Serendah rendahnya Pasrah adalah sesakti saktinya orang

tidak ada ilmu yang melebihi ilmu pasrah, tidak ada orang sakti yang melebihi orang yang pasrah. ketika pasrah maka orang menjadi hebat diatasnya orang sakti. pasrahnya kemana biar melebihi orang sakti, pasrahnya bukan pada keadaan, pasrah bukan pada nasib, pasrah bukan pada apapun tapi pasrah kepada Allah SWT.

selamat menjadi orang sukses dan berjaya dengan pasrah kepada Allah

Prototipe Manusia Sempurna ( insan kamil )

instrumen tertinggi manusia adalah kesadaran yang diarahkan kepada kesadaran akan Allah SWT.  Kalau instrumen ini diaktivasi untuk menyadari Allah maka pikiran emosi dan perilaku akan menjadi baik. Maka penyimpangan seperti LGBT, sekulerisasi dan bentuk psikopatologi lainnya akan terminimalisasikan.

maka yang perlu adalah bagaimana mengaktivasi kesadaran akan Allah ini (spiritual attanndence) dalam kehidupan sehari hari. kesadaran inilah yang sebenarnya menjadi fokus dari model pembentukan karakter atau pembentukan dari prototipe insan kamil yaiat seorang muslim yang sadar Allah dalam setiap waktu dan keadaan. tidak perlu ribet dengan model model training yang rumit karena cukup dengan sadar Allah ini semua akan berubah ke arah yang positif

mengidentifiasikan diri sebagai kucing

pentingnya sadar Allah ini dapat menghindarkan diri dari identifikasi diri yang keliru. Ada yang merasa dirinya perempuan padahal laki laki, ada yang merasa laki laki padahal perempuan. kemudian ada juga yang merasa dirinya jelmaan dari nenek moyangnya yang sakti sehingga bisa sakti. Identifikasi yang salah ini memang dapat memunculkan kekuatan kekuatan seperti apa yang diidentifikasikan. Seperti kasus wanita norwegia ini yang merasa jelmaan kucing dan dapat berkomunikasi dengan kucing.
Sadar Allah menjadikan kita terjaga dari identitas yang salah. Kita sadar sebagai manusia sebagai mahluk Allah, kita sadar akan hal ini maka kita akan dapat menyadari sebagai manusia misalnya laki laki ya menjadi laki -laki, jadi intinya ketka kita sadar Allah maka kita akan menjadi fitrah yaitu seperti apa yang Allah ciptakan kepada kita, kita tidak akan merasa menjadi kucing, kita tidak akan merasa menjadi lawan jenis.
fenomena kisah wanita norwegia jelmaan kucing ini sebenarnya dia tenggelam alam bawah sadar tentang kucing. Penguasaan kucing yang ada di “bawah sadar” ini akan menjelma secara riil … hampir mirip dengan kesurupan. kalau kesurupan misalnya kesurupan kucing maka dia akan berubah menjadi kucing cuma ini temporer dan caranya menggunakan metode “masuk bawah sadar secara instan” tapi kalau yang kasus wanita norwegia ini lebih permanen secara terus menerus seperti orang laki laki yang menjadi perempuan.
baik metode efektif untuk terhindar dari perilaku salah atau menyimpang ini adalah dengan sadar Allah. http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160129205819-277-107698/kisah-wanita-norwegia-jelmaan-kucing/

Psikologi islam di tengah persimpangan jalan

psikologi islam sebagai ilmu yang berada di tengah, islam nggak begitu… psikologi juga menyimpang dari teori minstream. Sebagai aliran ilmu baru, wacana keislaman banyak menemui kendala, sayangnya ditambah dengan para pengusungnya yang masih ragu ragu apakah benar apa tidak, padahal ya sudah dikaji. nampaknya Para psikolog muslim ini masih takut dengan para ulama kyai jika hasil kajiannya mlenceng dari pendapat kyai dan ulama, sehingga benar benar psikologi islam ini di persimpangan jalan. Sebagai aliran keilmuan yang memiliki dasar yang jelas yaitu ilmiah seharusnya berani di “adu” dengan pendapat para kyai dan ulama. Jangan malah berpandapat bahwa psikologi islam bukan ilmu yang pasti bukan ilmu yang mutlak… meski iya tapi kalau ini menjadi prinsip akan bahaya sebab seperti aliran ilmu yang tidak punya dasar dasar yang jelas dan meyakinkan.

Psikolog islam harus berani menerjang jalur psikologi yang bukan islam, dan berani berpendapat jika memang hasil riset dan hasil kajiannya berbeda dengan pendapat para ulama. Ingat bahwa para kyai dan para ulama fokus ilmunya tidak ke psikologi sehingga kita bisa menang 1-0 untuk hal ilmu psikologi sehingga kita punya dasar untuk berbeda jika memang berbeda

kalau tidak berani dan dimulai sejak sekarang bagaimana psikologi islam ini akan berkembang. Umat islam sangat membutuhkan peran dari psikologi islam ini. bagaimana dzikir tidak dapat membuat hati tenang, shalat tidak dapat menjadi perbuatan yang dapat merubah perilaku.. padahal qurannya jelas … yang pasti yang bisa menjelaskan hal ini adalah psikolog bukan kyai atau ulama. kyai atau ulama tidak paham apa itu gelombang alva dan sebagainya nah menjadi tugas kita untuk berani mengatakan bahwa dzikir sebatas mulut tidak akan membawa jiwa tenang.

jangan sampai psikologi islam yang sudah dibangun sekian puluh tahun ini berada di persimpangan jalan yang tidak jelas arahnya. saya kira perlu adanya gebrakan gebarakan sehingga umat islam terutama melirik untuk mendengar penjelasan ilmiah dari psikologi islam. Gebrakan ini penting agar kajian di psikologi islam juga berkembang.

sudah tidak masanya lagi kita membahas paradigma psikologi islam, epitimologi psikologi islam dan sejenisnya seharusnya kita sudah mulai memberikan kemanfaat kepada umat tentang psikologi islam. kita teliti kita terapkan….. kita teliti kita terapkan jika perlu kita  buat modul pelatihan yang sesuai dengan hasil penelitian. kalau memang agak beda dengan para ulama dan kyai tidak perlu takut. asal memang dilandasi dasar ilmiah yang kuat, tapi juga bila mendapat masukan harus terbuka, sehingga terus berkembang.

Iman dikesampingkan ilmu diutamakan

Ketika islam hanya ada sahabat hanya ada pejuang maka islam ini menjadi saja dan mencapi puncak kejayaan. Tapi islam mundur setelah banyak orang yang ahli agama orang yang pintar agama. pada saat itulah ilmu lebih di unggulkan dari pada iman, Iman menjadi nomor sekian setelah ilmu. Orang yang mengajarkan keimanan mulai tersingkirkan dan mulai tidak banyak peminatnya. Orang mulai berlomba lomba asik dengan ilmu, mencari ilmu sampai bertahun tahun… dari mulai kanak kanak sampai dewasa. Setelah dewasa orang berilmu ini berusaha menjadi penyebar ilmu dan berusaha mempertahankan dinasti keilmuannya. Ilmu islam berkembang pesat sampai sampai terbagi bagi menjadi cabang cabang ilmu dmana di jaman rasulullah tidak ada, misalnya fiqh, kemudian ushuludin kemudian tafsir, hadis , quran, tahsin, emnghafal dan masih banyak lagi. Konsentrasi tidak pada keimanan tapi pada ilmu. Padahal seharusnya Iman terlebih dahulu yang di mantabkan nanti ilmu akan dapat. Tapi paradigma akan aneh ..sebab memang saya katakan diawal bahwa mayoritas orang mencari ilmu.

Kalau memang ilmu itu dapat membawa kemajuan islam tapi mengapa justru alumni pondok sedikit perannya. Banyak dari alumni pondok yang kurang siap dalam bekerja ketika dia harus mengemban untuk mencari nafkah. Mereka maunya menjadi ustad… lah kalau semua ustad dan mengharapkan penghasilan dari pengajian ke pengajian bagaimana islam mau berkembang.

jadi saya sementara ini berkesimpulan bahwa semakin banyak orang berilmu islam semakin sulit berkembang. kecuali kalau bukan islam …. misalnya orang islam yang menguasai ilmu komputer orang islam yang menguasai ilmu perekonomian dan lainsebagainya. ini islam akan bisa maju.

Pergeseran keilmuan ke keimanan harus dimulai sejak sekarang. Hemat saya untuk saat ini, ilmu biasa saja tapi iman terus terupgrade. Sebab dari pengalaman sebelumnya islam maju jika dipegang orang yang beriman bukan hanya sekedar berilmu. Kalau beriman maka dia berani buka lahan misalnya berdakwah ke tempat tempat yang sulit dijangkau… tapi kalau orang berilmu agama yang tingga dia akan lebih banyak berada di tempat orang yang sudah islam, dia tidak berani babad alas… bahkan ironi dia hanya bisa menyalahka sana dan sini karena banyaknya ilmu dan kurang nya iman.

ya sementara ini pendapat saya carilah tempat tempat yang dapat menempa  iman bukan tempat yang hanya ilmu dan ilmu..

Revolusi mental perspektif psikologi islam

Mental adalah keadaan kejiwaan, revolusi mental berarti merombak  keadaan kejiwaan sehingga bisa menjadi jiwa yang tangguh, siap kerja dan tahan stress. Islam memberikan dasar revolusi ini terletak pada believe system. Jika believe system ini dapat di revolusi maka semua perilaku baik itu perilaku kognitif dan emosi dapat terevolusi juga, demikian pula dengan produktivitas, ketangguhan, kegigihan dan sikap positif lainnya akan meningkat.

believe system dalam islam disebut dengan IMAN. Iman adalah kepercayaan kepada Allah yang memiliki kekuatan unlimited terhadap segala hal. sederhananya jika Iman kepada Allah kuat (artinya iman kepada kekuatan diluar diri yang unlimited) maka seseorang akan menjadi tangguh. konsep ini hampir sama dengan NLP dimana di dalam “filter” yang salah satunya adalah believe sistem ini jika teroptimalkan maka akan menjadi seseorang dapat meningkat kualitas dirinya.

bagaimana cara merevolusi mental secara islami, tidak lain caranya adalah menanamkan jiwa sadar Allah dalam setiap aktivitas sehari hari. cara menanamkan ini bisa dengan dzikir, bisa melalui shalat dan dalam segala ibadah terutamanya dalam ritual ibadah. sehingga pendidikan keagamaan di sekolah tidak hanya mengajarkan fiqh atau sekedar menjalankan ritual ibadah saja namun harus di masukkan pendidkan bagaimana menghadirkan Allah dalam ibadah dan menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas (spiritual attendence).

dengan spiritual attandence ini maka akan terbentuk mental yang sesuai dengan sifat sifat Allah. Ketika seseorang menghadirkan Allah yang maha kuat maka seseorang akan memiliki mental yang kuat, ketika seseorang menghadirkan Allah dalam kasih sayang maka mental seseorang akan kasih sayang. demikian seterusnya.

 

evaluasi spiritualitas melalui mimpi

Coba dalam waktu terakhir ini mimpi apa …. jika dalam mimpi itu kita dikendalikan berarti jiwa kita belum bebas, jika dalam mimpi itu kita sudah bisa mengenalikan misalnya mimpi di tengah hutang bisa menemukan jalannya dengan tenang, mimpi tersesat bisa ketemu jalannya, mimpi diserang orang bisa mengatasi, mimpi membasmi kejahatan dan lainnya maka itu bukti bahwa jiwa kita sudah bebas.

bagi yang masih terpengaruh mimpi ada baiknya terus berlatih kesadaran akan Allah SWT dengan dzikir nafas. Dzikir nafas sangat efektif untuk melatih kesadaran kita sehingga mimpi buruk tidak lagi menjadi buruk, ketakutan berubah menjadi keberanian.

mari kita evaluasi mimpi kita untuk melihat sejauh mana latihan kesadaran kita melalui dzikir nafas

Perintah Allah tidak melalui malaikat jibril

Banyak kisah Para Nabi dan Rasul mendapat perintah Allah langsung dari Allaht tidak melalui perantara misalnya malaikat jibril. contohnya ketika Nabi Muhammad SAW akan memanah kemudian Beliau ragu karena membunuh orang, maka perintah Allah langsung hai muhamamd bukan engkau yang memanah tapi Aku (Allah) yang memanah … setelah mendapat perintah itu maka Nabi Muhammad SAW langsung memanah musuh pada saat perang. Contoh lagi Nabi Musa ketika memukulkan tongkat… itupun tidak melalui melaikat jibril tapi langsung dari Allah. Atau Ibu nya Nabi Musa ketika mendapat perintah Allah untuk menyelematkan nabi Musa ke sungai ketika beliau masih Bayi. Dan masih banyak lagi contoh contoh bagaimana perintah langsung dari Allah tidak melalui Malaikat jibril.

Nah kitapun bisa demikian, tentunya jika kita berupa Ilham. Allah mengilhamkan pada jiwa kita, yang terkespresikan dalam bentuk pikiran dan perasaan bahkan tindakan. Jadi MENDAPAT PERINTAH ALLAH TIDAK PERLU PERANTARA karena memang kita bisa langsung dari Allah. Banyak ayat quran yang menyebutkan bahwa kita bisa langsung kepada Allah, dan tidak saya temukan ketika kita ke Allah harus pakai perantara, pakai birokrasi. Bahkan Rasulullah tidak pernah mengajarkan jika kita ke Allah harus ke Rasulullah dulu.

Kesalahan utama dari perjalanan ke Allah adalah adanya perantara ini. INGAT PERANTARA TIDAK ADA PERINTAH RASULULLAH. kita di ajarkan Rasulullah untuk langsung ke Allah maka jika kita cinta Rasulullah maka jalankan ajaran Beliau. Jangan memuji muji Rasulullah tapi melanggar apa yang beliau perintahkan. Rasulullah saja berjuang menghilangkan ke berhala berhala, ini malah menjadikan Rasulullah berhala.

cara mendapatkan ilham dari Allah

Ilham adalah perintah atau informasi dari Allah agar kita menjalankan sesuatu. Orang tidak bisa menangkap ilham karena pikirannya dominan. Coba misalnya nabi Musa (wahyu) perintah untuk memukulkan tongkat ke tanah , coba jika Nabi Musa saat itu berpikir “apa hubungannya memukulkan tongkat dengan mendapatkan keselamatan dari serangan pasukan firaun?” pasti Beliau dan umatnya saat itu tidak akan selamat. Tapi Nabi Musa begitu pahamnya akan perintah Allah dan tidak pernah mempertanyakan “kenapa” sehingga keselamatan pun ada pada diri Beliau dan umatnya.

Kita pun sama, kalau dapat perintah Allah dalam segala hal maka segera lakukan. Latihannya sederhana ketika mendengar Adzan… kita sholat atau menunda (delay) ? ini adalah latihan dasar untuk bisa menangkap ilham atau perintah Allah.

Latihan berikutnya adalah dengan sadar Allah. sadar Allah ini berarti kita menyambungkan diri kepada Allah. Kesambungan ini tentuya akan membuka pintu komunikasi sehngga apa apa yang di kehendaki Allah apa apa yang diilhamkan Allah akan mudah kita tangkap.

latihan berikutnya adalah meniadakan ego dalam diri. latihannya saya sarankan menggunakan dzikir nafas. dengan ketiadaan ego inilah maka pikiran dan dan perasan lebih banyak berfungsi sebagai radar dari pada berpikir. Dengan posisi sebagai radar inilah dapat menangkap sinyal Allah yang masuk dalam diri.

nah itulah cara sederhana menangkap ilham Allah. cukup  dengan Dzikir nafas, Setelah mendapatkan ilham maka harus segera dijalankan ilham tersebut. jangan delay apalagi diabaikan.

belajar zero

ketika kita sudah belajar untuk memasuki alam zero maka Allah akan menuntun kita dalam memasuki keadaannya dan akan memberikan pelajarannya dalam dunia nyata. kita akan diproses secara kejiwaan dan akan di uji di alam nyata. proses kejiwaan dan proses alam nyata dua hal yang berbeda. yang pertama kita harus metode nya untuk dapat memasuki alam zero dan saya menyarankan untuk menggunakan teknik dzikir nafas level 3. nantinya setelah level 3 anda pelajari suatu waktu kita akan memasuki sesuai dengan kehendak Allah tentunya.

proses kedua adalah proses uji coba kejiwaan dimana kita  akan dihadapkan pada pernmasalahan yang mengharuskan kita untuk menggunakan wilayah itu. Kita akan dibuat tak berdaya kita akan dibuat tidak bisa berbuat apa apa dan berkata apa apa, Uji coba dari Allah  ini bisa datang dari diri sendiri, bisa datang dari keluarga anak atau istri, bisa datang dari pekerjaan dan lain sebagainya. pada saat uji coba hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi sampai mana kekuatan zero kita ketika menghadapi dunia nyata.

maka wajar jika belajar zero ada beberapa masalah yang muncul , tapi jangan khawatir ini sekedar uji coba hasilnya adalah nilai apakah kita berhasil atau gagal. kalau gagal ya harus sering berlatih lagi dan kalau berhasil maka akan meningkat kemampuan kita dalam berkeTuhanan.

baik selamat belajar bersama di 13-14 februari 2016 di padepokan patrap surakarta