menyatukan takbir tahmid dan tasbih dalam satu waktu

menyatukan 3T dalam satu keadaan memang sulit tapi juga mudah. Mudah jika anda mengetahui, sulit jika belum tahu …. he he ya iyalah. baik saya akan berikan tips singkatnya. ketika anda bisa berada di keadaan Allah yang lebih besar dari apapun itu artinya anda menyadari Allah yang lebih besar dari apa yang anda bisa pikirkan tentang kebesaran Allah, nah di wilayah itulah kita bertahmid, yaitu bersikap bersyukur kepada Allah. di wilayah itupula kita ikuti segala gerak segala keadaan alam semesta ini termasuk tubuh kita. pikiran kita atau perasaan kita.

ok selamat mencoba.

Berani menghadapi hidup dengan Ijazah Amanah Kubro

Berapa banyak dari kita yang takut menghadapi hidup, dan akhirnya benar benar kita dibuat bulan bulanan oleh hidup itu. Hidup jika kita takuti maka dia akan menjadi monster yang menghantui kita dalam setiap langkah kita. Bahkan dalam tidurpun dia akan hadir dalam bentuk mimpi mimpi buruk yang mengejar ngejar kita. Apakah masih kita takut dengan hidup? sekarang tetapkan bahwa kita berani menghadapi hidup sekecil apapun itu hidup atau sebesar apapun itu hidup, kita hadapi. Bayangkan kita seperti ayam Babon yang sedang punya anak (kuthuk) si ayam Babon berani menghadapi siapapun yang menganggu anak anak nya. Bahkan kitapun manusia diserangnya jika kita menganggu anak anaknya. Begitulah kita menghadapi kehidupan, masihkah kita takut dengan kehidupan?, kalau maish takut mental kita lebih hebat dari pada ayam babon

Menghadapi hidup tidak sembarang menghadapi karena kita dibekali dengan berbagai potensi diri yang bisa membawa keberuntungan dalam menjalankan kehidupan ini. Salah satu instrumen dalam diri kita yang bisa kita andakan untuk menghadapi kehidupan adalah spiritualitas, yaitu suatu kesadaran akan Allah yang ada di sebalik alam semesta ini. Kesadaran inilah sebagai senjata kita untuk terus maju , terus bertempur dan terus fight dengan kehidupan ini.

Jika kita sudah bisa menyadari kebesaran Allah yang ada di balik alam semesta ini maka kita sudah membawa senjata ampuh untuk bisa mengalahkan kehidupan ini. Dan kehidupan tidak ngejar kita lagi, karena kita sudah berani mengejar kehidupan itu tadi dengan senjata Allahu akbar yaitu menyadari keagungan Allah dibalik alam semesta ini.

Mulailah berlatih dengan menjalankan masalah masalah yang biasanya tidak bisa anda akukan, tidak bisa anda jalankan kemudian selesaikan dengan kesadaran Allahu akbar. IJAZAH AMANAH KUBRO (IAK) adalah pelatihan yang bertujuan untuk membuka kesadaran akan ketidak mampuan menjadi mampu, kesialan menjadi keberuntungan, ketakutan menjadi keberanian. Hidup anda adalah milik anda sendiri, tergantung sekarang dengan diri anda, mau terus selama begini atau mau perubahan ke arah yang lebih baik. Ingat KITA mengejar  HIDUP, ATAU KITA DIKEJAR HIDUP

merendahkan diri untuk menyombongkan

ketika kita membaca sebuah artkel kemudian di akhir tulisan tertulis, kami yang dhoif, dari al faqir, dari yang jahil dst, ungkapan ini adalah ungkapan merendahkan diri agar dirinya dianggap sebagai seorang yang tawadhu. Tawadhu yang di pamerkan ini namanya kesombongan, karena kebaikan yang di pamer pamerkan. Dia berusaha memaksa orang untuk menganggap dirinya adalah orang yang baik, adalah orang yang tawadhu.

Padahal orang kalaupun tidak disebutkan dari yang faqir, dari yang dhoif, orang juga tidak mengaggap dianya orang yang faqir dhoif atau jahil. Ini adalah suatu kerendahan yang bermaksud menyombongkan diri.

lebih baik kalau bermaksud merendahkan diri, muatan tulisanya dengan mengganti dirinya dengan dia atau si fulan. jadi secara konten menunjukkan rendah diri tanpa menyebut dirinya itu rendah diri.

 

hubungan antara menjalankan amanah dengan pelajaran silat

Saya pernah mendengara cerita guru ngaji sekaligus guru silat saya, ketika saya belajar silat di perguruan silat Gunungjati, yaitu dengan ust Muhammad Muin (alm) jayengan solo. Beliau menceritakan bahwa di setiap pondok pesantren jaman dulu pasti ada pelajaran silat. Setiap santri santri diajarkan silat. Waktu itu saya tidak bertanya lebih lanjut kenapa, diajarkan silat. Saat ini entah itu pengaruh silat yang saya pelajari disaat menjalankan amanah berat seperti sekarang ini saya senang menonton potongan film silat, kungfu dari china. Awalnya karena suntuk menghadapi laptop untuk menulis dan menulis, saya refreshing dengna mennton film kungfu china entah itu jet li, wu jing, jacky chan atau lainnya. tengah tengah asyik nonton film ada lintasan lintasan pemahaman tentang bagaimana menghadapi suatu amanah.

pemahaman itu antara lain

  1. keberanian
  2. kecepatan
  3. kesungguhan
  4. multitasking
  5. fokus
  6. reflek
  7. dan ketenangan

Dan yang paling membuat saya  agak terkejut adalah gerak silat puncak yang pernah diajarkan ke saya dari guru saya Ust Mhamad Muin hampir sama dengan jurus dewa mabuk nya jacky chan. Terus saja saya amati film itu seperti pemahaman itu terus mengalir. dan saya terus mendapatkan pemahaman bagaimana menyelesaikan masalaha dengan cara mabuk. mabuk bukan dengan minuman tapi benar benar menjalankan dengan penuh kepasrahan kepada Allah sambil terus bergerak dan bergerak. seolah bergerak tanpa berpikir lagi.

Dari sini saya baru memahami cerita ust Muhammad kenapa disetiap pondok pesantren diajarkan silat. Ternyata silat adalah pelatihan untuk menghadapi hidup terutamanya untuk berani sungguh sungguh menjalankan amanah Allah meski berat tetap harus dilawan. Sayapun mencoba untuk menerapkan ilmu silat yang pernah saya peroleh sewaktu belajar di perguruan silat gunung Jati (PSGJ) untuk menghadapi amanah amanah yang sekarang sedang saya emban. seperti hikmah dari gerak silat yang tadi saya sebutkan keberanian, kecepatan, kesungguhan, multitasking, fokus, reflek, dan ketenangan. Dan saya menyamakan bahwa menjalankan amnaah Allah sama dengan silat melawan musuh. saya tidak boleh Flight tapi saya harus Fight.

Jangan jadi Tuhan tapi jadilah diri sendiri yg bebas ego

banyak spiritualis kebablasan, dia merasa menjadi tuhan dengan istilah bersatu dengan tuhan atau manunggal dengan tuhan. Ini jelas salah menurut islam. Islam tidak mengajarkan untuk menjadi tuhan tapi untuk menjadi diri sendiri sehingga kita bisa menyembah ALlah dan bisa menjadi khalifahnya. Spiritual yang tidak sadar akan diri sendiri ini akhirnya berperilaku semaunya sendiri. Tidak taat perintah Allah, ya bagaimana mau taat kalau dirinya sendirinya menjadi tuhan.

yang kita hilangkan bukanlah diri ini yang kita hilangkan adalah  ego kita. kalau ego nya saja yang hilang maka kita akan dapat bertugas menjalankan amanah Allah sebagai saksi ALlah, sebagai abdi Allah dan sebagai khalifahnya Allah.

sadari terus Tuhan kita adalah Allah dan sadari siapa diri ini, serta hilangkan ego kita maka kita akan menjadi manusia yang sempurna.

Halusinasi Spiritual ( spiritual hallucinations )

Indah memang ketika kita bisa terbang menuju kepada Allah. ya benar benar terbang , yang terbang kesadaran kita mengawang awang, bahkan kadang sampai terbawa mimpi , yaitu mimpi terbang. sensasi spiritual memang bagitu menakjubkan. tapi tahukah anda terlalu lama berada di wilayah ini tanpa ada action nyata di dunia nyata akan menyebabkan penyakit jiwa? ya penyakit jiwa itu adalah halusinasi spiritual. Gejalanya persis orang terkena gangguan jiwa, malas kerja, bertengkar dengan keluarga terutama pasangan biasanya berakhir dengan cerai, ekonomi susah, ibadah malas, bahkan sampai tidak shalat, merasa dirinya paling dekat dengan Tuhan paling benar pemahamannya tentang Tuhan, bahkan tidak sedikit yang ada gejala waham kebesaran yaitu berjumpa malaikat, berjumpa para nabi dan rasul. merasa dirinya diangkat menjadi wali, bahkan wali quthub. ya segudang gejala neurotik dan psikotik. Ada yang marah marah nggak jelas ketika tidak ada muridnya tapi ketika di depan muridnya lembut berkata merendah seolah ada dua kepribadian split personality yang ia tunjukkan.

baiklah dalam islam kita dituntut untuk menjadi islam kafah artinya islam totalitas, baik menjadi saki, abdi dan khalifah. seringkali tugas khalifah ini yang tertinggal. ketika tugas khalifah yaitu menjalankan amanah ini ditinggalkan maka power spiritual ini akan menjadi masalah. Dia hanya berkutat pada pengenalan diri yang tak ada ujung, mengenal Allah yang tidak teraplikasikan dlam kehidupan. kalau pikiran selalu berada pada keadaan mendalam maka akan semakin menguat keyakinan keyakinannya yang sebenarnya itu adalah halusinasi, misalnya bertemu dengan wali ini wali itu, kemudian bertemu dengan jin ini dan jin itu, dan dia asyik disitu. kalau sekedar lewat saja tidak masalah, tapi ini sudah terlena dalam keadaan ini.

halusinasi spiritual ini dapat hilang jika kita menjalankan amanah Allah. berpikir mendalam di salah satu sisi , disisi lain bermasalah dengan keluarga lingkungan pekerjaan maka akan stress ini akan berdampak pada halusinasi yang parah. Sama dengan orang yang stress kemudian dia melamun dan akhirnya akan menjadi gila. maka segera lakukan action untuk menjalankan amanah Allah.

jangan terlalu lama bicara spiritual, lama lama orang yang no action bicaranya akan ngelantur nggak jelas. kita lihat saja teori teori ketuhanan, maqom maqom yang dibuat rumit, metode metode yang njlimet itu karena produki pikiran yang ngelantur, padahal sebanarnya Allah sudah memudahkan kita untuk berjumpa dengan nya dan berlanjut ke amaliah. Setelah beriman kita beramal. Beriman itu simpel tidak ribet dan setelah itu beramal berdasarkan imannya tersebut.

bagi jamaah DNSA yang masih mengikuti program disini, segera lanjut ke amanah Allah, belajar ke Allah melalui amanah akan lebih terasa dari pada belajar melalui teori teori yang njlimet dan pelik. Tidak perlu kita mengenal siapa diri kita karena jelas kesadaran itu siapa. tidak perlu mengenal yang ghoib ini terlalu mendalam. Wilayah amanah adalah wilayah pembuktian akan pertolongan Allah. kalau kita hanya berteori tentang spiritual saja tidak ada action dalam keluarga dan pekerjaan nilainya NOL. Tinggalkan saja orang orang yang demikian karena akan bikin capek. BIcaranya tentang Tuhan tapi egonya sebesar Tuhan.

Sabotase Iman

Iman anda yang lurus ke Allah bisa ter sabotase oleh yang bukan Allah. Maka itu kita harus hati hati karena tentu saja jika kita tersabotase maka kita tidak akan sampai ke Allah. Sabotase itu dapat berupa manusia dapat berupa benda dapat berupa mahluk ghoib, yang pasti ciri utamanya adalah yang bukan Allah. Misalnya lah begini  jika kita mau ke jakarta kita di sabotase di cirebon apa kita bisa sampai di jakarta tentun saja tidak.

Sabotase ini tidak sembarang sabotase, sabotase ini bekerjanya di alam bawah sadar, sehingga kita tidak sadar telah di sabotase. Paling umum dan paling banyak sabotase iman itu adalah surga dan neraka. banyak sekali orang yang tersabotase karena menganggap surga adalah tujuan, padahal tidak pernah islam menjadkan surga itu sebagai tujuan. Surga hanya balasan saja bukan tujuan. Nampak disini surga adalah islami dan nampak benar inilah yang saya maksud dengan sabotase ini bekerjanya di alam bawah sadar.

Sabotase yang lain yang sangat mematikan adalah fadilah dari suatu amal ibadah. Misalnya fadilah baca shalawat, dengan baca shalawat maka akan bisa dapat rejeki banyak rejeki lancar. Ketika kita tersabotase maka fadilah ibadah itu menjadi tujuan, padahal sekali lagi bahwa fadilah ibadah itu bukanlah tujuan tapi hanya bonus saja hanya sampaingan saja, ketika itu menjadi tujuan maka  kita tidak akan sampai.

kemudian sabotase iman yang berikut tidak kalah mematkannya adalah sabotase yang berupa manusia. karena terkait dengan wujud manusia, maka pasti akan banyak yang tidak setuju, marah, atau membantah…. harapan saya bisa tersadarkan dengan sabotase ini. Ada sebagian umat islam yang tersabotase oleh imamnya, oleh gurunya oleh kyainya. Murid menganggap bahwa cukup dengan kyai saja cukup dengan guru saja cukup dengan mursyid saja sebab nanti di akhirat beliau beliau akan menyelamatkan kita. Ini jelas nyata nyata dia tersabotase iman. Hal ini sangat kentara dengan keyakinannya yang lebih yakin kepada orang daripada kepada Allah, orang lebih percaya kepada orang daripada kepada Allah. Gurunya mungkin tidak mensabotase iman muridnya tapi si murid sendiri yang secara tidak sadar tersabotase.

baiklah masih banyak lagi sabotase sabotase yang membuat tujuan kita ke Allah jadi terhenti, atau teralihkan. Semua kembali kepada anda mau tersabotase atau tidak. Pikiran Anda pasti berkecamuk antara tersabotase dan sadar untuk tidak tersabotase. saya kira itu wajar, sebab bawah sadar ketika harus beralih  ke alam sadar dia akan berontak, tidak percaya , tidak yakin, tapi di salah satu sisi benar juga. mungkin anda akan marah dengan tulisan saya dan anda akan mencari tahu siapa yang berani nulis seperti ini….he he …. tapi bagi anda yang tidak tersabotase artinya iman anda lurus ke Allah maka anda hanya tersenyum dan membenarkan tulisan saya. tanpa banyak keluar argumen macam macam. okay gitu dulu ya semoga iman kita tetap lurus ke Allah ihdinashshiratal mustaqim

membuktikan pertolongan Allah

dalam surat al baqoroh 214 disebutkan dengan sangat jelas bahwa pertolongan Allah sangat dekat. Maka kita harus membuktikan dengan mengalami, tidak sekedar ucapan untuk menenangkan tapi benar benar mendapatkan dan mengalami. Quran tidak sekedar mengumbar janji tapi jika formulanya benar maka janji Allah yang ada di quran itu sangat nyata dan sangat dekat.

saya ada formula 3T itu adalah formula yang dapat mendatangkan pertolongan Allah. Saya ada how to nya dan ini tidak sekedar formula tapi sudah banyak yang membuktikan. Saya hanya mengajak mari benar benat kita amalkan 3T. sehingga hidup kita benar benar mendapatkan pertolongan dari setiap aktivitas yang kita lakukan.

Para waliyullah begitu dekatnya dengan perolongan Allah ini, karena beliau beliau menerapkan formula 3T ini. jadi tunggu apa lagi segera mari kita amalkan. Keuntungan, kebahagiaan, kesejahteraan yang mengamalkan adalah untuk anda sendiri jika anda mengamalkan maka peningkatan hidup akan anda dapatkan. semalat menjalankan

Perilaku Anak adalah Pembelajaran Bagi orang tua

Ungkapan bahwa anak adalah cerminan orang tua sangat lah benar. Anak dapat menjadi pelajaran bagi orang tunya tentang bagaimana sebaiknya orang tua itu berperilaku. Karena anak adalah cerminan maka kita dapat bercermin kemudian kita berperilaku sebaknya seperti apa dalam keseharian. Misalnya begini: ketika kita melihat anak kita bersikap keras, maka itu pelajaran bagi orang tua untuk bersikap lembut tidak hanya kepada anak tapi kepada siapapun. Misalnya anak ini kurang semangat maka orang tua harus semangat dalam menjalani kehidupan ini. Misalnya lagi anak lambat belajar maka orang tua harus semakin rajin belajar terhadap apapun dalam kehidupan ini.

Jadi mari kita belajar dari anak yang Allah amanahkan kepada kita. Anak bisa menjadi tanda bagi ALlah , yaitu bagaimana Allah memberikan pelajaran kepada orang tua tentang apa yang kurang dan apa yang perlu dirubah dalam kehidupan ini. Orang tua harus belajar tidak hanya anaknya saja yang dituntut untuk belajar. Ketika orang tua rajin belajar maka anak akan rasjin belajar pula.

keluarga jika sama sama antara anak dan orang tua mau belajar , maka keluarga tersebut akan mencapai titik keseimbangan yang dapat membahagiakan anak dan orang tua. misalnya ketika anak berbuat keras, berarti orang tua belajar lembut kepada siapapun, dengan demikian anak juga akan belajar bersikap lembut dari orang tuanya untuk berperilaku lembut kepada siapapun. Hal ini berlaku untuk keadaan apapun.

selamat menjalankan amanah anak dan amanah untuk selalu belajar dengan cermin perilaku anak

#pertolonganAllahsangatdekat

Ijazah Amanah Qubro : Mencetak militan “fight” untuk amanah

ketika kita sedang mengemban amanah maka akan ada dua hal yang kita lakukan yaitu fight atau flight. Ijazah Amanah Qubro akan membentuk mental FIGHT terhadap amanah yang sedang di emban. Inilah generasi Rasulullah pada jamannya, maka pada jaman now kita recall kembali warisan Rasulullah tentang hal ini. Kita akan mencetak manusia manusia yang berani menghadapi dan menyelesaikan amanah, tidak lagi takut, was was.

join with us in IJAZAH AMANAH QUBRO