Menajalankan Amanah Tanpa Daya Upaya

Kita sudah faham bahwa kekuatan hanya milik Allah, tapi kenapa dalam menjalankan amanah misalnya dalam bekerja dalam mencapai keinginan kita masih merasa menggunakan daya atau kekuatan kita yang kita sebut dengan kata “usaha” atau “berusaha”. Kat berusaha berarti ada daya yang kita keluarkan untuk mencapai keinginan kita.Manusia sebenarnya tidak punya daya dan upaya, artinya tidak diberikan suatu kemampuan untuk usaha, atau berusaha. Pada Tulisan kali ini kita akan membicarakan sedikit atau sekilas saja tentang menjalankan amanah tanpa daya upaya.

Dalam menjalankan amanah sebenarnya kita tinggal jalankan saja, tanpa daya , kalau memang merencanakan ya tinggal merencanakan saja. Jadi merencanakan itu bukanlah daya dan upaya karena ya tinggal merencanakan. Merencanakan atau menjalankan suatu amanah itu sudah ada, atau sudah tersedia sehingga tidak perlu lagi pakai daya.

Kalau kita bicara daya misalnya daya merencakan atau daya menjalankan maka sebenarnya daya itupun juga sudah ada pada kita. Sesuatu yang sudah ada pada kita kenapa kita masihg mengatakan saya berusaha , dimana seolah olah kita melakukan atau merencanakan sesuatu yang belum ada, padahal seperti yang saya sebutkan diatas bahwa daya itu sudah ada.

Baik sekarang sudah jelas bahwa kita tidak ada daya dan upaya kecuali daya dan upaya dari Allah. Selanjutnya adalah langkah untuk menyadari hal ini dalam kehidupan kita terutama dalam menjalankan amanah Allah. Ketika kita bekerja atau ketika kita beperan sebagai orang tua maka seluruh daya dan upaya yang berasal dari diri kita harus kita nolkan atau harus kita hilangkan, dengan kata lain daya dan upaya kita isbatkan kepada Allah SWT, sehingga kita benar benar Nol.

Untuk mengenolkan daya ini caranya adalah dengan merendahkan diri dihadapan Allah kemudian berserah diri kepada Allah. Merendahkan diri ini benar benar kita berada pada keadaan paling rendah dan paling bawah . Setelah kita mencapai keadaan rendah ini kita menyerahkan diri kepada Allah. Menyerahkan semua daya dan upaya kepada Allah SWT. Perpaduan antara merendahkan diri dan berserah ini akan menimbulkan suatu daya yang positif yang datang dari Allah yang dapat menuntun kita untuk menyelesaikan amanah amanah yang sedang kita jalankan.