Articles from September 2016

Berguru kepada Allah

kalau sudah cukup kita belajar kepada manusia maka saatnya kita belajar bagaimana berguru kepada Allah. Kalau ustad atau kyai sudah menyuruh kita untuk bergantung kepada Allah, kembalilah kepada Allah maka saatnya kita belajar langsung kepada Allah. Sebab ust atau kyai tidak akan bisa mengajarkan bagaimana berserah diri kepada Allah atau mengajarkan bagaimana kembali kepada Allah.

mulailah dengan berdoa dengan Ya Allah ajarilah kami berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik kepada Engkau. setelah itu gunakan ilmu sebisanya misalnya sebisanya berserah, sebisanya bergantung kepada Allah … dan yang pasti harus lurus ke Allah. Pada tahap ini tinggalkan ust atau kyai, teruslah mohon bimbingan Allah dalam mengadakan perjalanan kepada Allah. Bayangan anda terhadap ust atau kyai yang mengajarkan untuk ke Allah akan menghambat perjalanan ke Allah dan akan menghalangi pengajaran Allah yang Allah alirkan dalam diri kita.

Ust atau kyai hanya memberikan tahu saja hanya menyampaikan saja apa yang beliau ketahui, untuk bisa ke Allah untuk bisa berjalan menuju ke Allah wilayahnya sudah bukan wilayah Kyai atau ust ini sudah wilayah Allah SWT. Artinya hanya Allah sajalah yang bisa membimbing kita menuju kepada Allah SWT. Wilayah ust atau wilayah kyai hanya sebatas keilmuan saja untuk masalah hidayah yang dapat menuntun manusia bisa benar benar hadir di hadapan Allah hanya Allah sendiri. Ust atau kyai tidak dapat memberikan hidayah. Jangankan Ust atau Kyai rasulullah pun dalam batas wilayah hidayah sudah tidak bisa membuat paman Beliau masuk islam.

Maka jika kita murid, berguru kepada Allah bukan berarti meninggalkan Ust atau kyai atau mursyid atau bahkan Rasulullah, tapi kita ke Allah atas perintah atau ajaran ilmu yang telah ust atau kyai berikan sehingga ilmu dari para kyai dan ustad sedangkan utuk ke Allah kita harus benar benar ke Allah. Ingat..! bahwa Allah tidak mau di sekutukan dengan apapun termasuk tidak mau diskutukan dengan para guru mursyid, kyai atau ust atau bahkan rasulullah. Sekutu yang kita adakan akan membuat Allah tidak ridho dan ini akan menjadikan kita tidak akan pernah sampai kepada Allah.

Inilah ajaran Rasulullah yaitu untuk lurus ke Allah, untuk bergantung kepada Allah dan memohon kepada Allah hanya Beliaulah yang mengajarkan bukan yang lain.

jadi ada tahapnya kita berguru kepada manusia ada tahapnya kita harus berguru kepada Allah secara langsung tidak malalui perantara apapun. kalau kita paham dengan hal ini maka perjalanan kita ke Allah akan lancar dan berhasil tidak sesat dan tidak akan memakan waktu lama.

Jika latihan dzikir nafas sudah berhasil

latihan dzikir nafas yang kita lakukan akan menghasilkan suatu wilayah. Wilayah itu adalah wilayah yang berjenjang tiada batas. Namun dalam setiap jenjang harus dapat kita manfaat kan dalam kehidupan kita. Misalnya jenjang fana maka gunakan keadaan fana ini untuk kehidupan kita. Tapi ingat bahwa jenjang ini adalah tidak terbatas, jadi meski sudah pada keadaan fana (kosong) kita harus tetap masuk dan berjalan kembali kepada Allah. Perjalanan kita tidak akan berhenti, perjalanan kita akan terus kita lakukan.

yang penting dalam mengamalkan Dzikir nafas adalah kemanfaatannya dalam kehidupan kita dan kehidupan orang lain. Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat.

baik mari terus kita tingkatkan jenjang spiritual kita dan terus kita belajar menerapkannya dalam kehidupan kita semoga kita menjadi orang yang bermanfaat. Amin

kita hidup untuk Allah

tidak usah susah susah mencari makna hidup, mencari kenapa saya hidup sederhana saja bahwa kita hidup itu karena Allah. Apa yang diperitahkan Allah ya kita jalani, termasuk hidup ini kita kan disuruh hidup ya dijalani saja. Pertimbangan hidup bukan karena apa dan karena siapa ya hanya karena Allah saja. Ada yang hidup karena kekasih hati maka ketika kekasih hati tidak berbalas maka dia akan mengatakan sebaiknya mati saja, itu banyak cerita di dongeng ya.. tapi itulah kalau kita hidup bukan karena Allah maka suatu saat kita akan mengatakan lebih baik mati.

Hidup kita seperti di ajarkan di dalam shalat bahwa hidup dan matiku karena Allah SWT. Bukan karena yang lain selain Allah. Hidup yang karena Allah ini akan membuat hidup ktia lebih bersemangat. Ada yang sakit sampai bertahun tahun.. sampai kadang terbersit dalam hati .. ah lebih baik mati saja … ya inilah kalau hidup itu bukan karena Allah, dia hidup karena kenikmatan fisik , hidup karena kesehatan. Coba kalau dia hidup karena Allah maka sesakit apapun karena perintahnya adalah hidup maka dia akan terus hidup.

 

berlatih silat reflek untuk lurus ke Allah

di dalam pelajaran patrap ada teknik untuk berlajar silat atau beladiri reflek. Beladiri reflek ini menggunakan kekuatan supra sadar agar tubuh dapat bergerak sesuai dengan apa yang ada di supra sadar. Gerakannya tidak beraturan karena memang dari supra sadar, namun gerakan ini mampu menyatukan antara gerakan musuh dan gerakan kita sehingga kadang gerakanya mampu memprediksi gerakan lawan.

Baik kita melatih gerak silat atau gerak beladiri reflek ini tidak untuk berkelahi meski dapat digunakan untuk itu, kita lebih menggunakan gerak reflek ini untuk menjadikan kita lurus ke Allah.

Di dalam perjalanan ke Allah atau di dalam lurus ke Allah ini gangguan sangat banyak dan kadang kita tidak sadar sudah terkena godaan dan melangkah menjauh dari jalan lurus ke Allah. Gerakan silat beladiri reflek ini bertujuan untuk melatih jiwa kita dengan gerak reflek agar terus lurus ke Allah, dan yang kedua adalah agar kita mampu secara reflek kejiwaan mampu menghilangkan atau mampu melawan atau mampu secara reflek untuk tetap lurus ke Allah dengan berbagai cobaan yang ada.

syetan menyerang kita seperti musuh menyerang kita. Kalau musuh manusia jelas bisa kita hadapi dengan jelas, tapi kalau musuh syetan maka dapat kita lakukan dengan patrap reflek ini, dimana kunci untuk melawan syetan ini adalah berlindung kepada Allah.

untuk melatih gerak beladiri reflek seperti berikut :

  1. sambungkan ke Allah
  2. kemudian ikuti gerakan tubuh yang muncul
  3. dan ikuti terus jangan dipikir jangan di tanya dan jangan takut, tapi ikuti dan ikuti

ya itu saja caranya insya Allah jika dilatih terus menerus akan mendatangkan manfaat baik sacara zahir maupun batin

dzikir nafas dan khusnul khatimah

dzikir nafas dapat menjadi cara untuk menuju khusnul khatimah yang praktis dan realistis. Praktis karena memang caranya mudah hanya dengan mengikuti nafas dengan huu dan Allah , realistis karena efek dari dzikir nafas ini adalah kepasrahan sehingga dalam menghadapi sakaratul maut akan lebih mudah untuk mendapatkan khusnul khatimah.

dzikir nafas juga melatih reflek dzikir, jadi dalam suasana sakarat, kesadaran seseorang akan turun, ketika kesadaran turun maka kesadaran atau kebiasaan yang dominan akan menguasai. Maka dengan dzikir nafas ini seseorang dapat melakukan reflek dzikir atau otomatis dzikir. 2 sahabat saya yaitu Alm Mas Muhanik dan Alm Mas Wawan menginggalkan dengan diakhiri dengan sadar Allah yaitu dengan melafazkan Huu Allah di aakhir nafasnya.

Taat kepada Pak Polisi tapi tidak kenal Pak Polisi

kita umpamakan kita taat kepada pak Polisi apapun peraturan yang ditetapkan Pa Polisi kita patuhi, ada lampu merah kita berhenti, ada tanda P kita tidak parkir, kita taat bayar pajak motor, tidak melanggar marka… dan seabrek peraturan kita taati. Cuma masalahnya adalah kita tidak kenal dengan Pak Polisi, yang mana pak Polisi, atau siapa itu pak Polisi. Pada suatu saat rombongan pejabat tinggi akan lewat, rambu lalulintas berwarna hijau dan di depan ada pak polisi memerintahkan untuk berhenti…. tapi karena kita tidak tahu pak polisi tidak kenal pak polisi larangan untuk berhenti kita indahkan kita kita maju terus karena lampu hijau menyala. …

nah itulah perumpamaan kita yang taat kepada Allah tapi tidak kenal Allah, kita yang patuh mengikuti peraturan Allah tapi tidak tahu siapa Allah itu. Kita tidak pernah berinteraksi kepada Allah. Coba kalau kita kenal dengan Allah atau dalam perumpamaan tersebut kita kenal Pak Polisi maka kita akan lebih mematuhi Allah dari pada aturan Allah. Karena aturan Allah fleksibel, tergantung situasi… bangkai halal di makan ketika memang tidak ada makanan yang lain. Membunuh menjadi halal karena kalau tidak membunuh kita yang terbunuh…. dan kondisi darurat lainnya.

jadi mari kita selain patuh kepada peraturan Allah jangan melupakan Allah, kita harus kenal Allah dan kita harus belajar berkomunikasi kepada Nya. sehingga semua apa yang beliau kehendaki dapat kita baca atau kita paham.

jika tidak berguru ke Allah, maka gurunya syetan

silahkan di buka surat az zuhruf ayat 36 maka anda akan menemui bahwa jika tidak berguru kepada Allah maka gurunya syetan. jadi bukan seperti ini, jika tidak berguru kepada seseorang maka gurunya syetan. Berguru kepada manusia tidak menjamin, tapi kalau berguru kepada Allah maka Allah sendiri yang akan mengajarkan. penjelasan secara audio dapat anda saksikan di siaran live saya pada saat latihan dzikir nafas malam jumat disini http://mixlr.com/setiyo-purwanto-dzikir-nafas/showreel/setiyo-purwanto-dzikir-nafas-on-mixlr-21/

silahkan di pelajari ayat yang menyatakan demikian dan ikuti panduan saya ketika berdzikir di link diatas.

Sepenggal kisah meninggalnya mas Wawan

 

Sebuah kisah proses meninggal nya mas Wawan 3 hari yang lalu, salah satu jamaah DN di klaten. Semoga bisa menjadi pelajaran utk kita semua, kisah ini disampaikan istri beliau yang setia mendampingi di saat saat terakhir beliau wafat.

[4/9 19.21] Ayu Alwan Jatinom DN: Kemaren saya sudah ke dr biasanya rutin kontrol
[4/9 19.21] Ayu Alwan Jatinom DN: Livernya memang agak naik sgot nya
[4/9 19.21] Ayu Alwan Jatinom DN: Saya kira itu pengaruh obat
[4/9 19.21] Ayu Alwan Jatinom DN: Ternyata saya tanya sm dokternya mboten
[4/9 19.22] setiyo purwanto: Kalau ngelidur coba dibisiki Huu Allah Bu
[4/9 19.22] Ayu Alwan Jatinom DN: Niki kulo ken sholat malah marah marah pak pur
[4/9 19.22] Ayu Alwan Jatinom DN: Malah ngmg ture mpun sholat teng mesjid
[4/9 19.22] Ayu Alwan Jatinom DN: Padahal drtd duduk dikursi
[4/9 19.24] setiyo purwanto: Iya Bu, itu karena kesadaran mas wawan yg turun, dibisiki saja Bu Huu Allah
[4/9 20.27] Ayu Alwan Jatinom DN: Assalamuallaikim pak pit
[4/9 20.27] Ayu Alwan Jatinom DN: Pur
[4/9 20.27] Ayu Alwan Jatinom DN: Innalillahiwainnailaihirojiun
[4/9 20.27] Ayu Alwan Jatinom DN: Mas wawan meninggal pak pur
[4/9 20.27] Ayu Alwan Jatinom DN: Minta doanya semoga khusnul khotimah
[4/9 21.27] setiyo purwanto: Waalaikumsalamwrwb
[4/9 21.28] setiyo purwanto: Iya Bu yg tabah semoga beliau chusnul khatimah
[4/9 21.57] Ayu Alwan Jatinom DN: Amiin
[4/9 21.57] Ayu Alwan Jatinom DN: Maturnuwun pak pur
[5/9 04.23] setiyo purwanto: 🙏🙏
[6/9 14.18] Ayu Alwan Jatinom DN: Assalamuallaikum pak pur
[6/9 14.18] Ayu Alwan Jatinom DN: Mai sedikit sharing
[6/9 14.18] setiyo purwanto: Waalaikumsalamwrwb Bu
[6/9 14.18] setiyo purwanto: Ya Bu silahkan
[6/9 14.19] Ayu Alwan Jatinom DN: Sebelum mas wawan meninggal sering kita sama sama dzikir kemudian setelahnya selalu kita sharing berdua
[6/9 14.19] setiyo purwanto: Ya ..
[6/9 14.19] Ayu Alwan Jatinom DN: Tapi saya selalu diketemukan dengan alm bapak alm ibu alm mas muhanik
[6/9 14.19] Ayu Alwan Jatinom DN: Setiap mai selesai
[6/9 14.19] Ayu Alwan Jatinom DN: Saya tdk tau maksud dr itu
[6/9 14.20] Ayu Alwan Jatinom DN: Mkn Allah seudah memberi tanda saya pak pur
[6/9 14.20] Ayu Alwan Jatinom DN: Saya yg kurang peka
[6/9 14.20] Ayu Alwan Jatinom DN: Sehingga saya masih suka binggung
[6/9 14.22] Ayu Alwan Jatinom DN: Tapi tdk tau kenapa
Seminggu sebelum mas wawan meninggal saya selalu menyuruh mas wawan wudlu kemudian mas wawan saya suruh merasakan molai dari kaki sampai ke atas dengan huu Allah

[6/9 14.22] Ayu Alwan Jatinom DN: Mas wawan jg selalu menuruti
[6/9 14.22] Ayu Alwan Jatinom DN: Subhanallah kekuatan Hu Allah
[6/9 14.22] Ayu Alwan Jatinom DN: Luar biasa pak pur
[6/9 14.23] Ayu Alwan Jatinom DN: Terimakasih sudah mengenalkan saya sama mas alwan dengan dzikir huu Allah
[6/9 14.24] Ayu Alwan Jatinom DN: Sehingga mas wawan meninggal jg saat dzikir huu Allah Sampai terkhir sisa hidup beliau
[6/9 14.50] setiyo purwanto: Alhamdulillah Bu, Beliau mas Wawan khusnul khatimah
[6/9 14.51] Ayu Alwan Jatinom DN: Amiin..
[6/9 14.51] Ayu Alwan Jatinom DN: Maturnuwun pak pur
[6/9 14.51] Ayu Alwan Jatinom DN: Sampun maringi ilmu yg sangat bermanfaat
[6/9 14.54] setiyo purwanto: Alhamdulillah Bu, ikut bahagia bukan karena kehilangan mas wawan, tapi bahagia mas Wawan yang berhasil dengan Baik saat akhir hayat beliau🙏
[6/9 14.55] Ayu Alwan Jatinom DN: Gih pak pur
[6/9 14.55] Ayu Alwan Jatinom DN: Saya sudah ikhlas mas wawan pergi pa pur
[6/9 14.56] Ayu Alwan Jatinom DN: Doakan pak pur.semoga saya selalu istoqomah menjaga amanah beliau

whatsapp-image-2016-09-07-at-09-07-17

Dua foto ini yg kiri adalah Alm Mas Muhanik dan yg kanan adalah Alm Mas Wawan , keduanya meninggal dengan keadaan sadar Allah. Beliau berdua belajar sadar Allah sejak periode patrap tahun 2005 satu angkatan. Sampai terakhir beliau sebelumnya meninggal beliau belajar patrap tidur dan dzikir nafas … dan.alhamdulillah beliau meninggal dalam keadaan sadar Allah.

artikel diatas adalah kopi paste dari wall FB saya dan berikut komen komennya

Rifai Ghozali Kmrn malm mbak ayu(istri m.Wawan bilang di akhir kesadarannya alm bilang “ini sy sudah dititik puncak Maqom mahmudah” mohon pencerahannya..nuwun

Tri Subarno DziKir Nafas sy baca status diatas, diri ini merinding lalu cemburu, sungguh cemburu dg mereka yg diakhir hayatnya istiqomah menjaga Sadar Allahnya sementara bagi sy msh belum ada kepastian diakhir hayat sy apakah bs seperti mereka

Kacip PhiLips Lamp Bangsri Subhanallah, ya aiyyuhannafsul mutmainnah…….dst. Allahu akbar. Baca kisah tsb Bulu kudukku Merinding..

Aera Aristia Merinding sampai meneteskan air mata saya baca status di atas…Masya Allah….betapa dahsyatnya dzikir nafas ini…smoga kita semua bisa istiqomah menjaga sadar Allah hingga maut menjemput kita…Aamiin Yaa Allah…

Setiyo Purwanto Dzikir Nafas Bapak dan ibu yang ada pengalaman dari pa Mario Sumario jamaah DN jakarta berikut saya copipaste kan terkait dengan meninggalnya mas Wawan : >>>>>>> Sebetulnya sy punya pengalaman pak..
dengan latihan patrap tidur…
merasakan di tarik nya jiwa mulai dari ujung kaki sampai ke ubun”…melayang dan naik menghadap Allah….di sini pengalamanya…sdh beberapa temen DN yg sdh di atas..tp aku gak kenal satu persatu..kmdn ada suara menyebutkan nama wawan…
Bangun pg sebelum brangkat kerja sy buka Wa,,pak pur menulis mas wawan temen DN meninggal…subhanallah sebelum kejadian seperti nya sdh di kasih tau dulu sama Allah..Ma’af salah satu pengalaman yg dapat aku share di sini..
sekali lg mhn Ma’af

Lisma Ardini Indra Alangkah bahagianya mereka…pulang dalam keadaan ridha dan di ridhai Allah…

Kacip PhiLips Lamp Bangsri ALLAH yg memberi kehidupan pd kita, makan, minum. segala sesuatu yg disediakan dari alam ini utk kebutuhan hidup seluruh mahluknya. sungguh begitu MAHA PENGASIHNYA ALLAH itu, jika kita dosa sebab salah pintu maafnya selalu terbuka, sungguh MAHA PENYAYANGNYA ALLAH. rasanya pengen nangiiiiiiissssss kebangeten awakku iki sadarnya msh aja putus nyambung. Ampuuuunnnnn ya ALLAAAAAAAHHHHH……

Agus Sulistiyono Subhanallah….selalu jaga kesadaran dan dzikir nafas Huu Allah…kita akan selalu sadar bahwa Allah ada dan dekat dengan kita….kalo sudah waktunya diminta pulang oleh Allah…dengan rela hati dan ikhlas kita akan memenuhi panggilanNya….innaa lillaahi wainnailaihi rojiuun….

Agus Sulistiyono
Agus Sulistiyono Terima kasih pak Pur…yang sudah mengajarkan Dzikir Nafas ini…bekal kita jika sewaktu – waktu Allah memanggil kita pulang ke negeri akherat yg sebenarnya….

Agus Sulistiyono
Agus Sulistiyono Agar kita tidak salah jalan dan merasa bingung apabila sudah tiba waktunya
Toniduablo alhamdulillah disaat2 terakhir, Allah mempertemukan kembali mas wawan dgn pak pur,lalu diingatkan kembali untuk berserah diri,Nol,patrap tidur patrap dimana kita sadar kemana kita kembali…dan saudara kita telah berhasil menjalankan metode tsb dan alhamdulillah alwan meninggal dalam keadaan sadar Allah.subhanallah…alhamdulillah.maturnuwun pak pur
Pada Suatu Hari mudah mudahan di akhir hayat kita dalam keadaan sadar Alloh
Setiyo Purwanto Dzikir Nafas Sekitar 2 bulan yg lalu beliau bercerita katanya dalam mimpi beliau bertemu saya dan kemudian teman teman jatinom ke rumah termasuk Alm mas Muhanik. Dan sayapun juga sekali main ke rumah beliau mas Alwan
Haidir Banjir Hamzah Subhanallah…sampai nangis aku baca nya…tambah semangat untuk bernDN
semoga postingan ini dapat menambah semangat kita untuk berdzikir nafas sadar Allah sampai akhir hidup kita amin. dan semoga mas Wawan dan Mas Muhanik bahagia di sisinya al fatihah…

neraka dunia

banyak orang yang takut dengan neraka akhirat tapi justru tidak takut dengan neraka akhirat. Padahal neraka akhirat yang sekarang inilah yang sekarang bisa di rasakan dan siksanya sungguh sangat pedih. Gambaran siksa neraka bagaikan api sebenarnya ibarat dari siksa di dunia dimana ketika seorang terbakar emosinya .. kecewa.. dendam dan sejenisnya maka sebenarnya dia sedang mengalami siksa neraka dunia.

neraka dunia jika tidak di putus dengan permintaan ampun permintaan maaf maka akan keterusan nanti ketika di akhirat. maka saya mengajak diri saya dan pembaca untuk segera istighfar kepada Allah ketika neraka dunia melanda kita.

Training Dzikir Nafas Sadar Allah dan Konseling Al Quran di Malaysia

Insya Allah saya akan berkongsi ilmu tentang dzikir dan quran. Semoga kedua program ini dapat membawa kepada ihsan sadar Allah. Semakin cinta kepada Allah dan Rasulullah dan semakin cinta kepada Al Quran.

peserta terhad untuk 100 dan alhamdulillah yang mendaftar sudah ada separo lebih. berikut broadcast yang ada di whatsapp. bagi peserta yang sudah mendaftar semoga kita dapat jumpa pada program 1 oktober mendatang. Amin

Assalamualaikum Jemaah Dzikir Nafas…

Program DN bersama Pak Pur dijadualkan pd 1.10.2016 (sabtu) bertempat di UPM Serdang.

Yuran penyertaan adalah sebanyak RM50/seorang bagi menampung kos pentadbiran.

Kepada yg ingin mendapat bimbingan terus dari Pak Pur bolehlah mengesahkan kedatangan dgn mengisi nama dibawah:

1. Hanif Bin Roslan
2. Ahmad Hadziq Saifollah
3. Abdullah, Rembau
4. zainal ariffin b. bahari, pekan, pahang
5. Puan Zuraidah
6.Dr Normaznah
7.Pn Hajjah Kamsiah
8.Nur Amirah Aqilah
9.NurAdibah Aqilah
10.En Zafry
11. Pauzi Karim
12. Hairi
13. Abd hadi zainal Ariffin, Cheras
14. Mohd Tariq Ramli, Pandan Jaya
15. M Syahrul Anwar b Zainuddin
16. Syah Rizal, Gombak
17. Hussein, Seremban
18. Mohd Hanafee, bkt changgang, banting
19. Abdul Mutalib bin Zainal Abidin, Pasir Gudang, Johor
20. Rizaludin Puchong
21.Muslimah Simo Puchong
22. muhammad najmin b rozali , manjung
23. Ahmad bin Hussein , shah alam.
24. Sazali, Paka
25. Noorjahan
26. Abdul Rahim Mohd Salleh
27. Halim Abdul Hamid (Halim Panah)
28.Muhammad Azazi
29.Azazi Abd Rahman
30.Norafidah Mohd Lasim
31. Maria Komariah (Indonesia)
32. Wulan Kumala Sari (Indonesia)
33. Syed Abd Rahman ( Melaka)
34. Mohd Rahimi Dollah, Kelantan
35. Pn.Norian, Shah Alam
36. Suffian, Shah Alam
37. R.A. Zuhairi (Johor)
38. Zulhazmi Mohd Ali
39. Umi Solehah Jahari
40. Muhammad Nizam b. Ahmad Tajuddin
41. Ramlah bt Ali
42. Halim (spore)
43. Budianto bin Makrus (Puchong )
44. Mohd Hairil Hafiz bin Hasim(Batu Caves)
45. Yazid, Wangsa Maju
46.Pn Juliana
47. Pak Bahroni, Damansara
48. Khamsiah muhamad Raub Pahang
49. Hj.Hadzir Abdullah kulim kedah.
50. Sufiyan Hadi, Shah Alam
51. Pn.Zuhaidah Asmaon, upm serdang
52. Yusri, seremban
53.Zulhaqem Ismail.
54. Husni bin Dato Husin,Kulim Kedah

brosur UPM dzikir nafas