Dalil quran belajar Patrap

”Hai orang-orang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS 8: 45).

ya pada masa Rasulullah patrap digunakan untuk berperang melawan musuh, dalam kondisi terdesak. Cara yang rasulullah sampaikan terutama dalam quran sangat simpel dan persis dengan dasar dari pelatihan patrap yang sering kita gunakan. Coba perhatikan ayat 8:45 diatas, jelas sekali ketika kita ke Allah kita teguhkan hati kita, kemudian sebutlah nama Allah dengan kesadaran , kenapa kita beruntung karena nantinya di dalam patrap itu akan muncul pertolongan Allah yang tidak kita duga. Dalam latihan patrap sangat jelas sekali bagaimana terjadinya keajaiban yang sering muncul, ini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika saya melatih kawan kawan latihan patrap di lapangan.

Patrap di jaman rasulullah digunakan untuk berperang, nah kalau sekarang kita berlatih patrap kita gunakan untuk menguatkan hati kita agar kuat ke Allah. Dan tentu saja dapat digunakan untuk keadaan terdesak.

ayat diatas secara implisit juga mengajarkan kepada kita untuk bagaimana mengatasi jika kita berada dalam keadaan terdesak bahasa jawanya “kepepet”. Maka dalam latihan patrap biasa saya melatihnya untuk pasrah terhadap apa yang terjadi pokoknya ke Allah dan ke Allah. Dalam keadaan yang hanya Allah ini maka muncullah kekuatan kekuatan di dalam diri yang tak terduga dan memang tidak di rekayasa. Seruan Rasulullah atau motivasi dalam berperang yang rasulullah ajarkan ada pada ayat diatas. yaitu berpegang teguh dan sebut nama Allah dengan kesadaran. Seperti halnya ketika Rasulullah sudah di hunus pedang oleh datsur kemudian Rasulullah dengan kesadaran ke Allah menyebut nama Allah… maka pertolongan Allah pun turun yang dapat menggerakkan tangan datsur menjadi gemetar dan tidak mampu lagi pegang pedang.

secara lebih luas dalam ayat diatas bahwa menjadi orang beruntung itu sangat simpel. Yaitu dengan berpegang teguh kepada Allah dan menyebut Allah dengan kesadaran penuh (latihan di dzikir nafas). Makanya kalau hidup kita selalu rugi selalu sial maka gunakan saja patrap atau dzikir nafas , dalilnya kan jelas tidak ragu lagi. tapi kalau pingin selalu sial dan rugi silahkan. Cara sudah ada didukung dalil quran yang sangat jelas tapi masih saja menolak .. ya… memang Allah menghendaki agar terus rugi dan sial…. naudzubillah….3t-baitul-musthofa

SQ EQ dan IQ modal pengembangan karakter

Pendidikan spiritual jarang menjadi pijakan utama dari sekolah. Sekolah sekolah yang berbasis islam pun yang dikenal dengan IT ( Islam terpadu) entah itu sd smp atau sma, masih banyak yang berkutat pada ranah motorik misalnya doa hanya di nyayikan, agama hanya sekedar pengetahuan paling mentok sisi emosi yang mana dikembangkan dengan misalnya pergi ke panti asuhan, ke lembaga yang merawat orang orang cacat. Sisi spiritual jarang disentuh.

Ya bicara spiritual adalah bicara tentang bagaimana membangun sebuah kesadaran akan Tuhan dalam diri anak didik. Anak tidak hanya disuruh hafal juz amma tapi juga tahu artinya, tahu maknanya dan tahu apa perintah Allah dibalik ayat yang dibaca. yang terakhir inilah yang maksud dengan pendidikan spiritual. ..ya masih jarangkan… sekolah lebih bangga dengan anak didiknya yang hafal sekian surat, lulus sd hafal juz 30 tapi anak tidak paham sekali dengan ayat yang dibaca. Terus untuk apa … apa yang di dapat ? apa hanya sekedar untuk bangga banggan… guru bangga dengan anak didiknya karena hafal, orang tua merasa anaknya pintar dan pandai karena hafal (padahal cuma hafal) , dan si murid pun tak kalah bangga yaitu dengan hafal juz 30 meski dia dijadikan seperti MP3 …

kalau pendidikan masih seperti itu tidak akan ada perubahan ahlak secara signifikan. maka saran saya pengembangan spiritual mutlak diberikan kepada anak didik sedini mungkin yaitu dipahamkan akan perintah Allah dalam setiap ayat yang di hafal dan di baca. test kelulusan kalau perlu sekalian dengan pemahamanya akan perintah Allah dari setiap ayat yang dibacanya.

ya sekali lagi kalau spiritual anak terbangun maka otomatis emosi dan kognisi (intelektualnya akan terbangun juga) sehingga anak akan menjadi anak yang kreatif serta inovatif. tidak hanya menang lomba olimpiade… lomba kecerdasan lainnya…

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Pendidikan Karakter

Ada satu harapan yang sangat mendalam, mengikuti tujuan Rasulullah diturunkan yaitu untuk memperbaiki akhlak. Ahlak adalah karakter yang terus dibangun terutama kepada siswa siswa dari play group hingga pendidikan tinggi. Dasar teorinya sederhana kenapa saya sangat tertarik dengan Sila pancasila yang pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha esa karena inilah inti dari kecerdasan spiritual. Jika kecerdasan spiritual ini terbangun maka secara otomatis kecerdasan dibawahnya yaitu kecerdasan emosi dan intelektual akan terbangun dan akan terupgrade dengan sendirinya.

Saya akan memulai laboratorium saya di sekolah dasar berbasis pondok pesantren yaitu di Ponpes baitul Musthofa. saya akan memulai dari para guru gurunya sabtu besuk. harapan saya dengan pelatihan kepada para guru ini nantinya akan lebih mudah tertransfer ke para murid. sebenarnya saya ingin menjadikan pendidikan muhammadiyah sebagai lab nya tapi saya khawatir kurang bisa diterima karena pendekatan saya yang murni spiritual tauhid.

saya mohon doanya dari para pembaca agar apa yang saya rintis ini nantinya menjadi siatu model pendidikan karakter berbasis sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

melatih 3T

Ikuti sunah rasulullah untuk berdzikit subhanallah 33, alhamdulillah 33 dan allahuakbar 33. setiap subhanallah afirmasikan bahwa Allah maha benar dalam segala perbuatanNya dalam bentuk takdir atau nasib yang sedang atau telah kita terima. kemudian ketika alhamdulillah berterimakasihlah kepada Allah atas semua yang diperbuat Allah dalam diri kita yaitu takdir yang kita terima. dan yang terakhir adalah kita agungkan Allah dalam setiap bacaan Allahu akbar. agungkan Allah karena kekuatan Allah ada dalam setiap takdir yang terjadi pada kita.

latihlah ini terus menerus dan sesering mungkin

Innalilahi wainnailahi rajiun… Bapak Haji Slamet Utomo

Bapak Haji Slamet Utomo adalah peletak dasar dari dzikir nafas yang saya kembangkan, setelah sebelumnya saya mendapatkannya dari Almarhum Ust Muhammad Muin Solo. Beliau yang mengajarakan kesadaran dalam nafas yaitu keluar masuk nafas dengan menyadari adanya Allah.

meninggalnya beliau seperti menunggu jamaah dzikir nafas silaturahmi ke beliau. Dalam program safari sadar Allah keliling jawa yang di komandani oleh Ki Soenan rombongan di tempat beliau sekitar 3 hari yang lalu. beliau sehat karena menerima rombongan jamaah sadar Allah bisa mendengarkan wejangan beliau salah satunya dari ibu tanty yang sempat mendengarkan wejangan beliau tentang “gandrung” kepada Allah, yang artinya bahwa cinta yang sedang mabuk kepada Allah.

semoga apa yang beliau ajarkan menjadi amal jariyah beliau dan apa yang beliau ajarkan kepada saya dan dari saya dipelajari lagi oleh kawan kawan yangbelajar sadar Allah dzikir nafas ini dapat menjadi amal jariyah beliau juga. amin ya rabbal alaminwhatsapp-image-2016-12-11-at-11-02-57-pm whatsapp-image-2016-12-13-at-5-27-18-pm whatsapp-image-2016-12-13-at-6-19-24-pm whatsapp-image-2016-12-13-at-6-27-13-pm whatsapp-image-2016-12-13-at-7-51-39-pm

Pola pendidikan “masalah-solusi” dari Allah

ketika kita siap ke Allah dan dengan niat bersungguh bersungguh kepada Allah maka Allah akan memproses agar kita lebih dekat dan lebih paham kepada Allah SWT. Inilah makna dari pada berguru kepada Allah. Berguru kepada Allah karena Allah sendiri memproses hambanya yang benarbenar dan bersungguh sungguh untuk mendekat kepada Nya. Dan didikan Allah ini tidak main main. Cara mendidik ALlah ada dengan pola “masalah – Solusi” jadi Allah memberikan masalah agar hamba tersebut semakin bergantung kepada Nya dan semakin patuh kepada Nya kemudian Allah memberikan solusi. “masalah-solusi” adalah pola yang harus kita pahami dalam mengarungi pendekatan kepada Allah.

Meski nampak sederhana Masalah-solusi tapi pola ini sangat efektif untuk mengajarkan berbagai macam akhlak dari mulai berserah diri, sabar, ihlas ,bergantung dan sebagainya. Sehingga jika kita terbiasa dengan pola ini maka akhlak kita lama lama akan menjadi baik dan akan menjadi lebih sempurna.

kita harus paham dengan benar tentang pola ini agar perjalanan kita menuju kepada Allah dapat kita lalui dengan benar kita akan mendapatkan tingkat keimanan yang semakin sempurna. banyak sudah sahabat sahabat di DNSA (dzikir nafas sadar Allah) yang sudah merasakan ini dan mengalami keadaan ini. pertama mendapatkan pola ini memang mengagetkan tapi setelah dapat solusi maka mendapatkan keyakinan bahwa Allah juga memberikan solusi. Kemudian hal itu berulang dan berulang akhirnya terbiasa dengan pola pendidikan Allah ini yang pada akhirnya sudah tidak menimbulkan keraguan lagi dan sudah bisa memastikan nanti pasti ada pertolongan, dan sudah bisa bersikap bagaimana ketika menerima masalah dari Allah.

ya masalah dari Allah jawabannya sudah pasti yaitu berserah dan mengikuti apa yang Allah perintahkan, itu adalah jawaban pastinya. Sehingga kita tidak repot repot lagi mencari jawaban. inilah keuntungan kita belajar mendekat kepada Allah setiap masalah adalah pelajaran dan setiap masalah yang ada solusinya adalah pelajaran dari Allah untuk meningkatkan keimanan kita. semakin iman kita maka hidup kita akan semakin bahagia. Karena iman ini bukan sekedar mengaku beriman tapi benar benar beriman kepada Allah.

jadi belajar DNSA bukan tidak membawa dampak yang ringan terhadap kehidupan. dampak itu sangat besar dan dampak itu membawa suatu perubahan paradigma dalam kehidupan. Pola pelajaran yang Allah berikan yaitu Masalah-solusi ini memang benar benar mendidik kita kearah yang lebih baik, lebih muthmainah. Semoga kita dapat melampaui masalah masalah yang diberikan Allah dengan terus sadar Allah. dan semoga kita selalu sadar bahwa setiap masalah itu pasti ada solusi dari Allah.

Berserah yang menyenangkan

Seringkali ketika saya ceramah atau memberikan kuliah di depan mahasiswa terutama ketika saya memberikan materi tentang mengatasi masalah hidup dan sesi utamanya adalah tentang berserah saya mendapatkan kesan “pelecehan” karena saya menerangkan bahwa apapun masalah hidup itu akan selesai dengan berserah diri kepada Allah. Ketawa mereka, ungkapan ungkapan mereka seolah menandakan bahwa “Pak Pur ini ada ada saja masak masalah bisa selesai dengan berserah… ha ha ha “. Sayapun terdiam apa yang salah dalam penyampaian saya kenapa ilmu yang begitu tinggi bahkan berserah ini menjadi intinya dalam islam mendapatkan respon negatif seperti ini… Ya .. saya pun tidak menghiraukan pendapat mereka sayapun terus melanjutkan ceramah saya tentang berserah diri kepada Allah.

Berserah diri banyak di negatifkan maknanya bisa jadi karena memang tidak paham atau salah pengertian. Padahal kalau kita selami lebih dalam bahwa berserah diri kepada Allah ini membawa pada suatu kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidup. Karena jelas sekali kepada siapa kita berserah diri. Kalau kita berserah dirinya benar yaitu kepada Allah yang maha murah, yang maha agung yang maha hebat yang maha sukses… maka kita akan bahagia dan akan mendapatkan solusi hidup yang tidak kita sangka. Tapi kalau kita bersandarnya kepada yang tidak jelas , kita berserah kepada sesuatu yang tidak pasti ya akan berakibat kepada masalah yang tak kunjung selesai dan sial yang tak kunjung berhenti. misalnya kita berserah kepada kehidupan, kita berserah kepada nasib, kita berserah kepada keadaan dan sebagainya ya akhirnya kita akan dipermainkan oleh kehidupan.

maka saya menyampaikan bahwa berserah itu kepada Allah yang jelas, Tuhannya semesta Alam, yang punya alam semesta, yang mengatur segalanya yang maha kaya dan maha segalanya . Jika kita berserah di wilayah ini maka kita akan mendapatkan kebahagiaan luar dalam…. pajero (penak jobo jero).. ha ha

siapa yang tidak ingin hidupnya bahagia siapa yang tidak ingin hidupnya menjadi hidup yang beruntung seperti yang sering disebutkan dalam al quran “beruntunglah orang yang …..” ya pasti setiap kita ingin menjadi orang yang beruntung maka mari kita sama sama belajar dzikir nafas dengan sadar Allah ini. Kita belajar dzikir nafas kemudian kita sandarkan diri kita kepada Allah sesandar sandarnya, sepasrah pasrahnya kepada Allah. Tidak ada TUhan selain Allah, maka mari kita bersandar kepada Dia, bukan kepada khodam,bukan kepada orang atau juga bukan bergantung kepada pimpinan atau perusahaan. bergantung yang benar maka hidup kita akan bahagia, Bersandarlah kepada yang maha menyenangkan maka hidup kita akan menyenangkanbersandarlah-kepada-yang-maha-menyenangkan-maka-hidup-kita

Cahaya Bashirah

bashirah adalah penglihatan jiwa yang sadar akan Allah. penglihatan yang berupa bashirah ini akan memberikan kemampuan pada penglihatan akan Allah. Kita akan mampu bertemu dengan Allah dengan cahaya bashirah ini. jadi sangat mudah untuk melihat dan berjumpa dengan Allah yaitu dengan bashirah itu yaitu kesadaran akan Allah.

Bashirah ini bukan jasad, bashirah adalah jiwa kita yang sadar akan Allah. manfaat dari bashirah ini macam macam. Umumnya bashirah ini digunakan untuk melihat tanda tanda yang diberikan Allah kepada kita. Bashirah dapat juga digunakan untuk sarana komunikasi kepada Allah baik sewaktushalat , dzikir atau dalam keseharian. Orang yang bashirah nya aktif dia akan bisa memeiliki cara pandang dan cara fikir yang lain. Lain ya lain , karena semua yang difikir dan di rasa berdasar bashirah yang diterima dari Allah. Misalnya Allah memberikan informasi tertentu maka ditangkap oleh bashirahnya dan diteruskan ke fikiran dan rasa kemudian berlanjut menjadi sebuat tindakan. Orangnya agak aneh dan tidak sama dengan orang lain. Misalnya yang lain Demo 212 dia hanya melihat dan menyaksikan bagaimana Allah menggerakkan orang lain untuk demo dan melihat tanda tanda yang diberikan Allah tentang apa sebenarnya tujuan dari demo 212. ya itu misalnya saja

Aktivasi bashirah cukup sederhana yaitu cukup dengan dzikir nafas sadar Alllah. Setelah sadar kita akan dapat melihat dengan kesadaran tersebut. Dan kita akan lebih sadar dari yang lain. Dan hebatnya orang yang sadar Allah adalah akan peka dengan firasat yang diterima. dalam suatu hadis, berhati hati lah dengan firasatnya orang yang beriman karena orang beriman melihat dengan sadar Allah

sekali waktu anda harus merasakan tidak berartinya hidup

ya entah anda tersadarkan atau karena suatu keadaan sehingga anda merasakan tidak berartinya hidup. Ya Allah sedang memberikan pelajaran sangat berarti dan sangat penting ketika anda dapat merasakan keadaan tidak berarti dalam hidup. Ketika anda merasa sendiri dan tidak ada orang lain meski ada banyak orang di sekeliling anda. Perasaan seperti ini akan mendidik kita atau memberikan pelajaran kepada kita bahwa memang hidup itu sekedar menjalankan tidak perlu berarti tidak perlu apa apa hanya di jalankan saja. Biasanya pada keadaan seperti ini ada perasaan sama antara hidup dan mati. Mati bukan lagi sesuatu yang menakutkan tapi mati adalah suatu keinginan. Nah keadaan  ini juga sangat pas untuk melakukan patrap sakaratul maut atau latihan mati melalui sadar Allah. Pasti lheesss nya sangat cepat dan mudah.

Baik pelajaran ketidakberartian dalam hidup jangan lama lama artinya sebentar saja sebab kalau lama akan dapat menyebabkan depresi dan bahkan bunuh diri… wah bahaya juga… cukup sebentar saja ambil pelajarannya dan lanjutkan dengan berserah diri kepada Allah secara total sehingga rasa tidak berarti itu berubah menjadi berarti namun dalam kontek spiritual bukan lagi duniawi.

Pelajaran demi pelajaran akan anda dapatkan. Meski itu nampak sebagai suatu musibah sbagai suatu yang negatif ternyata Allah akan memberikan kepada anda pelajaran yang sangat dalam dan sangat berarti. Yang penting tetap khusnudzan kepada Allah dan terus sadar Allah