Belajar hipnotis menggunakan Dzikir Nafas wilayah 4

Belajar DN di level 4 kita akan berada di wilayah alam supra sadar secara sempurna. Kekuatan kekuatan yang ada di alam ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan kekuatan level dibawahnya. Setiap pencapaian spiritual memilki suatu kekuatan tertentu. Hipnotis sebenarnya mainan saja untuk wilayah 4 ini, tapi sekedar pengetahuan atau bonus bagi kita yang sudah mencapai level 4, akan saya sampaikan bagaimana dapat menggunakan kekuatan ini tentunya untuk kepentingan kepetingan praktis kita.

di dalam hipnotis biasanya kita menggunakan kekuatan bawah sadar kita sendiri untuk menghipnotis orang lain. Nah dalam hal ini kita tidak menggunakan alam bawah sadar kita untuk menghihopnotis orang lain namun menggunakan kekuatan atas sadar kita, atau supra sadar atau atau super sadar kita.

Pada wilayah level 4 dzikir nafas kita mengakui secara sempurna akan Dzat Allah, kita tiada dan yang ada hanya Allah. Bagaimana kita bisa menghipnotis pada wilayah ini sedangkan kita tiada… ini satu permasalahan menarik tentunya. Ya kita tiada…namun yang tiada adalah ego kita, self kita masih. Diri kita masih yang tiada adalah keakuan kita. nah dalam hal ini diri yang sadar ini kita menyadari akan keberadaan Allah, ke Aku an Allah. caranya tinggal kita pasrahkan diri kita kepada sesuatu yang lebih tiada lagi untuk masuk berserah pada keadaan “Allah mengabulkan doa hambanya”.  disinilah sifat kun fayakun dimasuki dengan sikap berserah kepada Allah total.

lihat nanti ada reaksi pada orang yang dihipnotis. saya tidak bisa memprediksi akan seperti apa namun proses keadaan itu akan berjalan.

mohon bagi yang tidak paham atau belum masuk wilayah 4 untuk memby pas tulisan saya ini. bagi yang sudah silahkan dipraktekan.

Setiap pencapaian spiritual memilki suatu kekuatan tertentu

bertahun tahun mencari sumber pesugihan

bertahun tahun mencari sumber pesugihan belum juga ketemu. Saya coba dengan metode The secret … gagal… saya coba dengan metode ..NLP .. gagal.. saya coba dengan metode mind power… terlebih semakin gagal… saya coba untuk melipatgandakan uang… he he ndak berani… syiriknya keterlaluan… dulu sekali awal pernah mencoba metodenya “usaha modal dengkul” dari Pak purdi e candra  juga gagal… saya coba juga amalkan bacaan bacaan yang bisa mendatangkan rejeki… gagal juga.. dapat capek ndak dapet duitnya… sewaktu ada metode pak ustad yusuf mansyur … gagal juga… meski sempat terbukti tapi impas.. tidak ada keuntungan yang signifikan….

dari berbagai kegagalan akhirnya pasrah saja.,… kepada Allah.

ada kerjakan ya dikerjakan… tidak ada ya cari… akhirnya kembali ke alam realita. Kembali ke basic… cari uang ya kerja .. akhirnya kerja kerja dan kerja. Kerja dan kerja sempat membuat stress juga akhirnya dicari titik temu antara kerja dan ibadah akhirnya dapat menemukan suatu yang riil dan membahagiakan yaitu mencari uang adalah ibadah. dan akhirnya saya niatkan seluruh aktifitas saya untuk beribadah. saya mengajar untuk ibadah, saya memberikan terapi untuk ibadah…. sekaligus kalau ada rejeki ya saya terima . dari sini mulailah rejeki sedikit demi sedikit mengalir… dan saya pesugihanmengatakan … oh ini ya caranya mencari rejeki .. yang pasti dengan alam riil alam nyata…. bukan dengan goib goiban.. bukan dengan pesugihan pesugihan….

dan saya pun akhirnya berdoa kepada Allah ; ya Allah buka lah pintu rejeki .. dan berikan hamba untuk selalu semangat bekerja… bermanfaat bagi orang lain.

itulah sekelumit pengalaman saya dalam mencari rejeki. mudah mudahan bermanfaat bagi siapapun yang sedang giat giatnya mencari rejeki. cukup bergantung kepada Allah tidak yang lain dengan tetap bekerja sesuai apa apa yang dimudahkan Allah.

 

 

cara khusyu shalat berjamaah

Khusyu bukan terletak di fisik, tapi khusyu terletak di dalam jiwa yang tenang. Ketika kita menjadi makmum dalam shalat berjamaah, meski imam teralu cepat dalam shalat kita harus mampu membuat diri kita tetap tenang. Tenang ini dapat anda ciptakan dengan cara selalu melatih dalam keseharian. dan cara melatihnya anda dapat menggunakan dzikir nafas.

khusyu shalat berjamaah

tenang dalam shalat tidak terpengaruh apakah bacaan imam panjang atau pendek, geraknnya cepat atau lambat. tapi untuk bisa tenang ketika imam shalatnya cepat memang memerlukan keahlian dan ketrampilan khusus terutama bagaimana membuat jiwa kita tenang. ketika imam cepat tubuh kita tetap relaks, bacaan kita tetap tumakninah. Ingat bahwa dalam shalat berjamaah seluruh bacaan mengikuti imam, kalaupun kita tidak selesai membaca al fatihah misalnya maka kita harus mengikuti imam untuk rukuk … ketika kita tidak sempat membaca bacaan rukuk maka tidak perlu membaca dengan cepat, tapi langsung saja ikuti imam untuk itidal demikian seterusnya.

jangan merasa tersiksa dengan cepatnya imam shalat, cukup ikuti dan ikuti saja. kalau misalnya anda kurang puas dalam shalat berjamaah seperti ini anda bisa menggantinya dengan shalat sunah rawatib. Gantilah ketidakpuasan menjalanakn shalat berjamaah tadi dengan shalat rawatib bisa 2 rekaat atau 2 dan 2 rekaat.

bahasa “star mild” nya “enjoy aja lagi” karena jujur bagi yang betul betul kaku dengan “harus shalat berjamaah” maka dari pada gerundel imam yang sangat cepat, maka lakukan saja jalan tengah seperti yang saya tulis di atas. sehingga berjamaah anda tetap terjaga dan kekhusyuuan andapun lebih bisa dirasakan meski sangat minim.

Rebutan Hajar Aswad

kalau tidak percaya sialhkan dibuktikan, di sekitar hajar aswad berdiri beberapa orang yang merupakan calo untuk membantu agar bisa mencium hajar aswad. Calo tersebut menawarkan sekian real dibayar setelah nasabah berhasil mencium hajar aswad. Bisa dibayangkan bagaimada cara kerja para calo tersebut. rebut sana sini tekan sana sini dan sikut kanan sikut kiri. yah itulah sekilat fakta di tanah suci.

Banyak yang mengejar keutamaan atau bahkan banyak yang mengejar agar dikatakan “hebat” ke tanah suci bisa mencium hajar aswad, padahal tidak lain itu jasa dari para calo.

mencium hajar aswad memang sunah rasulullah… tapi kalau caranya demikian apalah cara ini juga dulu dicontohkan Rasulullah dan para sahabat?, tentu saja tidak. Saya yakin jika kakbah seramai ini pasti Rasulullah  dan para sahabat akan mempersilahkan yang lain untuk mencium hajar aswad karena tentunya beliau lebih mengutamakan akhlak dari pada fadilah.

banyak sekali fadilah fadilah di tanah suci yang pada akhirnya menjadi rebutan. fadilah yang berkaitan dengan tempat, fadilah yang berkaitan dengan waktu… bisa anda bayangkan jika di tempat yang sama dan waktu yang semua dan semuanya mengejar fadilah… apa  yang terjadi… desak desakan… dan injak injakkan… apakah pihak arab saudi tidak merencanakan dengan matang akan hal ini… silahkan tanya kepada raja saudi pasti Beliau akan menjawab sudah dipersiapkan sebaik mungkin. tapi kalau sudah semua mengejar fadilah dan tidak ada yang mengalah tentunya itu diluar kemampuan pihak Kerajaan.

suatu gambaran yang jelas jika kita terlalu mengejar fadilah terlalu mengejar keutamaan dengan nafsu dengan niat mendapatkan pahala ini dan itu kita bisa lihat apa yang terjadi. maka akhlak harus ditempatkan di tempat yang tertinggi, jangan sampai mengejar fadhilah mengabaikan akhlak yang terjadi adalah kekacauan kerusakan. semoga kita sama sama dijadikan Allah makhluk yang berakhlak bukan mahluk yang mementingkan diri sendiri… mementingkan akhiratnya sendiri… mementingkan ego nya sendiri.

suatu gambaran yang jelas jika kita terlalu mengejar

Allah tidak menghijab kitalah yang menghijab

tidak pernah ada dalam al quran Allah menhijab Diri beliau dengan kita, tapi justru kitalah yang menutup diri dengan Allah. Hai Muhammad jika ada hambaku bertanya kepada Ku maka katakanlah bahwa ku ini dekat, firman Allah ini merupakan bukti bahwa Allah tidak menghijab kita, Beliau menyatakan bahwa Allah membuka dimana keberadaan Beliau, bahwa BEliau ada di dekat dengan kita.

Sekarang kita buka diri kita dengan menyadari Allah, bahwa menyadari dengan benar benar kesadaran ini lah yang akan membuat hijab itu akan tersingkap. Ya sangat sederhana hanya dengan sadar Allah. Sadar Allah akan menuntun kita kepada Dzat yang maha luas maha tak terbatas yang pada akhirnya kita akan paham pada hakikat KeTuhanan dan kita makrifat kepada Allah dengan sebenar benar makrifat.

hakikat qorban secara hakikat makrifat

makna qorban berarti mengorbankan, sesuatu yang kita korbankan tentunya sesuatu yang kita cintai dan memiliki nilai yang besar. Satu kambing atau satu sapi merupakan nilai yang besar (tentunya ini juga relatif). Korban bukan menekankan kepada pembagian kepada dhuafa, bukan kepada berbagi kepada yang belum pernah makan daging atau jarang makan daging, hal ini dapat di lihat sejarah korban dari Nabi ibrahim dan nabi Ismail. Dimana awalnya adalah mengikuti perintah Allah mengorbankan rasa cinta Nabi Ibrahim kepada Nabi ismail. Pengorbanan inilah yang menjadi inti dan hakikat  berkorban yaitu mengorbankan yang dicintai karena perintah Allah.

Ketika kita mendapatkan perintah korban maka kita akan melihat pada diri kita, bersedia tidak kita berkorban … yaitu mengorbankan 2.5 juta rupiah.. suatu nilai yang tinggi bagi saya pribadi. korban berbeda dengan sedekah … kalau sedekah pasti lebih kecil dari nilai berkorban.

Pengorbanan kita yang kita peruntukkan unntuk Allah akan memberikakn suatu nilai cinta di sisi Allah. Bukti kita cinta kepada Allah terwujud dari idul adha yaitu hari raya korban. Maka kita sadarkan diri kita sekarang sebelum hewan yang kita korbankan benar benar merasuk ke alam hakikat dan makrifat. Yaitu kita luruskan niat bahwa korban ini adalah sebagai cinta kepada Allah, BUKAN ingin berbagi kepada tetangga atau fakir miskin. Urusan korban kita adalah untuk Allah bukan untuk siapa siapa termasuk tetangga atau yang lainnya.

kalau tidak kita sadarkan akan hal ini bisa bisa korban kita menjadi kurang berdampak pada keadaann spiritual kita yaitu sisi hakikat dan makrifat kita. kita jadikan qurban ini sebagai penigkatan spiritualitas beragama kita. jangan terlalu mementingkan unsur berbagi, tapi lebih pada pengobanan kita kepada Allah SWT. ingat salah niat bisa menyebabkan ibadah tidak sesuai dengan tujuan ibadah. mementingkan orang lain itu baik, tapi untuk masalah qorban kembalikan kepada tujuan awal yaitu di tujukan kepada Allah SWT bukan yang lain.

Qurban bukan untuk orang lain

keahlian “menipu” seorang dukun yang tidak selalu berdampak buruk

anda pernah berkonsultasi dengan dukun  atau meminta tolong kepada nya karena ada satu masalah. Baik sebaiknya anda hati hati. Kepiawaian dukun ada pada ucapannya. kalau anda sadar bahwa apa yang disampaikan pasti anda akan berkata “dia bohong”. Misalnya anda ada kesulitan uang , masalah hutang misalnya terus anda datang ke dukun kemudian anda ditawari melipatgandakan uang…. sehingga dengan modal sedikit dilipatgandakan sehingga menjadi banyak. Tipuan ini sudah banyak korban dan yang menjadi korban adalah orang yang tidak sadar, kalau sadar pasti akan tahu bahwa dia akan ditipu. Dari sini saja tidak perlu saya jelaskan lebih lanjut anda akan menemukan sendiri dimana letak dukun itu menipu. Saya hanya mengajak anda untuk sadar, ketika sadar maka anda bisa menjelaskan sendiri …. ya kan.

Baik tipuan yang paling hebat adalah “dukun tidak bekerja sendiri” dia bekerja secara mafia. Ada yang mencari nasabah, ada yang menunjukkan jalan rumah si dukun, dan ada yang membujuk anda untuk meyakini dukun tersebut dan iitu dia lakukan dengan penuh “kebohongan”. Maka hati hati jika kesedihan anda tertangkap mereka maka anda akan menjadi sasaran empuk yang akan semakin membawa anda kepada masalah yang lebih besar.

tipuan dukun tidak selalu berdampak buruk bagi anda, seorang dukun yang baik hati, dia akan menggunakan tipuannya untuk hal yang positif. misalnya dia mengobati sakit. dengan tipuan misalnya sakit dipindah ke kambing atau telur atau apapun sehingga membuat anda yakin bahwa sakit anda sudah berhasil dipindah akan membuat anda sembuh dari sakit. Nah berarti anda sembuh dari sakit dengan tipuan seorang dukun.

Hal yang sangat perlu anda hati hati adalah bahwa dukun tidak meminta pertolongan kepada Allah. (kalau ke Allah berarti bukan dukun), dia akan meminta kepada selain Allah. Nah jangan sampai anda tauhid anda tergadaikan

trik dukun telur

Menyoal masalah imam shalat yang tidak tumakninah

DISKUSI MENARIK KENAPA SHALAT DIRUMAH LEBIH AFDHAL DARIPADA DI MASJID.
komen menarik dari pak Rachmad Efendi,

Assalamu’alaikum bapak Setiyo,
Mohon maaf saya baru sedang mengenali zikir nafasnya metode bapak, ketika saya membaca tulisan “alasan mengapa orang beriman dikatakan gila” sampai pada kalimat “kenapa orang beriman lebih suka shalat sendiri dari pada berjamaah… baik sedikit saja ya ; kalau shalat berjamaah imam nya tidak tumakninah dalam shalat ini membuat orang beriman tidak sampai hati…. sujud kepada Allah kok cepat sekali. yang kedua … kalau orang beriman jadi imam maka sudah bisa dipasikan para makmum banyak yang protes….” saya jadi tertegun … bukankan shalat wajib yg lima waktu diluar shalat2 sunnah, menurut syariat yg di ajarkan baginda Rosululloh diharuskan untuk dilakukan berjamaah bahkan sebisanya harus di mesjid? maaf saya berhusnudzon saja bahwa sikap bapak hanya “lebih senang” saja tapi pada prakteknya tetap sami’na wa ato’na kepada sunnah baginda Rosululloh untuk melakukan sholat berjamaah, terlepas dari kondisi imam yang tidak tumaninah (toh tidak semua tidak tumaninah, bisa dicari masjid yang imamnya baik). Tulisan Bapak yang menyangkut ini bisa ditangkap dengan keliru justru disaat sebagian kita sedang gencar2nya mengajak sholat berjamaah di masjid, seperti halnya bapak Suhartadji ysng langsung setuju seribu persen. Sesungguhnya saya sedang mulai tertarik dengan methode zikir yang Bapak ajarkan ini, namun seandainya ada hal yang bertentangan dengan sunnah Rosululloh, mohon maaf dengan tidak mengurangi rasa hormat saya akan keluar dari websitenya Bapak. Mohon penjelasannya, dan sekali lagi mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan di hati Bapak. wasallam.

ini jawaban saya
waalaikum salam wr wb. sebenarnya saya sangat mengikuti sunah rasulullah Pak … sekarang bagaimana mungkin saya mengikuti imam yang shalatnya tidak sesuai syariat… jelas jelas rasulullah mengajarkan bahwa shalat harus tumakninah.. tapi mengapa imam imam di masjid (terutama di masjid saya) ini kalau shalat cepat sekali sampai saya hanya membaca bacaan rukuk dan sujud saja tidak sempat. Saya sangat mengikuti syariat Rasulullah. Saya merasa saja seandainya shalat berjamaah sesuai dengan apa yang dituntukan rasulullah pasti indah betul shalat berjamaah itu. Bukan shalat yang seperti sekarang ini kebanyakan imam lakukan. Hanya mememnuhi sebagian makmum yang suka cepat dalam shalat tanpa tumakaninah. Kalau Bapak baca lebih lanjut tentang tumakninah ini …. tumkaninah oleh sebagian ulama merupakan wajib dan menjadi rukun di dalam shalat berjamaah dan ini pun pernah rasulullah contohkan ketika ada sahabat yang shalat dengan cepat (tanpa tumakninah ) disuruh mengulang 3 kali. Kalau shalat tidak tumakninah berarti tidak sah shalatnya sekarang bagaimana jika hal ini terjadi di tempat Bapak apakah bapak akan shalat berjamaaah dengan resiko shalat tidak sah…. lebih bahaya mana sekarang antara shalat sendiri sah shalatnya dengan salat berjamaah tapi tidak sah shalatnya.
para imam memang harus mendapatkan pengaetahuan ini sehingga benar benar memperhatikan unsur tumakninah dalam shalatnya. sehingga jamaah pun bisa membaca bacaaan shalat bisa lebih tumakninah…

Kalau Imam Shalat saja tidak tumakninah dalam shalat

solusi hidup bagi yang bermasalah berat ada di ali imran ayat 200

ada tahapan tahapan dalam menyelesaikan masalah. Seperti yang di tuliskan di surat ali imran ayat 200. yang pertama adalah beriman : iman memegang peranan penting dalam semua penyelesaian masalah. Sebab Iman ini akan membawa suatu keyakinan kekuatan di luar diri kia. Kekuatan diri kita tidak lain adalah kekuatan Allah SWT. Dengan adanya keyakinan kepada kekuatan Allah ini maka kita akan yakin mampu untuk bisa melewati masa masa sulit.

tahap yang kedua adalah sabar. Beriman adalah mempercayakan segala sesuatu kepada Allah, ketika seseorang sudah mempercayakan sesuatu kepada kekuatan di luar dirinya maka kekuatan tersebut (Allah SWT) akan memprosesnya. Nah dalam proses inilah kita diminta sabar , karena memang penyelesaian dari Allah bukan dari kita. Sabar berarti membiarkan Allah untuk beraksi menunjukkan kekuatan kekuatan Beliau yang memang kadang di luar akal pikiran manusia dan tidak dapat disangka sangka. Ketika kita sabar maka Allah bertindak, ketika kita tidak sabar dengan ingin cepat selesai maka proses dari Allah bisa berhenti dan ini tentunya akan berakibat kepada tidak selesainya masalah atau malah masalah bertambah berat.

Setelah sabar tahap selanjutnya adalah tetap waspada. Waspada berarti kita tetap awareness , kita paham benar dengan masalah kita, kita paham benar dengan apa apa yang terjadi dalam setiap masalah kita. kesadaran yang kita bawa adalah kesadaran akan Allah yaitu takwa. Orang yang sedang memiliki masalah yang berat akan berpengaruh kepada kesadaran yang lemah, mereka dapat di pengaruhi dengan mudah hbujuk rayu syetan untuk berbuat syirik dan berbuat yang tidak diridhoi Allah.

waspada akan membawa pada suatu keadaan yang dapat membawa terjaganya iman kepada Allah. berapa banyak orang yang bermasalah berat akhirnya mempecayai kepada dukun “orang pintar” atau benda benda yang dikeramatkan yang pada akhirnya dapat membawa pada masalah yang lebih berat. dan berapa banyak orang yang ketika bermasalah terbawa ke jurang maksiyat narkoba, minuman keras dan lainnya…..waspada juga dapat mencegaj seseorang untuk marah marah, marah adalah tanda bahwa kesadarannya lepas dan tidak sabar lagi… jadi waspada seperti kunci yang dapat mengunci seseoran untuk tetap sabar .

sebagai kesimpulan ; masalah apapun yang sudah kita percayakan kepada Allah maka sabar karena kita sudah dipreoses dan tetap waspada untuk tetap sadar Allah dan mengkuti kehendak kehendak Allah. solusi Allah tentulah yang terbaik.

kata-bijak-sabar