Allah kok dibandingkan dengan jin penghuni akik

aneh aneh saja orang, masak Allah dibandingkan dengan jin penghuni akik. Saya tidak perlu menuduh syirik tapi membandingkan kekuatan jin penghuni akik dengan kekuatan Allah itu sudah sangat keterlaluan. Memangnya jin itu siapa? dia kan ciptaan Allah, apa ya sebanding kalau kita bandingkan dengan Allah? Berani membandingkan pencipta dengan yang diciptakan? jelas tidak sebanding.

 

Uang ada, mau makan apa saya

ketika kita banyak uang dan bingung mau makan apa malam ini, Allahpun mengajarkan demikian: meskipun kamu ada uang perkara makan tetap itu rejeki dari aku, kamu tidak berhak menentukan akan makan apa malam ini. ya demikian sikap berTuhan, meski kita ada uang dan kita  bisa memiliki mau makan apa ternyata tetap Allahlah yang akan memberikan dan memilihkan kita akan makan apa.

pelajari saja apa yang akan terjadi ketika kita makan, ambil kendaraan lalu keluarlah… ikuti kemana pergi nanti ALlah akan memberikan kita suatu pilihan makanan yang sesuai dengan kita. yang penting kita tidak menolak dan terus percaya kepada Allah kalau malam ini akan diberi makan oleh Allah.

kita mungkin bercita cita makan soto sore, tapi Allah berkehendak lain yaitu makan tempe penyet. ya demikianlah pelajaran demi pelajaran makrifat dari makan saja kita diajarkan untuk mengikuti Allah yang memilihkan makanan

saatnya ambil bergerak

rejeki urusan Allah SWT, urusan kita adalah menjalankan amanah Allah. Kita bekerja lillahitaala artinya kita bekerja karena Allah, bukan karena uang bukan karena apapun. Kita belajar disini sehingga benar benar kita merasakan bahwa yang bekerja bukan kita tapi Allah, bukan engkau muhammad yang melempar tapi Allahlah yang melempar. demikian kerja kita.

 

mau cari guru lain selain Allah?

sudah dikenalkan cara bagaimana berguru kepada Allah, dan sudah kenal Allah, masih mau cari guru lain, apa pelajaran dari Allah kurang. coba dilihat bagaimana Allah mengajarkan kepada kita, nyata kan dan sesuai dengan kehidupan kita. mau cari guru yang seperti apa lagi. mau cari guru yang bisa ngajari apa lagi. Seharusnya kalau sudah belajar ke Allah, tidak akan pindah ke lain hati. Memang ada ilmu yang lebih tinggi dari pada bertauhid kepada Allah?, coba bagi siapapun yang masih pingin cari guru selain Allah pikirkan lagi …. masak Allah sebanding dengan guru spiritual…. sebanding dengan mereka yang mengaku sebagai perantara antara kita dan Allah… coba pikirkan lagi

buatlah anak bahagia dengan kehidupannya

Anak perlu bahagia bahkan anak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan. stressor anak ada di dua tempat yaitu di rumah dan di sekolah. kalau anak mendapatkan kebahagianya di keduanya maka anak akan berkembang optimal. tapi kalau anak tidak mendapatkan kebahagiaan salah satu atau keduanya maka dia ketika besar nanti akan menjadi orang yang secara mental akan terganggu.

maka pola pendidikan guru dan orang tua di rumah dan sekolah harus berfokus bagaimana membahabagiakan anak. kalau hanya mengejar target setoran pelajaran itu tidak aakn sebanding dengan kerugian psikologi yang dialami anak dan dampaknya keperkembangan tingkat lanjut.

sekolah sekolah yang mengejar gengsi diantara sekolah lain maka itu sudah pertanda tidak sehat untuk anak. Karena anak anak yang memiliki kecerdasan pas pasan dan orang tua yang “tidak mambantu PR anak? maka pasti anak akan mengalami stressor yang berat dan ini sangat tidak baik baik perkembangan psikisnya.

membahgiakan anak adalah langkah pendidikan berbasis kecerdasan emosi, dimana sekolah memiliki visi yang jauh kedepan bahwa penentu keberhasilan siswa adalah bagaimana dia bisa mengontrol emosi dan bagaimana dia bisa bersikap emosi positif terhadap apapun kejadian yang menimpanya.

saya memiliki banyak pengalaman di lingkungan saya, saya mengamati ada beberapa murid saya yang begitu cerdasnya dia namun secara sosial sangat buruk, terlihat dari sikapnya yang individualis dan lebih mementingkan diri sendiri, wal hasil ketika dia sudah bisa menyelesaikan studinya dia di hadapkan pada kerja tim atau tim work di gagal total dan akhirnya di keluarkan dari pekerjaanya.

peringkat nilai, rangking jika tidak disikapi dengan benar akan menjadi boomerang yang dapat membuat siswa ini mengalami gangguan emosi. Rangking atau peringkat nilai tidak perlulah untuk diunggul-unggulkan karena kapasitas siswa berbeda  beda. Islam saja tidak pernah mengunggulkan kecerdasan apalagi rangking di kelas, yang di unggulkan adalah ketakwaannya. jadi sekolah dan orang tua seharusnya fokus kepada bagaimana anak ini dapat menjadi orang yang bertakwa yaitu orang yang mampu mengikuti aturan sekolah dengan baik, mampu mengikuti aturan sosial terlebih aturan agama. Dengan takwa inilah anak akan mendapatkan kebahgiaanya di masa kecilnya atau di masa sekolahnya.

kritik terhadap SDIT SMPIT SMAIT, kalimat it mengacu kepada agama yang nota bene tidak ada unsur spiritualnya, hanya berkisar masalah agama ritualistik saja misalnya menghafal al quran, bacaan  al quran, kemudian hafal hadis, kemudian shalat yang hanya bersifat bacaan dan gerakan saja. Saya tidak pernah menemukan sebuah sekolah berbasis (IT) di awal sekolahnya gurunya membimbing murid muridnya untuk duduk relaks …kemudian mengajak untuk sambung ke Allah… untuk silatun kepada ALlah atau diam sejenak untuk menyadari Allah…. Yang saya temukan adalah paling pol, membaca doa bersama, membaca basmalah membaca hamdalah setelah selesai … dan tidak ada ekspresi keTuhannannya. ya kalau demikian agama hanya menjadi ilmu apa bedanya dengan ilmu matematika ilmu sejarah.. kalau endingnya hanya di hafal saja….. kalau endingnya hanya sebatas ilmu saja… maka wajarlah anak yang di produksi di sekolah ini tidak memiliki spiritualitas seperti yang di ajarkan Rasulullah.

baiklah tanggungjawab kita membahagiakan anak adalah tanggung jawab kita bersama, saya senyum ketika anak saya bacaan qurannya kurang baik namun memiliki semangat untuk belajar memperbaiki bacaan sampai nanti semangat untuk memahami isinya. Saya akan marah jika anak saya bangga dengan bacaannya yang bagus kemudian berhenti tidak mau memahami isinya.

ending kata, marilah kita bahagiakan anak anak kita di masa perkembangannya yang masih sangat rawan, jangan buat anak kita sedih dengan keterbatasannya. samakan dengan kita kalau kita tidak mampu berbahasa inggris kemudian kita di marahi karena selalu gagal berbahasa inggris… demikian pulalah yang terjadi pada anak kita. kalau kita orang tua paling sebentar lagi akan pensiun masa tua, lha anak pengalaman ini kana di bawa sampai di remaja dan dewasa… apa jadinya jika itu terbawa sampai nanti….

aku diperintahkan untuk tidak mengikuti ilham fujur dari Allah

Allahlah yang memberikan dorongan kita agar tersesat, Allah pula yang memberikan dorongan kita berperilaku jahat atau atau tidak baik. kemudian kita diperintahkan untuk tidak mengikutinya. Ingat kita diberi akal ya akan, yang tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Kita diberikan instrumen yang bisa membedakan mana baik dan mana tidak, kita diberikan suatu kehendak untuk mengeksekutor perbuatan apakah ilham itu di teruskan untuk diperbuat atau tidak.

tanggungjawab kita ketika kita tahu bahwa ada dorongan negatif itu muncul tapi kita ikuti maka jelas bahwa kita mengikuti sesuatu yang tidak baik, meski sesuatu itu dari Allah. Sudah jelas bahwa Allah memberikan akal gunanya untuk membedakan tapi karena di jalankan ya … resiko tanggung sendiri.

 

Terjang hambatan kerja dengan zero mind

Menerjang hambatan kerja yang sudah menjadi amanah kita dengan zero mind. ya mau tidak mau kita harus belajar untuk menjadi Zero, ingat tulisan saya tentang zero, bahwa yang zero adalah ego nya bukan self nya. Yang nol adalah keakuan bukan diri. jika belum bisa silahkan dilatih dengan dzikir nafas level 3. baik Dengan sero mind ini kita akan dapat menerjang masalah masalah kerja, segala sesuatu dapat kita hadapi dengan zero. Kita akan merasakan seperti air, yang tidak memaksa namun tetap mengalir dan bergerak terus bergerak.

kita bekerja pasti ada bosan pasti ada konflik, pasti ada ketidakseusian dengan keinginan dan seabrek masalah, seringkali masalah masalah tersebut terhambat penyelesaianya karena ego kita. Maka ego ini harus kita nolkan. kita harus bergerak berdasarkan ego nol. Kadang harga diri kita nolkan, nah ini bukan berarti kita menjatuhkan ego, tidak menghargai diri kita… tetap saja berharga diri namun harga diri yang tanpa ego. Ya ini memang agak agak susah untuk di bayangkan, tapi jika kita jalankan maka kita akan paham bagaimana harga diri ini tanpa ego. atau kalau lebih mudahnya kita pertahankan harga diri namun kita lenyapkan harga aku kita. Bedakan antara harga aku dan harga diri, ya ini jelas beda.

baik secara teknis, kita hajar diri kita dengan terus menerus berdzikir nafas, dilain pihak kita hajar aktivitas kita dengan menjalankan amanah. dzikir nafas akan memposisikan diri kita dengan zero mind, kemudian menjalankan amanah akan membawa keadaan zero tadi untuk menerjang semua masalah masalah kerja dalam keseharian masalah masalah yang dapat menghambat kerja kita.

Jika belum bisa mengenolkan ego , prinsip yang bisa digunakan adalah work it, just do it… kerjakan dan lakukan…. samikna wathona… semoga dzikir nafas kita sadar Allah kita membawa manfaat dunia dan akhirat … sukses untuk kerja kita amanah amanah kita.

sulit cari pekerjaan

memang hidup untuk cari pekerjaan, tidak. Hidup adalah untuk menjalankan amanah Allah. kalau kita di rumah punya gerobak makanan, maka itulah amanah ketika kita merasa tidak ada punya pekerjaan. Gerobak yang ada di depan kita itulah amanah yang harus kita gunakan untuk melayani sesama kita dalam hal memudah mereka untuk mendapatkan makanan atau mendapatkan minuman.

orang yang masih merasa sulit mencari pekerjaan adalah orang yang tidak paham untuk apa kita ini diciptakan Allah SWT. Anak kita saudara kita perlu kita tekankan bukan di mencari pekerjaannya tapi menjalankan amanah. Ketika seorang sudah lulus sekolah dia tidak lagi mengeluh bingung mencari pekerjaan karena jelas pekerjaan itu ada di depan mata yaitu amanah yang Allah embankan kepadanya atau kepada kita.

Melihat amanah harus secara luas tidak harus amanah itu di kantor di toko atau yang identik dengan pekerjaan yang mendatangkan uang… hal hal yang sederhana misalnya membantu orang agar orang lebih mudah dalam menghadapi masalahnya itu juga termasuk amanah. Mungkin amanah seperti ini dipikiran kita tidak akan mendatangkan manfaat apa apa dalam diri kita, Ooo jangan salah justru dengan menjalankan amanah yang seperti ini nilainya bisa lebih tinggi dari yang menjalankan amanah di kantor … dan nilai kemanfaatannya kepada kita bisa jadi lebih baik dari pada kalau kita kerja di kantor atau menjalankan amanah di kantor.

kantor kita di alam semesta disitu pula terpampang pekerjaan kita. tidak ada yang lebih baik dan lebih rendah dari amanah yang diberikan Allah. Ada yang menjadi manajer ada yang jadi bapak rumah tangga ada yang jadi tukang batu ada yang jadi profesor semuanya derajatnya sama yang membedakan adalah apakah kita amanah atau tidak dalam menjalankannya.

yuk gila yuk

gila yang satu ini sangat menyenangnkan , gila yang berkah dan mendatangkan banyak manfaat. Teringat dengan ke gilaan para sahabat Nabi yang dengan cara gila ini jumlah 313 mampu mengalahkan musuh yang jumlahnya ribuan.

Gila dengan cara ini memang sunah Nabi, karena jelas contohnya yaitu para sahabat, gila lainnya adalah ketika sahabat Ali RA yang berani menggantikan Rasulullah di tempat tidur beliau, ketika Beliau akan hijrah… wah kalau di contohkan banyak peristiwa gila baik sahabat ataupun para nabi dan rasul.

nah sekarang mari kita belajar gila seperti para nabi rasul dan para sahabat. Gila ini prinsipnya adalah totalitas ke Allah, totalitas lurus ke Allah dan totalitas untuk yakin serta percaya kepada Allah. sampai sampai kita mengalahkan akal pikiran kita. orang gila adalah orang yang mampu mengalahkan akal pikirannya. Orang Gila model ini lebih menggunakan keyakinannya kepada Allah dari pada menggunakan akalnya …

berani gila…. mari belajar gila bersama kami.