fenomena ketenaran seorang ustad

Di indonesia atau mungkin juga di negara lain, ada siklus muncul hilang … dari ustad ustad… kita lihat saja misalnya ketenaran ustad 5A yang muncul hampir bersamaan. tapi aneh juga beliau beliau menurun ketenarannya seiring berjalannya waktu.

tapi ada juga pengajara agama penyampai agama misalnya Gus Mus, Habib Lutfi, MH ainun Najib dan beberapa lainnya memiliki kestabilan dalam hal ketenarannya.

kira kira apa yang membedakan beliau beliau ini, atau mungkin ini adalah ulah Media yang bisa membuat tenar dan bisa membuat tidak tenar.

kalau kita melihat Kelompok Ustad yang saya kelompokkan dalam kelompok ustad 5A ini pemikiran, metode dakwah, serta keilmuannya sangat luar biasa… kita lihat bahwa beliau beliau ini adalah golongan dai muda yang bisa menggerakkan umat untuk berbuat dan berubah ke arah yang positif. Merubah lebih tenang, merubah menjadi ahli sedekah, merubah menjadi lebih beriman, merubah shalat menjadi lebih khusyu….

ini satu keanehan saya rasa dimana berjalannya waktu sepertinya beliau beliau ini (ustad 5A) ini berkurang drastis dalam berdakwah. Seolah umat sudah sangat terbiasa dengan apa yang beliau sampaikan, sehingga nilai perubahannya pun tidak terasa lagi. Bahkan maaf ada salah satunya yang berubah haluan ke basic yaitu fokus penghafalan (padahal sebelumnya beliau fokusnya pada pengamalan al quran).

Memang menjadi dai tidak harus terkenal menjadi dai adalah ihlas… namun sanjungan dan penghargaan berlebihan membuat seseorang tidak mau kehilangan “segala sesuatu yang berkaitan dengannya” sehingga lebih fokus bagaimana mempertahankan ketenarannya dari pada menyampaikan apa yang di ilhamkan Allah pada diri beliau.

saya menulis ini tidak untuk mengkritisi (karena saya tidak menyebut nama) tapi mari kita ambil pejaran bersama dari fenomena ini.

fenomena gus dur waktu itu yang di hujat sana sini karena pendapatnya yang keluar dari mainstream kalangan islam pada umumnya kenapa tetap eksis…. bahkan setelah meninggalnya beliau syair beliau yang berjudul syiir tanpa waton tetap berkumandang di masjid masjid (meski terbatas masjid NU)… tapi saya mencermati isinya sangat luar biasa… yang mungkin beberapa orang menjadikan kupingnya panas… karena sinndiran Gus Dur sangat telak.

baik sebagai pelajaran dari tulisan ini saya belajar untuk lebih fokus kepada apa yang diiilhamkan Allah pada saya yang akan saya sampaikan. saya tidak fokus kepada brand saya dzikir nafas saja, kalau Allah memberikan ilham quran ya yang saya sampaikan tentang quran, kalau ilham tentang shalat khusyu ya saya menyampaikan tentang shalat khusyu… saya belajar untuk memposisikan diri sebagai sahabat saja yang sama sama belajar… (jadi lihat apa yang saya sampaikan jangan orangnya… kalau orangnya pasti anda suatu saat akan kecewa , karena saya juga belajar yang kadang gagal ….. semoga Allah menuntun saya).

saya mendapati ternyata menjadi zero atau menjadi fana itu termasuk tidak boleh bercita cita menjadi seorang Dai menjadi ustad kyai menjadi guru atau menjadi yang lainnya. cukup menjadi hamba saja yang fana (UMMI). saya belajar ke arah sini. kalau pun saya menulis ini tujuan utama saya untuk saya sendiri … jika ada yang membaca ya silahkan. Ingat saya memposisikan diri sebagai sahabat… maka kalau salah ya jangan di olok olok tapi beritahu saya apa yang benar dengan cara yang baik sehingga saya bisa menerima.

he he maaf kalau tulisannya jadi ngelantur… maaf…. baik sekian dulu …. selamat beraktivitas salam

dzikir anda masuk bawah sadar atau atas sadar ?

Jika anda berdzikir dan dzikir anda masuk bawah sadar maka berarti dzikir anda menggerakkan alam ghoib yang bukan Allah, tapi jika dzikir anda masuk atas sadar maka dzikir anda masuk dalam alam ketauhidan yaitu alam ilahiah.

Kalau dzikir anda mengarah kepada kekayaan, kejayaan, kesaktian maka dzikir anda masuk dalam alam bawah sadar, tapi jika dzikir anda mengarah kepada jiwa yang muthmainah maka dzikir anda sudah benar karena masuk dalam alam atas sadar.

sekarang evaluasi kita masing masing apakah dzikir kita mengarah kepada ketenangan jiwa (muthaminah) atau dzikir kita masih mengarah kepada kesuksesan dunia, kesaktian, perempuan, penyelesaian masalah atau hal lainnya. jika ya maka segera tinggalkan dzikir yang demikian. karena dzikir yang dimikian tidak akan membawa manfaat apapun ketika di akhirat.

dan tentunya berhati hatilah jika ada yang mengajarkan anda berdzikir dengan iming iming duniawi karena anda nanti akan terikat dengan hal tersebut dan sulit untuk menemukan lagi jalan ketauhidan yang lurus. Ke Allah ini dikatakan gampang ya gampang karena tujuannya cuma satu “Allah” dikatakan susah juga susah karena faktor distraktor nya juga tidak sedikit.

baik jadi yang penting adalah kita meluruskan niat untuk tidak meniatkan apapun dalam hidup kita kecuali hanya kepada Allah terutama dalam hal dzikir ini. Meski banyak fadhilah dzikir ini jangan terus kemudian dafhilah dzikir ini menjadi tujuan…. terima saja fadhilah dzikirnya dan tujuan kita tetap ke Allah.

 

Patrap Tongkat (Pangkat) Sunan Kalijaga

Pangkat atau patrap tongkat adalah kelanjutan dari patrap diam, dimana saya membagi patrap sebelumnya menjadi 3 yaitu patrap gerak, patrap gerak rasa, dan patrap diam. Patrap Tongkat (pangkat) seperti kita lihat dalam sejarah Sunan Kali Jaga dimana beliau menjaga tongkat Sunan Bonang beberapa waktu dengan posisi diam. Demikian pula dengan patrap tongkat ini kita belajar diam dengan tongkat di depan.

Fungsi tongkat sebenarnya hanya sebagai stimulan saja agar pergerakan jiwa ini bisa meluncur ke Allah dengan lebih cepat dan terarah  lurus keatas. Tongkat bukan wasilah, bukan perantara, bukan jimat dan lainnya, tapi tongkat adalah metode untuk menstimulasi jiwa kita agar lurus ke Allah dan lebih cepat miraj ke Allah SWT.

Bagi anda yang tertarik untuk belajar PANGKAT ini tentunya harus melewati pembelajaran dari mulai patrap gerak kemudian patrap gerak rasa dan patrap diam, baru setelah itu baru belajar patrap tongkat.

keuntungan belajar patrap tongkat ini, ketika sudah terbiasa dengan menggunakan patrap tongkat maka cukup anda pegang tongkat itu maka jiwa anda langsung bisa lurus ke Allah.

ingat pointnya adalah ke Allah, bukan tongkatnya.

saya dapat ilmu ini dari ust Abu Sangkan dan dari Bp. Haji Slamet Utomo. kemudian saya pelajari sendiri secara mandiri dan ternyata ini juga yang dilakukan oleh para Nabi yaitu menggunakan tongkat (bukan teken) bahkan dalam cerita sunan kalijaga pun menggunakan sarana tongkat untuk meditasi beliau (silatun)

patrap tongkat sunan kalijaga

oh ya … satu hal yang menari adalah tongkat ini kalau sering kita gunakan sebagai sarana ke Allah maka seperti sajadah yang sering kita gunakan untuk shalat, atau tasbih yang sering kita gunakan untuk dzikir maka tongkat ini akan memiliki daya yaitu daya ke Allah, sehingga jika dipegang oleh orang lain yang sensitif jiwa nya , secara otomatis bisa terbawa ke Allah dengan cepat. berarti bisa kita wariskan tongkat ini ke anak cucu kita… maka carilah tongkat dari kayu yang tahan rayap, tahan lama dan memiliki kekerasan yang tinggi.

baik bagi yang ingin belajar silahkan datang ke padepokan patrap di solo. …..

ketika anda sudah mengalami “spiritual experience”

Bagi pejalan spiritual, yang benar benar ihlas dalam mendekat kepada Allah, pengalaman spiritual bukan hal yang esensi atau penting. Yang namanya pejalan adalah bagaimana perjalanan tersebut dia dapat mengambil pelajaran sehingga ketika keadaan “drop” dia bisa kembali ada keadaan yang pernah di alaminya. Pelajaran adalah bagian terpenting dari pengalaman spiritual, maka kalau kita mengalami pengalaman spiritual yang belum pernah kita alami maka pertanyaan yang harus kita ajukan adalah “Pelajaran apa yang kita dapat dari pengalaman spiritual tersebut?”.

Pengalaman spiritual adalah cara Allah untuk mendidik kita. Pelajaran itu bisa lewat kejadian sehari hari, bisa lewat mimpi, atau bisa lewat cara ghoib lainnya. Mendapatkan pengalaman spiritual tanpa mendapatkan pelajaran dapat saya ibaratkan kita diajari seorang profesor tapi kita tidak paham kuliah yang disampaikan pak Profesor tadi.

baik, memang kadang kita mendapatkan pengalaman spiritual tapi kita memang belum diberi kepahaman tentang hal tersebut, lalu bagaimana ?. jika kita mendapatkan hal yang demikian maka terima saja pengalaman itu tapi jangan terlalu bangga ngpengalaman spiritual yang mungkin sangat menakjubkan. keitka kita bangga dengan pengalaman spiritual dan menceritakan kepada orang lain maka kita akan semakin tertutup dengan pelajaran yang   ada di balik pengalaman tersebut. Dan kadang malah pengalaman tersebut dapat menyebabkan kita sombong.

(catatan ini hasil ngobrol dengan mas Jati, Pak Agung dan Pak Hery di padepokan patrap kemarin malam, terimakasih untuk diskusinya)

ngobrol heri agung jati

Pelajaran dari alam ghoib ….

tepat pagi tadi saya mimpi. saya sadar, saya bergerak bukan dengan tubuh saya. namun keadaan itu bukannya saya yang menguasai tapi saya di kuasai… pertama saya ikuti dayanya saya ikuti kemana saya di gerakkan… tapi semakin saya ikuti saya merasakan ketidaknyamanan… saya berusaha untuk keluar dari keadaan itu dan pada akhirnya saya menjadi sangat tak berdaya dengan daya itu… saya hampir putus asa… ditengah keputusasaan itu saya dituntun Allah untuk bersujud dan berserah kepada Nya…. sayapun tidak lagi mengikuti dan pasrah kepada daya itu tapi saya sujud kepada Allah… jelas BEDA sekali ANTARA daya pasrah DENGAN daya pasrah kepada Allah melalui sujud… seketika itu pula saya seperti terlepas dari kungkungan daya itu…. dan saya sadar beserta tubuh saya…. selang beberap saat Allah memberikan pelajarannya terkait dengan apa yang barusan saya alami,,, JANGAN KAU BERSERAH KEPADA KEADAAN TAPI BERSERAHLAH KEPADA ALLAH

Pasrah kepada Allah, bukan pasrah kepada keadaan

ada dua macam pasrah yang pertama adalah pasrah kepada Allah dan yang kedua adalah pasrah kepada keadaan. Tanpa saya memberikan pilihan tentunya anda pasti akan memberikan jawaban yang sama dengan saya bahwa yang benar adalah pasrah kepada Allah.

Pasrah kepada Allah dampak yang ditimbulkan adalah semangat dalam menghadapi masalah tapi kalau pasrah kepada keadaan maka yang timbul adalah sikap malas dan apatis.

maka mari kita perbaiki kepasrahan kita , arahakan kepada Allah sehingga benar benar merasakan kepasrahan dengan benar sehingga mendapatkan hasil yang optimal dari pasrah kepada Allah ini.

tips shalat sebagai istirahat ; tegakkan tulang dan kendorkan otot

cara ini saya temukan ketika saya shalat tarweh, tahu sendiri shalat tarweh yang bermakna istirahat, Allah mengajarkan kepada saya bagaimana tumakninah itu.

1. tegakkan tulang, jadi tulang ini harus saling menyangga tubuh kita. tubuh kita disangga tulang yang beruas ruas dari mulai kepala sampai kaki. dengan penyanggaan yang benar maka kita bisa melakukan tips kedua

2. kendorkan otot otot, ketika tulang sudah bisa menyangga dengan benar maka selanjutya adalah meletakkan otot pada tulang yang tegak tadi.

melalui dua cara ini maka shalat kita akan terasa relaksnya dan shalat tarweh yang bermakna istirahat ini akan benar benar mengistirahatkan tubuh kita . selamat mencoba

Tanda tanda mendapatkan lailatul qadr

Tanda mendapatkan lailatul qadr yang  pasti adalah tanda yang anda dapatkan dalam jiwa yang memvibrasi hati dan pikiran. Hal ini sesuai sekali dengan apa yang Allah firmankan dalam surat Al Qadr pada ayat 5. dimana disebutkan salamun hiya matlail fajr kesejahteraan dari Tuhan yang maha penyayang… disini ada kata salamun yang sangat identik dengan tanda tanda psikologis, yaitu sejahtera. ukuran mendapatkan lailatul qadr adalah adanya kesejahteraan psikologis. Ada perubahan emosi dan perubahan pikiran serta adanya perubahan jiwa yang lebih tenang yang lebih muthmainah.

ciri ini tentunya lebih logis lebih rasional dan lebih sesuai karena mendasarkan tandanya dari apa yang Allah firmankan dalam al quran. Jadi jika anda itikaf di masjid lihatlah setelahnya apakah ada perubahan jiwa anda lebih tenang, lebih sejahtera? jika ya maka selamat anda mendapatkan lailatul qadr, tapi jika tidak berarti anda haru memperbaiki cara anda beritikaf.

apakah ada rasanya mendapatkan lailatul qodr, jawab saya ada. Jiwa anda akan menerima keadaan keadaan yang membuat pikiran dan hati anda lebih tercerahkan. hati anda lebih tenang dan pikiran anda akan lebih baik. Dan jika anda mendapatkan maka lihat perubahan yang ada di alam sekitar pasti lebih menyenangkan, labih indah dan lebih hening….. jadi bukan alam mempengaruhi diri kita , diri kitalah yang menerima lailatul qadr ini kemudian memvibrasi alam sekitar.

ketika jiwa tercerahkan dari urusan urusan (min kulli amr) maka urusan urusan itu akan mendapatkan penyelesaiannya. tiba tiba saja selesai dengan sendirinya.

inilah hikmah terbesar dari malam lailatul qadr …. maka benar saja kalau Rasulullah diperintahkan Allah untuk berdiam di gua hira….. karena pada saat ramadhan memang daya spiritualnya sangat besar. Dan daya spiritual yang besar inilah Rasulullah mendapatkan wahyu al quran dari hasil beliau berdiam di gua hira. Nah kita diajarkan rasulullah untuk itikaf yaitu berdiam di masjid (tidak di gua sebab susah cari gua kalau kita tinggal di kota atau di tempat yang tidak ada guanya). dengan itikaf ini kita akan mendapatkan ilham dari Allah pencerahan dari Allah. Kalau kita ya kelasnya ilham, tapi kalau rasulullah kelasnya wahyu.

sebagai penutup bagi anda yang sedang memiliki masalah besar dalam hidup sekaranglah saat nya untuk memohon kepada Allah dalam bentuk berdiam diri di masjid. (bediam bermakna jasadnya jiwanya meluncur menghadap memohon solusi kepada Allah). Sebagai cara praktis silahkan gunakan dzikir nafas. karena metode ini melatih kita untuk diam tapi sambung ke Allah. baik semoga kita mendapatkan kesejahteraan hidup dari hasil itikaf kita amiin.

tafsir spiritual surat al qadr

 

 

al qadr

 

Surat ini adalah penegasan bahwa Allah menurunkan keberkahan yang luar biasa dalam bulan ramadhan. ternyata yang diturunkan bukan al quran tapi malaikat dan ruh yang membawa penyelesaian dari urusan manusia dengan Tuhannya yaitu Allah SWT. Pada saat turunnya ini dinamakan dengan lailatul qadr yaitu malam kegelapan hati yang mendapat kemulyaan dimana kemulyaan tersebut melebihi 1000 malam pencerahan.

di ayat terakhir pencerahan di dalam hati yang gelap sampai benar benar terang yaitu ketika matahari mulai terbit (benar benar tercerahkan)

jadi yang harus kita lakukan pada akhir bulan ramadhan ini adalah menyampaikan urusan kita kepada Allah, dan meminta solusi yang terbaik kepada Allah SWT. dengan jalan itikaf di masjid. sampai benar benar Allah menurunkan malaikat dan ruh yang membawa solusi hidup atau solusi masalah yang kita sampaikan kepada Allah. maka lakukan sikap diam tapi benar benar memohon kepada Allah, gerakkan jiwa kita untuk memohon kepada Allah berdasarkan urusan yang kita sampaikan kepada Allah.

baik selamat beritikaf …