Articles from May 2019

Rasanya Diperintah Allah dalam Setiap Aktivitas

dunia adalah ladang akhirat ku. Hidup harus harmoni dan menyatu. Dunia dan akhirat harus menyatu. JIka terpisah maka akan terjadi stress, konflik internal. Bagaimana sekarang mau bahagia dunia akhirat kalau dalam diri sudah ada konflik kepentingan yaitu kepentingan dunia dan kepentingan akhirat. Meninggalkan salah satu akan membuat sengsara, tapi melakukan satu saja juga sama akan terjadi ketidak tentraman hidup. Hidup manusia harus harmoni yaitu harmoni dunia dan akhirat.

Hidup harus menjalankan roda kehidupan di lini masing masing. Dan inilah peran kita sebagai khalifah, maka bagaimana hal ini bisa kita jalankan dengan baik. Salah satu untuk mengaktivasi adalah dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa “SAYA DIPERINTAHKAN ALLAH UNTUK BEKERJA”. Sama halnya saya diperintahkan untuk berpuasa, atau sama halnya saya diperintahkan Allah untuk shalat , haji ataupun sedekah. Kalimat saya diperintahkan Allah ….. memiliki kekuatan internal yang sangat kuat yang dapat menyatukan konflik konflik antara dunia dan akhirat. Dengan kalimat ini maka yang terjadi adalah dunia adalah akhirat dan akhirat adalah duniaku.

umat islam harus bangkit melalui mindset yang benar, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak merubah dirinya sendiri, yang dimaksud dengan merubah diri sendiri ini adalah mindset, yaitu mindset bahwa dunia adalah akhirat ku dan akhirat adalah duniaku. Misalnya saya seorang guru maka saya mengajar maka mengajar ini adalah perintah Allah. Mengajar bukanlah pekerjaan hanya duniawi saja meski saya mengajar siang malam, tapi ini adalah perintah Allah dan nilainya sama dengan mereka yang duduk bersila berdzikir di masjid atau mushalla. Atau misalnya seorang pedagang minuman di pinggir jalan, maka ketika dia berdagang hal itu adalah perintah Allah, meski dia berdagang dari pagi hingga larut malam maka jika dia niatkan untuk menjalankan perintah Allah maka hal itu adalah pekerjaan akhirat. Jadi yang berpahala tidak hanya mereka yang di pondok pesantren atau mereka yang duduk di rumah menerima tamu tamu untuk bertanya masalah agama dan kehidupan, atau mereka yang sedang shalat wiridan di masjid dan mushalla. Seorang pedagang yang berdagang jika diniatkan untuk menjalanka perintah Allah maka itu termasuk ibadah dan termasuk pekerjaan akhirat. Mindset ini jika viral maka akan dapat merubah wajah umat islam menjadi umat yang disegani oleh umat lain tidak dilecehkan sebagai umat pinggiran yang bisanya cuma berdoa dan wiridan saja. ya coba sekarang anda pikir apakah doa dan wiridan dapat merubah nasib umat islam sekian ratus tahun setelah mengalami kejayaan ? tidak kan, itu karena kesalahan mindset selama beratus ratus tahun bahwa dunia dan akhirat adalah terpisah, dunia itu neraka dan akhirat itu surga.

Ingat kalimat kunci untuk merubah mindset “AKU DIPERINTAHKAN ALLAH UNTUK….” ya cukup dengan kalimat sederhana setiap menjalankan aktivitas dunia maka perubahan nyata akan dapat anda rasakan, anda akan bersemangat pantang menyerah dan akan ulet dalam mengerjakan sesuatu sampai berhasil dan sampai berhasil. Umat islam diperintahkan puasa saja bisa kok, tidak makan dan minum selama sehari saja kuat kok, maka tinggal di switch ke pekerjaan sehari hari sebagai guru, sebagai pedagang, sebagai karyawan bahwa saya diperintahkan Allah untuk….

Tulisan ini untuk anda pembaca, jika anda amalkan maka keuntungan besar akan anda dapatkan, saya hanya mengabarkan saja dari ilham yang saya dapat dari Allah SWT, saya diperintahkan Allah untuk memberitahukan ini kepada segenap umat islam umat Rasulullah agar segera bangkit dari keterpurukan umat. Kabar ini akan menjadi kabur jika tidak anda indahkan atau tidak anda amalkan. Surga dunia dan akhirat adalah untuk anda sendiri bukan untuk saya atau orang lain. Maka tunggu apa lagi mulai detik ini setelah membaca tulisan saya ini segera niatkan  bahwa saya diperintahkan Allah unutk ….bla bla (sebutkan pekerjaan anda). baik Allah sudah menyiapkan segenap pertolongannya jika hal ini anda amalkan. Doa saya untuk semua pembaca yang mengamalkan hal ini. Salam

apa urusanmu dengan Allah ; persiapan itikaf 10 hari terakhir

Sekedar mengingatkan bahwa lailatul qodar yaitu turunnya malaikat dan ruh akan diberikan pada malam malam terakhir di bulan ramadhan. Hal ini tidak diturunkan dengan serta merta, tapi dengan suatu urusan dimana seorang hamba memiliki hajat dengan ALlah untuk amanah yang sedang di pikulnya. Untuk itu saya mengingatkan agar kita segera menentukan hajat apa yang akan kita gunakan. Hajat kepada Allah apa yang akan kita ajukan ke pada ALlah di malam terakhir bulan ramadhan nanti. Malaikat dan Ruh akan diturunkan kepada kita jika kita benar benar memerlukan Allah dalam penyelesaian amanah amanah kita. Maka segera kita tentukan sejak sekarang.

Sayang sekali kalau kita itikaf tapi tidak tahu untuk apa itikaf, atau itikaf menunggu menunggu lailatul qodar sedangkan kita tidak punya urusan apapun dengan Allah. Urusan itu bersumber dari amanah yang sedang kita emban misalnya amanah anak, amanah pekerjaan atau amanah hutang misalnya dan amanah lain. Kita niatkan menunaikan amanah tersebut dan kita ajukan kepada Allah di malam ramadhan atau di saat itikaf. Pengajuan ini agar amanah yang sedang kita emban ini mendapatkan bantuan (dari malaikat) dan tuntunan (dari Ruh) atas ijin Allah .

Jangan membawa itikaf dalam keadaan kosong karena nanti juga Allah tidak akan menuurunkan apapun kepada kita. Contoh misalnya anda pergi ke tempat saya tapi tidak punya hajat apa-apa ya saya tidak akan memberikan apa apa. Nah pada bulan ramadhan adalah suatu kesempatan emas untuk kita memohon kepada Allah dengan amanah yang sedang kita emban agar berjalan lancar dan selesai dengan baik.

lailatul qodar bukan urusan pahala pahala atau ganjaran ganjaran tapi ini adalah masalah turunnya malaikat dan Ruh. yaitu turunnya bantuan ghoib dari Allah atas amanah yang sedang kita emban. Kalau anda hanya mengejar pahala jelas anda tidak paham dengan surat ina anzalna…., pahami ayatnya disitu akan nampak jelas. Dalam ayat terakhir surat tersebut disebutkan bahwa keselamatan hingga fajar..artinya bahwa dengan turunnya malaikat dan ruh ini akan membawa pencerahan yang sangat terang dimana terangnya 1000 bulan berganti dengan fajar menyingsing berarti disini keselamatan yang nyata sampai segala sesuatunya selesai.

Beruntung sekali kita jika kita benar benar memanfaatkan malam ramadhan ini untuk itikaf. Yang tidak punya istri mohon kepada Allah bahwa hidupnya untuk mengemban amanah menurunkan keturunan yang berbakti kepada Allah dan rasulullah, insya Allah nanti akan dapat jodoh. Bagi yang kesulitan ekonomi keluarga, mohon kepada Allah dengan amanah keluarga bahwa keluarganya memerlukan rumah yang layak, mobil yang patut, dan sandang pangan yang pantas, insya Allah nanti akan beri pertolongan dan tuntunan.

mari kita buat urusan dengan Allah dengan amanah amanah kita. Jadikan duniawi kita adalah akhirat kita dengan menjadikan urusan dunia dengan amanah. dan sekarang tidak ada lagi urusan duniawi dan urusan akhirat, yang adalah duniawiku adalah ladang akhirat ku. siap menjalankan amanah , dengan melibatkan Allah dalam setiap penylesaian amanah. selamat menajalankan itikaf dengan amanah yang kita emban, semoga Allah menurunkan malaikat dan Ruh untuk menolong kita atas ijin Allah, amin

Aku Diperintahkan Untuk Puasa, Aku diperintahkan Untuk cuci piring

Kita menganggap bahwa perintah Puasa lebih tinggi nilainya dengan perintah Cuci piring, belum tentu. Kadang perintah cuci piring nilainya lebih tinggi dibanding dengan perintah puasa. Ketka seorang sudah menjalankan puasa kemudian merasa dirinya “sudah berpuasa” merasa sudah menjadi orang hebat dan tidak mau cuci piring maka cuci piring adalah lebih mulia dari pada puasa. Karena disini cuci piring menghilangkan ke egoan sedangkan puasa justru meninggikan ego.  Maka perintah Allah cuci piring lebih tinggi dibandingkan dengan puasa.

 

Setelah taubat rejeki berlimpah bak air bah

Banyak sahabat dzikir nafas menceritakan bahwa setelah bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah kehidupan ekonomi merosot tajam bahkan minus. Yang dikeluhkan adalah mengapa setelah taubat, sebelum taubat rejeki lancar lancar saja. Seolah menjadi ironi di saat mendekat ke Allah kok malah Allah memberikan hal yang tidak menyenangkan. Pada tulisan ini saya akan menguraikan sebaliknya, bagaimana setelah taubat dan mendekat kepada Allah rejeki melimpah ruah bak air bah.

Secara logika nalar seharusnya setelah taubat dan mendekat kepada Allah rejeki melimpah, begitu pikiran kita. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Perlu kita ketahui taubat yang benar benar taubat disertai dengan pendekatan kepada Allah (bisa dengan menjalankan Dzikir nafas) maka terjadi sebuah perubahan tujuan hidup kita, namun perubahan ini belum disertai dengan mindset yang benar tentang Allah.  Pemahaman bahwa semakin tinggi iman ujian semakin banyak, semakin dekat Allah , maka Allah akan semakin banyak memberi ujian dan cobaan masih tersimpan padahal sudah melakukan taubat dan pendekat. Otomatis setelah taubat maka mindset ini akan running dan membuat kehidupan menjadi terpuruk. tapi kadang dengan peristiwa keterperukuan ini orang tidak sadar sadar bahwa dia harus merubah mindset tadi. selama mindset tidak dirubah maka keterpurukan itu akan selalu ada.

Ada baiknya dalam bertaubat dan mendekat ke Allah (hijrah) ada seorang pembimbing yang dapat mengarahkan tidak hanya proses pendekatanya saja tapi juga bagaimana merubah mindset step by step. Kalau jalan sendiri seringkali mindset tidak berubah dan membawa dampak yang negatif dalam kehidupan. Pembimbing ini sebagai coacher saja dalam proses hijrah tersebut, bukan sebagai guru apalagi mursyid.

Merubah mindset bukan perkara yang mudah karena jika mindset ini sudah tertanam dalam bawah sadar cukup dalam diperlukan cara cara yang terstruktur agar bisa berubah.

Dengan bimbingan coacher dalam proses hijrah taubat ini, akan dapat mengarahkan kepada hal hal yang benar. Sebab ketika seorang sudah mulai hijrah kadang semangatnya membara tidak terasa di susupi nafsu , nafsu ingin baik, nafsu ini masuk surga, nafsu ingin pahala , nafsu ingin segera keluar dari dosa dan nafsu nafsu lainnya yang dapat menyebabkan kesalahan dalam menjalani taubat. Contoh misalnya karena semangatnya ingin menjadi orang yang baik, harta di sedekahkan secara tidak terkontrol, dengan mindset agar mendapat lipat ganda dari Allah. Ada yang karena ingin menjauhi maksiat melupakan amanah para karyawan dan kelaurganya dengan tanpa pertimbangan menutup usaha padahal jika di modif akan bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi baik adalah proses dan proses ini harus diketahui arahnya. sehingga hijrah yang dilakukan tetap dapat menlancarkan rejeki bahkan semakin lancar.

Jika mindset seirama dengan proses hijrah maka rejeki akan lancar. Contoh seirama adalah semakin mendekat ke Allah, kehidupan duniawi semakin mudah dan semakin berlimpah.  Dan mindset ini harus diikuti dengan sikap dan perbuatan menjalankan amanah dengan lebih baik. BUkan kemudian setelah taubat hanya berdiam diri di mushalla utk wiridan saja, jsutru setelah taubat bekerjanya semakin profesional, ide ide kreatifnya semakin banyak dan insting bisnisnya semakin tajam. Nah hal hal ini jika tidak dilakukan oleh orang yang hijrah maka dikiranya dengan banyak wirid, banyak puasa dan banyak baca quran rejeki akan datang sendiri, masalah akan selesai sendiri, oh tidak … Karena orang yang hijrah akan semakin rajin bekerja, akan semakin amanah dalam menjalankan sesuatu.

Dengan menjalankan amanah yang benar maka berarti tergolong orang yang bertakwa, dan jika bertakwa maka solusi dan rejeki akan diberikan Allah secara tidak masuk akal. jadi dengan alasan ini maka semakin kita bertaubat dan mendekat ke Allah maka rejekin akan melimpah ruah bak air bah.

 

Allah Menghadapkan pada keadaan yang Pelik

jaman Rasulullah penuh dengan pertarungan hidup atau mati, keadaan yang dicontohkan nabi adalah keadaan ekstrim. Contoh ini agar umatnya dapat mengambil bagaimana cara para Nabi dan Rasul dapat survive dari keadaan tersebut. Survive dari keadaan yang sangat pelik, bahkan keadaan hidup atau mati.

Nabi Yusuf dengan kesadarannya kepada Allah ketika bersama siti zulaekah

Nabi Musa dengan ketaatannya kepada Allah, ketika di perintah Allah memukulkan tongkat ke laut  yang tidak masuk akal

Nabi Nuh yang dengan ketidak bisaannya namun tetap mengikuti perintah ALlah yaitu ketika diperintah membuat kapal di atas bukit.

Semua contoh solutif dari cerita para Nabi ini adalah contoh riil bagaimana agar kita dapat keluar dari masalah yang pelik dan seakan tidak mungkin terselesaikan.

Jadzab adalah istilah untuk keluar dari masalah dengan cara spiritual. Jadzab bukan tidak tanpa tujuan, jadzab adalah cara Allah agar kita dapat keluar dari masalah yang pelik , amanah yang berat hinggat beratnya tingkat dewa. jadzab sering di artikan sebagai sebuah maqom kedekatan dengan Tuhan, bagi saya tidak sekedar itu, jadzab adalah keadaan kedudukan dimana kita dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak masuk nalar. Perhatikan “cara” bukan hasil. Yang jadzab adalah cara nya bukan hasilnya. Allah memberikan cara pemecahan yang aneh bukan solusinya. Cara yang aneh ini jika kita jalankan maka kita akan dapat survive.

diantara kita tidak kuat dengan keadaan jadzab ini. ketika kuatan ini terletak pada kesabaran dan ketabahan dalam menjalaninya. Kemudian peran pikiran dan yang terutama adalah ego yang selalu menjadi hijab. Kalau mau menghilangkan jadzab syaratnya harus menghilangkan ego. ego yang kuat menyebabkan kita selalu berpikir dan selalu enggan untuk menjalankan perintah Allah yang berlawanan dengan ego tersebut.

hancurkan ego

hancurkan ego

dan hancurkan ego

Dengan lenyapnya ego maka cara Allah akan nampak nyata sehingga mudah untuk dijalankan. dengan menjalankan ini maka masalah kita akan selesai amanah atau masalah pelik akan terselesaikan.

 

Kenapa Tuhan tidak bisa di cari ?

Tuhan punya sifat tidak sama dengan apapun, lha bagaimana mau  di cari? kalau kita mencari berarti kita salah mindset. Mencari pasti ketemunya sesuatu, dan Tuhan pasti bukan sesuatu. Jadi kata “mencari” dalam proses makrifat tidak tepat dan tidak benar. wis ngono wae….

Menjalankan amanah merupakan jalan lurus ke Allah

Kalau kita telusuri jalur lurus ke Allah, maka mulai dari tauhid, hingga pada kehidupan ini harus sejalur. Dalam al quran lurus ke Allah ini disebutkan dengan beriman dan beramal sholeh, atau kalau di ringkas menjadi takwa. Takwa merupakan implementasi dari lurus ke Allah. Kalau secara tauhid dan keimanan saya kira kita sudah sangat jelas dalam pelajaran patrap dan dzikir nafas. Sekarang bagaimana dalam kehidupan sehari hari atau dalam menjalankan amanah ini. Amanah kita adalah menjalankan apa yang Allah titipkan kepada kita. Kita misalnya di beri amanah pekerjaan maka lurus kita ya menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kalau kita fokus kepada amanah ini dan tidak tergiur dengan uang atau godaan lainnya maka kita akan terus bisa lurus dan satu pekerjaan itu kita kerjakan sampai selesai. Tapi kadang karena nafsu kita, dalam perjalanan menjalankan amanah kita banyak hal yang muncul dan kita tergiur untuk keluar dari jalur amanah. Coba dari hal yang sederhana dalam menjalankan amanah kita harus lurus ke Allah artinya hanya yang kita kerjakan yang dari Allah. Hanya yang kita kerjakan yang di amanahkan kepada kita.

Kata kunci untuk lurus ke Allah dalam amanah ini adalah fokus, tetap fokus tidak tergoda dengna lainya. Ini juga sama kita hadapi ketika kita ber dzikir nafas atau patrap berbagai keadaan di pikiran perasaan atau sensasi lainnya dapat menarik kita keluar dari jalur lurus ke Allah. Tetap fokus dan tetap berjalan di  jalurnya itu kunci.

Dalam menjalankan amanah ketika kita berhenti atau stagnan maka sebenarnya kita sedang tersesat sebab orang yang berhenti dan tidak tahu lagi apa yang dilakukan berarti di tidak lurus ke Allah , mestinya kalau lurus ke Allah dia akan tetap berjalan dan berjalan. Kalau kita tidak melakukan suatu apapun dalam waktu sekarang maka sebenarnya kita sedang tersesat tidak tahu jalannya mau kemana. Jika kita dalam keadaan itu maka perhatikan amanah tanda dan perintah. Kita lihat lagi amanah yang Allah titipkan apa kepada kita, kemudian tanda yang ALlah berikan apa terkait dengan amanah tersebut dan kemudian disitu akan jelas perintahnya untuk kita jika sudah demikian kita tinggal jalankan saja. Kalau sudah jalan maka perintah itu terus menerus seperti tidak pernah berhenti dan terus berjalan dan berjalan, atau terus ikuti perintah Allah yang ada dan terus bergerak. Seperti kita belajar patrap gerak yang terus bergerak dan bergerak.

 

kunci patrap shalat khusyu “seperti di jantur”

mungkin sedikit yang pernah mendengar kata jantur, kata jantur ini kata ketika saya masih kanak kanak dimana jangkrik masih banyak, agar jangkriknya menjadi giras dan gandang suaranya maka jangkrik itu di jantur.
setelah saya mempraktekan patrap shalat baik dalam latihan atau dalam praktek shalat yang sesungguhnya, rasanya seperti jangkrik yang di jantur. Jantur ini mirip dengan di gantung tapi tidak mematikan justru semakin khusyu. baiklah lupakan jantur. begini maksud saya adalah bahwa ketika kita berdiri shalat rukuk dan posisi shalat yang lain kita harus berada pada titik keseimbangan dan titik keseimbangan itu menggantung kepada Dzat yang lebih besar dari pada apapun. Jadi seperti kita berada di titik keseimbangan tertentu kemudian menggantung jadi berat badan akan lebih ringan. Ringan yang pertama karena mencapai titik keseimbangan dan ringan yang kedua adalah karena kita menggantungkan diri kepada Allah (jantur)
untuk bisa seperti ini diperlukan latihan dan praktek untuk mencapai titik keseimbangan dan tali bergantung. Jantur menggunakan tali, dan ibaratnya dengan tali, maka tali ini sebagai penghubung yang menggantungkan kita dengan Allah.
memang agak susah untuk menggambarkan keadaan yang saya alami terkait dengan metode patrap shalat khusyu ini , tapi insya Allah akan jelas jika langsung praktek. jadi silahkan datang ke padepokan ya…

Al Isra 15: Semua atas petunjuk Allah

Petunjuk Allah apakah hanya perintah shalat, puasa baca shalawat atu berdzikir saja ? tidak. Kalau kita cermati perintah Allah di surat al Isra ayat 15 maka semua hal semua tindakan kita harus berdasarkan atas petunjuk Allah SWT. Jadi tidak hanya perintah yang bersifat ibadah saja tapi semua tindakan dari yang kecil sampai yang besar. Kita melihat duri di jalan atau melihat batu dijalan maka perintahnya adalah jelas , yaitu menyingkirkan. Bagaimana dengan kita melihat cucian piring di dapur? pasti perintah Allah sangat jelas yaitu cuci. Cuci piring ini di jalankan bukan karena takut istri, bukan karena tugas rumah, bukan karena kebersihan atau karena agar mudah untuk menggunakannya lagi tapi cuci piring ini dilakukan adalah menjalankan perintah Allah.

Memahami perintah Allah itu sangat mudah, tinggal segala sesuatu kita niatkan karena perintah Allah. Misalnya kita menyingkirkan batu di jalan, tinggal diniatkan karena perintah Allah, bukan karena kalau dibiarkan membahayakan pengendara. Maka disini sangat penting untuk selalu meng ON kan kesadaran kita kepada Allah. Dengan On ini ibarat lampu yang kita nyalakan sehingga sangat nampak apa apa yang Allah perintahkan kepada kita.

Setelah sadar Allah di On kan, selanjutnya adalah niat untuk menjalankan perintah Allah. Niat ini merupakan bentuk dasar ketakwaan kita kepada Allah untuk siap menjalankan perintah Allah.

sebenarnya ada rahasia untuk menjalankan perintah Allah dengan sempurna yaitu dengan keadaan FANA. Keadaan ini akan mem by pass pikiran dalam proses menjalankan perintah Allah. Sebab dalam menjalankan perintah Allah diperlukan sikap samikna wa athona yaitu suatu sikap dimana tidak ada proses berpikir dalam menjalankan semua perintah Allah. Misalnya melihat cucian piring kotor di dapur maka tanpa berpikir langsung bersihkan, jika berpikir maka akan tertunda atau tidak jadi menjalankan. Tapi keadaan FANA memang sulit dan harus dipelajari setiap hari. metode sudah saya susun yaitu di Dzikir nafas level 4 dan di patrap rumi. Sayapun sekarang masih terus berlatih, karena naik turun dan kadang tidak sadar kalau tidak fana.

Demikian lah tadarus surat al isra ayat 15, Bapak dan Ibu juga bisa mendapatkan pencerahan dari Allah tentang surat al isra ayat 15 tersebut.

 

Jadi orang islam harus realistis agar tidak mudah tertipu

banyak orang menipun dengan hal hal ghoib karena memang penipuan jenis ini tidak dapat di buktikan. Misalnya orang ingin rejeki berlimpah kemudian datang ke orang pintar dengan tujuan minta amalan agar bisa kaya. Amalan itu dapat berupa amalan wiridan yang di ambil dari quran dengan tujuan bukan untuk di amalkan isinya tapi untuk di baca sekian ratus atau bahkan sekian ribu setiap harinya. Orang yang demikian adalah orang yang sudah tertipu dengan orang yang katanya pintar tadi. Kenapa menipu ya karena pertama : dia telah menipun bahwa yang seharusnnya quran isinya untuk di jalankan ini malah dibuat jampi jampi atau dibuat mantra mantra. Yang kedua, mengatakan bahwa dengan mengamalkan maka rejeki akan lancar, jelas ini penipuan nyata nyata yang tidak dapat di tuntut di pengadilan. Ketiga mantra mantra yang diberikan tidak terbukti mendatangkan rejeki. Rejeki jelas tidak dapat datang dari amalan itu, tapi mereka mengatakan bahwa dengan mengamalkan ini maka rejeki akan datang. yang keenam, baik orang yang ke orang pintar atau dianya sendiri sama sama tersesat, karena satunya bersedia di tipu dan satunya dengan sengaja menipu.

Jika orang islam itu realistis menjalankan perintah Al Quran maka dia tidak akan tertipu. Misalnya kalau ingin rejeki lancar maka jalankan perintah Allah yaitu harus amanah. Dengan amanah, pikiran otomatis akan realistis, dengan menjalankan perintah Allah maka urusan akan selesai. Masalah hidup harus di selesaikan dengan realistis.

Yang hebat dari orang islam yang realistis adalah mereka tidak tergantung dengan uang atau hasil. Dia selalu menanyakan apa amanah yang bisa saya lakukan. Dia tertarik lagi dengan namanya investasi bodong, tidak tertarik lagi dengan bisnis MLM, tidak tertarik lagi dengan permainan uang entah itu namanya trading atau sejenisnya. karena tidak amanah dalam jenis bisnis tersebut.

Bahkan orang islam yang realistis tidak akan tertarik dengan istilah menarik rejeki, magnit rejeki atau sejenisnya, juga tidak tertarik dengan pasif income atau bebas finansial… orang islam realistis selalu fokus pada amanah apa yang dapat di lakukan.

orang islam yang relistis mendasarkan pekerjaannya pada perintah Allah, dia tidak mempedulikan lagi pekerjaan yang dia kerjakan yang ada adalah perintah Allah, perintah Allah dan perintah Allah. Sehingga misalya dia diperintahkan Allah untuk menjaga tokonya 24 jam maka ia lakukan. kalau dia harus kerja lembur sampai larut malam ia lakukan karena itu adalah perintah Allah, yaitu perintah Allah untuk kerja lembur. Kalau dia harus keliling kampung menawarkan minuman makanan dia jalankan karena itu adalah perintah Allah. jadi semua yang ia lakukan adalah karena perintah Allah.

Orang islam relalistis adalah orang yang hanya beribadah dan meminta hanya kepada Allah, dan dia bekerja karena Allah bukan karena uang bukan karena keluarga bukan karena mencari nafkah dan bukan karena mencari rejeki dan juga bukan karena tanggung jawab pekerjaan tapi karena Allah. Dan sekali lagi bahwa orang islam realistis tidak akan mudah tertipu