di proses sama Allah

orang mendekat ke Allah itu tidak sembarangan, ia harus benar benar siap untuk di proses oleh Allah. Setelah di proses jangan masuk ke dunia hitam lagi, nanti proses akan dari awal. Sudah melewati proses penyucian ehh setelah bersih malah masuk ke perguruan dimana gurunya sendiri shalat saja tidak. Biasanya kalau sudah meninggalkan Allah dengan meninggalkan shalat Allah pun tidak akan memproses lagi. Proses ini pun sangat bervariatif. bagi yang pelit maka prosesnya adalah hilangnya harta, bagi yang emosional maka prosesnya adalah dibuat masalah sehingga muncul emosinya. Proses ini harus dilalaui oleh siapapun yang mendekat kepada Allah.

maka kunci untuk diproses adalah dengan shalat. Shalat seorang hamba akan menjadi penentu. belajar ke Allah kalau shalatnya saja tidak maka jangan diikuti karena bukannya proses justru siksa dan adzab serta murka yang di dapat.

maka kita perlu hati hati siapa guru pembimbing kita dalam menuju kepada Allah, apakah shalat atau tidak, kalau tidak shalat segera tinggalkan majelis tersebut. kecuali kalau mau tersesat, keblangsak masuk neraka serta mendapat murka  Allah.

Saya sangat menyayangkan sahabat sahabat yang awalnya belajar kepada guru yang menjalankan shalat dengan benar kemudian belajar kepada guru yang tidak menjalankan shalat. Katanya dia bisa membimbing ke Allah tapi tidak shalat mana mungkin.

 

waman yatawalkal alallah fa huwa hasbuh

ayat ini sangat menari bagi saya, sangat menyukainya. karena ketika ayat ini di amalkan efeknya langsung terasa di badan, seolah energi ayatnya merasuk begitu. kalau di baca memang tidak ada dayanya, tapi kalau di amalkan bisa menjadi cara untuk menyelesaikan masalah apapun itu. Prinsip di ayat tersebut adalah bersandar kepada Allah, menyerahkan kepada Allah, dan Allah akan mencukupi.

kira kira 16 tahun yang lalu saya dan guru saya saat itu saya ingat sedang jalan jalan di lapangan manahan, guru saya mengajarkan kepada saya bahwa tai chi mengenal adanya sung yaitu suatu gerak pasrah yang ternyata memiliki tenaga ekstra. saat itu saya belum paham dan cukup mengiyakan saja apa yang beliau wejangkan kepada saya. nah sadar sadar sekarang ini setelah ketemu ayat waman yatawakal alallahu fa huwa hasbuh. ketika kita sung maka Allah memberikan energi ekstra. tentu saja ini tidak nyata bagi yang tidak mengalami. Tapi setelah saya uji cobakan pada diri saya dalam hal ini ketika saya  menjalankan amanah maka saya menggunakan ayat ini , semua saya serahkan kepada Allah dan saya tinggal bergerak saja , dan ternyata benar, energi dari energi berserah ini menuntun untuk menyelesaikan amanah ini dengan lebih terarah.

Mengamalkan ayat ini, tubuh kita dibuat lemas, seperti tidak bertenaga, tapi anehnya kita terus dibuatnya bergerak tinggal kita ikuti saja. Dengan badan lemas ini tentunya akan menghemat energi dalam aktivitas kita. Kita tidak mudah capek dan letih.

dan kita akan dibuat senyum senyum sendiri karena Allah sangat nampak dalam menggerakkan setiap amanah yang kita kerjakan, intervensi Allah akan sangat nampak dalam membantu aktivitas kita.

 

Yang penting melangkah

melangkah itu satu jangkah, tidak melangkah 5 jangkah, satu jangkah kita melangkah maka akan terbukan jangkah ke dua, kemudian kita melangkah lagi kedepan dan melangkah lagi. dan melangkah itu melalui apa yang ada di depan kita yang dapat kita jangkah, bukan jangkah yang diluar jangkauan langkah kita. Hidup kalau sudah seperti itu akan terasa terang benderang. Tidak ada hambatan tidak ada lagi kesulitan. Sulit itu kalau kita tidak melangkah satu langkah kedepan yang kita lihat adalah langkah kelima yang gelap dan tidak ada lagi jalan. Dan yang paling membuat sedh dan stress kalau kita tidak melangkah langkah.

Hidup seperti tawaf, tidak ada kata berhenti kecuali waktu masuk sholat. ketka thawaf mengitari kakbah maka ketika kita berhenti akan di tabrak dari belakang, kalau masih diam tidak melangkah maka akan diinjak injak.

apapun keadaan kita yang penting adalah melangkah. seberapapun langkah kita jangan kita nilai. karena memang disitulah Allah memperjalankan kita, memperjalankan kita untuk langkah langkah kedepan. Hidup ini yang penting adalah melangkah bukan pada hasil. hasil urusan Allah. Hidup jangan terlalu menggunakan pikiran karena langkah kita akn tersendat. rasakan langkah kita dan sadari langkah kita langkah demi langkah. Jangan pernah menyepelekan informasi untuk melangkah, karena langkah kita sekarang akan berpengaruh terhadap langkah selanjutnya.

apa yang menjadi tugas hidup kita adalah melangkah, setapak demi setapak. ketika langkah kita mengikuti perintah maka kita terglong orang yang bertakwa, dan inilah maqom tertinggi sebagai seorang hamba. Tidak ada maqom yang lebih tinggi selain derajat taqwa. jangan percaya dengan maqom wali maqom wali quthub, maqom syeh atau lainnya yang lebih tinggi dari pada maqom taqwa,… maqom itu hanya takwa atau tidak.

kita melangkah dan berbuat, berbuat dan melangkah, sudah itu saja. Pikiran kita buat sederhana saja. Teori dibuat sederhana, tidak perlu rumit, dan itulah islam yang benar, tidak ruwet dan tidak njlimet. Misalnya ketika kita mau ke Allah, jika islam yang benar maka kalau mau ke Allah ya ke Allah saja, tidak ada birokrasi seperti menghadap presiden yang ada protokolernya. Islam yang menganggap menghadap Allah itu seperti menghadap presiden yang harus melalui para bawahannya adalah pandangan yang ruwet, pandangan yang menjauhkan umat islam dari Tuhannya Allah SWT. pandangan ini akan menyakitkan hati bagi mereka yang mengaku bisa menjadi mak comblang yang katanya bisa menghubungkan kita dengan Allah, padahal Allah sendiri tidak pernah mengakui keberadaan mak comblang ini. Kan lucu…. Allah mempersilahkan dengan seluas luasnya siapapun yang akan menghadapnya, eh ada orang yang merasa dirinya bisa menghubungkan hamba kepada Allah SWT.

Baik islam is simple, islam sederhana dan islam tidak ruwet, maka yang penting kita melangkah dan melangkah jangan mau ruwet jangan mempersulit diri. Turuti Allah saja jangan turuti yang lain untuk melangkah ke ALlah, jangan mau di takut takuti dengan syetan akan menyesatkan, syetan akan menjadi gurunya, orang awam tidak akan bisa, dan mitos mitos lain yang tidak berdasar.

baik selamat melangkah semoga tuntunan Allah selalu menyertai kita amin

 

Dendam anak kepada orang tua

saya banyak menemui kasus orang tua yang mengalami masalah dengan anaknya. Tiba tiba saja anak menjadi berani dan sulit di nasehati, umumnya kasus yang saya tangani adalah orang tua yang bermasalah dengan anaknya yang menginjak remaja. salah satu sebab munculnya permasalahan ini beberapa saya menemukan karena adanya dendam anak pada orang tua, dimana hal ini terjadi di alam bawah sadar si anak. permasalahan ini semakin menjadi semakin rumit ketika orang tua merasa kecewa, orang tua merasa bersalah, orang tua merasa di durhakai, dan orang tua marah marah. Hal ini menambah perilaku negatif anak semakin menjadi.

Banyak sekali hal hal yang tidak disadari orang tua tentang perilaku masa lalunya, bagaimana perilaku orang tua kepada anak. Ketika anak masih berusia anak anak, ketika dia masih SD, maka sikap perlawanan itu tidak ditunjukkan kepada orang tua, dan orang tua nggak sadar padahal sebenarnya benih benih perlawanan sedang menunggu saat yang tepat untuk berani melawan.

begitu anak menginjak remaja maka kebebasan dari keterikatan terhadap keluarga mulai pudar dan dia mulai berani untuk unjuk gigi. Maka dengan perkembangan sosial yang semakin pesat dia secara tidak sadar akan mencari celah dimana dia bisa menunjukkan kebebasannya, menunjukkan keberaniannya, dan berusaha secara tidak sadar menunjukkan bahwa siapapun tidak boleh semena mena dengan dirinya.

Pada tahap ini orang tua mulai sadar bahwa sebagai orang tua jaman now tidak boleh sembarangan asal main perintah, asal main kehendak, anak tidak lagi menjadi objek penderita yang harus selalu mengikuti kehendak orang tua yang bagi anak itu belum tentu benar.

untuk menetralisir dendam dendam tak disadari anak ini maka orang tua harus menjalin keakraban dengan anak. Komunikasi harus segera di perbaiki tidak asal marah tidak asal perintah. komunikasi layaknya dengan teman, ya orang tua harus bisa berkomunikasi ala remaja, orang tua harus faham bagaimana remaja jaman now. Tujuan nya adalah agar anak bisa klik dengan orang tua.

Jika kommunikasi antara anak dan orang tua tidak ada gap, maka dendam dendam anak yang tidak disadari ini akan redam bahkan bisa hilang. Sehingga perilaku secara otomatis berubah menjadi baik dengan sendirinya.

Anak anak yang seperti ini seringkali mendapatkan penanganan yang keliru yaitu datang ke ahli ruqyah, kemudian sang Ustad pun bilang bahwa memang anak yang berani dengan orang tua ini ada JIN nya. keadaan ini tidak akan menjadikan baik justru akan menjadikan anak yakin bahwa dalam dirinya ada jin, dan jika ada dorongan berbuat jahat maka dia menganggap bahwa jin nyalah yang sedang menganggu bukan dirinya. Anak seperti ini akan selalu merasa dirinya benar dan selalu menyalahkan jin bila dia berbuat jahat.  Saran saya jangan sekali kali anak dibawa ke ahli Ruqyah dengan JIn sebagai tertuduh.

Orang tua harus berani berubah, jaman sudah berubah, dulu jaman old, sekarang jaman now. Orang tua jangan  kolot, dengan mempertahankan ego sebagai orang tua, gila hormat bahwa anak harus hormat, padahal dia sendiri tidak hormat dengan anak, tidak hormat dengan orang lain. Orang tua ingin anaknya tidak nakal tapi orang tua lepas tangan, dan menjebloskan anak ke pondok pesantren. Anak yang merasa di jebloskan di pondok pesantren akan dendam kepada orang tua. Di pondok dia tidak akan belajar dengan baik dan ketika seudah selesai di pondok pun tidak ada perubahan akhlak pada anak , bahkan anak sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik.

orang tua harus menghindari menanamkan benih benih dendam pada diri anak. jadikan anak adalah amanah, yang harus kita perlakukan dengan baik sehingga dia menjadi orang baik, tidak ada ceritanya memperlakukan anak dengan kasar menjadikan anak menjadi halus , dia akan lebih kasar dari perakukan orang tuanya, dan itu akan kembali kepada orang tua. Gunakan prinsip bahwa anak adalah amanah Allah, anak bukanlah milik orang tua tapi sebuah tanggungjawab yang harus dijalnakan orang tua sebaik baiknya. dan sekali lagi jangan membuang anak di manapun termasuk di pondok pesantren. Jadikan pondok pesantren adalah tempat belajar bukan tempat pembuangan. Ingat semua akan kembali kepada orang tua, jika amanah maka anak akan baik, jika khianat anak akan menjadi mala petaka.

bingkai aktivitas dalam amanah

Amanah adalah menjalankan perintah Allah. Perintah Allah ada yang jelas di al quran ada yang dalam kehidupan ini, misalnya tubuh sakit maka amanahnya adallah sabar dan berobat. Perintah Allah dalam hal ini tidak tercantum dalam al quran secara jelas, tapi sangat jelas dalam kehidupan kita sehari-hari, maka kita jalankan amanah Allah untuk berobat.

membingkai setiap aktivitas berarti meniatkan aktivitas itu adalah amanah Allah, atau perintah Allah. Tentunya ini sangat memotivasi dalam menjalnakanya. Kita menjalankan perintah dari  Dzat yang menciptakan dan menghidupkan kita. amanah ini mennjadi sesuatu yang spesial banget.

Menjalankan amanah dan rela berkorban

Tidak semua amanah itu manis, ada kalanya harus dibayar di muka, yaitu korban. atau berkorban. Hal ini sangat nampak di idul korban yang besuk akan kita lakukan. Namanya berkorban ada sesuatu yang hilang dengan adanya korban tersebut. Bahasa jawanya ada “Gregel” nya. menjalankan amanahpun demikian ketika kita menjalankan amanah kadang ada yang kita korbankan dan rasa gregel nya itu sangat terasa. Dan itu yang haris kita lakukan.

amanah yang dijalankan dengan rasa “gregel” akan mendatangkan hal yang gregel pula, coba kita berani melakukan yang membutuhkan perjuangan dan pengrbanan yang besar asal itu dari perintah Allah maka akan mendatangkan hal yang positif yang tidak kita sangka sangka.

 

Patrap Dzikir Nafas dan Shalat khusyu

untuk menjalankan amanah kita harus memiliki kekuatan yang berada di luar diri kita, dan ini kita peroleh dengan latihan patrap, dzikir nafas dan menjalankan dengan shalat yang khusyu, bukan shalat biasa atau shalat yang pada umumnya orang lakukan. Shalat  yang dilakukan dengan sungguh sungguh akan dapat mengolah energi spiritual yang diperoleh melalui patrap dan dzikir nafas.

Kalau sekarang saya mengkampanyekan tentang amanah bukan berarti saya meninggalkan patrap dan dzikir nafas, justru dengan patrap dan dzikir nafas ini kita lebih intens lagi lebih kuat lagi sebab benar benar patrap dan dzikir nafas kita gunakan secara aplikatif dalam kehidupan sehari hari yang kita namakan dengan amanah.

Orang menjalankan amanah saja tanpa kekuatan dalam dan diluar diri kita kita tidak akan dapat menyelesaikan amanah tersebut dengan lebih baik dan lebih stronger. Amanah yang kita emban adalah amanah yang benar benar memiliki daya pengaruh dan daya rubah yang signifikan terhadap kita dan lingkungan kita.

patrap yang asli dari guru saya, mengajarkan bahwa patrap harus membawa kepada rahmatan lil alamin, patrap dan dzikir nafas bukan sekedar duduk manis, atau menangis nangis , berputar putar di lapangan setelah itu tidak tahu lagi bagaimana mengaplikasikan dalam kehidupan.

 

antara Reuni dan Regresi

Sekarang acara reuni banyak diselenggerakan, baik di tingkat SD sampai perkuliahan. ya reuni sangat menyenangkan dengan acara acara nya. Dari mulai saling sapa, ada yang saling lupa, ada yang haha dan ada yang hihi. ya semua menjadi suatu hal yang tumpah ruah di ajang reuni ini. namun disadari atau tidak ada sisi yang jarang kita mengerti bahwa reuni merupakan gejala psikis regresi, yaitu kenikmatan untuk kembali ke masa lalu.

regresi menjadi salah satu ego defense mechanism dalam teorinya freud. Yaitu cara ego untuk mencari sisi kenikmatan di masa lalu. Ya mungkin reuni ini menjadi salah satu wisata hati ke masa lalu mencari track memori masa lalu yang membahagiakan. kita lihat juga group di media sosial terutama whatsapp ramai group reuni. Tekanan tekanan hidup yang saat ini di alami memang terasa nyaman dan membahagkan jika bisa beralih ke masa lalu sekejap bersama kawan kawan masa lalu.

secara perkembangan , usia remaja terutama usia SMA dan kuliah memang menjadi ajang reuni yang paling heboh di bandingkan dengan smp atau sd. Sebab usia remaja memiliki dinamika yang sangat berbeda dengan usia selanjutnya. Kebebasan, kenangan dan lainnya sangat terjadi secara dinamis si usia ini. Aktivitasnya pun juga berubah ubah dan sangat variatif. Masa ini banyak memakan memori otak manusia, sehingga memang sangat asyik kalau bisa kembali ke masa ini. reuni ini akan menjadi tidak menyenangkan jika masa remaja ini dipenuhi dengan pengalaman negatif, maka dia akan enggan untuk mengikuti acara acara reuni yang di selenggarakan. Sebab sama saja ia menguak lagi masa lalu yang tidak menyenangkan.

Reuni kembali ke masa lalu memang sedang laris, namun jangan sampai ini mnejadi tanda bahwa kita menghindari masa sekarang dan ketakutan menghadapi masa depan. Dan janganlah reuni menjadi bentuk regresi buatlah reuni sebagai ajang silaturahmi yang saling membantu terutama dari sisi ekonomi misalnya dengan saling memperkenalkan produk atau apalah dimana reuni ini bisa menjadi ajang peningkatan taraf hidup sesama jamaah reuni. atau juga ajang reuni ini menjadi ajang yang bermanfaat untuk mencapai kebaikan bersama, saling mengingatkan ke arah kebaikan. tidak hanya sekedar makan makan, jogat joget atau hal hal yang tidak bermanfaat lainnya.

 

Amanah Allah dalam setiap nafas

hidup adalah tanggung jawab, setiap nafas adalah tanggung jawab, setiap perbuatan kita akan diperhitungkan di hadapan Allah. Perbuatan yang tidak amanah sekecil apapun itu akan menjadi catatan yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Maka dalam setiap nafas ini harus memberikan manfaat terhadap penyelesaian amanah yang sedang kita lakukan. Amanah untuk membersihkan tempat tinggal, amanah untuk mencuci piring dan lain sebagainya. Ketika kita tidak mengetahui amanah kita apa tinggal kita jalankan saja apa yang terbaik pada saat ini dan disini.

Amanah juga harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. amanah adalah amanah Allah maka melakukan yang terbaik adalah amanah untuk kita persembahkan kepada Allah. hanya kepada MU lah hamba menyembah, hal ini berarti ada persembahan yang kita hadapkan kepada Allah SWT, baru kemudian hanya kepada MUlah hamba memohon pertolongan.

Seringkali kita menganggp bahwa sikap perfeksionis itu negatif, tidak, pada sisi lain kita memang harus perfek tapi tetap dalam rangka menjalankan amanah Allah, bukan untuk mencari kesempurnaan tapi dasarnya ego bukan karena Allah.

manfaatkan waktu untuk menjalankan terbesar kita, kalau anda penulis maka sandingkan laptop itu selalu sedia ketika tidak ada pekerjaan lain maka peganglah laptop dan kemudian mulailah menulis apapun itu sesuai dengan dorongan hati atau pikiran yang sudah di landasi dengan kesadaran akan Allah.

Detik demi detik waktu akan terus berjalan ke depan dan tidak akan mundur atau berhenti. Setiap detik kita berlomba dengan waktu setiap detik kita harus menghasilkan.

teruslah bergerak mengikuti daya spiritual di allahu akbar dan di syukur. Sungguh pertolongan Allah sangat dekat

ide sederhana yang akhirnya membahana

pada awalnya tidak ada pikiran sama sekali untuk membuat pelatihan Ijazah amanah qubro. Keterpaksanaan dan dorongan siap menjalankan amanah sajalah yang akhirnya Allah memberikan terbuka nya sebuah rahasia kekuatan masa madinah yaitu “amanah”. Awalnya Pak Poyo dan Kang Dirman serta keluarga mas Joko Bonjer, pada saat beliau silaturahmi ke padepokan. Beliau meminta ijin dan kesediaan serta setengah memaksa untuk mengadakan halal bihalal di padepokan. Saya pun tidak langsung menyetujui, saya langsung persilahkan Pak Poyo untuk meminta pertimbangan istri saya terkait dengan acara tersebut. Dan istri saya menyetujui tanggal dan harinya.

Dalam hati saya tidak mungkin sahabat datang dari jauh hanya untuk halal bihalal, pasti saya harus mengisi, terus mau diisi apa? masak diisi patrap atau dzikir nafas, tentunya peserta juga sangat paham karena pesertanya adalah kawan kawan lama. Sayapun berfikir keras mau saya isi apa. kemudian terbersit tentang amanah ya udah saya isi dengan tema amanah dengan formula 3T. saat itu judul pelatihan masih belum terpikirkan. Hingga di lebaran ke2 mas Koko dari semarang silaturahmi di bergas semarang bertemu dengan saya. kemudian beliau entah sadar atau tidak menyebut kalimat yang membuat saya terkesan yaitu “ijazah amanah kubro”… sayapun langsung mengulang kalimat itu oh ya Ijazah Amanah Kubro.

kemudian Allah memberikan hidayahnya kepada saya untuk membuat suatu model pelatihan dengan tema ijazah amanah kubro. Sahabat sahabat pun banyak yang bertanya kenapa sekarang modelnya pengijzahan segala… tapi  sayangnya mereka tidak berani secara langsung bertanya kepada saya…. dan sayapun terus jalan dan nekat dengan nama pelatihan kali ini.

ternyata wooow, ijazah amanah kubro menjadi tahapan yang sangat penting di dakwah sadar Allah ini. Dari yang hanya sekedar dzikir menenangkan hati, menjadi suatu bentuk action nyata dalam kehidupan. Dan dari sini rahasia pertolongan Allahpun mulai terbuka satu persatu. Tidak hanya saya namun juga kawan kawan mulai memberikan testimoni pembuktiannya.

pelaithan demi pelaithan pun membuktikan peserta yang membludak melebihi kapasitas, hal ini semakin membuat yakin dalam melangkah. Rautan wajah setelah mengikuti pelatihan berubah menjadi wajah wajah yang siap menjalankan amanah masing masing.

ijazah amanah kubro ini akan saya lanjutkan sebagai pembuktian bahwa ajaran islam  membawa keberuntungan tidak hanya tertulis tapi juga benar benar menjadi realita di dunia. Dalam hal ini saya akan keluar ke alam semesta dan dunia ini akan saya duduki …..