Fokus kepada perintah Allah untuk diri sendiri

secara tidak sadar kadang kita menggunakan al quran dan hadis untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu, atau untuk menyalahkan orang  lain dengan segenap dalil yang ada di quran maupun dan hadis. Saya kira itu sah sah saja, asal kita pun paham bahwa ada perintah di balik apa yang sampaikan dengan dalil quran dan hadis itu untuk diri kita. Kita lihat sejarah turunnya al quran yang di wahyukan kepada rasulullah, yaitu untuk mengatasi masalah masalah yang di hadapi Rasulullah, artinya al quran turun untuk Rasulullah, jadi al quran turun adalah perintah dari Allah untuk Rasulullah. Dari al quran inilah Rasulullah take action melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Al Quran turun tidak untuk menghakimi orang yang salah, tapi untuk menunjukkah kepada Rasulullah bahwa Rasulullah harus betindak karena ada perilaku orang lain yang salah. jadi kalau kita buat urutan : Allah – Al Quran – Rasulullah – Perintah – Rasulullah take action – umat , jadi kita lihat alurnya , al quran bukan untuk menghakimi umat tapi al quran memberi petunjuk atau perintah kepada Rasulullah agar bertindak.

Ini agak beda dengan orang yang selalu mengambil al quran kemudian dengan al quran itu dia lemparkan orang lain, tuh lihat kamu salah !!! lihat al quran yang aku sebutkan!!! , ini jelas tidak semestinya. apa akibat jika orang lain di begitukan, pasti akan reject, dan kita sudah dzalim dengan al quran, karena al quran menjadi bamper atas kebenaran yang kita yakini.

inilah sumber perpecahan umat, karena menggunakan  al quran untuk menyalahkan orang lain , bukan untuk dicari perintahnya dan dijalankan pada dirinya sendiri. Sekarang ini memang orang banyak membaca al quran untuk mencari kebenaran, tapi kebenaran diri , bukan untuk mencari apa yang seharusnya saya lakukan.

sebagai kesimpulan bagaimana kita memperunakan al quran sama dengan Rasulullah, yaitu kita fahami al quran kemduian, kita cari apa perintahnya untuk kita, kemudian kita action , sebenarnya itu saja. Misalnya kita buka al quran kemudian kita menemukan larangan untuk minum khamr, kemudian di depan kita ada peminum khamr, maka langkah awal adalah apa perintah Allah nya? bisa jadi kita akan diilhamkan Allah untuk berinteraksi dengan peminum itu, kemudian diilhamkan ALlah untuk ngobrol kemudian untuk berbicara masalah bahaya khamr dan seterusnya ……. bukan serta merta “hai peminum khamr, tahu nggak sih kalau minum itu haram lihat nih al qurannya mengharamkan”… ini pasti jadi masalah.

okelah kita kembali kepada al quran bahwa al quran itu perintah untuk kita bukan untuk sarana menyalahkan orang.