stop membaca al quran tanpa memahami

anda berlangganan koran berbahasa inggris misalnya koran the post, baik kalau anda membaca sedangkan anda tidak paham isinya tidak tahu artinya ketika saya tanya apa berita hari ini kira kira jawaban anda apa? apakah anda bisa menjawab, mungkin anda akan menjawab demikian “maaf pak setiyo, meski saya tidak mengerti tapi saya hafal dari headline sampai berita terakhirnya…” saya pun akan balik manjawab yang saya butuhkan adalah “ada berita apa hari ini” bukan hafalan anda.

sama halnya dengan ketika kita diperintahkan Allah dan Rasul untuk membaca al quran maka kita akan ditanya apa yang anda dapat setelah membaca al quran? apa kemudian anda akan menjawab saya sudah dapat 1 juz atau saya sudah hafal 3 juz pasti jawabannya bukan demikian. Karena Allah dan Rasulullah berharap isi al quran ini di amalkan bukan sekedar dibaca tanpa kita tahu artiya dan sekedar di hafal tanpa kita tahu maknanya.

bagaimana mungkin kita tidak tahu artinya kita bisa menjalankan, bagaimana kita bisa menjalankan al quran sedangkan kita tidak tahu artinya. hati hati dengan bisikan yang selalu menyesatkan manusia misalnya dengan berbangga telah hafal al quran, atau berbangga hari ini bisa menyelesaikan 1 juz… bangga bahwa ramadhan ini khatam 2 kali, tanpa paham isi untuk di jalankan maka sia-sia apa yang sudah diusahakan.

sekarang saat nya STOP baca al quran tanpa tahu artinya tanpa tahu terjemahannya dan STOP untuk beralasan karena anda tidak paham bahasa arab. Karena sekarang sudah tersedia banyak buku al quran yang sudah ada terjemahannya dan sudah ada tafsirnya. mintalah petunjuk Allah melalui al quran yang kita baca, dan dapatkan manfaat yang besar dari setiap huruf yang kita baca dengan kita memahami isi al quran.

Lebih baik memahami al quran dari pada memahami kitab kitab lainnya. Beralihlah ke Al quran dan fokus ke Al quran baru setelah itu baca kitab ulama yang lain al hikam, ihya… dlll…. jangan sampai terbalik, kita pahami isi al hikam tapi giliran al quran hanya anda baca sambil lalu sambil lewat tanpa mau memahami isinya.

STOP MEMBACA AL-QURAN TANPA MEMAHAMI ISINYA

Lurus ke Allah

Hidup itu simpel saja panduanya jelas yaitu al quran, dan ternyata al quran ¬†yang 30 juz itu sangat sederhana dan sangat simpel yaitu “lurus ke Allah” tidak percaya mari kita buktikan. ummul kitab itu adalah al fatihah. Nah berarti al quran 30 juz itu kalau di ringkas maka ada di di surat al fatihah. Kalau kita memahami al fatihah ini maka kita akan dapat memahami dengan mudah al quran yang jumlahnya 30 juz. Sekarang kalau kita peras lagi di surat al fatihah ini maka yang menjadi inti dari surat itu adalah di ayat ayat terakhir yaitu shirataladzina anamta alaihim….yaitu jalan yang engkau ridhoi. nah berarti kita disuruh untuk berjalan lurus ke Allah. Jalannya namanya shiratal mustaqim. ketika kita paham akan jalan ini maka kita akan paham al fatihah dan akan paham al quran 30 juz.

Lurus ke Allah ini pada intinya adalah keadaan kita berjalan menuju kepada Allah. Misalnya ketika takbir dalam shalat maka lurusnya takbir itu ya ke Allah. Sikap lurus dalam latihan latihan secara khusus juga saya praktekan dan saya ajarkan kepada kawan kawan di jamaah sadar Allah yaitu dengan metode patrap dimana kita benar benar melatih untuk lurus ke Allah. kemudian di dzkir nafas yang menjadi penekanan dari pelaithan dzikir nafas ini adalah bagaimana untuk lurus ke Allah.

Dengan pelaithan lurus ke Allah inilah nantinya dapat di aplikasikan kedalam shalat ke dalam puasa dan amal ibadah lainnya.

jalan yang lurus

jalan yang lurus

tradisi mudik yang merusak hasil puasa ramadhan

Ketika akhir bulan ramadhan banyak postingan baik di blog, fb dan WA berisi tentang sedihnya ditinggal ramadhan, ya banyak kisah sahabat yang mengisahkan demikian tapi fakta di masyarakat saat akhir akhir ramadhan adalah saat eforia disaat bertemu dengan keluarga, makanan di rumah melimpah, dan berbagai kesenangan ada tersedia. Sehingga menimbulkan “bagaimana bisa sedih dengan keadaan ini” ya ini menjadi sesuatu yang kontradiktif.

Tradisi mudiklah yang merusak suasana akhir bulan ramadhan. suasana ini hiruk pikuk dan semua disibukkan dengan kegiatan ini. Banyak orang menyebutkan bahwa mudik adalah kegiatan yang sangat bermanfaat, tapi bagi saya sebaliknya. Mudik sekarang sudah tidak sehat lagi, Disaat banyak orang yang merantau dan semua ingin mudik. Tradisi mudik inilah yang menjadi biang kerok dari rusaknya ibadah akhir bulan ramadhan.

Dan bahkan tradisi mudik ini menjadi pemicu rusaknya ibadah ramamdhan selama sebulan, kenapa bisa karena seharusnya kita mempertahankan hasil dari mensucikan di bulan ramadhan di rusak dengan dengan berbagai makanan yang mengudang hawa nafsu yang berlebihan. Seharusnya posisi kita ketika di bulan syawal sama ketika dibulan ramadhan yaitu keadaan puasa yang mampu meredam nafsu, mampu menahan gejolak dorongan hawa.

idul fitri tidak untuk senang senang, tidak untuk bergembira… idul fitri sama dengan ifthor atau buka puasa yaitu makan secukupnya. Kegembiraan itu bukan dari ajaran islam. seharusnya idul fitri itu banyak banyak mengagungkan Allah SWT, bukan mengagungkan kesenangan kita dengan makan sepuasnya setelah sebulan di larang makan di siang hari.