Articles from June 2014

makna padusan

padusan berasal dari kata adus yang dalam bahasa indonesia adalah mandi, dalam islam mandi identik dengan mandi besar atau janabat. padusan ini sebenarnya tidak hanya untuk menjelang ramadhan saja namun setiap kita akan melakukan hal hal yang suci di sunahkan untuk mandi besar. mandi besar bermakna bersuci dari hadas besar dan tentunya kecil.
Karena ramadhan adalah tugas besar dan suci maka disunahkan untuk bersih bersih diri secara total baik raga dan jiwa. Raga kita mandikan dengan air dan jiwa dengan niat ihlas mensucikan diri dari segala dosa, terumata sekali keterikatan jiwa kita dengan jasad. Tujuan utama dari padusan ini agar kita lebih siap dalam meninggalkan jasad ketika puasa atau ketika melakukan hal hal yang suci.

Quiz berhadiah buku CATATAN HARIAN TRAINER SHALAT KHUSYU

Ada pertanyaan yang ditujukan kepada saya petang tadi, silahkan bantu saya untuk menjawab pertanyaan berikut, jawaban yang saya anggap paling benar akan mendapatkan Buku CATATAN HARIAN TRAINER SHALAT KHUSYU DARI SAYA

Pertanyaan tersebut adalah :
“Asslm..pak pur dulu sy pernah dalam shlat sy stlah takbir dlm dada sy tiba2 ada getaran awalya kecil lama2 smakin kuat akhrya sy ga kuat sy menangis ada rasa ingin ikut brsama allah.seumur hidup baru kali ini sy merasakan knikmatan shlat yg luar bisa hmpir 1 jam sy mlkukan shlat isya tp terasa bgtu sbntar.tp setelah itu smpe skrng sy tidak bsa lg meraskan shlat senikmat itu..sy kangen bngt dg sensasi rasa sprti itu.sy harus bgmana njih pak pur agar bsa menjalankan sholat senikmat itu lg?”
jawaban silahkan di tulis di kolom komentar.

bagaimana cara mencari akhirat dunia dapat?

Kita umat islam diajarkan untuk mencari akhirat tapi dunianya dapat. Mencari akhirat dunia dapat, mestinya menjadi suatu idaman bagi kita, tapi masih banyak juga yang mencari akhirat dunia tidak dapat, atau malah mencari dunia saja. Tentunya kita ingin agar dunia kita adalah hasil kerja akhirat kita. Untuk bisa melakukan ini kita harus mencari benang merah atau titik temu dari akhirat dan dunia. Contoh misalnya ibadah shalat ternyata dalam shalat ada afirmasi …warzuqnii… artinya kita meyakini bahwa shalat ini adalah cara untuk membuat afirmasi positif tentang duniawi yaitu berkelimpahan rizki. contoh lain misalnya mempelajari al quran menggunakan quran untuk duniawi maka jangan hanya membaca saja atau jangan hanya dihafal saja tapi quran harus di amalkan. Kalau di amalkan pasti al quran ini akan mendatangkan duniawi.

jadi mendapatkan akhirat dunia dapat kuncinya adalah menjalankan agama untuk keseharian, atau menjalankan agama akhirat untuk duniawi.

Allah akan menunjukkan tingkat iman kita

Kita tidak tahu iman kita ini tingkatnya ada di level berapa, yang tahu hanyalah Allah SWT, makanya ketika kita mengaku beriman kepada Allah maka Allahpun akan menunjukkan kepada kita melalui keadaan keaadan hidup yang kita alami. misalnya nih.. kita beriman bahwa semua ini adalah nikmat Allah, bisa saja Allah menjunjukkan kepada kita apakah iman kita bahwa semua nikmat dari Allah dengan jalan seperti ini, mis, kita bawakan makanan kesukaan istri atau suami, eh bukannya terimakasih malah istri atau suami marah marah… dari kejadian ini jika syukur kita masih salah maka kita akan marah marah juga karena iman kita bahwa marah marahnya istri tersebut bukan dari nikmat dari Allah, beda dengan orang yang bersyukurnya benar maka marahnya istri tersebut termasuk dari nikmat dari Allah.

jadi kalau kita beriman kemudian Allah memberikan ujiannya dengan tujuan

  1. menunjukkan kepada kita apakah iman kita benar atau tidak
  2. memberikan pelajaran kepada kita untuk tetap beriman, sebab ketika menerima ujian ini bisa jadi iman kita tidak kuat, maka dengan ujian ini sebagai pelajaran agar iman kita tambah kuat

Berbagai ujian yang datang jangan membuat kita putus asa, yang harus kita lakukan adalah meluruskan iman kita dan tetap istiqomah untuk tetap percaya atau beriman kepada Allah, misalnya dalam kasus tadi ketika membelikan makanan kesukaan istri atau suami kita kemudian bukannya terimakasih malah marah marah maka kita harus tetap mensyukuri apa apa yang diberikan Allah kepada kita, marahnya pasangan tadi tidak kita hiraukan kita tetap bersyukur saja kepada Allah.

demikian cara Allah menunjukkan kepada kita tentang iman kita, kita sangat beruntun memiliki Tuhan Allah ini , karena begitu perhatiannya kepada kita. semoga kita tetap diistiqomahkan di jalannya amin

Persiapan ramadhan (4) ; beda i’tikaf dan shalat

itikaf dalam bulan ramadhan merupakan ibadah yang banyak dilakukan terutama pada malam hari. Pada malam hari dan terutama lagi 10 hari terakhir. itikaf merupakan ibadah yang khusus yang memiliki perbedaan dengan ibadah yang lain, misal Shalat. perbedaan itu antara lain

  1. dilihat dari sisi gerakan : shalat ada gerakan, sedangkan itikaf tidak ada gerakan sama sekali alias diam. 
  2. dilihat dari sisi bacaan ; Shalat ada bacaan dari mulai takbir hingga salam, sedangkan itikaf tidak ada bacaan sama sekali jadi hanya diam saja 
  3. dilihat dari sisi tempat; Shalat dapat dilakukan di rumah dan masjid tapi kalau itikaf ada yang mewajibkan harus dilakukan di masjid
  4. masalah waktu, Shalat waktunya sudah ditentukan sedangkan itikaf tidak ditentukan boleh kapan saja

 

itulah 4 perbedaan antara shalat, sekarang apa kesamaan antara itikaf dengan shalat sama sama sambung ke Allah. jadi baik shalat maupun itikaf keduanya harus ada kesambungan kepada Allah SWT.

kembali ke masalah perbedaan, karena ada perbedaan antara shalat dan itikaf ini maka kita tidak dapat mengatakan bahwa shalat adalah i’tikaf atau itikaf adalah shalat. Seperti yang terjadi sekarang ini, seringkali kita menganggap bahwa ketika kita shalat di masjid kita juga itikaf, Ingat bahwa itikaf dan shalat adalah berbeda, yang satu amalan “diam” dan yang satu amalah yang ada bacaan dan gerakan.

islam mengenal itikaf ini sama dengan meditasi cuma objeknya yang harus kita bedakan. Jika meditasi objeknya adalah materi (pikiran) kalau itikaf objeknya adalah Allah SWT yang tidak sama dengan apapun sehingga kita harus menggunakan kesadaran bukan pikiran. Perbedaan ini harus kita pahami sehingga kita mengerti benar  amalan DIAM yang memang dituntunkan dalam bulan ramadhan.

saya mengambil sampel shalat sebagai pembeda antara itikaf dengan ibadah lainnya, sebab seringkali kita juga menyamakan antara ibadah lainnya dengan itikaf, misalnya baca al quran di masjid kita anggap itikaf, wiridan dimasjid kita anggap itikaf, pengajian di masjid kita anggap itikaf, bahkan yang paling parah adalah tidur di masjid kita anggap itikaf. ini jelas pengertian salah kaprah yang dapat menyesatkan amaliah itikaf.

 

 

3 tahap sikap saya, jika ada yang berbuat tidak baik

Ada 3 tahapan yang akan saya lakukan jika ada orang yang berbuat tidak baik kepada saya, apapun itu. sikap yang pertama akan saya diamkan dan saya menghindar (kalau dalam FB ya terpaksa saya unfriend) kemudian jika dia masih saja menyerang saya akan peringatkan bahwa perbuatannya tidak baik. dan jika masih saja menyerang maka saya serahkan diri saya dan dirinya kepada Allah SWT.

Pada tahap terakhir ini saya tidak tahu Allah akan perintahakan apa pada saya, saya mengikuti perintah Allah saja, kalau Allah ilhamkan marah ya saya akan marah dengan tetap berserah, kalau Allah ilhamkan menyerang balik ya saya akan menyerang balik dengan tetap berserah kepada Allah. Atau saya diilhamkan untuk diam maka saya juga akan diam.

saya hidup ada ini ada yang memelihara, saya hidup ada yang menciptakan dan saya hidup ada yang melindung .. Allah adalah body guard saya, kalau masih bisa saya tangani ya akan saya tangani tapi kalau sudah diluar kemampuan maka saya serahkan pada body guard saya yaitu Allah SWT, biarkan Body Guard yang akan selesaikan.

 

mendapatkan ilmu laduni dalam shalat

saya sudah sering menjelaskan tentang kesadaran, akhir akhir ini Allah memberikan pelajaran bahwa ternyata dengan kesadaran kepada Allah secara total, akan berakibat pada pahamnya pikiran kita tentang makna dan bacaan sholat.

silahkan coba, di dalam shalat sadarkan diri kita kepada Allah SWT, maka nanti pikiran dan perasaan akan fokus kepada apa yang kita lakukan dalam shalat yang berupa bacaan dan gerakan shalat. Saya menyebutnya kefahaman ini adalah laduni, artinya  kita mendapatkan kefahaman dari shalat yang kita lakukan.

 

training shalat khusyu wilayah jawa tengah dan DIY

Insya Allah pada tanggal 22 juni 2014 akan diselenggerakan di solo. training mulai jam 08.00 hingga 04.00 tempat terbatas untuk 150 peserta.

Tempat : Abdullah Meeting Room No. 475 Solo

Trainer : Setiyo Purwanto S. Psi, MSi

untuk biaya sewa tempat dan makan Rp.50.000,00

silahkan hubungan Bu Setya Widyawati di No : 0271 5887015

denah lokasi (lihat panah berwarna merah)

denah abdullah meeting room lihat petunjuk panah berwarnah merah

Cara mendapatkan pasive income secara spiritual

siapa yang tidak mau mendapatkan pasive income atau pendapatan yang dapat mengalir terus menerus. ada beberapa cara yang dapat anda lakukan :

  1. Meninggalkan duniawi artinya secara batininah apa apa yang dilakukan dan diusahakan tidak untuk menambah kepemilikan harta atau duniawi. Semakin anda meninggalkan duniawi maka semakin dunia mengejar anda. Barang siapa yang mengejar akhirat maka dunia akan mengejar, semakin mengejar akhirat dan meninggalkan duniawi maka semakin rejeki semakin datang lebih banyak.
  2. beraktivitas semaksimal mungkin untuk manfaat keluaga dan orang lain, berarti disini anda tidak duduk santai namun anda tetap bekerja dan melakukan sesuatu untuk kebaikan sesama. Kerja anda sekarang adalah untuk akhirat artinya misalnya anda pedagang maka dagang anda adalah akhirat anda, anda tetap berdagang untuk memudahkan orang lain mendapatkan barang yang diperlukan. disini anda berarti bermanfaat bagi orang lain yaitu mendapatkan barang yang dia perlukan. Gunakan segenap pikiran tenaga waktu dan lainnya. semakin anda bermanfaat maka semakin rejeki akan mengalir.

Kejar akhirat… tinggalkan dunia  jadi kesimpulannnya adalah itu. kejar akhirat ini tidak diam menunggu tapi aktif, aktif apa akatif bekerja kalau saya dosen saya aktif menulis, aktif mengajar, aktif membuat ceramah ceramah untuk masyarakat yang membutuhkan saya.

perbedaan ainul yakin dan haqul yakin

dalam dunia makrifat kita sering mendengar adanya 2 istilah yaitu aiunl yakin dan haqul yakin. yang satu melihat dengan penglihatan mata dan yang satu dengan penglihatan kesadaran. Kesalahan orang dalam memahami ini adalah bahwa untuk bisa haqul yakin harus melalui ainul yakin terlebih dahulu. Jadi orang harus melulai tahapan ainul yakin terlebih dahulu baru setelah itu haqul yakin. Saya berpendapat lain ….

Sebenarnya antara ainul yakin dan haqul yakin sesuatu yang tidak bisa dibuat tingkat atau gradasi, kita tidak harus melalui ainul yakin untuk bisa haqul yakin. Sebab antara ainul yakin dan haqul yakin menggunakan alat yang berbeda. seperti misalnya kalau kita ingin mengukur tinggi badan kita harus menggunakan meteran, tapi kalau untuk mengukur berat badan kita harus menggunakan timbang badan. Nah sekarang mari kita terapkan analogi sederhana tadi ke dalam ainul dan haqul yakin. pada ainul yakin kita menggunakan lat untuk yakin yaitu penglihatan mata kita, kita melihat debu yang berputar bukan melihat anginnya. Tool yang kita gunakan untuk ainul yakin adalah mata kita, yaitu melihat, kita bisa yakin ada debu yang berputar karena memang kita melihat debu. Mata tidak bisa melihat angin dan inilah keterbatasan dari mata kita, bahwa mata kita tidak mampu melihat angin.

Untuk dapat melihat angin maka kita menggunakan kesadaran kita, kita melihat tidak dengan mata lagi tapi menggunakan kesadaran kita. Kesadaran ini mampu melihat dibalik debu yang berputar ternyata digerakkan oleh angin. dan kita melihat angin tidak lagi ainul yakin namun sudah haqul yakin artinya kita meyakini sesuatu yang memang tidak bisa dilihat mata tapi terlihat oleh kesadaran kita.

Nah sekarang dalam haqul yakin ini kita melihat bahwa seluruh alam semesta ini ada yang meliputi dan menggerakkan. yang meliputi dan yang menggerakkan ini tidak bisa kita lihat dengan mata kita, namun dapat terlihat oleh kesadaran kita, sehingga ketika kita melihat bahwa matahari bersinar terang benderang namun kita melihat bahwa Allahlah yang membuat terang benderang itu  maka kita haqul yakin kepada Allah.

Ainul yakin dimana kita melihat menggunakan mata kita, tidak akan mampu menembus ke Tuhanan. mata tidak akan mampu melihat Allah SWT, Allah hanya bisa dilihat dengan haqul yakin yaitu kesadaran kita.

kesimpulan :

kita jangan repot repot dengan berbagai macam istilah tasawuf atau tarekat, atau ilmu makrifat, karena kita akan dibuat semakin dengan cara yang mudah yang gampang yang sudah di buat Allah untuk kita. Jika kita benar benar ingin melihat Allah maka gunakanlah kesadaran kita maka kita haqul yaqin. ilmu yang bertele tele malah akan menghijab kita, jadi orang yang ingin mendekat ke Allah itu sederhana saja, saya banyak menemui orang yang ilmunya sederhana tentang Allah malah cepat dalam mendekat dan makrifat kepada Allah tapi saya banyak menemui pula orang yang banyak belajar makrifat dan tasawuf malah terjebak dengan ilmunya .. banyak bertanya ini dan itu tapi minim amal.

Allah dekat sadari saja bahwa Allah itu melihat segala sesuatu dan dekat ……