menjadikan suara nafas sebagai cara masuk ke dzikir lebih dalam

Latihan menjadikan suara nafas sebagai cara untuk masuk ke kesadaran lebih dalam berdzikir dilakukan sebagai cara alternatif, bahwa cara ini dapat mengantarkan kepada suasana yang lebih dalam. Suara masuknya nafas itu memang seperti huu dan keluarnya nafas seperti Allah. nah kemiripan suara ini kita gunakan untuk masuk ke kesadaran dalam berdzikir. dzikir kesadaran ini adalah dzikir nya jiwa yang tidak berhuruf dan bersuara.

Bagaimana jika ada sahabat yang memutuskan untuk tidak sadar Allah lagi ?

Ada pertanyaan dari sahabat dimana dia melihat ada beberapa sahabat juga, yang sudah memutuskan untuk tidak sadar Allah lagi dan tidak mau menyadari Allah yang dekat malah memilih jalan lain. Jawaban saya, lha mau diapakan…. itu sudah kehendak Allah, abaikan saja kita layani saja sahabat sahabat yang mau belajar sadar Allah. Dia melanjutkan, tapi kasihan yang baru mau belajar Pak Pur mereka banyak yang mengikutinya?, saya juga jawab, itu sudah kehendak Allah juga. sudahlah fokus saja kepada yang masih mau belajar, yang memutuskan untuk tidak mau sadar Allah abaikan saja, atau kita tinggalkan saja. Sebab mereka sudah meninggalkan kita. kalau kita membujuk, merayu untuk kembali sadar Allah, mereka menyangka dan akan suudzan bahwa kita takut kehilangan jamaah. Begitulah jawaban saya berdasarkan pengalaman selama 18 tahun sejak tahun 2002 mengajarkan spiritual sadar Allah, baik melalui dzikir nafas, patrap atau shalat khusyu.

Alhamdulillah sahabat ini akhirnya paham… ooh gitu ya pak pur, kita tinggalkan saja. saya pun menambahi… iya mereka daya nya sudah berbeda dengan kita, sudah tidak se frekwensi lagi, tidak ada manfaatnya berkumpul lagi untuk belajar sadar Allah, kecuali kalau sekedar wedangan, ngobrol selain sadar Allah ya tidak apa, artinya tidak untuk belajar sadar Allah, jangan ajak mereka untuk sadar Allah lagi sebab itu akan menyakitkan kita, sekedar kamu mau tahu saja, pengalaman saya, mengajak orang untuk sadar Allah padahal dia sudah tidak mau lagi sadar Allah, dada saya terasa tertusuk dan sangat tidak enak sumpek dan seperti Allah memperingatkan dengan tanda tersebut untuk tidak bicara sadar Allah dengan mereka.

 

Untuk Dik Yazid bin Habib Goib yang menanyakan tentang shalat khusyu apakah masih bisa mendengar

ada sebuah pertanyaan dari dik yazid putra dari Habib Goib Al Aydrus tentang apakah shalat khusyu itu masih mendengar. Dik Yazid ini masih kelas 1 SMP,  pertanyaan akhirnya di sampaikan ke saya melalui Bapaknya tadi di padepokan patrap. jawaban saya untuk dik Yazid, bahwa shalat khusyu itu meluaskan kesadaran bukan keluar dari jasad, karena meluaskan kesadaran maka apa yang masuk ketelinga kita sadar kalau ada suara yang masuk, kemudian sama dengan penglihatan dan indera kita yang lain, semua masih dapat di sadari oleh jiwa kita yang meluas.

Dik Yazid, khusyu itu bukan terletak pada ketenangan, bukan pada heningnya pikiran bukan pada tidak mendengarnya kita terhadap apa apa yang sedang terjadi di sekeliling kita. Khusyu itu ada dua kriteria yang pertama adalah sadar Allah dan yang kedua adalah pasrah kita kepada Allah. Jika dua hal ini dilakukan dalam shalat maka shalat kita tergolong shalat yang khusyu.

Begitu ya Dik Yazid semoga jawaban singkat ini dapat menjawab apa yang dik Yazid tanyakan melalui Bapak Dik Yazid. rajin rajin ber DN ya agar shalatnya tambah khusyu.  Selamat liburan di jogja ya ….