bayangan dalam pikiran, dengan cara menonaktifkan pikiran untuk tidak berpikir ini maka anda akan dapat sambung dengan Allah secara lebih intens terutama dalam ibadah itikaf.

tujuan

  1. tujuan dari kursus ini tidak lain adalah untuk melatih agar peserta dapat itikaf di masjid dalam jangka waktu yang lama
  2. mampu mengendalikan pikiran emosi dan fisik

Manfaat

  1. Peserta mendapatkan ketenangan jiwa ketika melakukan itikaf
  2. Peserta dapat merasakan pengalaman spiritual ketika itikaf

Pelaksanaan

tempat : di padepokan patrap, gumpang rt 02 rw 1 kartasura solo

waktu : tanggal 3 dan tanggal 10 agustus 2012

rundown acara

  • 12.00 sholat dluhur berjamaah
  • 12.30 materi itikaf 1 (diamnya tubuh)
  • 13.00 latihan itikaf 1
  • 14.00 materi itikaf 2 (diamnya pikiran)
  • 15.00 sholat ashar berjamaah
  • 15.30 praktek itikaf 2
  • 16.30 materi itikaf 3 (mengenal Ruh)
  • 17.00 Praktek itikaf 3
  • 17.30 Ifthor menjaga kesadaran puasa meski berbuka
  • 17.38 ifthor (praktek)

Peserta khusus laki laki, usia diatas 25 th.

Peserta dikenakan biaya seihlasnya untuk pembangunan musholla padepokan patrap, dapat di transfer di no rek : 0137933372 an setiyo purwanto bank muamalat.

setiyo.purwanto@gmail.com

 

Menjadi orang biasa saja

menjadi orang biasa saja memang lebih bebas, lebih bebas beribadah, bebas bergaul, dan bebas berperilaku. Kalau jadi ustad pasti berat, harus jaga image, jaga wibawa, jaga pergaulan, jaga segala galanya. Hidup jadi tidak terkungkung. terserah bagi beberapa orang yang memanggil saya ustad, saya tidak menolaknya, tapi saya sendiri adalah orang biasa, yang suka menuliskan pengalaman pengalaman spiritual, dan pencerahan pencerahan yang terjadi pada diri saya. harapan sederhana saya cuma satu “siapa tahu tulisan ini bisa mencerahkan juga”.

maaf maaf saja jika ada yang tidak cocok dengan tulisan orang biasa ini, mungkin kurang ndalil, kurang hadis, kurang qurani, dari diri yang dalam saya tidak ada niatan jelek pada setiap tulisan tulisan saya, meski saya orang biasa tapi tulisan saya, saya tujukan untuk kebaikan.

menjadi orang biasa yang mengikuti apa yang sedang diperintahkan Allah, itu saja, sederhana. beberapa tulisan saya mungkin norak, jorok, nylekit, kebangetan atau lainnya. ya… itu bagian dari tulisan orang biasa. Anda bandingkan dengan tulisan tulisan kawan kawan lainnya pasti sangat intelek, dalil yang lengkap dan ketinggian spiritual yang sangat indah. saya tidak bisa melakukan itu, tulisan saya adalah yang apa adanya ini. ya inilah saya.

saya mungkin orang yang kurang bisa menjaga nama diri, tapi ya biarlah memang demikian adanya. MENJADI ORANG BIASA SAJA

NGANTOR...

MENGIKUTI FITRAH

Fitrah sekarang juga

Puasa menyadarkan kita untuk berada pada wilayah ini. ternyata meninggalkan maksiat itu mudah, asal kita tahu cara bagaimana meninggalkan alat yang digunakan maksiat yaitu jasad dan tentu saja juga dorongannya yaitu hawa nafsu maka otomatis kita akan menjadi fitrah dan otomatis kita tidak maksiat.

fitrah sekarang juga,mengapa harus menunggu nanti nanti, menunggu ramadhan berakhir? atau menunggu sepuluh hari terakhir? jelas kelamaan, fitrah yang sekarang.

dalam kefitrahan ini kita berpuasa, bersedekah, membantu orang lain, bekerja memenuhi amanah, dan melakukan aktifitas lainnya.

Relativitas hukum islam

alhamdulillah wa syukurillah Allah memberikan pemahaman bagi kita semua umat islam tentang relativitas hukum islam (relativitas fiqh).Pemahaman ini berupa satu peristiwa yang berulang ulangyaitu perbedaan penetapan 1 syawal. pada 1 syawal jelas sekali antara yang melaksana puasa dan sudah idul fitri. Sebuah kewajiban yang mengandung resiko “neraka”. Haram puasa di 1 syawal, wajib puasa di bulan ramadhan.

Pelajaran dari Allah ini tentang perbedaan hukum syariat memberikan suatu pencerahan umat tentang hakikat syariat yang relatif. Bagaimana mungkin 2 kelompok umat islam bisa melakukan hal yang berbeda yang sama sama ekstrim yaitu puasa di 1 syawal dan tidak puasa di bulan ramadhan. Dan untuk satu hal ini kita sama sama paham oh iya perbedaan itu wajar dalam islam. dan tidak ada yang berani secara terang terangan bahwa yang yakin masih ramadhan menyalahkan yang  sudah merayakan idul fitri, dan yang idul fitri menyalahkan yang masih puasa.

Kalau hal yang pokok saja bisa memahami maka hal hal seperti tahlilan, tarweh banyak atau sedikit, qunut atau tidak dan hal hal sepele lainnya tentunya sudah tidak menjadi masalah. ini menjadi terapi tersendiri bagi umat islam untuk mengesampingkan perbedaan. Saya berdoa kepada Allah semoga perbedaan penentuan 1 syawal tetap selamanya berbeda kalau umat islam ini belum sadar tentang perbedaan adalah suatu kewajaran.

Hikmah lainnya adalah, bahwa kita sudah capek disalahkan oleh kelompok yang merasa paling fiqh, paling syari dan paling islam, maka dengan pelajaran perbedaan 1 syawal ini kita sudah saat nya menyadari bahwa apa yang disalahkan kepada kita entah di bidahak bahkan disesatkan menjadikan kita tidak sakit hati lagi. Biarlah dia capek dengan menyalahkan orang lain, Allah lebih tahu apa yang baik dan benar, buka mereka.

Bagi kita yang mendalami Tasawuf dengan puasa, dzikir dan sholat teruskanlah apa apa yang kita lakukan, jangan pedulikan bahwa ada yang menyesatkan kita. Tidak perlu di ladeni, capek melayani orang yang tidak suka dengan kita. pepatah mengatakan anjing menggonggong kafilah berlalu.

Semoga kita selalu di beri petunjuk yang benar dari Allah SWT.

euforia spiritual ramadhan

Bulan ini saatnnya kita melampiaskan euforia spititual. euforia spiritual yang kita lampiaskan adalah kegembiraan yang luar biasa karena bulan ini kita difasilitasi Allah dengan kemudahan cara dalam menemukan siapa diri. Kita sudah paham bahwa kebahagiaan diri tidak lain adalah kembali kepada yang sejati.

ketertipuan kita dengan jasad dan nafs menyebabkan kita lupa akan Ruh yang ada pada diri ini.Seandainya tidak dipaksa Allah untuk berpuasa di bulan ramadhan maka kita tidak akan mampu sadar, untungnya kita disadarkan dengan puasa ini dan dengan rahmat Allah yang turun di bulan ini, maka kita dengan mudah bisa kembali menyadari siapa sebenarnya kita.

Mungkin saja kita merayakan idul fitri sejak sekarang, saat bulan ramadhan. Karena sebelum hari H yaitu hari raya idul fitri kita sudah terlebih dahulu kembali kepada yang fitri yaitu kita sudah sadar tentang siapa kita yang sebenarnya…yaitu Ruh.

 

antara yang lapar,yang ingin makan, dan yang tidak merasakan apa apa

pelajaran puasa mengajarkan kita untuk mengenal

siapa yang lapar

siapa yang ingin makan

dan siapa yang tidak ingin apapun

tiga hal tersebut diatas ternyata ada pada diri kita ketika kita puasa. Saat puasa perut kita terasa lapar maka yang lapar adalah jasad, yang ingin makan adalah nafs, dan yang tidak terpengaruh apapun adalah Ruh. jadi Ruh ini tidak merasakan apapun dan terpengaruh apapaun dengan keadaan laparnya perut.

selama puasa ini kita belajar mengenal mana dalam diri kita yang tidak merasakan apa apa. Kita sudah mengenal mana yang lapar yaitujasad dan mana yang ingin makan yaitu nafs, sedangkan mana yang tidak merasakan apa apa adalah Ruh, Ruh inilah yang sebenarnya kita cari dalam puasa. kalau kita sudah kenal dengan Ruh maka selanjutnya adalah kembali kepada Ruh ini yaitu berserah diri kepada Allah.

target takwa yang akan kita raih harus di dahului oleh ditemukannya ruh ini dalam diri kita sehingga unsur fitrah dalam ruh ini mempengaruhi nafs dan jasad sahingga semua bisa kembali kepada yang fitrah.

selamat menjalankan ibadah puasa

bahaya membenci orang yang sholatnya khusyu

ternyata manusia itu memiliki ciri khas, jika membenci suatu kebaikan maka dia tidak bisa menggapai kebaikan tersebut. jika orang membenci orang yang senang umrah maka dia tidak akan mampu umrah, jika membenci orang yang sedekah maka dia tidak akan menjadi ahli sedekah. Demikian pula orang yang membenci orang yang sholatnya khusyu bisa dipastikan sholatnya tidak akan bisa khusyu. berhati hatilah dalam membenci kebaikan.

berapa banyak orang yang tidak khusyu membenci orang yang belajar khusyu. kadang bencinya karena dia sendiri tidak bisa melakukan khusyu. rasa iri inilah yang menyebabkan kebencian tersebut. rasa iri ini akan menyebabkan orang tersebut tidak mampu melakukan apa yang diirikan.

maka jangan lah kita membenci kebaikan orang, sebaiknya kita mengapresiasinya, ataupun menghargai orang yang telah berbuat baik. sehingga kita, meski belum bisa melaksanakan atau melakaukan perbuatan baik seperti yang dilakukan orang lain suatu saat akan dapat melakukannya.

4 kasta qur’ani

ada empat kasta qurani, empat kasta atau empat level ini mengacu kepada amaliah yang dilakukan umat islam terkait dengan kitab suci al quran :
kasta pertama
MEMBACA AL QURAN: kasta ini fokusnya membaca dan membaca saja, tanpa mengindahkan arti dan maknanya apalagi sampai mempelajarinya. kasta paling rendah ini menganggap quran hanya sebagai bahan bacaan-bacaan. bacaan bacaan dengan sedikit dilagukan dengan suara yang mendayu dayu sangat menyentuh hati. kasta ini juga sangat gemar dengan target target bacaan yang diperoleh misalnya satu hari 1 juz, satu hari 5 ruku’, dan lain sebagainya. mereka cukup bangga dengan istilah “khatam” tanpa mempedulikan pemahaman yang dibaca. Bahkan kasta ini saking sibuknya dengan membaca quran sampai lupa mempelajari kandungan isi terlebih mengamalkan isinya. meskiun demikian kasta ini tetap mendapatkan pernghargaan dari Allah SWT yaitu dengan 1 huruf mendapat 10 kebaikan. sebuah penghargaan yang luar biasa bagi yang sekedar membaca baca (meski tidak paham)

kasta kedua
MENGHAFAL AL QURAN
kasta ini tergolong paling berat, dan paling sulit. kasta ini harus menghafal hingga ber juz juz dan bertahun tahun untuk menghafal al quran 30 juz. Kasta ini konsentrasi penuh untuk menghafal ayat demi ayat. Kasta ini seluruh hidupnya memang di gunakan untuk menghafal dan menjaga hafalannya. bagaimana tidak di jaga , tidak mengulang sedikti saja dari apa yang sudah dihafal maka hafalannya akan hilang. Kasta yang hanya sekedar menghafal ini menempati kasta kedua dimana mereka kurang fokus pada mempelajari ataupun mengamalkan isi kandungan quran.

kasta ketiga
MEMPELAJARI AL QURAN
ini merupakan tingkatan ketiga yaitu kelompok yang sudah mempelajari kandungan al quran, Kasta ini sangat gemar mempelajari dan mempelajari, waktunya banyak digunakan untuk mengkaji isi dari pada alquran, kemudian juga sejarah turunnya ayat atau surat, bahkan mereka mempelajari al quran dikatikan dengan hal hal lain, perekonomian, psikologi, dan ilmu ilmu lainnya. Ilmu mereka luas mereka sangat ahli di bidang al quran , tafsirnya, ahbabunuzul dll. Kelompok ini giat ceramah kemana mana, memberikan tausiah memberikan kuliah dan memberikan berbagai tempat masjid, kampus dan sekolah sekolah serta klompok kelompok pengajian. Kasta ketiga ini berbeda kegiatannya dengan kasta pertama yang kemana mana hanya membaca al quran saja, MTQ, TPA, dll. Berbeda juga dengan kasta ke dua yang kegiatannya hanya menghafal, semaan quran, khataman.

kasta ke empat
pengamal Al Quran
ini merupakan kasta tertinggi yaitu orang yang mengamalkan al quran. Kelompok yang tertinggi ini sdah pasti kelompok atau kasta yang sudah tahu kandungan al quran dan sudah tahu apa yang harus dijalankan. Kasta ini tidak berhenti hanya sekedar membaca, menghafal, ataupun mempelajari, kasta ini sudah mengamalkannya. Kegiatannya tidak hanya membaca menghafal dan mempelajari tapi sudah menjadi perilaku. kasta ini seperti rasulullan yaitu quran berjalan. Hidpunya dihiasi dengan kebahagiaan karena apa yang dilakukan ada semua di alquran. dia sudah tidak suka lagi dengan berbangga bahwa dia sudah sekian juz, atau dia sudah hafal sekian juz, dan kasta ini juga tidak suka dengan debat debat tentang kandungan Al quran. Kasta ini hanya menjalankan saja apa yang terkandung dalam al quran. Kasta tertinggi inilah yang paling benar, jaminan masuk surga.
semoga di bulan ramadhan besuk kita menempati kasta teritnggi ini. amin