Articles from May 2014

Cara memilih presiden ; Jokowi atau Prabowo. metode kauniyah

di dunia maya, di dunia media dan di forum forum informal seperti kedai kopi, wedangan, hik dan lainnya banyak menawarkan dua sosok yang akan memimpin negara kita Indonesia.

Solo spirit islam sebagai warga biasa yang memiliki visi besar ingin memberikan suatu alternatif untuk memilih satu diantara keduanya. saya tidak akan memberikan cara cara ghoib seperti menunggu wangsit atau menunggu kabar berita ghoib…. saya hanya ingin memberikan satu alternatif bahwa bahasa Allah tercermin dalam kenyataan yang merupakan ayat kauniyah yaitu ayat ayat yang sudah nyata nyata sudah ada bukti. Cara Allah menginginkan presiden indonesia tentunya agar indonesia menjadi negara yang lebih baik akan kembali kepada warga indonesia sendiri apakah peka dengan kalam ilahi yang berupa ayat kauniyah atau malah memperturutkan hawa nafsu.

secara praktis begini, pilihlah presiden yang memiliki pengalaman, itu yang pertama terserah anda mau berpendapat yang berpengalaman itu prabowo atau jokowi. Coba tanyakan kepada orang orang yang sudah pernah dipimpinnya bagaimana dia memimpin. Ingat bahwa ayat kauniyah harus di lihat fakta bukan katanya katanya (untuk itu saya sarankan “jangan mempercayai propaganda media terhadap salah satu calon presiden” sekali lagi anda harus terjun langsung. jadi kalau prabowo tanyalah kepada anggota TNI yang pernah beliau pimpin kalau Jokowi tanyalah orang solo (jangan DKI) yang sudah 2 periode dipimpin beliau, perubahan apa yang sudah beliau hasilkan ….jika keduanya OK semua coba timbang lagi kira kira yang kompeten memimpin indonesia siapa yang lebih cocok.

cara yang kedua adalah ; bahwa anda harus bersih dari hawa nafsu untuk memilih salah satu dari keduanya. Anda harus netral karena ayat kauniyah dapat terbaca jika hati dan pikiran kita netral. Jangan menjatuhkan pilihat terlebih dahulu bersihkan dari semua kecenderungan hati. Anda akan terjebak jika memilih berdasarkan hati nurani, karena hati nurani tidak bisa dipegang kebenarannya. Misalnya anda melihat dari sisi bukan fakta;  dari fotonya, dari programnya, dari janjinya, dari keturunannya dan aspek lainnya.

Murnikan hati dalam memilih, saya sarankan juga jangan membuat asumsi asumsi yang tidak ada kebenarannya misalnya ini disetir oleh yahudi dan amerika… ya ndak papa kalau ada bukti yang jelas dan itu diakui oleh beliau beliau bahwa mereka didukung yahudi… tapi jika itu hanya isu dan propaganda sebaiknya jangan diindahkan.

jangan menggunakan kepekaan jiwa misalnya menggunakan ilham Allah, menggunakan intuisi, menggunakan wangsit, kecuali anda waliyullah kecuali anda seorang yang benar benar beriman dan sudah sering mendapatkan ilham dan anda sangat percaya dari ilham yang anda terima. Tapi jika anda tidak mampu anda bukan tipe orang yang “ilhamis” sebaiknya ikuti ayat ayat Allah yang nyata nyata, ini lebih riil ini lebih realitstis, dan ini lebih bisa didapat oleh siapapun.

Gunakan logika terbalik… jadi begini jangan memilih orang yang minta jabatan… itu artinya bahwa jangan memilih calon presiden yang terlalu bombastis dalam mengiklankan dirinya agar kita memilih. Lebih baik Pilih yang lebih sederhana yang lebih relaks dan santai.

Lihat raut muka kedua calon presiden lihatlah tampang mukanya maka anda akan bisa membaca bagaimana nanti calon tersebut akan memimpin negara. Seorang calon pemimpin diperlukan orang yang relaks sehingga ide solusinya smart original dan bisa dijalankan. Jangan memilih wajah yang tegang, kaku dan mahal senyum. Sebab nanti ketika beliau memimpin negarapun akan demikian. Permasalah negara yang rumit ini tidak akan bisa diselesaikan dengan baik oleh orang yang memiliki wajah tegang pikirannya tegang yang akhirnya main kasar.

sekali lagi saya tidak memberikan piliha jokowi atau prabowo tapi coba gunakan kenyataan lalu baca perintah al quran adalah tubshirun, tatafakarun ta’kilun …. melihat meneliti dan berpikir dari fakta fakta yang ada, bukan dari berita.

Selamat memilih, semoga siapapun yang menjadi presiden bisa menjadikan Umat Islam lebih tercerahkan.

Diproses Allah SWT

Rekan rekan seperjuangan dalam mendapatkan ridlo Allah, bahwa semua yang kita alami sekarang adalah proses dari Allah SWT, maka jalani saja apa yang dikehendaki Allah SWT. Berjalan di dalam ridlo Allah maka suka suka Allah saja dalam membina dna mendidik kita. Bicara sejarah hingga sekarang pasti ada suatu titik terang menuju kecemerlangan diri. mungkin jalannya begitu terjal dan tidak mengikuti alam pikiran kita namun ternyata jalan itu adalah jalan pintas menuju kecemerlangan.

Apa apa yang kita niatkan di masa lalu langsung diproses Allah dan hasilnya adalah apa yang kita rasakan sekarang, sedangkan apa yang kita niatkan hari ini akan diproses Allah saat ini dan hasilnya akan terasa di masa yang akan datang. maka dari itu niatkan sesuatu yang positif.

shalawat yang benar

ada beberapa cara bershalawat dengan benar, yang pertama adalah niat. Niat awal ini sangat penting agar apa yang kita lakukan yaitu bershalawat kepada Nabi SAW dapat memberikan hasil maksimal. Niat yang benar dalam bershalawat adalah mendoakan rasulullah. jadi sebenarnya shalawat adalah doa bukan yang lain. Niat yang satu ini harus ada dan harus dilakukan sebelum kita menjalankan shalawat. hakikat shalawat adalah mendoakan Rasulullah, jadi masuklah ke suasana hakikat yaitu suasana mendoakan Rasulullah.

jangan mencampuri niat shalawat dengan tujuan tujuan lain selain medoakan Rasulullah. Meski banyak khasiat shalawat jangan sampai niat ihlas mendoakan Rasulullah ini tercampuri hal yang lain. Biarkan saja khasiat itu ada tapi itu bukan tujuan kita. Boleh boleh saja  memilih shalawat sesuai khasiatnya tapi dalam masalah niat jangan sampai ada terbetik niat untuk mendapatkan manfaat dari shalawat. niat harus benar dan lurus. salah niat bisa menyebabkan salah selanjutnya.

Kedua, menyambungkan diri kepada Allah SWT, ini jelas dalam setiap shalawat kita harus menyebut Allah dalam setiap awal shalawat. Setiap shalawat tidak boleh le[pas dari Allah. karena juga, doa yang kita tunjukkan adalah ditujukan kepada Allah, atau kita berdoa kepada Allah.  jadi shalawat adalah kita minta kepada Allah agar Rasulullah selalui diberikan keselamatan dan rahmat dari Allah SWT.

Jika tidak ada guru maka gurunya syetan

sebelum saya membahas lebih lanjut tentang ini saya akan mengajukan pertanyaan. Siapa yang bisa mengalahkan syetan? dan siapa yang tahu kalau orang tersebut bisa mengalahkan syetan? kita semua tidak tahu. ada beberapa alasan bahwa kita kalah dengan syetan.

1. syetan melihat kita sedangkan kita tidak bisa melihat syetan

2. syetan  memiliki ijin khusus dari Allah SWT untuk menggoda anak turunan adam termasuk para ulama dan kyai (sebab gelar ini tidak menjamin bahwa ulama atau kyai bisa mengalahkan syetan)

3. Syetan mengalir dalam darah kita … bagaimana kita bisa mengalahkannya?

baik dengan beberapa alasan tersebut maka mustahil kalau guru kita yang dapat mengalahkan syetan adalah manusia. Sebab sangat sulit… okelah kalau guru kita sudah terbebas dari goda syetan apakah kita bisa terbebas? ndak juga kan… mungkin guru kita hanya bisa mengajarkan dan mengarahkan namun tidak mungkin guru kita menurunkan hingga kita terbebas dari goda syetan.

maka dari itu Guru yang bisa mengalahkan syetan ya Guru Sejati kita yaitu Allah SWT. maka pernyataan bahwa jika tidak ada guru dalam menuju kepada Allah maka syetan akan membimbing maka kita harus menjadikan Allah adalah Guru kita yang sebenar benarnya. Bukan manusia. Allah nantinya membimbing secara ruhani dan kejiwaan. Allah akan mendudukkan kita pada kedudukan kedudukan yang semakin mendekatkan kita kepada Allah.

Selama kita berguru kepada Allah maka kita tidak perlu takut untuk selalu mendekat kepada Allah tapi takutlah jika kita lebih percaya kepada manusia dalam mendekat kepada Allah. Manusia itu bisa berupa guru spiritual, guru mursyid, kyai, ustad atau ulama. atau yang lainnya. Sebab sekali lagi bahwa beliau beliau tidak akan bisa membebaskan kita dari godaan syetan. jadikanlah beliau beliau sebagai tempat berdiskusi dan sahabat untuk bersama sama berjalan menuju kepada Allah serta bersama sama berguru kepada sanga Guru Sejati yaitu Allah SWT.

Jika guru kita adalah Alla SWT maka kita akan dibebaskan dari semua godaan syetan oleh siapa ya oleh Allah sendiri.

sudah sesat tapi masih takut sesat

he he sebelumnya saya minta maaf, kepada siapapun yang takut untuk menuju ke Allah tapi takut sesat. Karena pasti anda berada pada keadaan sesat. Lebih baik masih sesat tapi belajar menuju kepada Allah dari pada sudah sesat masih takut untuk menuju kepada Allah. itu sama saja dengan sudah sesat tapi takut sesat.

saya ada program shalat khusyu, dzikir nafas, kemudian ada banyak program program para ustad dan dai untuk secara khusus belajar menuju kepada Allah, tapi aneh responnya adalah jangan ikuti itu semua karena jangan jangan nanti malah sesat. apa nggak aneh ya kan. sudah sesat takut sesat.

 

jangan mencela masa lalu

Masa lalu adalah bagian yang tidak terlepaskan dari kita, kita tidak akan bisa melupakan masa lalu kita, memori kita ini tidak seperti hard disk yang bisa di isi dan di hapus sesuka kita, jika kita sudah mengalami maka akan tersimpan selamanya. Untuk itu janganlah kita merasa lebih baik dari yang dulu dengan melupakan peranan pengalaman masa lalu kita.

Apalagi dalam belajar spiritual ini atau belajar berTuhan. dulu saya belajar yang namanya patrap sekitar tahun 2000an dengan patrap ini menghantarkan saya pada pengenalan Tuhan Allah secara mendalam pada diri saya. bagi saya pengalaman patrap adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Meski saat ini saya tidak lagi sesering menggunakan latihan patrap tapi saya tetap menjadikan patrap sebagai tonggak paling bersejarah dalam perjalanan spiritual saya. rasanya saya bisa “kualat” jika saya mengatakan bahwa patrap itu sesat, patrap itu tidak benar. Patrap adalah masa lalu saya dimana saya harus menghormatinya sebagai perjalanan spiritual saya.

Insya Allah saya tidak akan mencela patrap sampai kapanpun. Sayapun tidak mempedulikan mereka yang dulunya belajar patrap kemudian merasa paling sholeh lalu mencela sedemikian rupa tentang patrap dengan bahasa bahasa agama yang seolah paling benar. Mengapa saya berbeda dalam hal ini, karena saya menganggap bahwa ajaran patrap adalah ajaran akhlak kepada Allah.

kembali ke masalah mencela masa lalu

mencela masa lalu sangat berbahaya karena sama saja kita menusuk nusuk dengan jarum tajam di otak kita, sama saja kita menolak anak kita sendiri… akibat yang di derita sangat fatal. biasanya orang yang demikian yaitu orang yang mencela masa lalunya sedemikian rupa maka dia akan mengalami sakit kepala yang akut. karena memori manusia ada di otak, nah ketika menolak isi memorinya berarti dia sedang membuat jalur penyakit di otaknya. kesembuhan orang yang sakit kepala akut ini bisa disembuhkan dengan jalan meminta maaf memorinya. meminta maaf telah menghianati memori masa lalunya. tapi biasanya penyakit hati yang dialami oleh orang yang demikian sedemikian parah maka kesombongan dirinya akan menolak untuk meminta maaf dan ridlio terhadap masa lalunya.

banyak pelajaran di sekeliling kita orang orang yang mencela masa lalunya termasuk misalnya orang yang dendam yang sangat  mendalam, ini merupakan contoh konkrit. dan saya kira masih banyak lagi contoh yang bisa kita lihat dan ambil pelajaran.

Berkomunikasi dengan Allah lebih mudah dari pada dengan Sunan Kalijaga

Banyak orang yang dengan kesaktiannya bisa berkomunikasi dengan sunan Kalijaga, dengan para wali yang sudah meninggal atau bahkan dengan nabi khidr. bahkan saya sering ditemui di rumah oleh orang yang sering bertemu dengan sunan Gunung Jati, dimana dia bisa berkomunikasi bertatap muka face to face. Saya sendiri dalam hal ini menyerahkan semua kepada Allah artinya semua kejadian bertemu dengan orang yang sudah meninggal saya serahkan semua kepada Allah, jadi boleh dibilang kalau percaya ya saya tidak percaya tapi saya kembalikan lagi ke Allah SWT yang maha mampu apapun yang Beilau kehendaki.

berkomunikasi dengan waliyullah yang sudah meninggal misalnya sunan Kalijaga atau Sunan Gunung jati atau siapapun lebih susah atau lebih sulit dari pada berkomunikasi kepada Allah dengan beberapa alasan :

  1. Allah terang terang sudah membukakan cara untuk berkomunikasi dengan Beliau yaitu dengan sholat dan dzikir atau ibadah lainnya, sedangkan para waliyullah tidak ada satu carapun yang dituntunkan kepada kita 
  2. Kalau Allah jelas Beliau ada dekat kita sedangkan para arwah para wali kita tidak tahu dimana beliau beliau berada. Di dekat makamnya pun kita tidak pasti karena jelas beda alam antara makam dan alam barzah yang sekarang beliau tempati
  3. Berkomunikasi dengan arwah para wali ini rawan godaan syetan untuk menyesatkan akidah karena biasanya orang yang merasa bisa berkomunikasi dengan wali akan ebih condong meminta bantuan kepada arwah tersebut dari pada kepada Allah SWT, yang tentunya ini akan menjadikan sekutu bagi Allah. 
  4. Kepastian apa itu wali beneran atau tidak kita juga tidak tahu, sehingga kalau itu Jin yang berpura pura wali sangat dimungkinkan. 

oleh karena itu lebih baik pelajari saja berkomunikasi kepada Allah dari pada dengan para wali yang sudah meninggal. Dan saran saya juga kita jangan percaya begitu saja dengan orang orang yang mengaku bisa berkomunikasi dengan arwah para wali. Kemudian kalau mau minta tolong atau minta petunjuk ya minta saja langsung kepada Allah jangan minta tolong arwah para wali, biarkan para wali hidup tenteram disisi Allah SWT.

Jangan menomorduakan Allah, sekarang kita bayangkan Allah ini sudah membuka Diri agar kita mau berkomunikasi dan mau meminta tolong kepada Nya kenapa juga kita harus kepada yang lain. Carilah asbab asbab atau carilah sebab sebabb dhohir saja yang tidak ghoib, yang ghoinb cukup Allah sajalah… kalau kita minta rumah baru ya usahakan dengan bekerja dengan terlebih dahulu minta yang ghoib, siapa yang ghoib terntunya hanya Allah SWT.

 

Jika masih di maqom asbab jangan ke maqom Tajrid

pengertian maqom asbab adalah maqom dimana kita terikat oleh hukum sebab akibat, kalau kita ingin rumah dan  mobil ya kita harus bekerja, yang baik dan profeional. Sedangkan maqom tajrid adalah dimana Allah sudah menjamin seluruh kehidupannya memliki mobil rumah dan kemewahan lainnya dengan tanpa bekerja.

Saya beberapa menemui kawan yang keinginannya meninggalkan dunia sangat tinggi, uang yang dimilikinya disedekahkan dengan porsi yang melebihi batas, istri di tinggalkan berdakwah tanpa memperhitungkan pendidikan anak dan keluarganya sendiri, pekerjaan yang baik ditinggalkan juga, berganti dengan pekerjaan yang tidak pasti dan seterusnya. Namun di sisi lain saya melihat ada ketidakseimbangan keluarganya misalnya keluarga masih kekuarangan ini dan itu, pakaian yang dia gunakan masih sangat sederhana, kehidupan dari sisi ekonomi masih kurang.

Semangat belajar ke Allah jika tidak disertai pengetahuan yang cukup memang banyak menimbulkan kesalahan kesalahan meski nantinya akan menemukan jawabannya kesalahan tersebut namun alangkah baiknya jika tahu sejak awal. Seperti contoh di atas. Sebenarnya kita ini tidak tahu apakah sudah masuk maqom tajrid atau baru asbab. Kalau kita belajar ke Allah kemudian kita berperilaku seperti hamba Allah yang sudah diangkat ke maqom tajrid maka akan terjadi ketidakseimbangan hidup yang berdampak tidak hanya kita tapi keluarga dan lingkungan sekitar.

Orang yang menempatkan dirinya berada di maqom tajrid ; misalnya meninggalkan keluarga karena merasa pasti Allah sudah mengurusi keluarganya, meninggalkan pekerjaan yang layak karena merasa kalau Allah pasti nanti memberinya rejeki, bahkan tidak bekerja karena merasa pasti Allah menjamin rejekinya… keadaan keadaan yang saya contohkan ini adalah muncul dari hawa nafsu karena keinginannya untuk hidup enak, hidup mengikuti keinginan hawa nafsunya. kedaaan ini kelihatannya sangat spiritualis pada secara islam sangat tidak sesuai.

saya menyarankan, lebih baik jika kita menempatkan diri berada di maqom asbab kecuali benar benar kita ditempatkan Allah berada di maqom takrid, misalnya rumah ,mobil makanan lezat datang sendiri tanpa kita bekerja sedikitpun. Kalau belum tetaplah berada di maqom asbab dengan bekerja yang baik, profesional, mengikuti aturan Allah dalam bekerja. Dengan asbab bekerja yang sungguh sungguh karena Allah ini nanti suatu saat kita akan di tempatkan pada maqom tajrid.

Ciri utama kita sudah berada di maqom tajrid salah satunya adalah apa yang kita inginkan Allah mengabulkan itu dari sisi wujudnnya, dari sisi keyakinan dirinya secara murni dan total (tidak bisa di buat buat) bahwa tidak ada ketergantungan lagi pada selain Allah. tidak tergantung pada pekerjaan, tidak tergantung pada orang tidak tergantung pada apapun selain hanya kepada Allah. Totalitas inilah yang akan menimbulkan suatu keadaan “sabda pandito ratu” . dia sudah tidak memilikirkan dunia lagi karena memang dunia datang dengan sendirinya apapun yang diinginkannya dan dipikirkannya.

Jika kita sudah ingin Rumah kkemudian Allah memberikan rumah mewah tanpa ada sebab, kita ingin mobil Allah memberikan mobil sekelas Alphard tanpa ada sebab, jika keluarga anda sudah bahagia istri sholehah, anak sholeh sholeh tanpa ada sebab maka itu berarti anda sudah berada di maqom tajrid jika memang sudah demikian jangan turun ke maqom asbab teruslah untuk berada pada kedudukan yang ditinggikan ini.

apakah maqom tajrid lebih baik? kalau saya jika memang sesuai tentunya lebih baik maqom tajrid tapi jika anda masih di maqom asbab kemudian anda bergaya seolah berada d maqom tajrid itu yang tidak baik. akan lebih baik kalau kita duduk pada maqom yang sudah ditentukan Allah SWT. yang maqom asbab yang bertingkah lakukan seperti maqom asbab yang maqom tajrid ya beradalah di maqom tajarid. Hamba yang baik adalah hamba yang taat kepada Allah bukan hamba yang keluar dari ketentuan Allah. Kalau kita memang kaya ya hiduplah wajar layaknya orang kaya, kalau kita miskin ya hiduplah wajar seperti orang miskin. semua ada peran dan semua akan bahagia dan sukses jita kita berperilaku sesuai peran kita.

(memory di hotel NOVO PARK Batu pahat, johor ;persiapan; Training Pencerahan Shalat Khusyu 17 May 2014)

nafas nggak sampai ke Allah

dalam salah satu ayat disebutkan “berdzikirlah dengan nafs-mu”… ayat ini menegaskan bahwa yang bisa berdzikir adalah nafs kita dan yang akan sampai kepada Allah adalah Ruh kita karena memang asalnya dari Allah. Nafas adalah aktivitas jasad, dimana jasad  hanya akan sampai di tanah saja (mati). nafas ini sama dengan tasbih, masak tasbih bisa sampai ke Allah …. atau juga dengan nafas… nafas masak bisa sampai ke Allah …. Nafas adalah alat saja, yaitu alat untuk berdzikir, sama seperti tasbih yang hanya alat untuk berdzikir.

kalau saya menyampaikan bahwa dengan dzikir nafas kita bisa selalu ke Allah maka bukan nafas kita yang bisa sampai ke Allah, yang bisa sampai ke Allah adalah jiwa kita yang berserah kepada Allah hingga mencapai titik ketiadaan nah itu baru benar!!

hal ini sebaiknya bisa menjadi pemahaman kita tentang hakikat nafas dimana nafas adalah bagian jasad yang nantinya ikut di kubur bersama anggota jasad kita yang lain. bahkan sebagian pendapat bahwa nafas hanya ada ketika manusia hidup saja saat “menghembuskan nafas terakhir” nafas sudah hilang, artinya jasad tidak bernafas lagi. jadi nafas benar benar tidak ada, tidak seperti nafs atau Ruh yang masih hidup di tempatnya masing masing.

dzikir adalah perintah Allah dan sunah rasulullah SAW, kalau ada yang berani melarang dzikrullah ……”””     sudahlah ndak usah saya teruskan anda bisa menilai sendiri mana yang benar adalah benar mana yang fitnah adalah fitnah mana yang salah adalah salah….

menghembuskan nafas terakhir … nafas terakhir

pada saatnya setiap manusia akan melakukan pekerjaan terakhir yaitu “menghembuskan nafas terakhir”. pada saat ini lah kita baru sadar betapa pentingnya satu nafas begitu sangat berartinya satu hembusan nafas. Pada saat nafas terakhir ini dekatnya kita dengan Allah atau jauhnya kita dengan Allah sangat terasa. Ketika kita jauh maka hembusan nafas ini terasa sangat menyiksa karena akan meninggalkan apa apa yang kita cintai, namun bagi yang dekat dengan Allah hembusan terakhir ini terasa sebagai suatu kesempatan emas untuk lebih dekat dengan Allah, lebih dekat tanpa hijab lagi.
Dzikir nafas meski nampak sederhana, akan dapat mengantarkan kita kepada kebahagiaan tak terhingga yaitu kebahagiaan abadi bersama Allah SWT. saya sungguh bangga mendapat amanah dari Allah untuk berjuang dalam dzikir nafas. Saya bangga karena juga dijadikan pejuang untuk menyelematkan umat Muhammad SAW dari ketersesatan dari Allah SWT. terlebih saat detik detik terakhir manusia hidup di dunia ini.
saya tidak lagi mempendulikan bagaimana orang menolak, meremehkan bahkan mencaci yang saya lihat adalah kebanggaan diri kepada Allah SWT yang telah memilih saya untuk berjuang di dzikir nafas ini. saya ihlas sebab saya lebih tahu dari apa apa yang tidak mereka ketahui. saya benar benar tahu dalam dzikir nafas ini terkandaung makna yang sangat dalam yang dapat menjadi cara menyelamatkan manusia dari murka Allah SWT.
saudaraku … sebelum kita menghembuskan nafas terakhir kita kalau boleh saya ingatkan marilah kita selalu ingat Allah dalam nafas kita. Nafas ini akan kita tinggalkan dan kita tidak selamanya bernafas untuk itu mari kita niatkan sejak sekarang untuk selalu berdzikir. titik terminal kehidupan kita adalah sakartul maut itulah hal terkahir yang kita lakukan dan sangat menentukan .. ya sangat menentukan bayangkan dalam waktu yang sangat singkat kita akan mengalami suul khatimah atau khusnul khatimah? jika suul khatimah maka jelas kehidupan selabnjutnya adalah sengsara, dan jika khusnul khatimah maka hidup kita akan bahagia …
sekarang terserah saudara ku semua yang jelas Allah memberikan surga tidak GRATIS