Mempelajari dzikir nafas dari buku

Dalam buku dzikir nafas yang saya susun, saya buat simple dan singkat, harapan saya adalah bagi siapapun yang ingin mempelajarinya sudah bisa langsung mempraktekan dari buku tersebut. harapan ini berlatar belakang dari peminat dzikir nafas yang banyak dari luar kota solo. Sehingga sangat tidak mungkin jika harus datang ke solo. Dzikir nafas inipun sudah saya uraikan secara singkat di web yayasan solo spirit islam ini, dan sayapun sudah menguraikannya di youtube sehingga jika menemui kesulitan membaca buku atau mempelajari buku dapat melihat penjelasan saya secara langsung melalui youtube. Saya berusaha untuk memudahkan bagi siapapun yang sungguh sungguh ingin belajar dzikir nafas. Namun saya juga memaklumi jika adayang kesulitan dalam mempraktekkannya, sayapun membuka forum tanya jawab melalui group di face book (dzikir nafas) dan diskusi di web ini melalui kolom komentar. Tentunya diskusinya atau pertanyaan yang berkaitan dengan ppraktek bukan apa apa yang sudah saya jelaskan di youtube dan di buku dzikir nafas. Jika diskusi via dunia maya kurang paham atau anda ingin belajar secara langsung dengan saya, setiap malam jumat mulai pukul 21.00 di tempat saya terbuka untuk anda yang ingin belajar. banyak yang menanyakan berapa bayarnya, saya jawab , tidak ada bayaran untuk saya, tapi …. jika ingin bersedakah silahkan di salurkan ke yayasan solo spirit islam. Membeli buku dzikir nafas tidak untuk sekedar bacaan karena dijamin anda kecewa sebab harga buku tersebut terhitung mahal. Jika anda tidak praktekan boleh dikatakan sia sia anda membeli buku tersebut. Tapi jika anda mempraktekannya maka mahalnya buku tersebut tidak akan sebanding dengan pengalaman spiritual yang anda dapatkan. Berapa juta rupiah orang keluarkan hanya untuk mendapatkan ketenangan, berapa banyak….. namun dengan mengamalkan dzikir nafas ini tidak sampai hitungan jam anda sudah bisa masuk ke alam ketenangan secara instan. Ketenangan hiidup yang hilang ketika anda sudah duduk melakukan dzikir nafas dengan benar hati anda akan merasakan dinginnya es, hati anda terasa plong, ringan tidak ada beban. ini bukan ngecap, karena sudah banyak bukti yang merasakan hal ini. Baiklah tulisan saya ini adalah himbauan bagi rekan rekan yang sudah memiliki buku dzikir nafas untuk terus berlatih, terus berdzikir dan terus sadar Allah. Nantinya anda akan membukatikan uraian saya ini, keuntungan dunia akhirat akan anda dapatkan.

mau wasilah atau langsung ke Allah?

mau wasilah boleh mau langsung juga boleh. tapi ada ketentuan yang harus anda penuhi mau lewat wasilah atau mau langsung ke Allah. Jika anda menggunakan wasilah pastikan bahwa iman anda kepada Allah rendah, setengah tengah atau tidak full. Wasilah ini akan membantu anda agar keyakinan anda kepada Allah tidak full tergantikan oleh keyakinan terhadap wasilah. Wasilah sah sah saja karena iman belum kuat mau bagaimana lagi, mau percaya kepada Allah juga tidak bisa Full, hal ini ditunjukkkan dengan keyakinan terhadap doa kepada Allah tidak begitu di yakininya.

berbeda dengan yang mau langsung ke Allah. cara langsung ke Allah ini bisa digunakan oleh mereka yang imannya setengah setengah atau mereka yang yakinnya sudah mantap. Sebab minta langsung kepada Allah ini tidak ada ketentuan mau beriman atau setengah beriman.

Sekarang anda mau menggunakan yang mana silahkan mau yang langsung atau wasilah, cuma kalau wasilah ini menjadi kebiasaan akhirnya akan membuat keyakinan kepada Allah tidak akan meningkat, tapi jika mau terus menerus langsung ke Allah dan tidak menggunakan wasilah maka iman kepada Allah akan semakin kuat dan semakin yakin.

masalah Ghoib percayakan kepada Allah tidak perlu ke Jin dkk-nya

Allah penguasa yang ghoib mestinya hal hal yang ghoib ini kita pasrahkan saja kepada Allah. hal ini berbeda dengan yang tidak ghoib dimana segala sesuatunya harus mengikuti sunatullah, atau mengikuti kehendak Allah yang pasti dan pasti terjadi. maka di dalam ghoib tiidak ada yang pasti, tidak semuanya kebal yang disebabkan yang ghoib selamanya kebal, kadang tidak berjalan, karena memang yang ghoib itu tidak mengikuti sunatullah, atau memang tidak ada sunatullahnya. Hal ini menegaskan bahwa sesuatu yang ghoib jangan diserahkan kepada yang bukan empunya ghoib, tapi serahkan saja kepada Allah.

banyak ahli syirik yang selalu berdalih kalau mengamalkan ilmu kebal itu seperti pakai rompi anti peluru ….. atau ilmu lembu sekilan anti nyamuk menyamakan dengan autan atau sari puspa…. jelas beda karena rompi adalah hal yang bukan ghoib sehingga mengikuti hukum sunatullah kalau orang tidak pakai rompi jika ditembak ya mati, hal ini berbeda dengan ilmu kebal bacok pedang karena ilmu kebal berasal dari jin atau khodam atau sejenisnya pastinya tidak ada hukum alam atau sunatullah ya kadang kebal ya kadang tidak, atau malah tidak sama sekali. jadi sekali lagi tidak bisa disamakan. menyamakan antara yang ghoib dan yang bukan ghoib. kalau masalah perbuatan syirik itu terlepas dari ghoib atau tidak ghoib yang menjadi ukuran adalah percaya ALlah atau tidak. Bukan pakai rompi atau tidak, atau pakai autan atau tidak.

sekarang kalau urusan ghoib yang menguasai Allah lha kenapa kita harus melalui jin, khodam dan lainnya. Jin ghoib Allah juga ghoib, kalau minta bantuan jin syirik kalau minta bantuan Allah beriman. jadi ini alasan saya kenapa sebaiknya ditinggalkan saja Jin dan kawan kawannya. kalau anda percaya ada boleh saja tapi jangan di minta apapun atau ditakuti apapun. Percaya kepada yang ghoib selain Allah itu menandakan kelemahan keimanan kita. Tingggalkan jimat, asma, rajah, dan lain lainnya karena secara bawah sadar alat alat itu (jimat, rajah dan sejenisnya) memicu perbuatan syirik.

Jaman sekarang sudah bukan masanya lagi kebal kebalan, rajah rajahan, jimat jimatan, sekarang ini jamannya keyakinan yang lurus dan benar kepada Allah SWT. kalau umat islam saja masih percaya dengan hal hal yang demikian maka pasti tidak akan maju dalam kehidupannya. mau kaya harus ke gunung kawi, mau kebal harus puasa 3 hari tiga malam dan lain sebagainya. Saya sendiri saat ini belajar mengandalkan yang ghoib tapi saya percayakan kepada Allah bukan kepada selainnya. Saya ingin kaya hidup makmur saya percayakan kepada Allah, tidak kepada yang lain. Saya ingin hidup selamat tidak ada bala’ saya percayakan juga kepada Allah tidak dengan keris, rajah, jimat dan lainnya. Cukup Allah saja.

bagi anda yang masih menggunakan jimat dan rapal mantra, rajah atau lainnya, saya sarankan untuk meninggalkannya meski anda berpendapat bahwa saya percaya bahwa Allah lah yang memberi kekuatan kepada jimat atau rajah tapi saya katakan itu tipu muslihat syetan agar kita lebih mempercayai jimat tadi dari pada Allah. Belajarlah bahwa Allah pun bisa kita minta bantuan secara instan. Saya pernah mencoba di depan kawan kawan malam jumatan saya minta kepada Allah ya Allah jadikan tangan saya BESI yang tdk mempan diiris senjata tajam. Dan Allah mengabulkan. Saya jelaskan kepada kawan kawan bahwa saya tidak menggunakan apapun kecuali hanya minta kebal sama Allah. jadi saya menulis ini sudah saya buktikan. bahwa Allah juga mampu membuat kita kebal. tapi itu kembali kepada Anda jika iman anda kurang kuat, atau lebih percaya jimat atau   rajah atau jin dari pada percaya kepada Allah ya silahkan saja tapii ingat resikonya adalah neraka…. karena perbuatan syirik adalah perbuatan dosa yang tidak terampunkan ..naudzubillah min dzalik

susuk kebal

test tingkat kemusyrikan

syirik

bagaimana mengetahui syirik atau tidak

Dalam diskusi malam jumat lalu di padepokan patrap, ada bahasan menarik tentang test kemusyrikan. Diskusi ini muncul karena kriteria perbuatan musrik ini sangat simpang siur. Ada yang menganggap bahwa menggunakan jimat itu syirik, tapi juga ada yang berpendapat bahwa menggunakan jimat tidak syirik asal tetap berkeyakinan kepada Allah bukan pada jimatnya. Kalau yang pertama tidak ada masalah artinya tetap mengharamkan penggunaan jima , tapi yang kedua bahwa boleh menggunakan jimat asal tetap percaya Allah.

Diskusi berlanjut … kemudian saya mengusulkan adanya test kemusyrikan untuk menentukan apakah perbuatan menggunakan jimat itu musyrik atau tidak. test kemusyrikan yang saya ajukan ini sangat sederhana hanya untuk membedakan apakah lebih percaya jimat atau lebih percaya Allah, kalau lebih percaya jimat tentunya masuk perbuatan syirik, tapi kalau lebih percaya Allah berarti tidak masuk perbuatan syirik.

test kemusyrikan ini adalah meniadakan jimat yang digunakan kemudian di coba keampuhan apakah yang masih menggunakan jimat ini masih ampuh atau tidak. contoh nya misalnya seseorang menggunakan jimat kebal maka maka untuk menge test termasuk perbuatan syirik atau tidak jimat tersebut di minta kemudian yang menggunakan jimat di test masih kebal atau tidak. Jika dia tidak membawa jimat kemudian di coba dan tidak apa apa tubuhnya dikenai benda tajam maka jimat tersebut tidak termasuk syirik. tapi jika takut dicoba dikenai benda tajam atau dia takut dan tidak berani berarti penggunaan jimat tersebut termasuk perbuatan syirik.

Jika seseorang berani di bacok kalau dia menggunakan jjimat dan  takut dibacok jika tidak menggunakan jimat maka perbuatannya jelas syirik, karena dia lebih mengandalkan jimat dari Allah. Mestinya mengandalkan Allah tidak dipengaruhi oleh menggunakan jimat atau tidak menggunakan jimat. Beda dengan orang yang berani dibacok baik itu menggunakan jimat atau tidak menggunakan jimat berarti perbuatannya tidak syirik. karena dia lebih mengandalkan Allah dari pada jimat.

 

Mencintai Allah menyebabkan semakin cinta kepada dunia

Saya mencintai Allah tidak sebatas dzat nya saja tapi saya mencintai Allah sampai kepada perbuatan-Nya. Jika Beliau menciptakan dunia ini maka cinta saya juga pada dunia, seperti para pecinta rasul yang tidak hanya mencintai Rasulullah tapi juga mencintai keturunannya. Bagaimana mungkin cinta kepada Allah tapi membenci ciptaannya. Bagaimana mungkin mencinta Allah tapi anti pati dengan ciptannya termasuk dunia ini. Sang tidak mungkin …. Justru sebaliknya semakin cinta kepada Allah maka kita akan semakin cinta kepada dunia.

Tapi jangan hal ini jangan dibalik , kita cinta dunia pasti cinta Allah, ini jelas tidak mungkin. jadi seharusnya yang kita cintai adalah Allah dulu nanti cinta dunia akan tumbuh.

sekarang ini orang belajar tasawuf terjadi kesimpang siuran yang menyebabkan orang yang belajar tasawuf hidupnya di dunia “tidak sukses” sebab ada paradigma yang salah dalam memahami masalah dunia ini. Kalau sudah cintai Allah maka meninggalkan duniawi tidak mau dengan hal hal yang bersifat duniawi, saya kira ini kurang tepat sebab seperti yang saya uraikan di depan jika kita benar dalam mencintai Allah maka justru kita akan semakin cinta kepada dunia.

Duniawi bukanlah sesuatu yang jelek atau buruk, justru duniawi ini sebagai sarana untuk bersyukur kepada Allah, Puncak dari bermakrifat dan mencintai Allah adalah  rasa syukur kepada Allah, rasa syukur ini berarti tidak lagi disibukkan dengan kekurangan duniawi. Secara umum orang yang kekurangan duniawi akan cenderung mengeluh dan berpikir bagaimana untuk bisa hidup tapi orang yang berlebih harta atau kecukupan duniawinya akan lebih mudah bersyukur. Rasulullah kenapa bisa bebas dalam memperjuangkan Islam karena beliau sudah bisa mencapai keadaan ekonomi yang mapan, beliau usia 30an sudah mendapatkan pasif income dari usaha yang sudah Beliau rintis sejak beliau masih beliau. Apa yang beliau pakai (terlihat dari peninggalan harta beliau yang masih tersimpan) menunjukkan bahwa barang barang beliau termasuk barang mewah, ini menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang kaya raya pada masa itu.

Tidak sulit untuk menjadi orang yang sukses di dunia, mudah saja. Selama ini kita menganggap bahwa harta di dunia itu nasib itu sudah di gariskan Allah… ya memang benar kalau itu sudah kita terima tapi kalau belum kita terima belum takdir, berarti kita masih diberi kesempatan seluas luasnya untuk mendapatkan harta yang berlimpah. mencari harta lebih mudah dari pada bermakrifat kepada Allah. Kemudahan mencari duniawi ini bisa dengan mudah kita dapatkan jika kita sudah mencintai Allah lebih dari cinta segalanya nanti harta dengan mudah kita dapatkan.

syarat untuk kaya itu sangat mudah pakai al quran. tapi jangan menggunakan ayat quran untuk dibaca baca, dijadikan mantra mantra itu syirik. jalankan saja ayat quran yang akan saya sebutkan pasti dan pasti nanti rejeki akan datang. mau tahu ayat tersebut ?

tapi maaf ini rahasia kalau semua orang tahu isi ayat ini nanti semua akan kaya raya … nanti repot juga siapa yang akan menjadi pembantu, siapa yang akan menjadi bawahan…… siapa yang miskin…..

saya tidak akan membuka secara umum silahkan untuk gabung di group dzikir nafas di face book disitu nanti ayat yang saya maksud akan saya sebutkan.

Spiritual Journey With Dzikir Nafas

bagi anda yang sudah mempraktekan dzikir nafas dan sudah bisa memisahkan antara jasad dan jiwa (nafs) anda dapat melakukan perjalanan jiwa anda untuk memasuki alam spiritual lebih dalam. Perjalanan ini bukan astral traveling ataupun ngrogo sukmo ataupun out of body experience. Perjalanan spiritual ini merupakan perjalanan kita meunuju kepada Allah SWT.

Pertama yang harus anda lakukan adalah memisahkan diri anda dengan jasad

yang kedua adalah mengalihkan diri, dari jasad ke Jiwa

selanjutnya adalah melakukan kepasrahan diri mengikuti arah jiwa menuju kepada Allah. Pada tahap ini anda seperti naik kereta luncur mengikuti tanpa reserve. Hanya  pasrah dan merasakan apa yang terjadi. dalam suasana ini jika anda baru pertama kali mungkin anda akan merasa takut, itu wajar, yang perlu anda lakukan hanya berserah saja. JIka takut itu semakin kuat berarti memang anda belum siap untuk melakukan perjalanan.

Pada keadaan ini anda diperjalankan oleh Allah untuk hadir dihadapan Allah SWT. JIka pada suasana ini sampaikan kepada Allah …Subhanallah…. jangan malah bertanya ini apa, kok bisa begini, nanti bagaimana, kalau mati bagaimana…… rasanya memang menakutkan… tapi tetaplah berserah dan memuji Allah maha suci Allah karena kita telah diperjalankan menuju kepada Allah SWT.

baiklah semoga kita dituntun Allah untuk melakukan perjalanan spiritual.

Dzikir tidak ada hubungannya dengan sugesti

Ada sebagian yang mengatakan bahwa dzikir dapat menjadi self sugestion bagi yang melakukan. Tapi menurut saya pendapat ini tidak benar. Jika seseorang melakukan dzikir dengan benar maka apa apa yang dia peroleh dari dzikir tersebut bukanlah hasil self sugetion ada beberapa alasan yang akan saya sebutkan :

  1. Jika seseorang melakukan dzikir dengan benar maka ada suatu yang aktif yaitu keadaan di atas sadar atau super consiousness, keadaan ini sangat berbeda dengan keadaan bawah sadar atau subconsiousness. Kalau orang dzikir ada kesambungan dengan Allah sang maha segalanya maka yang aktif adalah super sadar, super sadar ini kekuatannya akan melebihi bawah sadar. Namun jika dzikirnya hanya bermain di makna dzikir tanpa ada kesambungan dengan Allah maka yang aktif adalah bawah sadar. Sugesti bisa teraktifasi melalui pikiran bawah sadar bukan di atas sadar. Itulah alasan utama saya kenapa dzikir (silatun) tidak ada hubungannya dengan bawah sadar ataupun sugesti.
  2. alasan kedua saya, kalau sugesti itu dilakukan antar manusia (misalnya melalui NLP atau hipnosis) atau dilakukan secara sendiri (self sugestion) kedua keduanya bersifat dilakukan antar manusia atau pada manusia itu sendiri sedangkan dzikir dilakukan antara Allah dan manusia (kita). Jadi kalau saya dzikir yaa ghonii kemudian rejeki saya melimpah maka sebenarnya saya tidak mensugesti saya sendiri untuk kaya tapi Allah lah yang membuat saya menjadi kaya.

Dua alasan saya diatas merupakan jawaban dari sebagian orang atau bahkan ahli yang secara tidak sengaja bagi saya merendahkan amalan dzikir. Pengertian yang menjelaskan bahwa dzikir bisa menjadi self sugestion dapat menyesatkan pikiran seolah kita bisa berbuat sesuka hati kita tanpa ada campur tangan Allah SWT. tentunya pengertian “tidak ada campur tangan Allah” ini menjadi sangat bahaya bagi keimanan dan ketauhidan kita.

 

sukses duniawi ada di surat Al Insyirah ayat 7 dan 8

pada surat al insyirah ayat 7 disebutkan bahwa setelah melakukan pekerjaan segera kerjakan pekerjaan berikutnya dengan sungguh sungguh. ayat ini menunjukkan betapa Islam tidak menyianyiakan waktu. Sifat orang yang sukses baik dunia terlebih akhirat adalah tidak menyianyiakan waktunya.

saya teringat sekali ketika dulu waktu saya di taman kanak kanak saya diajari menyanyi

bangun tidur ku terus mandi

tidak lupa menggosok gigi

habis mandi ku tolong ibu

membersihkan tempat tidur ku

nampaknya lagu ini sangat sesuai sekali dengan ayat ke 7 dari sura al insyirah ini.

jadi bangun tidur tidak di tunda dengan melamun atau bermalas malasan tapi langsung mandi, tidak ada melamun tidak ada duduk duduk, tapi langsung ambil handuk ganti baju dan mandi.

hidup memang tidak pernah lepas dari pekerjaan, kalau kita ingin menjadi orang yang berguna pastinya setiap detik waktu kita harus kita gunakan yang berguna. Kalau kita memang orang yang tidak berguna pasti waktu yang kita gunakan untuk sesuatu yang tidak berguna. hidup  manusia sangatlah pendek. just in sixty years average , jadi sangat kita sayangkan jika waktu yang singkat ini tidak kita lakukan sesuatu yang berguna.

Saya saat ini bersama kawan kawan di solo membuat sebuah yayasan yaitu yayasan solo spirit islam, sengaja ini saya buat agar hidup  saya dan kawan kawan disini bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya beranikan diri untuk berbuat, saya niatkan suatu cita cita tinggi yaitu bagaimana umat islam dapat tercerahkan … seperti cita cita mbah Hasyim Asyhari pendiri NU dan mbah Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah… cita cita beliau sampai saat ini masih bisa kita rasakan meski beliau sendiri sudah tiada. saya dan kawan kawan disini pun menginginkan sama seperti belaiu beliau.

Pekerjaan akan selalu ada ketika kita bercita cita, ketika kita memiliki impian, ketika kita memiliki keinginan. Pekerjaan adalah jalan yang dibuatkan Allah agar kita dapat mencapainya. Maka jika kita sudah bercita cita jalankan cita citanya atau lakukan apa-apa yang bisa mengarah pada cita cita tersebut dan yang terakhir seperti yang tercantum dalam ayat kedelapan hanya kepada Mu lah kami berharap, jadi setelah semua kita lakukan maka kita harus tetap berharap dengan penuh keyakinan bahwa cita cita itu akan diwujudkan Allah SWT..

jika surat Al Insyirah ini dapat kita lakukan terutama pada ayat ke 7 dan ke 8 maka duniawi kita akan sangat menyenangkan dan akhirat nantinya lebih menyenangkan lagi.

zero mind tidak hanya teori ataupun filosofi

Zero mind adalah keadaan jiwa atau nafs yang mencapai kembali kepada asalnya yaitu fitrah. Secara lebih mudah keadaan fitrah ini adalah kembalinya jiwa pada keadaan semula yang berupa “diri” bukan ‘aku”. Keadaan zero ini bukan sesuatu yang lebih pada teori atau filosofi saja tapi harus di alami sebagai sebuah keadaan. Kalau zero hanya menjadi wacana saja, menjadi sesuatu yang di kaji kaji, diperbincangkan maka sama saja membicarakan enaknya makan “thengkleng solo” dengan cara makan yang sangat unik…. rasa yang nano nano… tapi hanya membicarakan bersama tidak makan thengkleng. Bagaimana bisa mendapatkan rasa yang sejati jika tidak makan thengkleng solo.

Aplikasi zero mind ini sangat luas, keluar dalam bentuk perilaku dan masuk ke dalam jiwa sehingga benar benar bersih dari “aku” atau dalam bahasa arabnya “ananiyah”. saya kira inilah kunci atau puncak dari belajar spiritual, yaitu menghilangkan sifat ananiyah.

dan itu tugas kita hanyalah menghilangkan ke aku an kita. Nah bagi yang sudah berjalan menuju kepada Allah dan menemukan perismpangan jalan disini kadang terjadi kebingungan apakah yang kosong ini Allah, atau.. lho kok aku jadi Allah…. sehingga perlu saya jelaskan disini agar terjadinya persimpangan jalan ini tidak membuat terhambatnya perjalanan. tugas kita sebagai manusia adalah meniadakan diri aku menjadi diri yang bukan aku (diri yang sejati) yaitu keadaan zero tersebut. kalau kita masih mengakui bahwa yang kosong atau yang zero ini adalah Allah maka sebenarnya terjadi kekosongan yang palsu atau semu karena ada aku Allah.  tak layak kita mengakui aku menjadi Allah. oleh karena itu setelah kita zero maka berhenti saja disitu jangan mengaku bahwa aku ini adalah Allah. Biarkan nanti Allah mengajarkan siapa Dirinya Allah dan siapa yang bukan Allah. Tidak perlu kita mengaku aku setalah mendapatkan rasa kosong, mengaku menjadi Allah. Saya katakan ini adalah jalan persimpangan sehingga harus hati hati dan tahu ilmunya. Sebenarnya keadaan seperti ini adalah sudah baik cuma kita harus tahu harus bagaimana setelah itu. Bagi yang mengalami keadaan ini tentunya akan sedikit bingung dengan apa yang saya tuliskan ini.

teknik patrap atau dzikir nafas ataupun meditasi syukur yang saya sampaikan di blog ini merupakan cara atau metode untuk mendapatkan keadaan zero mind. Oleh karena itu jika metode ini sudah anda praktekan dan mendapatkan keadaan zero maka tugas selanjutnya adalah seperti yang saya tuliskan pada paragraf diatas bahwa kita hanya diam jangan menggunakan persepsi persepsi lagi, jangan menggunakan asumsi asumsi bahwa yang kosong ini adalah Allah, bahwa yang kosong ini adalah puncak makrifat atau asumsi lainnya. cukup hanya diam dan diam saja tunduk di hadapan Allah.

Tulisan ini juga mengajak kepada siapapun yang sedang mendalami spiritualitas keislaman untuk tidak hanya membicarakan tasawuf dalam ranah diskusi ataupun perbincangan. memperbincangkan tasawuf tanpa melakukan perjalanan bisa membuat ke ego an semakin kuat, ke akuan semakin kuat karena merasa berilmu , merasa tahu, merasa bisa… padahal itu semua harus kita tinggalkan.

marilah kita amalkan ibadah keislaman yang sesuai syariat ini sebagai langkah kita untuk mengenolkan diri, membawa kita pada keadaan zero mind. Sehingga ibadah kita benar benar manfaat dunia dan akhirat.

Ibrahim : 4 bagaimana jika kita sedang di sesatkan Allah

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Ayat di atas menegaskan bahwa Allahlah yang menjadikan kita baik atau tidak baik. Yang menyesatkan Allah dan yang memberi petunjuk juga Allah. Sehingga atau jika memang demikian kita harus tahu dan sadar kita sedang di sesatkan atau sedang dalam petunjuk Nya. Jika kita sedang disesatkan cepat cepat lah untuk minta ampun Allah SWT dan mohon diberi petuniuk dari Allah.
Jangan mau kalau kita disesatkan.