Articles from March 2016

Manusia Nol

Manusia Nol atau manusia zero adalah manusia tanpa ego, setiap ucapan, perbuatannya di dasari oleh perintah Allah baik yang tersusuk dalam jiwanya maupun yang ada dalah tuntunan kitab suci al quran dan sunah Nabi. Manusia Nol bukanlah manusia yang bebas seenaknya sendiri. Kita lihat sosok manusia nol, akan sangat orisinil dalam berperilaku dan bertindak dia tidak dipengaruhi oleh sekelilingnya bahkan apa yang dia lakukan kadang berlainan dengan sekelilingnya. yang di perturutkan bukan dirinya tapi ilham Allah yang menyusup dalam dirinya.

Dai atau pendakwah yang NOL adalah seorang Dai yang mengikuti perintah Allah bukan mengikuti perintah dari jamaahnya atau umat Islam. Sehingga dai yang demikian menjadi panutan dan banyak diikuti bukan malah dia yang mengikuti jamaah.

seorang yang nol tidak ada sandangan dan gelar apapun. Dia berpakaian untuk menutup aurat bukan untuk disebut sebagai syeh atau orang alim atau orang sholeh. dia menjadi murni dalam berpakaian yaitu menggunakannya untuk menutup aurat.

manusia nol adalah gambaran manusia Umi seperti Rasulullah. Manusia Umi bukanlah manusia yang buta huruf tidak bisa membaca, tapi manusia umi adalah manusia nol manusia zero.

Manusia Nol ini lura biasa dayanya. Kisah kisah pemimpin yang “nol’ dapat menjadikan ide idenya menyebar luar biasa. islam di bawa sampai ke jawa sampai ke luar jazirah arab karena mereka NOL atau Zero. Islam tidak mungkin dibawa oleh orang yang bersandang “islam” tapi jauh dari islam. islam di bawa oleh orang orang yang islami, pedagang yang islami, bukan ustad, bukan syeh dan bukan kyai tapi dibawa oleh pedagang. Baru setelah dibuka lahan oleh para pedagang maka barulah para kyai , ustad, dan syeh masuk mengajarkan islam secara lebih dalam dan detil tapi pembuka islam pertama adalah para manusia zero bukan manusia penyandang gelar “ahil agama”.

Islam jaya bukan banyak ustad kyai atau syeh tapi banyak manusia nol yang bertindak berdasar ilham dari Allah.

kekhawatiran itu seperti bayangan yang menghadang

Khawatir ya setiap kita pasti pernah mengalami atau malah sering mengalami … ya .. kalau anda perhatikan maka kekhawatiran itu seperti bayangan saja, ketika anda menembusnya dengan keyakinan kuat kepada Allah maka bayangan itu akan hilang dan anda akan terbebas, tapi bila keyakinan kepada Allah itu hilang maka bayangan itu akan muncul kembali dan akan terus menyertai kemanapun pergi.

jadi sebanrnya mudah saja untuk menghilangkn kekhawatiran itu yaitu dengan dzikir nafas, ya … salah satunya dengan kuat ke Allah dengan terus berdzikir menembus dengan dzikir nafas.

 

Jamaah Dzikir Nafas dilatih Allah menyelesaikan masalah secara Spiritual

Setelah sekian bulan kita belajar zero atau fana, banyak sekali jamaah yang mulai mendapatkan pelajaran pelajaran berharga dari mulai hal yang ringan sampai yang berat. ya sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT meski dalam hati kadang masih tersisa kepedihan dikarena kan masalah yang sedang dihadapi. Bersyukur karena Allah memberikan pelajaran pelajarannya secara langsung.

semakin dekat kita ke Allah maka semakin cinta Allah dengan kita. dan Kecintaan Allah adalah didikan dari Allah agar kita menjadi manusia yang berkualitas. seperti layaknya siti hajar yang ditinggal nabi ibrahim yang mana kemudian siti hajar bermasalah , apa masalahnya ? karena tidak ada makanan dan minuman baik untuk dirinya maupun untuk anaknya yang masih bayi. Masalah yang begitu berat kemudian dengan kesadaran spiritual yang sudah di tanamkan nabi ibrahim kepada siti hajar maka siti hajarpun bergantung kepada Allah, semakin bermasalah semakin bergantung semakin kepada Allah. kemudian beliau pun berusaha sekuat tenaga dengan cara yang tidak logis yaitu berlari dari bukit satu ke bukit berikutnya. dan kita tahu pada akhirnya Allah memberikan solusi Allah membantu Allah memberikan jalan yang tidak disangkan yaitu keluarnya air dari jejakan kaki bayinya. dan mengeluarkan air sampai sekarang.

itulah gambaran dari orang orang yang benar benar bergantung kepada Allah berani menghadapi semua resiko hidup dengan tetap bergantung kepada Allah. Allah akan menolong Allah akan memberikan bantuan meski di detik detik terakhir.

maka sahabat semua meski kita dalam perjalanan ke Allah beberapa mendapatkan masalah tetaplah berpegang kepada Allah. semkain dekat dan semakin kuat bergantung kepada Allah.  dan pasti Allah menolong, Allah pasti memberikan jawaban atas semua persoalan yang sedang di hadapi. Sayapun demikian beberapa kali mendapatkan masalah dan saya terus belajar untuk terus bergantung kepada Allah dan solusi itu ada dan rata rata di luar dugaan atau perkiraan saya.

dan beberapa teman kawan dan sahabat yang tergabung dalam group belajar DN mengalami hal yang sama mendapatkan masalah namun tetap bergantung kepada Allah dan alhamdulillah solusi itu ada benar benar ada dan bukan kita yang merencanakan tapi Allah yang membuat rencana dan memberikan solusi di luar perkiraan kita.

Maka mari bersama kita untuk mendekat ke Allah  dan bergantung kepada Allah agar masalah yang sedang kita hadapi mendapatkan solusi yang tak terduga.

shalat untuk menghadapi permasalahan hidup

shalat adalah kunci surga, orang yang sukses masuk surga berarti juga hidup di dunianya sukses. berarti juga bahwa shalat merupakan kunci sukses hidup di dunia. bagaimana menggunakan shalat agar dapat dijadikan kunci suskes dunia artinya juga sukses menyelesaikan masalah masalah dunia. Untuk menjadikan shalat sebagai kunci kita harus tahu caranya dan harus menggunakannya. sama saja dengan namanya kunci berarti kita harus tahu bagaimana menggunakan kunci tersebut dan menggunakannya untuk membuka.

baik sekarang akan saya jelaskan bagaimana menggunakannya. Shalat adalah rangkaian bagaimana kita menghadapi hidup. Kalau kita pahami betul bahwa shalat dalam setiap bacaan dan gerakan mengandung berbagai arti dan makna. Maka untuk bisa menggunakan kunci tersebut kita harus paham benar bacaan dan gerakan shalat, dari mulai takbir hingga salam. saya misalkan takbir, takbir adalah mengakbarkan Allah. Akbarnya Allah ini bila kita masuki benar maka akan ter internasilisasi dalam diri kita dan akan menjadi bagian dari sistem kepribadian kita. orang yang dalam dirinya ada akbarnya Allah maka dia akan berani menghadapi semua masalah hidup. tidak takut dan tidak cemas. Apanya yang ditakutkan kalau masih ada Allah yang maha akbar yang ada dalam dirinya. Dalam menghadapi masalah hidup dia akan selalu bersama Allah selalu berlindung kepada Allah dan Allahpun selalu menolong. bagaiama hidup kita tidak sukses kalau hanya takbir saja sudah banyak manfaat yang kita dapatkan dari Shalat, terlebih jika kita memaknai dan menginternalisasi bacaan iftitah, fatihah dan lainnya pasti kita akan sukses luar biasa.

sekarang cara menggunakan kunci sukses dengan shalat. Shalat wajib ada lima waktu. Gunakan shalat subuh untuk menghadapi masalah hidup dari subuh sampai zuhur. Gunakan shalat zuhur untuk menghadapi hidup dari waktu zuhur sampai ashar. ini mengapa penting nya kita shalat di awal waktu, agar aktivasi jiwa menghadapi masalah hidup lebih di awal waktu juga. cara menggunakan yang lain adalah. misalnya shalat ada sujud maka hadapi  semua masalah ini dengan bersujud kepada Allah, tidak mengeluh, tidak menollak apalagi protest , hadapi masalah dengan berserah kepada Allah seperti dalam keadaan sujud. dari ini kita mendapatkan pemahaman bahwa latihan pasrah itu bukan pada saat kita menghadapi masalah tapi pada saat kita shalat terutama sujud. kalau menghadapi masalah sudah bukan latihan lagi tapi sudah praktik.

baik ini sekedar pengingat saja banyak sekali hikma shalat untuk sukses hidup di dunia,

kunci dari segala kunci dalam hal ini yaitu dzikir, karena kita diperintah Allah untuk mendirikan shalat untuk berdzikir, maka untuk menyambungkan shalat ke shalat berikutinya adalah dengan selalu berdzikir dan cara yng pas adalah dengan dzikir nafas. ketika berdzikir nafas maka kita tidak akan pernah terputus dari dzikir sebab nafas kita juga tidak pernah berhenti kecuali nanti kalau kita sudah mati.

baik secara ringkas :kunci hidup adalah shalat kunci shalat adalah dzikir dan untuk berdzikir agar tidak putus dengan dzikir  nafas. selamat menjalankan amanah Allah dengan segenap aktivas semoga sukses bahagia dunia dan akhirat amin

Belajar memasuki kematian sebelum mati datang

Pelajaran dzikir nafas dapat dijadikan cara untuk memasuki alam kematian. ya mungkin tidak akan sama akan kematian yang sebenarnya karena saya sendiri pun juga  belum mati, tapi paling tidak cara ini yang saya rasakan merupakan jalan kematian. silahkan coba cara saya ini jika anda ingin merasakan sensasi mati sebelum mati,

ketika dzikir nafas, pada saat nafas masuk maka masukilah kedalaman “ketiadaan” dengan cara memasuki nya dengan kunci paswordnya laisa kamitslihi syaiun

baik ikuti langkah langkah berikuti :

1. praktekan dzikir nafas

2. setelah beberapa saat DN, masuki kedalaman dzikir dengan menggunakan password laisa kamitslihi syaiun.

3. masuki dalam setiap nafas masuk, setiap nafas masuk masuki dan masuki sampai ke dalam dan ke dalam dengan tetap menggunakan password laisa kamitslihi syaiun

mungkin akan muncul rasa takut atau sejenisya , jika muncul tetaplah tenang dan terus berserah kepada Allah SWT. Ada rasa seperti terlepas dari jasad, semakin kedalam semakain terlepas dan anda tidak akan merasakan lagi tubuh. Pada keadaan ini teruslah memasukinya dengan kunci laisa kamitslihi syaiun. sampai anda merasakan ketenangan yang belum pernah anda rasakan. namun anda jangan sampai terlena dalam keadaan ini karena wilayah tenang pada tingkatan ini masih bisa di tembus lagi dengan password laisa kamitslihi syaiun.

baiklah selamat mencoba metode ini. dan semoga Allah memudahkan amiin amiin.

abdi Allah bukan abdi ummat

kalau abdi Allah maka apapun yang diperintah Allah akan diikuti dan pasti akan mengarah kepada suatu yang positif, tapi kalau abdi umat apa apa yang dimau umat dia ikuti dan pasti akan membuat hidup “sakit hati”. seorang dai sebaiknya menetepkan hidupnya untuk abdi Allah bukan abdi ummat. Umat ini adalah sekumpulan manusia dan manusia adalah makhluk Allah. kalau seorang dai mengikuti makhluk bukan khalik bagaimana jadinya. Membina umat kok malah mengikuti umat. maka seorang dai juga seorang imam artinya dia harus menjadi panutan menjadi contoh untuk berjalan menuju kepada Allah.

Umat mengikuti Imam dan imam mengikuti makmum ???? yang terjadi nantinya seperti shalat berjamaah. yang pada akhirnya tidak menemukan kenikmatan shalat karena imam mengikuti makmum dengan mempercepat shalatnya … dengan alasan mengikuti keinginan makmum.

Lebih bahagia seorang dai menjadi abdi Allah karena hidupnya tidak terombang ambing mengikuti banyaknya pikiran umat, Seorang dai layaknya seorang Nabi (karena memang pewarisnya) yang hanya mengikuti Allah bukan mengikuti lainnya.

Seminar LGBT : Terapi Psikospiritual sebagai model penyembuhan LGBT

Terapi Psikospiritual ala Nabi Yusuf untuk Pengelolaan Dorongan Seksual. Oleh: Setiyo Purwanto, S.Psi .Msi

12828541_10205761853341710_2555822578359247413_o

disampaikan dalam seminar : LGBT pencegahan dan penanganannya .  di Faukultas Psikologi UGM 12 maret 2016

Psikologi transpersonal merupakan model dari spektrum perkembangan kesadaran yang menjadi jembatan antara aliran psikologi dan aliran spiritual, sehingga menjadi sesuatu yang menarik terutama bagi orang-orang yang ingin menumbuhkan spiritualitasnya dan mengembangkan kesehatan psikologisnya dengan kualitas yang lebih tinggi. Salah satu teknik yang dikembangkan dari pendekatan transpersonal adalah terapi psikospiritual

Terapi psikospiritual adalah terapi yang berlandaskan prinsip prinsip spiritual yaitu dengan mengandalkan kekuatan di luar diri manusia. Terapi psikospiritual ala nabi Yusuf ini mengambil hikmah dari kisah Nabi Yusuf yang mampu mengendalikan syahwatnya dengan cara yang sederhana dan berdampak sangat cepat. Caranya yang sederhana dan mudah ini lah yang mungkin bisa menjadi pelajaran untuk menangani kasus kasus yang terkait dengan dorongan seksual.  Kasus LGBT (lesbian gay biseks dan transgender) yang sekarang marak dibiarakan  tentunya memerlukan bentuk atau alternatif terapi yang bisa menjadi rujukan penyelesaian.

Hikmah dari Kisah Nabi Yusuf yang dapat kita ambil pelajaran adalah sewaktu Nabi Yusuf berada di kamar bersama Siti Zulaekha. Kisah singkat dari peristiwa itu dapat memberikan gambaran bagaimana mengendalikan dorongan syahwat pada diri Nabi Yusuf. Ketika Nabi Yusuf berada satu kamar dengan Siti Zulaekha, yang sebenarnya Nabi Yusufpun sangat tertarik dengan kecantikan Siti zulaekha dan secara syahwat juga ingin berbuat seperti yang Siti Zulaekha inginkan (QS Yusuf 24). Namun Nabi Yusuf sangat sadar tentang dirinya yang berbuat salah, dan dia bertekad untuk tidak memperturutkan hawa nafsunya bersama Siti Zulaekha (QS Yusuf 53). Kesadaran inilah yang akhirnya membawa Nabi Yusuf bisa selamat dari bujukan Siti zulaikha dan ajakan nafs nya selalu mengarah pada keinginan untuk memperturutkan syahwat.

Jika kita telaah lebih dalam dari kisah Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha ada hikmah menarik terkait dengan pengendalian dorongan seksual. Ada suatu keinginan dari Nabi Yusuf untuk berhubungan seks dengan Siti zulaikha dan kesempatanpun ada, namun Nabi Yusuf mampu terhindar dari dorongan seks yang kuat tersebut. Ternyata dorongan seks yang besar dapat terkalahkan dengan suatu kesadaran yang kuat bahwa ini adalah “salah” dan Nabi Yusuf mengakui bahwa dia tidak berdaya dengan nafsu yang selalu mengajak kepada kemaksiatan, hanya dengan rahmat Allah lah diri Nabi Yusuf dapat terhindar syahwat tersebut.  Solusi menarik yang dicontohkan Nabi Yusuf ini hendaknya menjadi pelajaran berharga sebagai model bagaimana bisa mengatasi dorongan seksual yang bergejolak.

3 Tahapan Psikoterapi ala Nabi Yusuf

Model terapi ini mendasarkan pada surat Yusuf ayat 53 yang isinya :

Dan Aku tidak membebaskan nafsku, Karena Sesungguhnya nafs itu selalu membawa kepada kejahatan, kecuali nafs yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.”

Dari ayat tersebut di atas mengandung 3 tahapan yang dapat membebaskan seseorang dari dorongan seks yang tidak pada tempatnya. Ketiga tahapan sebagai berikut:

  1. Kesadaran (Spiritual Conscious Therapy)

Dan Aku tidak membebaskan nafsku, Karena Sesungguhnya nafs itu selalu membawa kepada kejahatan…” pada potongan ayat ini Nabi Yusuf benar-benar sadar akan nafs yang mendorong dia untuk mengikuti hawa nafsu yang berupa syahwat yaitu untuk berhubungan seks dengan Siti Zulaikha. Kesadaran ini menunjukkan bahwa memang Nabi Yusuf pun tidak kuasa dengan nafs nya yang begitu kuat condongnya ke syahwat. Kesadaran Nabi Yusuf merupakan hikmah pertama yang dapat kita gunakan untuk menjadi dasar menyadarkan seseorang bahwa yang mendorong untuk berbuat tidak baik itu adalah nafs amarah yang ada kecenderungan kuat untuk ke syahwat. Diri yang sadar bukanlah nafs. Maka pemahaman mengenai yang  sadar ini penting di berikan kepada penderita LGBT. Dengan keterpisahan ini yaitu antara yang sadar dan yang menodorong ke arah syahwat ini akan menjadi langkah awal untuk terbebas dari dorongan seks yang tidak wajar. Pada tahap awal ini merupakan terapi kesadaran.

Terapi kesadaran ini fokus pada dorongannya bukan pada perilakunya. Kesadaran akan dorongan seks yang sangat besar ini akan membantu pelaku penyimpangan seksual untuk melepaskan dari dorongan menyimpang yang muncul. Pelepasan dan pembebasan dorongan menyimpang dilakukan secara internal sehingga individu lebih terjaga dan lebih efektif. Akar permasalahan yang menjadi filosofi terapi ini adalah bahwa penyimpangan seks bukan lah pelarian dari ketidakmampuan berhubungan seks yang sewajarnya, tapi lebih disebabkan oleh ketidakmampuan individu untuk mengelola dan mengendalikan dorongan seks menyimpang yang muncul.

Terapi kesadaran ini juga dapat menetralkan emosi negatif yang disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang tersimpan di bawah sadar. Teknik kesadaran memberikan kesempatan kepada gejolak pikiran yang merupakan penyebab terjadinya penyimpangan seksual yaitu dengan menerima bahwa ini peristiwa masa lalu sebagai sebuah takdir Allah SWT. Pemunculan memori  bawah sadar akan memberikan suatu netralisasi agar pengaruhnya tidak sampai menjadikan perilaku menyimpang.

 

  1. Pasrah kepada Allah (Surrender Relaxation)

“…..kecuali nafs yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” Uniknya dari kisah Nabi Yusuf ini adalah bahwa Nabi Yusuf tidak menahan dorongan seks, dan Beliau juga tidak mengikuti dorongan tersebut. Yang dilakukan Nabi Yusuf adalah memasrahkan Nafs yang amarah ini agar nafs diberi rahmat Allah sehingga bisa menjadi nafs yang lebih tenang yaitu nafs muthaminah (Al-Fajr 27-30). Maka Nabi Yusuf pun ketika berhadapan Siti zulaikha di dalam satu kamar, Beliau tetap pasrah dan berdoa kepada Allah agar nafs mendapatkan rahmat dari Allah, harapannya adalah agar nafs yang amarah (mengikuti syahwat) berubah menjadi nafs yang muthmainah (tenang, tidak ada dorongan seks)

Terapi ke dua ini bisa dilakukan teknik relaksasi religius dimana penderita LGBT diberikan ketrampilan relaksasi yang di modifikasi dengan kepasrahan kepada Allah SWT. Hasil latihan ini selain dapat mengurangi gejolak dorongan seks yang menyimpang juga dapat membantu penderita untuk menggunakannya ketika gejolak muncul. Nafsu syahwat yang sedang bergejolak dapat di counter dengan teknik relaksasi.

Proses relakasi meditatif ini dapat mengurangi kecemasan (kabat-Zinn et al, 1992), Penyimpangan seksual merupakan simtom kecemasan yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu yang tersimpan di pikiran bawah sadar. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku obsesi kompulsif yang ada pada penderita penyimpangan seksual. Maka dengan pengurangan kecemasan ini diharapkan dapat mengurangi dorongan seksual yang muncul, dan dengan berkurangnya dorongan seksual ini akan mengurangi pula frekwensi terjadi perilaku seks yang menyimpang.

Penyimpangan seksual dapat pula di diskripsikan sebagai cara mengatasi masalah dengan mood yang rendah, mengatasi rasa kesepian, membenci diri sendiri dan kehampaan akan makna hidup(Chandiramani, 1995). Dengan memasrahkan diri kepada Allah dengan penuh kesadaran maka keadaan keadaan psikis yang demikian dapat dikurangi bahkan dapat diatasi.  Salah satu cara untuk melakukan relaksasi-pasrah ini adalah dengan dzikir nafas, dengan metode dzikir nafas selain memberikan kesadaran spiritual juga bisa mengurangai perasaan cemas (Purwanto, 2013)

  1. Spiritual Self Hypnosis

Hipnoterapi merupakan teknik yang umum digunakan untuk mengurangi kecanduan seperti merokok, narkoba dan Seks. Spiritual Self hypnosis digunakan dalam model terapi ini yaitu ketika kepasrahan dimunculkan dan proses relaks sudah terjadi maka kalimat kalimat sugesti dapat dimasukkan. Unsur spiritual dalam self hypnosis ini dapat dilakukan dengan menyerahkan kesembuhan kepada Allah SWT. Pada kisah Nabi Yusuf terdapat teknik Spiritual Self hypnosis yaitu ketika Beliau memanjatkan doa kepada Allah saat berduaan dengan Siti Zulaikha. “Dan Aku tidak membebaskan nafsku, Karena Sesungguhnya nafs itu selalu membawa kepada kejahatan, kecuali nafs yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.”

Kalimat hypnosis yang pertama adalah  “dan aku tidak akan membebaskan Nafs…” kalimat ini menegaskan bahwa Nabi Yusuf tidak akan mengikuti dorongan seks nya yang tertarik dengan Siti zulaekha. Penegasan ini penting agar pikiran perasaan dan tubuh bersatu untuk tidak berbuat seperti yang diinginkan Siti zulaekha. Penanaman sugesti ini penting bagi penderita LGBT yang ingin membebaskan diri penyimpangan ini. Selama dirinya tidak bersedia untuk sembuh, selama dia menganggap bahwa perilaku seks menyimpangnya adalah suatu kewajaran maka dengan terapi apapun tidak akan bisa sembuh.

Kemudian sugesti berikutnya adalah pengakuan bahwa hanya dengan rahmat Allah nafs amarah berubah menjadi nafs muthmainah, serta pengakuan bahwa Allah maha pengampun dan penyayang. Jika kalimat ini menjadi materi self sugestion maka akan dapat merubah content bawah sadar terutama hal hal yang dapat memicu munculnya perilaku LGBT.

Terapi terhadap LGBT dengan metode Psikospiritual ini dapat dilakukan melalui 2 hal yaitu konseling untuk menumbuhkan kesadarannya dan terapi untuk memberikan training relaksasi dan self sugestion. Sebaiknya model bukan konseling yang hanya 1 atau 2 kali saja tapi dalam bentuk pendampingan karena masalah LGBT bukan masalah individual tapi kelompok. Sikap empatik tentu saja memberikan peranan penting dalam proses penyembuhan. Sikap judgment dan pemaksaan akan menjadikan terapi yang dilakukan sia sia sebab pada dasarnya kesembuhan bukan dari terapis tetapi dari kesadaran klien untuk sembuh.

Daftar Pustaka

Chandiramani K , 2008, A Role for Mindfulness Meditation in the Management of Sexual Addictions,  The Royal College of Psychiatrists

Chandiramani K, Verma, SK, Agarwal N, and Yadav D (1995) Treating Anxiety and Depressive Disorders through Vipassana in Prison set-up: A Preliminary Report, Indian Journal of Psychiatry, 37 (2) Supp, Page 34

Purwanto, Setiyo., 2013. Dzikir Nafas. Daromes aisy

Kabat-Zinn J, Massion AO, Kristeller J, Peterson LG, Fletcher K, Pbert L, Linderking W and Santorelli SF (1992) Effectiveness of a meditation based stress reduction programme in the treatment of anxiety disorders, American Journal of Psychiatry, 149, 936-943.

 

belajar fana melalui nafas

jika tubuh  sakit, lemas dan tak berdaya , tapi masihkah mampu bernafas? mengapa kita masih mengeluh kalau sakit dan lemas tak berdaya, padahal Allah masih memberikan kekuatan yang sangat besar yaitu kemampuan kita bernafas. sebenarnya kita tidak akan dapat bernafas jika tidak ada kekuatan dari Allah melalui paruparu sehingga kita dapat bernafas. kekuatan kita zero ketika zero apa yang dapat anda rasakan , yang anda rasaakan adalah kekuatan yang maha agung.

pelajaran tentang kekuatan nafas ini menjadikan kita paham bahwa tidak ada kekuatan dalam diri kita. bagaimana kita memiliki kekuatan jika nafas pun kita tidak mampu meneegerakkan. semakin kita kehilangan kekuatan nafas maka semakin zero atau fana.

pelajaran dzikir nafas bisa membuat fana, Dzikir nafas adalah pelajaran sederhana yang dapat membawa anda masuk dalam wilayah ke fanaan diri. tidak perlu riyadhoh yang berat berat , dzikir sampai ribuan bahkan ada yang sampai jutaan . cukup dengan dzikir kesadaran bahwa nafas kita dari Allah itu saja sudah membawa kita kepada keadaaan fana.

fana bukanlah barang mahal asal kita mau berlatih setiap hari setiap saat dengan dzikir nafas maka pelajaran pelajaran mengarah ke fana akan kita dapatkan dan kita dapat merasakan keadaan keadaan fana. Kita tidak perlu takut masuk ke wilayah fana ini karena kita pada posisi dekat dengan Allah. Sudah tidak ada lagi Jin.. syetan atau sejenisnya karena Allah ada dekat dengan kita.

 

seberapa dalam zero kita

zero bukanlah teori yang enak dibicarakan dan di diskusikan. Zero adalah  kedalaman keberanian kita untuk memasukinya. Peajaranya memang fatalistik disinilah letak dari inti pelajaran zero. Jika kita masih menggunakan kemanusiaan kita maka “keTuhanan kita tidak akan sempurna”. maka dalam zero ini kita akan diberikan pelajaran sesuai dengan kadar. Ada yang tidak kuat dan ada yang kuat sehingga bisa meningkat derajatnya.

Wilayah zero bukan kita menentang maut, tapi kalau memang maut datang ya kita harus sia. Siap kita tidak siap kosong tapi karena kita ada Tuhan Allah. Ada orang yang pasrah tanpa Tuhan ada juga yang pasrah dengan Tuhan. Nah kita pasrah dengan Tuhan.

godaan paling berat adalah “sikap bergantung” disinilah kita di uji benar , ujian yang sebenarnya untuk menunjukkan kepada kita bahwa apakah sudah zero kah kita. maka ujian ini akan kembali kepada kita. Oh ya saya sudah kuat, oh ya saya belum kuat. inilah pelajarannya.

menapaki zero sama saja menapaki dunia tanpa pesepsi tanpa kira kira, tanpa cita cita. suatu keadaan fatalisitik karena Allah. Dunia yang hanya Allah dan Allah. MEnapaki zero kita seperti masuk dalam kawah condrodimuko, ibarat gatot kaca yang di gembleng habis habisan oleh sang Guru Sejati yaitu Allah SWT. kunci keberhasilannya sangatlah sederhana yaitu tetap dan hanya Allah. Bukan yang lain. kalau kunci ini berhasil di pegang maka kita akan menjadi sosok yang berhasil dalam pengemblengan tinggal kita pertahankan dan kita asah dari hari ke hari.

 

Model Terapi Psikospiritual untuk LGBT

12741995_10205854327182042_8282590651367412812_ninsya Allah 12 maret saya akan mempresentasikan model terapi yang saya rancang untuk gangguan penyimpangan seksual LGBT. dengan model spiritual utamanya dengan menggunakan kesadaran (mindfullness)

ada tiga step yang akan saya presentasikan sebagai model terapi yaitu

  1. Kesadaran (Spiritual Conscious Therapy)
  2. Pasrah kepada Allah (Surrender Relaxation)
  3. Spiritual Self Hypnosis

rujukan utama saya dalam terapi ini menggunakan surat yusuf 53. dimana saya mengambil hikmah dari bagaimana nabi yusuf bisa terbebas dari bujukan siti zulaekha untuk melakukan hubungan badan.

Pelajaran yang sangat berharga ini ternyata bisa untuk mengobati gangguan penyimpangan seksual LGBT yang sekarang sedang marak dibicarakan.

mohon doanya semoga acara ini bermanfaat untuk semua.