Pelajaran dan petunjuk Allah

Allah tidak mungkin memberikan pelajaran kepada kita yang aneh aneh. Pelajaran dan petunjuk Allah pasti bermanfaat untuk kehidupan kita baik di dunia ini maupun nanti diakhirat. ketika kita mendekat ke Allah menggunakan cara DN maka Allah langsung memberikan pelajarannya dan petunjukNya yang terletak pada pikiran dan emosi kita.

ketika kita mendekat ke Allah kita amati pikiran kita dan perasaan kita. jika kita belum merasakan coba amati lebih halus lagi. apakah ada perubahan peikiran dan perasaan. misalnya ketika dzikir apakah ada pikiran jahat yang masuk? tentunya ini menandakan bahwa Allah memberikan petunjuk untuk tidak berbuat jahat karena orang berbuat jahat pasti kepikiran jahat. contoh lain perasaan, bagaimana perubahan perasaan kita ketika mendekat ke allah tambah tenang relaks ? jika ya maka itulah pelajaran dan petunjuk dari Allah, yaitu kita diajari tenang dan di beri petunjuk untuk tenang.

ya… jangan berpikir tentang pelajaran dari Allah itu seperti pelajaran ilmu yang aneh atau petunjuk Allah tentang sesuatu misalnya tentang keadaan orang lain, tentang nasib atau lainnya, yang sebenarnya itu kurang memberi manfat apa apa. kalau misalnya kita mengetahui nasib orang lain apa manfaatnya untuk kita? apa manfaatnya untuk kehidupan akhirat kita… tapi coba bandingkn dengan pelajaran tenang dan pelajaran relaks manfatnya banyak kan, bisa kita pakai untuk shalat bisa kita pakai untuk kehidupan sehari hari. Coba kalau hidup kita tenang pasti akan hidup akan lebih menyenangkan.

baik jadi pelajaran dan petunjuk Allah ini sangat sederhana sangat simpel tapi manfaat untuk diri kita sangat besar. maka mari kita pelajari lagi apa apa yang sudah diberikan Allah dalam ber DN ini.

Eling lan waspada dari joyoboyo

Benar kata Joyoboyo bahwa pada suatu saat nanti akan ada jaman edan (jaman kegilaan) yang tidak gila maka tidak akan kebagian tapi menurut beliau yang lebih beruntung adalah mereka yang tidak gila dengan tetap eling (sadar Allah) dan waspada. Sebuah ungkapan ramalan sang pujangga jawa yang ternyata sangat pas dengan kampanye Sadar Allah yang sekarang sedang saya jalankan bersama kawan kawan di jamaah dzikir nafas. Bukan mengikuti perintah joyoboyo tapi mengikuti perintah Allah melalui rasulullah untuk terus berdzikir dan selalu iqro.

kenapa orang yang sadar Allah dan orang yang waspada (iqro) itu beruntung. Orang yang sadar Allah dia akan memiliki kesadaran yang meluas, yang menjadi perhatiannya dia tidak hanya dirinya saja tapi kesadarannya meluas seluas kekuasaan Allah SWT. Maka dalam kesadaran meluas ini ktia tidak lagi menggunakan pikiran bahkan pikiran berada dalam pengawasan atau kewaspadaan kita. ingat uraian yang lalu bahwa pikiran bukanlah sadar dan sadar bukanlah pikiran.

Ketika kesadaran meluas maka area kewaspadaan juga meluas sehingga bisa menangkap hal hal yang ada di area tersebut. maka sudah bisa dipastikan bahwa orang yang lebih tahu orang yang lebih sadar akan sesuatu dia akan dapat mengambil tindakan antisipatif. dan ini menjadi keuntungan bagi yang Eling lan waspada (sadar Allah dan iqro kehendak Allah)

eling lan waspada

mencapai mindfullness dengan dzikir nafas

Kajian psikologi transpersonal bagi saya sangat menarik, karena kajian ini sangat membantu saya dalam menjelaskan proses kesadaran. Dimana saat ini saya sedang berkampanye tentang sadar Allah. Di Psikologi kajian mindfullness tentunya belum mencapai kesadaran tentang Allah, karena ini tingkat kesadaran yang hanya dimiliki dalam khasanah keislaman bukan ranah psikologi pada umumnya.

Mindfulness adalah kualitas kesadaran diri (consciousness), yang mencakup keadaan sadar terjaga (awareness) dan perhatian (attention) dan harus dibedakan dari proses mental seperti kognisi (perencanaan-pengawasan), motivasi, dan keadaan emosi (Brown & Ryan, 2003) http://silents-hening.blogspot.co.id/2009/04/pengertian-mindfulness-sebagai-kualitas.html

saya sendiri tertarik juga dengan istilah jawa yang bisa diartikan juga dengan mindfulness yaitu eling lan waspada (eling berarti awareness dan waspada berarti pay attention) Eling lan waspada merupakan pendapat dari joyoboyo yang merupakan pujangga terkenal di tanah jawa.

dalam kajian dzikir nafas dalam prakteknya juga menggunakan konsep ini. ketika seorang sadar akan allah maka dia akan waspada apa saja yang menjadi kehendak Allah yang terimplentasi dalam kehidupan. Orang yang mindfulness atau orang yang eling lan waspada akan dapat memahami keadaan dirinya dan lingkungan sekitarnya secara lebih dalam dan lebih luas.

Dzikir nafas kesadaran akan diupgrade melalui kesadaran akan Allah yang maha luas dan maha tak terbatas. Setiap menyebut huu dan Allah kesadaran melambung mengarah kepada Allah yang maha kuasa dengan upgrade ini maka akan muncul keadaan kesadaran yangberubah (the altered states of consciousness).

jika seseorang dapat mencapai kesadaran yang lebih tinggi (mindfulness) maka akan dapat memahami pikirannya sendiri, mengamati bagaimana proses pikiran itu berjalan . Juga akan dapat memahami emosi emsoi yang muncul dalam dirinya, dia paham benar tentang gejolak emosi yang ada pada dirinya.

dalam dzikir nafas filosofi terhadap manusia dilatih dengan jalan memisahkan mana jasad dan mana jiwa. dengan jiwa inilah kita dapat mencapai kesadaran yang tinggi. jiwa dapat memahami apa apa yang ada dalam jasad dan lingkungannya.

With Dzikir Nafas

 

Dzikir Nafas itu tidak mencari yang apa apa

Menarik berbagai pertanyaan sharing dan pengalaman yang disampaikan rekan rekan sahabat pada saat pertemuan silaturahmi ke empat di padepokan patrap surakarta kemarin. Mungkin sebagian tertawa, bingung, atau bahkan terkejut mungkin juga kecewa ketika dalam ber DN kita tidak mencari apa apa… bahkan yang kita cari adalah yang bukan apa apa. kalau ketemu dengan apa apa berarti itu bukan yang menjadi tujuan kita atau yang kita cari.

tentunya hal ini bagi yang benar benar mencari kebenaran akan Allah menjadi menarik, sebab Allah memang bukan apa apa, kalau apa apa tentunya bukan Allah. Pada taraf kita mencari Allah belum menemukan yang bukan apa apa itu menunjukkan sifat Allah yang ghoib tapi bagi rekan rekan DNers yang sudah menemukan yang bukan apa apa berarti sudah menemukan bahwa Allah bersifat dzahir bukan lagi ghoib.

Konsep menemukan yang bukan apa apa ini lah perjuangan yang tidak akan berhenti …. dan inilah unik dan menariknya belajar DN. ketika orang berspiritual berharap bisa menemukan ini dan itu justru dalam DN tidak demikian tapi memiliki tujuan untuk tidak menemukan yang bukan apa apa.

ketika saya menjawab pertanyaan pertanyaan seputar pengalaman DN, jamaah DN menjadi lega karena memang bukan pengalaman yang menjadi tujuan, bagi yang banyak pengalaman pun juga lega karena penjelasan saya mengarahkan kepada yang bukan pengalaman sehingga tidak terjebak pada pengalaman.

faktor kegagalan belajar DN karena masih mencari yang apa apa.. misalnya DN mencari bahagia, DN mencari solusi hidup, ber DN mencari ketentraman, bahkan DN mencari kesaktian… semua itu adalah “apa apa”. sekali lagi kita mencari yang bukan apa apa.

Dalam belajar Dzikir Nafas kita tidak mencari apa

 

Bahagianya masuk wilayah hakikat

Hakikat dari segala sesuatu adalah Allah. kalau kita sudah masuk ke wilayah …apa apa Allah, semua Allah, segala sesuatu Allah, dan tidak ada yang ada kecuali Allah, maka kita akan merasakan bahagia. Mendasarkan semua kekuatan kepada Allah berarti kita tidak stress sebab kemampuan kita jelas terbatas, kita stress karena kita merasa tidak mampu, coba kalau kita mendasarkan pada kemampuan Allah maka pikiran akan terbebas dari keterbatasan.

kekhawatiran tidak ada jika kita masuk wilayah hakikat … maka benar kalau kekasih Allah itu tidak akan merasakan khawatir sebab khawatir itu berangkat dari rasa tidak mampu terhadap apapun yang sedang kita hadapi. Jika kita sudah mendapatkan suatu keyakinan akan hakikat sesuatu .. yaitu Allah… maka kita akan keterbatasan itu akan hilang dan secara pikiran dan emosi kita akan mendapatkan suatu yang “positif” yaitu bisa mengatasi, bisa menyelesaikan, bisa mendapatkan solusi …

Wilayah hakikat adalah wilayah dimana semua di muarakan kepada Allah. jadi sangatlah mudah untuk masuk ke wilayah ini. Orang mengatakan sulit masuk ke wilayah ke hakikat ini karena masih ada keraguan kepada Allah SWT. Jika iman kita benar yaitu mengakui Allah 100% maka kita akan mendapatkan suatu wilayah hakikat yang sangat membahagiakan.

jika kita belum bisa masuk wilayah ini maka latihlah dengan sedikit demi sedikit mengandalkan kekuatan Allah. misalnya minum obat maka sebelum minum yakinkan bahwa yang menyembuhkan bukan obat tapi Allah, misalnya sedang sulit ekonomi, penghasilan pas pasan sedangkan pengeluaran semakin banyak… persediaan di tabungan semakin menipis maka sandarkan kepada Allah bahwa Allah memurahkan rizki Allah memudahkan dalam mencari rizki, Dia yang maha kaya dan Dia yang maha pemurah.

melatih keimanan kita akan menyebabka kita masuk wilayah hakikat. Orang orang yang menolak hakikat dan hanya berkutat masalah syariat saja sebenarnya orang tersebut hidupnya tidak bahagia, bagaimana tidak bahagia kalau mereka hanya mendapatkan kebahgiaan semu. mereka shalat tidak untuk menghadap Allah tapi untuk menjalankan syariat, mereka bersedekan tidak diberikan ke Allah tapi diberikan ke manusia, diberikan ke yayasan, mereka puasa tidak untuk Allah tapi untuk menjalankan kewajiban bulan ramdhan. Kelihatannya ini benar melakukan demi syariat namun HAMPA, sebab disitu tidak ada Allahnya, tujuannya tidak untuk Allah tapi untuk syariat. maaf ini saya sedang tidak bermain kata tapi ini adalah fakta yang harus kita rubah kebiasaan salah ini.

baik kebahagiaan adalah dambaan setiap hidup manusia dan itu dapat dicapai dengan kita menjalani hakikat kehidupan. puasa dengan hakikat, shalat dengan hakikat, bersyahadat dengan hakikat. masukkan semua ke dalam wllayah hakikat.

Bahagia dunia akhirat itu kalau masuk hakikat,

cukup menyedihkan ketika saya menjelaskan ini kemudian ada yang berkomentar “ya memang semua Allah”, ” kalau sudah Allah ya selesai sudah… ” pernyataan yang demikian menunjukkan pengetahuan semua Allah tapi tidak masuk ke wilayahnya. Seolah kalah saya sedikit sedikit ke Allah itu sesuatu yang lucu … kuno … dan bodoh… Saya mengajak anda untuk masuk ke wilayah hakikat ini bukan sekedar pengetahuan tentang Allah. Kalau ktia tidak masuk ke hakikat sekarang untuk apa ibadah kita, untuk apa amal sholeh kita. Ingat bahwa sesuatu yang dikerjakan bukan karena Allah maka amal itu “batal”.

Malaysia-Indonesia Satu Rumpun Satu Nafas Satu Dzikir

Muslim adalah saudara, bagiamana tidak saudara kalau nafasnya saja sama, nafas masuk dan nafas keluar diisi dengan Allah. Masuknya nafas karena Allah dan keluarnya nafas karena Allah. Indonesia dan malaysia bersatu dalam satu nafas. Demikian program yang rencana akan kami buat. Perpaduan dari Dzikir Nafas malaysia yang di asuh oleh Tuan Guru, Tuan syeihk Dr Ismail Kassim , dan dari Indonesia saya sendiri Penulis dan trainer dzikir nafas. Menyatukan nafas dalam perbedaan pengajaran tentang kalimat laa ilaha ilallah dari dua negara yang berbeda bisa menjadi suatu kekuatan spiritual yang dapat menurunkan rahmat dan hidayah Allah

setiyo ismail kassim

mengedepankan rasionalitas dalam mendekat ke Allah

Bagi anda yang mengedapankan rasionalitas dalam segala hal, dalam hidup anda, dalam setiap apa yang anda hadapi termasuk dalam hal ini dalam hal mendekat ke Allah maka saya ajak anda untuk berjalan bersama ke Allah dengan cara yang sangat rasional. Saya tidak akan memfokuskan pada pengalaman pengalaman spiritual sebab itu akan membuat anda semakin sulit untuk ke Allah. Anda tidak akan terasa terhijab dengan berbagai keanehan dan kegaiban padahal sebenarnya hal itu harus anda hindari.

Ke Allah merupakan jalan panjang yang penuh sensasi

Ke Allah merupakan jalan panjang yang penuh sensasi… sensasi ini harus kita tinggalkan…. sudah banyak pengalaman saya memiliki murid yang awalnya dia selalu mencari sensasi … selalu ingin bisa mendapatkan hal hal ghoib selama belajar DN… dan ditengah jalan akhirnya dia merasa tidak cocok dengan saya, merasa dirinya kecewa dengan saya karena dia telah overestimate dengan saya bahwa saya orang sakti, bisa menyembuhkan dan bisa sakti …Bukan saya hanyalah orang biasa yang sedang berjalan menuju kepada Allah. Hal yang sangat saya harapkan adalah kedekatan saya dengan Allah semakin dekat dan semakin dekat. Saya tidak memperhatikan dan saya tidak bangga dengan hal hal yang bersifat kesaktian dan sejenisnya.

Saya lebih sesuai dengan hal hal yang rasional, makanya saya juga berani mengajarkan dzikir nafas tanpa baiat dan tanpa syarat apapun meski banyak orang yang mengkhawatirkan… nanti sesat lah nanti kemasukan jin lah dan lain sebagainya… tapi bagi saya, saya mengajarkan dzikir nafas adalah sangat rasional dan sangat qurani, sangat sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. Dan rasionalitas yang saya kedepankan ini ternyata terbukti.. bahwa semua sunatullah adalah rasional… tidak ada jamaah dzikir nafas yang kerasukan jin, tidak ada yang tersesat malah merasa semakin dekat kepada Allah, terjadi perubahan akhlak sesuai akhlak Nabi… dan pengalaman ke arah yang membawa kepada ketakwaan.

Saya khawatir jika dzikir nafas ini terlalu banyak pengalaman yang tidak membawa takwa misalnya bisa menyembuhkan, bisa untuk ngisi akik, bisa ngrogo sukmo bisa ini dan itu tapi tidak membawa takwa… khawatir saya … karena hal -hal yang demikian dapat membawa ke arah jauh dari Allah. membuat proses ke Allah jadi berhenti dan stagnan pada keghoiban dan kesaktian.

Kalau anda masih ingin belajar ke Allah bersama saya maka siapkan niat anda bahwa anda jangan berharap apa apa selain mendapatkan Allah. inilah frekwensi yang saya gunakan. jika anda tidak sama dengan frekwensi ini maka saya jamin ilmu saya tidak akan masuk dan anda akan jenuh… dan akhirnya anda akan meninggalkan majelis dzikir nafas. Tapi jika frekwensi sama maka dimanapun anda, kapan anda tetap akan bisa nyambung , bahkan pengajaran Allah yang saya terima secara langsung akan memvibrasi anda juga karena frekwensinya sama.

Baik mari kita perbaiki diri kita masing masing, kita niatkan hati kita jaga ihdina shirattal mustaqim…. jangan toleh kanan kiri lurus saja ke Allah.

capek mengancam orang musyrik

karena sudah pasti ya tidak perlu di ancam ancamkan. Ngabisin energi. tidak selayaknya juga kita mengancam ancam orang musyrik karena ancaman datangnya bukan dari kita. Misalnya kita mengatakan bahwa orang musyrk itu neraka tempatnya… syetan gurunya… dll … untuk apa ini kita sampaikan kepada mereka. yang pasti orang itu akan semakin musrik dan kita akan semakin dia benci.

lebih baik yang kita lakukan adalah kita menawarkan bentuk ketauhidan yang benar, yang ada bukti nya, yang bermanfaat… yang tentunya kehendak Allah harus benar benar lebih hebat dari tuhan yang membuatnya syirik. Kalau kita saja tidak bisa membuktikan bahwa ALlah itu hebat bagaimana orang musyrik akan percaya dengan kita.

 

bergurulah kepada Allah jangan kepada saya

berguru yang benar ya kepada Allah, tidak kepada siapapun. Pernyataan ini pasti anda bantah dengan … Nabi Muhammad saja melalui malaikat jibril…. pertanyaan saya … apa iya setiap turun wahyu melalui malaikat Jibril… terntunya tidak… hanya awal awal saja ketika Rasululah menerima wahyu pertama melalui malaikat jibril… itu pun jibril mengjarakan kepada Nabi untuk “iqro” artinya bahwa selanjutnya Nabi sendirilah yang harus “iqro”.

Sayapun berusaha untuk mengajak anda iqro, artinya saya hanya mengantarkan bahwa ini loh cara iqro selanjutnya anda sendirilah yang harus membaca atau iqro. Kalau kita bisa iqra maka kita akan mampu menangkap apa apa yang diajarkan Allah kepada kita.

pastinya cara saya ini agak aneh….. ya memang .. saya tidak sama dengan yang lain. Kalau yang lain mengajarkan apa apa yang di iqro, kalau saya mengajarkan bagaimana untuk iqro. Ibaratnya kalau belajar dengan saya maka anda akan saya beri cangkul … kalau belajar dengan orang lain maka anda akan di cangkulkan. ya belajar dengan saya tingkat kegagalannya sangat tinggi, tapi sekali anda dapat maka anda akan mendapatkan pengajaran terus menerus dari Allah.

banyak yang belajar ke saya akhirnya “give up”…. kalau saya ya monggo saja…. saya dalam hal ini juga tidak memaksa, karena dipaksapun tentunya juga akan sia sia.

bagi anda yang sedang belajar dengan saya ketika anda belum paham teruslah menjalankan apa apa yang saya sarankan…. sampai kapan? sampai anda mendapakatkan pengajaran dari Allah… kalau tidak mendapatkan ? … jangan berhenti… tetap lakukan apa apa yang sudah saya sarankan.

saran saya sederhana jalankan DN dengan penuh keihlasan tanpa ada tendensi macam macam.

 

dzikir nafas bukan tarekat

tarekat adalah salah satu jalan untuk menuju Ke Allah. Tapi ini adalah salah satu cara .. masih ada cara lain dan jalan lain yang terbentang luas. Salah satu cara itu adalah dengan dzikir nafas. Dzikir nafas sangat berbeda  dengan tarekat. perbedaan tersebut adalah :

1. baiat, dalam tarekat baiat dilakukan oleh mursyid tapi kalau dzikir nafas baiat dilakukan cukup dengan bersyahadat

2. bacaan, dalam dzikir nafas bacaan cukup dengan huu dan Allah seiring keluar masuknya nafas. sedangkan dalam tareka bacaannnya cukup banyak

3.kewajiban. dalam dzikir nafas tidak ada kewajiban untuk berdzikir tapi dalam tarekat bacaan setengah diwajibkan oleh mursyid

4. waktu, dalam dzikir nafas waktunya “setiap waktu boleh” kalau tarekat waktunya ditentukan misalnya habis subuh dan habis magrib.

5. Mursyid. dalam dzikir nafas mursyid pembimbing langsung oleh Allah SWT sedangkan dalam tarekat mursyid adalah ulama sholeh yang membaiat.