bagaimana sholat dapat membentuk karakter

kunci dari pada akhlak adalah berakhlak kepada Allah terlebih dahulu baru kemudian nanti akan berdampak kepada manusia. Berakhlak kepada Allah akan menyebabkan kita berakhlak siang malam non stop 24 jam karena Allah bersama kita dan selalu mengawasi kita. Nah di dalam sholat semua yang kita lakukan baik gerakan maupun bacaan sholat adalah ekspersi akhlak kita kepada Allah. misalnya akhlak berserah, ahklak memuji, menghormat, berdoa dan seterusnya. Jika semua bacaan dan gerakan sholat ini benar benar kita lakukan dengan segenap jiwa maka kita akan mendapatkan jiwa yang berahlak kepada Allah.

Jiwa yang berakhlak ini nantinya akan menyebar dalam aktivitas kita sehari hari (sholat daim) terutama ketika kita berinteraksi dengan manusia dan alam sekitar kita. bagaimana sikap sujud kita kepada Allah menyebabkan kita mampu untuk menghargai manusia menghargai alam, tidak merendahkan apalagi berbuat kerusakan. Sikap memohon kepada Allah dalam duduk iftirasy menyebabkan kita mampu meyakini hidup kita di tanggung Allah dan kita tidak merasa khawatir lagi dengan apa apa yang terjadi, rasa tenang, rasa damai akan selalu mennyelimuti jiwa orang yang duduk iftiras dengan benar.

itu baru duduk iftirasy dan baru sujud nantinya akan banyak sekalu pengaruh sholat dalam diri kita. jadi kuncinya adalah berakhlak kepada Allah maka kita akan berakhlak terhadap ciptaannya.

menyinggung pendidikan karakter yang ada di dunia pendidikan saat ini sebaiknya anak didik harus diajarkan bagaimana berakhlak kepada Allah. anak didik harus sejak dini bagaimana bersujud dengan benar di hadapan Allah SWT. Pendidikan karakter bukanlah terori  akhlak tapi lebih sisi praktek yaitu mempraktekan bagaiman taat kepada Allah SWT.

___________________________________________

Insya Allah 7 Juni 2014 Program di Terengganu Malaysia

keluar dari zona aman untuk usia 40 tahun

lho memangnya yang bisa keluar zona aman hanya anak muda, untuk orang orang yang memasuki masa tua atau dewasa akhir ini juga harus berani keluar dari zona aman. Maksud saya bukan untuk mencari materi lagi tapi keluar zona aman untuk masuk pada wilayah spiritual yang lebih dalam. apa bentuk zona aman untuk usia 40 an, keluar dari zona aman pada usia ini misalnya berani meninggalkan materi secara hakikat, menuju sesuatu yang bukan lagi materi yaitu spiritual.

berani tidak kita keluar dari wilayah duniawi ini?

Ada celah solusi dibalik syukur

biasanya orang punya masalah selalu memikirkan hal hal yang negatif yang tidak ada unsur syukur sama sekali, maka bisa dipastikan masalahnya tidak cepat selesai bahkan malah tambah runyam. Sekarang cobalah untuk bersyukur, setitik syukur yang anda pancarkan ke dalam diri anda, keluarga, dan lingkungan sekitar maka akan bisa menjadi jalan terang menuju penyelesaian masalah. dari titik syukur inilah anda akan melangkah menuju kebahagiaan.

apapun masalahnya syukur solusinya

keberhasilan hidup

keberhasilan hidup tergantung masa sebelumnya. Ketika anak anak menjelang remaja maka kita bersiap siap meninggalkan masa anak anak, untuk mempersiapkan masa remaja, masa inilah yang dimaksud dengan transisi. pada masa ini kita harus benar benar menjadi seolah olah sudah remaja meski masih tahap belajar, demikian pula ketika masuk remaja setelah kita mampu beradaptasi kita harus bersiap siap untuk menjadi dewasa, kita harus benar benar mempersiapkan diri untuk memasuki masa dewasa jangan sampai nanti kita gagal menjadi orang dewasa.

setelah dewasa kita sudah berkeluarga, memiliki rumah, anak dan istri kita harus bersiap siap untuk menjadi orang tua, untuk menjadi tua, usia ini di mulai pada usia 40an tahun. Ketika kita sudah mulai menginjak usia ini maka kita harus siap siap untuk sukses menjadi orang tua, sukses menjadi pensiunan dan sukses menjadi orang yang bermanfaat bagi alam sekitar kita. Apa yang kita lakukan sudah bukan karier lagi namun lebih dari itu yaitu saatnya untuk mengolah spiritual lebih matang lagi. sayang kalau kita memasuki spiritual tapi sudah tua, otak kita tidak akan secerdas ketika masih usia 40an dalam menerima ilham ilham laduni Allah SWT.

keberhasilan hidup kita saat ini kita tentukan masa lalu kita, keberhasilan hidup masa depan kita tentukan sekarang.

Note:

saya menulis ini sambil mendengarkan lagu dari wall adik saya Dwi Utomo, terasa mak cles ….selamat jalan kekasih yang dinyanyikan crisye

saatnya meninggalkan masa lalu untuk menghadapkan diri masa depan…

penghafal al quran rejeki ditangung Allah, mungkinkah?

jawab saya adalah tergantung, kalau Quran hanya sebatas dihafal saja tidak ada tindak lanjutnya maka jelas Allah tidak akan menjamin rejeki bagi penghafal al quran. sangat tidak mungkin hanya duduk deres quran kemudian tiba tiba uang datang uang atau datang rejeki. Ada beberapa motivasi para penghafal quran yang mendasarkan pada : bahwa rejeki penghafal ini akan di tanggung Allah.

Saya sangat mengkritisi ini agar niat dalam menghafal al quran tidak di kaitkan dengan target duniawi tetap niat menghafal adalah agar mudah dalam menjalankan alquran. Orang yang hafal al quran pada dirinya sudah ada alquran yang setiap waktu bisa diakses kapanpun dan dimanapun. beda dengan mereka yang tidak hafal al quran mereka harus bertanya kepada “mbah google” untuk mendapatkan informasi tentang al quran, atau melalalui ustad atau kyai.

Jika menghafal al quran tujuannya untuk mendapatkan kemudahan akses pedoman hidup maka saya berani mengatakan bahwa rejeki penghafal akan dintanggung Allah. Sebab Al Quran ini tidak hanya untuk sebatas di hafal tapi untuk diamalkan. Misalnya begini orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya. Maka dengan menjalankan syukur ini hidupnya akan bahagia dan akan ditambah nikmatnya. Coba jika ayat quran tersebut hanya sekedar di hafal saja apakah Allah akan menambah nikmatnya ? saya kira tidak, sebab kunci ditambah nikmatnya ini adalah dengan bersyukur.

Jika quran diamalkan maka jelas rejeki akan lancar, itu sudah kunci. Kemarin saya ngopbrol dengan salah satu penghafal quran memang masih ada para penghafal quran yang menghafal sekedar menghafal belum sampai pada taraf memahami isi alquran terlebih mengamalkan, hal ini tentunya menjadi perhatian kita terutama sekali para pengelola sekolah menghafal al quran. Sangat disayangkan jika sekolah atau pondok hufad atau madrasah hufad yang fokus hanya pada menghafal saja. seharusnya mereka diajarkan ayat demi ayat dari yang mereka hafal untuk diamalkan.

saya pernah mendengar dari guru saya ust abu sangkan bahwa mukjizat al quran ini akan muncul jika isinya diamalkan, jadi tidak sebatas hanya dihafal saja. Saya berani mengatakan bahwa 75% lebih kesejahteraan para penghafal di indonesia kurang sejahtera, hal ini sangat disayangkan. Bukannya kemudian kita memberikan santunan ke para penghafal namun ada kesalahan pendidikan pada ponpes hufad ini yaitu mereka tidak diajarkan hingga mempraktekan bagaimana mengamalkan ayat demi ayat dari ayat yang mereka hafal. Kalau ust Yusuf mansyur membuat program menghafal ayat demi ayat al quran maka kita seharusnya berani  buiat program mengamalkan ayat demi ayat dari al quran (tidak hanya satu hari menghafal ayat tapi satu hari mengamalkan 1 ayat).

Masalah rejeki ini masalah kesejahteraan hidup, maka para penghafal harus juga di ajarkan bagaimana mencapai kesejahteraan hidup, artinya jangan hanya diminta menghafal pagi dan siang dan malam, kasihan jika nanti mereka sudah hafal kemudian tidak tahu lagi mereka harus melakukan apa? padahal mereka tentunya juga punya anak dan punya istri. Mereka dituntut untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Tulisan saya ini jangan dianggap tulisan matre, atau fokus pada materi, dalam tulisan ini saya mengkritisi sebaiknya memang fokus sekolah menghafal lebih di fokuskan pada pengamalan al quran. Atau minimal memperkenalkan santri bagaimana mengiplementasikan hafalannya untuk hidup bahagia di dunia.

lepaskan ego pertahankan diri sejati

Berspiritual harus bisa melepaskan ego untuk menemunkan diri sejati. Diri sejati ini harus tetap ada agar kita tidak masuk dalam wilayah “jadzab”. orang yang jadzab dia berarti masuk terlalu dalam hingga lupa akan siapa diri sejatinya. Orang jadzab sudah bisa menghilangkan ego tapi kebablasan.

Sebagai seorang hamba Allah kita harus bisa melepaskan ego dan harus bisa mempertahankan diri sejati sebagai identitas seorang hamba. Rasulullah adalah contoh yang paling baik dimana beliau sudah masuk dalam wilayah lepas ego namun masih mempertahankan diri sejati beliau sebagai seorang hamba yang sujud, sholat, haji, berserah diri dan lain lain. Kalau orang tidak mencontoh Rasulullah maka dia akan kebablasan dan akhirnya menganggap dirinya tidak ada yang pada akhirnya tidake mau mengikuti syariat nabi SAW.

 

Sedekah atau bayar hutang?

kira kira wajib mana antara sedekah dan bayar hutang? kalau lebih wajib membayar hutang berarti lebih baik membayar hutang dari pada sedekah. memang dengan sedekah Allah akan memudahkan urusan urusan kita jika kita ihlas… masalahnya kan jadi lain ketika kita punya hutang kemudian sedekah dengan harapan bahwa sedekah kita bisa melunasi hutang dimana hal ini menyebabkan kita tidak ihlas lagi. Kalau sudah tidak ihlas karena Allah tapi karena hutang bagaimana Allah akan memberikan kemudahan bagi kita untuk melunasi hutang hutang kita.

Hidup itu yang logis logis saja karena semua alam semesta ini bergerak berdasar pada logika atau sunatullah. jadi selesaikan masalah dengan sunatullah itu malah lebih baik dari pada dengan hal hal yang bersifat ghoib sedangkan kita sendiri mungkin dari segi keyakinan kurang.

Boleh menggunakan yang ghoib namun harus disertai dengan keyakinan dan keihlasan yang benar. jangan kita meniru kyai atau ustad yang memang sudah berada pada wilayah yakin dan ihlas pasti dia akan di tolong Allah dengan sedekah sedekah yang beliau jalankan, tapi sekali lagi itu tidak bisa kita tiru begitu saja. akan lebih baik kalau kita sedekah ya niat sedekah saja karena Allah bukan karena hutang atau yang lainnya

baik jadi pilihan kalau saya ada pada bayar hutang dari pada sedekah, tapi bagi bapak kyai atau ustad yang sudah bisa ihlas silahkan untuk banyak sedekah.

Besuk Hutang harus lunas, terus bagaimana ?

sebelum membahas masalah ini pertanyaan yang ada adalah apakah ada uang untuk membayar hutang tersebut, jika tidak ada,  pertanyaan berikutinya adalah apakah ada aset yang bisa di jual untuk melunasi hutang tersebut? jika memang tidak ada juga .. maka hadapilah dengan mengandalkan Allah. Jika kita berani menghadapi masalah hutang ini dengan Allah atau bersama sama Allah dan kita yakin bahwa Allah memberikan solusi hutang tentunya tidak harus dengan uang maka kita akan berani menghadapi masalah hutang ini meski sudah masuk detik detik terakhir atau bahkan sudah jatuh tempo.

Permasalahan utama dalam menghadapi masalah jatuh tempo hutang ini adalah masalah keberanian dalam menghadapinya dimana ada dua hal

  1. keberanian membayar hutang dengan aset yang ada
  2. keberanian menghadapi jatuh tempo meski tidak punya apa apa lagi

jika 2 keberanian ini bisa terselesaikan maka masalah hutang akan terselesaikan. Agar kuat secara mental ada cara spiritual yang bisa kita gunakan yaitu mengajak serta Allah dalam menghadapi masalah hutang. Allah akan membantu tidak harus dengan uang, Allah akan membantu dengan cara Beliau maka percayakan saja jika kita memiliki hutang yang sudah mendekati jatuh tempo.

“jokowi adalah kita” sebuah iklan bawah sadar

ini sekedar pendapat saya saja… iklan jokowi for presiden sudah sering muncul di televisi. hari ini saya menyaksikan iklan pak Jokowi lebih mengedapankan proses alam pikir bawah sadar dari pemirsa. Pemirsa tidak secara langsung di tonjolkan figur jokowinya tapi lebih pada sebuah kebersamaan yang tersamar sehingga nampak antara jokowi dan kita adalah sama. tentunya ini akan menjadikan kita menjadi sepaham dengan jokowi secara tidak sadar. coba bandingkan dengan iklan yang lebih menonjolkon sosok atau figur pasti akan terjadi antara kita dan calon presiden atau antara saya dan bukan saya atau antara kita dan bukan kita. Nampaknya konsultan jokowi mengenai iklan menjadi presiden sudah menggunakan teknologi alam bawah sadar atau yang sekarang kita sebut dengan NLP neuro lingusitic programming. dalam terminologi iklan jokowi ini istilah NLPnya adalah pacing dimana masyarakat dibuat se hati dengan pak Jokowi. kalau sudah terjadi proses sehati maka selanjutnya pasti iklannya “leading” artinya program program disampaikan dan akan mendapatkan persetujuan dari masyarakat luas.

dengan teknologi iklan ini maka boleh dikatakan para pengusung jokowi selangkah lebih maju.

iklan jokowi adalah kita, kampanye jokowi adalah kita, jokowi adalh kita

Jokowi Adalah Kita

koalisi politik tidak bisa menjadi kriteria memilih calon presiden (lanjutan)

melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya klik this http://solospiritislam.com/cara-memilih-presiden-jokowi-atau-prabowo-metode-kauniyah/ ternyata banyak juga kawan kawan di FB dan Twitter bahkan di komen tulisan saya seblumnya yang mendasarkan pada jumlah koalisi. Sekali lagi bahwa kita memilih presiden bukan koalisi. Jadi kita kesampingkan koalisi, sebab koalisi terdiri dari partai partai dan namanya partai pasti punya kepentingan sendiri sendiri… terbukti era Bp SBY yang berkoalisi dan sesama koalisi silang pendapat. Tulisan ini merupakan kelanjutan dari metode saya tentang memilih calon presiden yang berdasarkan ayat kauniyah…. koalisi tidak selalu positif, gara gara banyak koalisi malah menyebabkan kebinet gendut dan ini berdampak kurang positif pada kinerja kepresidenan…. sudahlah… yang namanya partai itu pasti individualis… tidak mungkin satu partai lebur menjadi bentuk koalisi baru dan menghilangkan identitas partai lamanya… jelas tidak mungkin. sudah banyak pengalaman dan pelajaran perpolitikan di indonesia… setiap partai punya jurus untuk menenangkan dirinya sendiri bukan partai orang lain. Sehingga jelas koalisi tidak bisa menjadi kriteria untuk menentukan pilihan presiden