Articles from August 2017

tanggung jawab sebagai penyampai

ketika kita sudah diberikan ilham pencerahan dari Allah SWT maka seperti apa yang di contohkan Rasulullah yaitu menyampaikan kepada masyarakat kepada orang lain. Sebaiknya ketika ilham itu masih hangat kita dapat maka langsung kita sampaikan kepada orang lain. Kita sebagai penyampai harus belajar untuk menyegerakan menyampaikan kepada yang lain. inilah tanggung jawab kita.

dan ini juga merupakan amanah yang diembankan kepada hambanya yang diberikan ilham secara langsung dari Allah. tidak berat dan tidak sulit asal kita siap mengemban amanat ini. dan tidak sulit karena tugas kita hanya mendengarkan dan manjalankan kemudian menyampaikan kepada yang lain.

masing masing kita punya pencerahan yang berbeda dengan yang lain. ada yang dicerahkan dalam hal agama dalam hal pekerjaan terutama sekali dalam hal kehidupan ini. tidak perlu menyimpannya karena asal kita lurus ke Allah maka ilham itu akan membawa ketakwaan kepada kita. dan ketakwaan itu diperlukan oleh semua orang tidak hanya kita. Tidak ada ilmu rahasia ketika itu sudah kita pahami dan kita sudah jalankan. Ilmu rahasia itu kaalau kita tidak paham atau kita tidak bisa menyampaikannya. tapi sebenarnya asal menyampaikannya mengikuti bahasa yang disampaikan Allah kepada kita maka itu akan dapat dipahami juga oleh orang lain. maka yang penting kita tercerahkan. sekarang bagaimana kalau kita sendiri tidak paham menyampaikan orang lain maka orang lain pun juga tidak akan paham meski itu bersifat simpel. misalnya tentang khusyu bagaimana kita mau mengajarkan kepada orang lain kalau kita tidak pernah mengalami apa itu khusyu padahal kalau kita tahu khusyu itu sangat sederhana.

baik segera sampaikan apa yang mencerahakn kita saat ini detik ini ya tentunya dengan bahasa yang santao relaks….. sebagai catatan : tulisan saya ini mungkin santai relaks dan seperti berdialog dengan saya…. ya ini salah satu bahasa saya dalam menyampaikan hal hal saya dapat pada saat ini. Ok selamat menjadi penyampai dari apa yang diberikan Allah kepada kita. 

Menyembelih sapi qurban di padepokan

SUSUNAN ACARA
IDUL ADHA DI GUMPANG
Sabtu 2-3 sept 2017

16.00-17.00
# Pembukaan
# Sambutan Panitia

17.00 – 17.45
# Dzikir Nafas
Oleh Bp. Widarto

17.45 – 19.30
# Ishoma

19.30 – 20.30
# 3T – Oleh : Bu Zulaikha

20.30 – 22.30
# Ridho & Amanah
# Hakikat Qurban
Oleh : Bp.Setiyo Purwanto

22.30 – 24.00
# Patrap Gerak Rasa
# Patrap Tidur
Oleh :
Bp Dony M
Bp Supoyo

********
Minggu 3 sept 2017
07.00 – 10.00
# PENYEMBELIHAN QURBAN ( 2 Sapi + 5 kambing )
Oleh :
Bp Suyono
Bp Harsoyo
Team

10.00 – 11.00
# Pembagian Hewan Qurban
Oleh :
Warga Skitar Padepokan

11.00 – 12.00
# Penutup
# Foto Bersama

Jika ada konflik suami istri

kuncinya adalah berbuat baik dan bertakwa. pengertian berbuat baik itu luas dan takwa adalah luas juga. Kalau diartikan sempit maka tidak akan menjadi sebuah solusi yang mujarab seperti yang di tuliskan dalam al quran. berbuat baik adalah perbuatan perbuatan yang “berlawanan dengan perbutan yang tidak baik”. nah pada pemahaman ini saya tidak perlu menjelaskan seperti apa perbuatan yang berlawanan dengan perbuatan yang tidak baik tersebut. Secara akal dan nalar pasti kita sudah tahu dan sudah paham, kenapa saya menjelaskan dengan cara pemahaman yang demikian karena setiap pasangan memiliki ciri khas memiliki keunikan masing masing, sehingga yang dikatakan dengan baik dan tidak baik itu dalam beberapa hal akan sangat berbeda antara pasangan satu dengan pasangan yang lain.

quran memberikan solusi dua hal yaitu berbuat baik dan bertakwa. yang pertama tadi adalah kaitannya dengan pasangan atau horizontal yang kedua adalah takwa yaitu vertikal artinya apa yang kita lakukan dalam berkeluarga mengandung prinsip bertakwa kepada Allah SWT.

kedua prinsip ini yaitu berbuat baik dan bertakwa harus terwujud dalam perilaku nyata. bukan teori sehingga disini mungkin akan berlawanan ego bisa enggan, bisa malu atau lainnya. ego ini bahaya kalau di bawa dalam keluarga seringkali ego masing masing pasangan menyebabkan perselisihan. maka quran sangat jelas agar keluarga kita bahagia maka solusinya penghancuran ego yaitu melalui berbuat baik dengan pasangan dan bertakwa.

semoga kita dijadikan Allah untuk bisa selalu berbuat baik dengan pasangan dan selalu bertakwa kepada Allah dalam setiap tingkah laku dan perbuatan kita. amiin

Bersyukur di wilayah keagungan Allah

Bersyukur sudah tidak memperhatikan apakah nikmat atau tidak, sengsara atau bahagia. Syukur kepada Allah ya kepada Allah bukan karena nikmat yang Allah berikan. seperti misalnya saya memberikan anda secangkir kopi anda berterimakasih karena kopinya atau karena saya, kalau anda berterimakasih karena kopinya maka ketika saya tidak memberikan kopi maka anda tidak berterimakasih kepada saya padahal saya telah memberikan banyak hal.

nah bersyukur kepada Allah berada di wilayah kebesaran Allah. Ini adalah suatu sikap yang benar dalam bersyukur kepada Allah. Wilayah keagungan Allah adalah dimana wilayah kita berada pada keadaan Allah yang lebih besar dari pada apapun dan jika masuk dalam wilayah ini maka pikiran kita akan dapat menjangkaunya hanya dengan kesadaran kita dapat menjangkaunya.

bersyukur di wilayah ini akan membebaskan diri kita dari keterbatasan, sehingga syukur kita akan berdampak lebih besar dan lebih luas dalam kehidupan kita. Segala amanah yang kita emban dalam hidup kita jalani dengan penuh syukur di wilayah keagungan Allah yang lebih agung dari pada apapun.

akhirnya nanti kita akan dapat melewati seluruh amanah amanah Allah dengan sukses dengan bahagia dan dengan cara yang sangat menguntungkan kita.

Allahu akbar, walhamdulillah wasubhanallah

mohon semua jamaah DNSA menjalankan ridho

mohon semua jamaah menjalankan konsep ridho, ridho dengan segala apa yang kita alami dan kita hadapi sekarang ini dan ridho dengan masa lalu yang telah kita lewatkan…. kata pak mario teguh kita harus berdamai dengan masa lalu… ya caranya dengan ridho. Ridho ini akan membuat emosi pikiran dan fisik kita serta dapat membuat kehidupan kita lebih baik dan lebih baik.

baiklah selamat meridhoi semua yang sudah diperbuat Allah terhadap diri kita. saya belajar dan saya berusana untuk sadar akan perbuatan Allah yang berlaku atas diri saya, dari hal yang paling kecil. gatal digigit nyamuk sampai proyek dengan penghasilan puluhan juta gagal….. itu semua  adalah kehendak Allah yang berlaku atas diri saya…..

yang paling utama saat ini adalah yang harus kita lakukan adalah meridhoi dengan segala tugas yang ada pada diri kita, kita dijadikan sebagai apa, apa amanah yang kita terima kita ridhoi dengan tidak mengeluh sedikitpun dan terus mengikuti dan bergerak mengikuti amanah yang kita jalankan.

baiklah semoga dengan menjalankan amanah ini dengan penuh ridho kepada Allah. dan kita lihat janji Allah tidak pernah diingkari, maka kehidupan kita akan lebih baik dan lebih baik. 

Spiritual skill

saya melihat bagaimana berspiritual itu adalah sebuah skill, karena spiritual harus ada out putnya. keluaran dari spiritual harus dapat menghasilkan kehidupan yang lebih baik lagi dalam keseharian. kalau kita pandai berspiritual tapi tidak dapat teraplikasikan dalam kehidupan berarti spiritualnya hanya sebatas di rasa saja.

apa yang saya alami dan jalani jembatan antara spiritual dan kehidupan kita sehari hari adalah ridho. ridho ini mengandung unsur tasbih yaitu bergerak mengikuti kehendak Allah, bersyukur karena sudah di gerakkan dan menyadari Allah yang lebih besar dari apapun.

ridho adalah skill yaitu bagaimana dapat menggabungkan ketiga unsur yang saya sebutkan di atas dalam satu waktu. jadi 3 T yang teraplikasikan dalam satu keadaan.

ibarat arus listrik yang besar, kita buat menjadi arus ringan yang bermanfaat dan dapat menghasilkan manfaat.

baik selamat berlatih ridho

Jangan menyukutukan Allah dengan Rasulullah

tulisan bermaksud meluruskan niat kita memulyakan Rasulullah SAW. Dalam ajaran Beliau, beliau menegaskan bahwa beliau adalah manusia biasa yang membedakan adalah beliau diberi wahyu dari Allah, dan sangat jelas beliau melarang kita untuk menyukutukan Allah dengan apapun tentunya dalam hal ini dengan rasulullah SAW.

jika kita tidak menyekutukan Allah dengan Rasulullah berarti kita mengikuti ajaran Rasulullah, sebaliknya jika kita melanggar ajaran rasulullah ini yaitu menyekutukan ALlah dengan Beliau maka sama saja kita tidak menghormati Rasulullah.

seringkali saking tidak mengenalnya Allah dan saking ketidakatahuan dalam menghormati beliau banyak yang akhirnya menyekutukan Allah dengan Rasulullah. Nah tulisan ini merupakan refleksi pribadi saya karena semaca remaja saya sering mengikuti selawat selawat yang berlebihan dan melupakan Allah sebagai Tuhan yang hanya disembah.

kadang saya menganggap bahwa dengan shalawat ini dan itu maka saya akan bisa ini dan itu, saya melupakan Allah sebagai Dzat mutlak yang menentukan segelanya. Saya menganggap bahwa Rasulullah lah yang bisa memberi syafaat ternyata tidak , karena hanya Allahlah yang bisa memberikan syafaat, dan seterusnya ….. bahkan sampai sekarang masih saya ingat setiap seminggu sekali saya baca shalawat dalail, saya menyebutnya waktu dalailan…. pemimpin shalawat waktu itu mengatakan bahwa dengan shalawat ini maka semua masalah akan mudah selesai, semua keinginan akan mudah terkabul…. tapi ternyata tidak demikian… tapi karena doktrin kuat ya tetap saja membaca shalawat dalail dengan harapan duniawi.

baiklah tulisan ini akan saya akhiri dengan ayat quran yang menyebutkan dengan jelas bahwa jangan menjadikan Rasulullah sebagai sekutu Allah. 

Dzikir nafas sebagai model psikoterapi islam

Pertemuan kemarin dengan Prof Edi Herianto membukan wawasan tentang perlunya sinergitas antar disiplin ilmu untuk mengadakan suatu penelitian. Sayapun bertanya kepada beliau tentang bagaimana menjadikan model psikoterapi islam ini sebagai bentuk terapi insomnia dan saya mengajukan pertanyaan tentang bagaimana jika menggunakan alat rekam otak atau MRI, Beliau menyambut dengan positif dengan memberikan saran saran positif bagaimana bisa berkolaborasi dengan dokter dan disiplin lainnya terkait dengan penelitian ini.

tak kalah semangatnya prof Khumaidi yang sejak awal beliau bergabung di fakultas psikologi UMS sekitar 10 tahun yang lalu, beliau sudah mengusulkan dibuatnya lab psikologi islam terutama untuk shalat khusyu dan dzikir, sampai sekarang beliupun selalu mendukung saya untuk terus mengembangkan dzikir nafas untuk dapat diilmiahkan

Prof Kumaidi UMS dan Prof Edi Herianto UKM malaysia

dengan penelitian yang mendalam tentang dzikir nafas dan manfaat praktisnya dapat semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Untuk apa meminum obat tidur kalau dengan dzikir nafas saja sudah dapat tertidur dengan nyenyak…..