Mendoakan amanah yang sedang di jalankan

Saya pernah membuat status, BUATLAH ALLAH TIDAK TEGA DENGAN AMANAH YANG KITA JALANKAN. Membuat Allah tidak tega ini berarti kita menjalankan amanah dengan sungguh sungguh. Kesungguhan kita dapat dilihat atau dapat dinilai dari : Menyelesaikan di awal waktu dan menjalankan dengan sempurna atau perfect. Mejalankan amanah dengan dua kriteria tersebut tentunya memerlukan pertolongan Allah yang lebih, atau memerlukan bantuan Allah sehingga apa yang kita lakukan bisa selesai dengan sempurna. Doa adalah salah satu cara apa yang kita lakukan dapat memberikan akselerasi yang memuaskan. Amanah dari Allah, kita jalankan karena Allah dan kita mintakan doa kepada Allah.

Doa adalah senjata orang mukmin, jadi doa ini sangat berarti sekali dalam menjalankan amanah. Misalnya perang maka doa ini adalah pistolnya atau senjata api nya. jadi sangat berperanan sekali. Dengan doa ini akan membuat Allah semakin tidak tega dengan amanah yang sedang kita jalankan sehingga Allah memberikan pertolongan secara esktra. Pertolongan Allah ini tidak ada yang bisa mengalahkan artinya seberapa besar amanah kita tidak ada apa apanya jika sudah mendapatkan pertolongan Allah SWT.

mari kita berdoa untuk amanah anak anak kita, keluarga kita, harta kita, dan seluruh apa yang Allah titipkan kepada kita untuk bisa kita tunaikan amanah itu dan kita laksanakan perintah di balik amanh itu.

Ribet dengan LoA atau The Secret Gunakan saja AMANAH

Teori LOA atau law of attraction yang mengatasnamakan pikiran sebagai penentu, berpikir A terjadi A, berpikir B terjadi B, ya pemahaman ini banyak mengecewakan banyak orang, sebab dari sekian pikiran A hanya 1 atau 2 yang terjadi dan itu di besar besarkan. Sama dengan the secret, dimana yang di secret kan adalah LOA…. prinsipnya saja rahasia pikiran dan perasaan. Orang banyak terkesima di awal munculnya istilah itu (termasuk saya ha ha ha )… ya alhamdulillah saya di berikan pelajaran Allah tentang amanah ini. Rasulullah sendiri bergelar al amin, artinya kalau dengan cara amanah ini maka jelas islami dan tidak meragukan. Dan hasilnya sungguh luar biasa. Tidak hanya saya yang mengalami keajaiban tentang amanah ini tapi juga kawan kawan di jamah dzikir nafas sadar Allah.

Teori amanah sangat sederhana dan simpel tidak seperti the LOA yang njlimet dan sulit untuk di amalkan. Kalau amanah mudah dan membumi, artinya pikiran tidak di bawa untuk melayang kepada hal hal yang diluar jangkauan. Dalam amanah kita hanya di minta untuk menjalankan apa yang Allah amanahkan kepada kita misalnya kita punya toko maka toko itu adalah amanah untuk kita dan menjalankan perintahnya yaitu melayani pelanggan dengan baik yang datang ke toko kita, sudah itu saja simpelkan. Anda tidak perlu membayangkan toko anda menjadi toko sekelas indomart atau alfamart, cukup terima amanah dan jalankan amanahnya.

Kalau kita berpikir simpel dan menjalankan yang simpel maka hidup kita akan membahagiakan kita akan dapat hidup disini dan saat ini, bukan hidup di masa depan yang membuat kita menjadi tidak realistis. Saya sekarang saya buat relaks dengan apapun yang sedang saya hadapi ini. Saya hanya belajar menerima  amanah yang di depan mata dan menjalankan perintah yang ada dah itu saja.

Hanya satu  hal yang mungkin perlu menjadi catatan bahwa menerima amanah dan menjalankan perintah ini harus dengan cara menerima, bersyukur dan berihsan kepada Allah (3T123). kemudian kesadaran kita juga harus berada pada kesadaran tinggi yaitu di metode 4 dzikir nafas atau dzikir nafas nafi isbat. hal ini untuk menjaga kesadaran anda agar tidak lepas dari kesadaran akan Allah SWT dalam menjalankan amanah.

Menjalankan amanah ini levelnya lebih tinggi dari dzikir nafas yang hanya duduk berlama lama sampai mencapai fana atau kosong, tapi amanah ini lebih tinggi karena merupakan langkah selanjutnya setelah mencapai fana. Jadi mencapai fana adalah titik awal untuk menjalankan amanah. Tapi jika anda baru belajar dzikir nafas dan belum mencapai keadaan kesadaran fana ini tetap jalankan amanah sambil terus belajar dzikir nafas sampai mencapai keadaan fana.

 

Amanah Itu Menyenangkan

Amanah itu menyenangkan setelah anda menjalankannya, tapi kalau belum memang terasa berat. Diberi amanah rumah , perintahnya adalah dibersihkan dari segala kotoran, maka ketika sudah menjalankan kegiatan bersih bersih menjadi suatu yang menyenangkan. Misalnya lagi amanah motor atau mobil kalau sudah menjalankan perintahnya untuk dibersihkan maka mencuci motor atau mobil menjadi  sesuatu yang menyenangkan. Amanah itu dapat membuat hidup kita berubah dan dapat membuat hidup lebih hidup. Apa yang anda lakukan selalu mempertanyakan amanah nya apa, ada tidaknya amanah nya, dan ini menjadikan arah hidup lebih terarah. Ada testimoni dari jamaah dzikir nafas yang menjalankan amanah, ketika di ajak untuk jalan  jalan ke Bali ke lombok dia mempertanyakan apa amanahnya jalan jalan ke bali dan lombok, ternyata tidak dan dia menolak untuk diajak jalan jalan. Ada juga yang mengisi liburan hanya dengan pergi ke masjid karena amanahnya jelas.

Pelajaran amanah yang menyenangkan ini jika kita mensikapinya dengan beban atau berat atau menolak maka akan selalu menentang. Padahal kita tahu kalau sudah menjalankan akan terasa menyenangkan. Kalau nggak percaya silahkan di coba, lakukan perintah dari amanah yang paling berat, lakukan saja, dan anda akan merasakan kenikmatan melakukanya.  Contoh mudahnya adalah amanah badan sedangkan perintahnya adalah mandi di pagi hari bangun tidur. Ya kebiasaan kita menunda mandir , nanti, nanti dan nanti, sekarang berlatih dari mandi ini saja ketika kita bangun tidur terus mandi dan kita akan merasakan setelahnya, kita akan merasakan bahagia dan segar.

Islam ini jika di jalankan akan menyenangkan. Derajat taqwa kepada Allah sebenarnya ada pada menjalankan amanah ini. Jika kita menjalankan amanah maka kita akan dgolongkan menjadi orang bertakwa dan akan mulya disisi Allah. Apalagi dalam menjalankan amanah ini dengan kesungguhan maka derajat takwa kita akan semakin tinggi. Semakinn sempurna kita menjalankan amanah maka akan semakin tinggi derajat kita disisi Allah SWT. Para Nabi dan para Aulia saking tingginya derajat beliau di sisinya karena ketakwaannya ini Allah pun memberikan pertolonganNya di luar nalar kebiasaan yang berupa mukjizat dan karomah. Dalam menjalankan amanah, kita tidak mengharapkan karomah ataupun maunah, tapi kita hanya menjalankan amanah ini dengan kesungguhan yang sebenar benarnya.

Kembali ke tema bahwa amanah itu menyenangkan. Sekarang lakukan hal hal yang sederhna yang ada nilai amanahnya. Coba just do it saja kalau sudah pasti ada dasar amanah dan perintah segera lakukan dan lakukan saja tidak perlu berpikir lebih jauh. Mandi ya mandi saja , gosok gigi ya gosok gigi saja, kemudian kalau cuci piring ya cuci piring saja, kalau ada pekerjaan kantor ya kerjakan saja atau tugas lainnya segera kerjakan. Kecepatan mengerjakan tugas ini akan dinilai sebagai sebuah ketakwaan menjalankan amanah, sama ketika kita mendengarkan adzan maka segera kita besiap untuk menjalankan shalat tidak perlu menunggu nanti nanti.

Tidak perlu bicara disiplin, prokastinasi, atau teori motivasi lainnya, jika amanah diterima dan perintah di jalankan maka semua akan beres. Sebenarnya ini karakter umat islam yang banyak ditinggalkan. Sekarang mari kita mulai dari diri kita masing masing untuk menerima amanah dan menjalankan perintah Allah. Tidak nanti tapi sekarang, tidak seenaknya tapi dengan kesungguhan.

Untuk siapa amanah itu ?

Setiap perintah Allah kepada kita pasti kebaikannya untuk kita. jadi untuk siapa amanah itu ya untuk kita. Kita amanah menjaga keluarga, menjaga harta maka keuntungan ya untuk kita, keluarga kita sejahtera keluarga kita bahagia ya keuntungannya akan kembali kepada kita sendiri. Saya tiap hari mengingatkan tentang amanah, amanah, dan amanah, karena amanah ini adalah kunci untuk hidup kita. Tujuan hidup ini harus jelas, harus tegas, dan harus menjadi sebab yang menyebabkan semuanya. Dengan kita menjalankan amanah maka semua akan beres, semua akan selesai dan berakhir dengan menyenangkan, bahkan tidak hanya di akhir saja tapi juga ketika proses menyelesaikan juga menyenangkan.

Sayapun selalu diilhami tentang amanah dan amanah dan ini harus saya sampaikan kepada kawan kawan yang lain. Saya berharap kawan kawan terutama di jamaah DNSA juga ikut merasakan bahagianya bisa selalu menjalankan amanah dalam setiap detik dan waktu tanpa waktu yang terbuang sedikitpun. Namun saya pun juga menyadari bahwa pelajaran amanah ini memang bertentangan dengat hati dan pikiran jika dirinya masih diliputi nafsu. Saya sendiripun ada beberapa amanah yang terpaksa saya paksakan untuk saya terima meski itu pahit. Sesuatu yang tidak menyenangkan tapi harus saya terima dan harus saya jalankan , di awal berat tapi saya coba dan coba dan berusaha mengenolkan ego dan memohon petunjuk dan pertolongan Allah, alhamdulillah semua berubah menjadi menyenangkan dan membahagiakan meski demikian kesadaran amanah harus selalu ada pada diri saya sebab kalau tidak pasti kembali ke posisi awal.

Ketika saya bicara amanah memang ada perubahan mendasar dalam dakwah yang saya jalankan. Ibarat sebuah perjalanan dakwah, di awal membangun keimanan dengan patrap dan sadar Allah sekarang adalah saatnya perang yaitu perang dengan semangat menjalankan amanah Allah. Bagi sebagian orang hal ini menjadi ladang untuk bertempur dan angkat senjata menjalankan amanah Allah, tapi bagi sebagian yang lain yang belajar dzikir nafas dan patrap untuk sekedar mencari ketenangan hidup, mencari sensasi, mencari Allah tapi tidak patuh dengan perintahNya, akan menolak materi amanah ini. Kadang mendengar kata amanah saja kupingnya sudah panas, hatinya bergejolak bahkan jiwa nya berontak. Sekarang coba tanya kenapa kuping anda panas, kenapa hati bergejolak dan jiwa anda berontak ketika saya sampaikan tentang amanah ? keuntungan itu untuk anda sendiri bukan untuk saya, kebahagiaan menjalankan amanah itu untuk anda sendiri tidak untuk saya.

bagi anda yang saat ini sering melakukan sesuatu yang tidak ada dasar amanahnya mungkin agak sedikit kacau dengan status saya tentang amanah, misalnya tentang merokok, memancing, melancong, piknik atau yang lainnya … sayapun sebenarnya tidak melarang cuma sekarang tanyakan kepada diri sendiri adakah letak amanahnya? kalau amanahnya ada ya lakukan kalau amanahnya tidak ada dan anda masih melakukan ya istghfar, kalau tidak ada amanahnya dan anda berhenti menjalankan itu akan lebih baik, dan sekali lagi kebaikan itu untuk anda sendiri bukan untuk saya.

 

Perangnya umat Rasulullah di jaman sekarang

Semangat perang bukan lah semangat merusak atau semangat membunuh. Semangat perang adalah semangat menjalankan perintah Allah. Pada jaman Rasulullah perang adalah perintah Allah bukan semangat untuk membunuh musuh. Maka setelah kita belajar sadar Allah selanjutnya adalah semangat berperang yaitu menjalankan apa yang Allah perintahkan.  Jika malam perangnya adalah di atas sajadah, dan ketika siang adalah di tempat kerja kita masing masing. Kalau malam gila ibadah kalau siang gila kerja. Kemenangan perang badar adalah karena kegilaan dalam berperang, benar benar mengandalkan Allah SWT meski dari sisi jumlah sisi kemahiran berperang dan persenjataan jauh dibanding kan dengan apa yang dimiliki musuh. Sikap menjalankan amanah ini menjadi kekuatan yang luar biasa sehingga Allah pun menurunkan pertolonganNya.

Demikian pula kita menjalankan perintah dan amanah ALlah harus dengan sikap perang, semangat perang.

apakah anda siap untuk berperang ? kalau ragu silahkan mundur……….

Apa yang Allah bicarakan kepada kita

Kita sering mendengar tausyiah tentang berdialog dengan Allah, atau sering seringlah berdialog dengang Allah, kemudian kira kira apa yang Allah bicarakan kepada kita? topik topik apa yang Allah bicarakan dengan kita, atau Allah hanya sebagai pendengar dari keluhan kita ? Persoalan ini penting karena akan menjadi tujuan untuk apa kita berdialog dengan Allah.

Berdialog dengan Allah tentunya tidak omong kosong, atau bincang bincang yang tidak ada manfaatnya. Dalam berdialog dengan Allah kita harus tahu tujuannya, yaitu pasti perbincangan yang membawa menfaat, dan manfaat itu pasti berisi perintah. Karena dialog nya adalah berupa perintah untuk melakukan sesuatu maka tentu saja setelah berdialog kita harus melakukan sesuatu sesuai dengan perintah yang diterima. Kalau setelah dialog tidak menjalankan perintah terus untuk apa dialognya.

Sekarang bagaimana cara dialog agar perintah Allah itu sangat jelas. baik akan saya uraikan tentang bagaimana berdialog dengan Allah. Tapi saya harap setelah mengetahui caranya untuk segera melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Yang pertama adalah bahwa dalam diri ini ada otak yang diwakili oleh akal dan pikir, kemudian ada kesadaran yang merupakan wujud dari pada jiwa atau nafas. Perintah Allah akan diterima melalui kesadaran yang tenang, kesadaran yang bersih dari pikiran dan akal. Selama kesadaran masih tercampur dengan akal dan pikiran maka kesadaran akan sulit menerima perintah Allah. Untuk itu latihan nafi isbat di metode 4 dzikir nafas harus sering dilakukan agar  kita bisa memisahkan mana pikiran dan mana kesadaran.  Yang kedua adalah bahwa Pikiran akan menerima terjemahan perintah secara lebih terperinci dan leibih jelas dari kesadaran, dicatat bahwa kesadaran pertama kali menerima perintah tidak boleh di campuri, kemudian setelah menerima baru akan diterjemahkan oleh pikiran sehingga perintah yang melalui kesadaran tersebut dapat dilaksanakan.  Jika sudah ada perintah selanjutnya adalah eksekusi dengan cara samikna wa athona , dalam tahap ini baru kita menggunakan akal dan pikira kita serta instrumen tubuh yang lain.

Jadi jelas bahwa setelah membicarakan Allah, kemudian berdialog dengan Allah dan terakhir adalah menjalankan hasil dialog tersebut.

Apakah amanah itu berat ?

Kalau amanah itu berat kenapa anda berani menikah?  kenapa anda berani punya anak? dan kenapa anda berani untuk hidup?. Menikah, punya anak dan hidup itu sendiri adalah amanah. Tanya secara jujur apakah anda merasa berat ? kalau tidak mengapa kita merasa di bebani dengan amanah amanah Allah. Hanya orang orang yang bodoh saja yang tidak mau bertanggung jawab dengan amanah yang Allah berikan. Kalau kita cerdas maka kita akan sanggup mengemban dan menjalankan amanah karena ; 1 Allah akan memberikan pintu pertolongannya dan yang kedua dengan amanah ini Allah akan menaikkan pangkat dan derajat kita disisi Allah dan di depan manusia.

Amanah melakukan yang terbaik

Melakukan yang terbaik amanah juga, jadi amanah tidak sekedar menjalankan namun juga menjalankan yang terbaik. Pasti kita bisa membayangkan hasil pekerjaan yang terabaik kita. Misalnya kita akan memberikan ceramah maka kita bisa membayangkan menjadi penceramah yang terbaik. Seperti kita mau membangun sebuah rumah maka kita sudah ada bayangan bagaimana bentuk rumah yang kita inginkan, seperti halnya seorang arsitek yang merancang bangunan yang indah sebelum melakukan pembangunan. Membuat rancangan yang terbaik adalah amanah. Kemudian dalam pengerjaannya amanah juga untuk melakukan yang terbaik dari setiap step yang dilalui, dari mulai membuat pondasi rumah sampai finishing.

 

Ruh itu bukan sukma, bukan nyawa dan juga bukan soul

Ruh adalah milik Allah yang ditiupkan Allah sendiri kedalam jasad manusia. Dimana nantinya Ruh ini akan diminta kembali oleh Allah SWT ketika jasad sudah tidak berfungsi lagi. Dengan Ruh ini lah ibslis dan malaikat diperintahkan Allah untuk bersujud di depan nabi Adam. Demikian juga malaikat Jibril tidak mampu lagi mengantarkan Rasulullah untuk menerima wahyu shalat. Kita ini harusnya sadar dengan ketinggian unsur Ruh dalam diri kita, tidak ada yang lebih tinggi dari unsur Ruh ini. Ketika kita sadar akan adanya Ruh ini maka kita akan menjadi mahluk yang paling sempurna, namun jika kita sadar dengan unsur Ruhani ini maka kita akan menjadi mahluk yang nilainya sangat rendah bahkan lebih rendah dari pada hewan.

Ruh yang Allah tiupkan dalam diri manusia ini tidak akan sama dengan apa yang menjadi pengertian selama ini bahwa Ruh itu adalah nyawa, Ruh itu adalah sukma atau spirit atau soul. Sebab Ruh ini adalah milik Allah yang tidak sama dengan apapun yang manusia kriteria buat. Terlebih dengan kriteria yang dibuat tidak berdasarkan islam. Misalnya Sukma ini lebih pada pengertian ilmu kejawen aliran kepercayaan, kemudian nyawa itu sebutan yang dibuat orang indonesia atau melayu dan ini tidak ada kaitanya dengan Ruh milik Allah karena memang tidak dikaitakan dengan islam, kemudian soul dan spirit, ini juga bukan, sebab istilah ini yang membuat orang barat yang tentunya tidak berdasarkan islam.

Saya cenderung menggunakan istilah tetap Ruh, sebab tidak ada kata yang dapat mewakili atau istilah yang pas.

istilah sukma, nyawa , soul atau spirit tidak pernah dsebutkan dalam al quran. al quran hanya menyebutkan tentang Ruh. Kalau kita melihat begitu banyak menyamakan dengan Ruh. Ruh menurut saya biarka dengan kata Ruh itu sendiri, sebab pertama dalam al quran hanya menyebutkan dengan kata Ruh saja tidak lainnya, kemudian Ruh ini adalah milik Allah yang tidak  bisa di andaikan dengan lainnya, tidak bisa di definisikan dengan kata kata. Sesuatu yang memnag tyidak bisa di definisikan jika dibuat defini atau dijelaskan jelaskan justru akan membuat semakin kabur makna atau arti Ruh itu sendiri. Isitilah Ruh juga jangan di tambah dengan kata kata lainnya misalnya dengan Ruh idhofi  atau tambahan istilah dibelakang lainnya, kecuali jika dalam al quran memang disebutkan, tapi sejauh yang saya tahu tidak ada istilah Ruh dengan tambahan di belakangnya.

Ruh ini sebenarnya simpel saja bahwa Ruh adalah milik Allah yang ditiupkan Allah dalam jasad manusia, sudah itu saja titik. Sedangkan fungsi Ruh itu adalah sebagai fasilitas dari Allah agar kita dapat berhubungan secara langsung kepada Allah, jadi Ruh ini karena dia berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah maka dia memiliki fitrah untuk kembali kepada Allah. Nah disinilah kenapa kita diperintahkan oleh Allah untuk menghadap Allah, kembali kepada Allah, menjalankan amanah Allah karena ada Ruh yang dapat menjadi alat untuk terus ke Allah. Hal ini menegaskan bahwa jika kita lurus ke Allah maka dengan sendirinya akan mengaktivasi Ruh ini dan jika aktif maka dia akan bersama jiwa yang berserah kepada Allah kembali kepada Allah. Dan TIDAK MUNGKIN TERSESAT.  untuk itu jika kita mau ke Allah ya lurus saja ke Allah terus saja ke Allah, tidak perlu kepada perantara perantara tidak perlu ke mursyid mursyid atau kyai kyai, atau habib habib. Jangan salah memahami, saya katakan jika ingin ke Allah, tapi kalau belajar caranya ke Allah silahkan datangi mursyid, habib, kyai atau siapapun yang dapat memberikan caranya untuk langsung ke Allah. namun kadang harus hati hati karena kadang mursyid ini bisa menghijab misalnya untuk ke Allah harus membayangkan wajah mursyid atau kalau tidak melalui habib, mursyid atau yang selain Allah , tidak bisa ke Allah.  Jadi sekali lagi saya tekankan bahwa kita sudah diberikan failitas Ruh untuk menuju kepadaNya, jangan gunakan lainnya caranya adalah sekali lagi dengan lurus ke Allah tidak perlu membayangkan Ruh itu seperti apa, rupa Ruh itu seperti apa, cukup lurus ke Allah nanti Ruh ini akan aktif dan akan membawa diri nafs ini untuk menuju kepada Allah SWT.

Stamina Amanah

Stamina amanah ini saya umpamakan adalah semangat menjalankan amanah. Semangat ini penting agar kita bisa menjalankan amanah yang kita lakukan. Kadang karena merasa pekerjaan selesai dan tidak ada yang dilakukan lagi maka motivasi ini turun. Maka benar Allah dalam al quran memerintahkan agar setelah selesai satu pekerjaan kita harus segera melakukan pekerjaan berikutnya, hal ini tidak lain adalah untuk menjaga semangat agar tidak drop. Sebab kalau sudah drop maka akan berat untuk memulai suatu pekerjaan. Hal yang seringkali membuat drop adalah karena merasa pekerjaan sudah selesai, dan berehat. Ketika kita sudah menyatakan bahwa pekerjaan sudah selesai maka semangat itu akan terjun payung kalau tidak segera di ikuti dengan melakukan pekerjaan berikutnya.

namun ada cara yang mungkin bisa kita gunakan jika semangat itu ngedrop dan rasanya berat untuk melakukan amanah amanah yang ada di depan mata adalah dengan melakukan hal yang menyenangkan, sederhana namun ada nilai amanah. Misalnya menyirami bunga, mencuci atau membersihkan kendaraan atau yang lainnya. terus mencoba melakukan hal-hal yang sederhana jangan berhenti karena ini akan membuat semangat menjalankan amanah akan meningkat.

membersihkan adalah pekerjaan yang menyenangkan dan amanah dan perintahnya sangat jelas yaitu bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Dengan dasar ini mulailah dengan melakukan pembersihan yang sederhana dan ringan terus bersihkan apa apa coba bersihkan, ada meja bersihkan, mungkin dapur yang kotor dibersihkan atau apalah. Melakukan ini dapat meningkatkan semangat dengan cepat. pokoknya jangan merasa sudah selesai, teruslah menjalankan amanah Allah.

Keuntungan menjalankan amanah dengan semangat ini akan kembali kepada anda sendiri tidak kepada yang lain. Lihat dengan menjalankan amanah bersih bersih maka anda akan senang memandangnya dan orang lain juga senang berada di tempat anda. Anda juga lebih sehat keluarga anda lebih tenang dalam berpikir dan emosi juga akan lebih baik. Artinya bahwa menjalankan amanah akan kembali kepada kita sendiri.

Jika kita tidak melakukan sesuatu maka malas itu akan datang dan itu tandanya anda sedang menderita sebuah penyakit yaitu penyakit malas, siapa yang bisa menyembuhkan , yang bisa menyembuhkan ya kita sendiri tidak orang lain. Orang yang semangat akan merasa bahagia tapi orang yang malas akan stress dan tidak bahagia. Orang malas menunjukkan dadanya tidak longgar, nah untuk melonggarkan dada coba lakukan dan lakukan sesuatu , bergeraklah dengan kaki dan tangan kesana kemari , tangannya ke atas dan kebawah, tentunya gerakan yang ada amanahnya. Atau bergerak saja karena menghilangkan malas dengan bergerak juga termasuk amanah.

Mustahil manusia tidak mempunyai amanah, kalau anda merasa tidak punya amanah pagi ini , sudahkah anda mandi ? sudahkan anda membersihkan tempat tidur anda, atau sudah kah anda sarapan atau sudahkan anda menyirami bunga di kebun anda? kalau belum segera lakukan , just do it, saja tidak perlu berpikir panjang lebar, letakkan pikiran letakkan perasaan dan GO…… okay selamat bergerak ….. jaga stamina amanah.