Ancaman guru spiritual yang mengada ada

Anda pernah belajar ilmu yang pakai ijazah? dan disitu ada pantangan pantangan ? atau anda pernah dibaiat dengan sejumlah larangan larangan yang tidak masuk akal?  atau anda pernah belajar dengan guru spiritual yang katanya kalau membuka ilmu nya maka ancaman adalah kematian? weleh weleh…. sampai segitu ngawurnya sampai mati urusan Allah dipakai untuk mengancam muridnya yang sedang belajar.  tapi yang namanya murid yang iman nya tidak kuat, pasti takut dan akhirnya apa yang di omongkan guru spiritual tersebut diikuti, sampai harta ludes bahkan parahnya sampai istri diminta pun di kasih, naudzubillah, ini karena bawah sadar sudah di kuasai oleh guru spiritual.

model ancaman ini baik secara langsung maupun tidak langsung, baik secara kasar atau halus, seringkali diberikan agar si guru tersebut tetap diikuti permintaanya dan kemauannya. Cerita cerita ghoib yang ia buat buat, dia gunakan sedmikian rupa untuk membohongi dan membodohi murid muridnya. Murid yang kena tipu kena pembodohan ini bukan orang tidak berpendidikan, mereka cukup berpendidikan, cuma di bohongi soal ghoib oleh gurunya dia bisa tunduk patuh sampai rasionalitasnya tidak jalan.

Ancaman ini diberikan guru terutama kalau si murid mau keluar dari perguruannya. Ancaman neraka, ancaman kematian, dan ancaman ancaman sengsara dunia akhirat sering dia ucapkan agar si murid ketakutan dan mengikuti apa kemauan si guru tersebut.

Ancaman saya lihat banyak diberikan oleh guru guru spiritual yang dasarnya ketauhidannya memang sesat. Dia mengancam itu mandandakan bahwa dia sendiri menyadari bahwa dia adalah salah secara tauhid. Dia ingin mencari keuntungan material dari murid muridnya yang mengikutinya. Dia ingain tetap di sembah sembah sebagai wakil utusan Allah, sebagai penolong umat manusia sebagai wakilnya Allah …. wah pokoknya sejumlah kedudukan yang ia tanamkan kepada jamaahnya tanpa ada bukti dan menyimpang dari agama islam.

Kalau anda membaca tulisan saya ini, sedikit banyak akan merusak keyakinan anda terhadap guru spiritual anda yang saat ini sedang menguasai bawah sadar anda, mungkin anda akan mengulang tulisan saya ini karena bawah sadar anda masih saja tidak percaya dengan apa yang saya tulis ini. Atau mungkin anda setelah membaca ini merasa di bodohi di bohongi sama guru spiritual karena dia mengaku bisa ini dan itu, dan mengancam dengan kematian atau masuk neraka. yahhh ulangi saja sampai bawah sadar anda terbukan dan berubah pemikiran. Sebab kalau dalam hidup anda , anda masih di belenggu bawah sadar anda oleh guru spiritual maka selama itu pula hidup anda tidak akan bahagia, hidup anda akan sengsara karena dibayang bayangi oleh ancaman guru spiritual yang tidak masuk nalar dan tidak rasional.

Saya hanya menuliskan ini karena banyak orang orang yang menjadi korban, tidak hanya korban jiwa tapi juga harta dan keluarga, sudah berapa banyak yang kehilangan keluarga, karena guru spiritual, berapa banyak yang kehilangan kehidupannya karena guru spiritual, berapa banyak yang jatuh miskin karena guru spiritual. Anda pasti tidak ingin itu terjadi pada anda, maka mulai saat ini kembalikan semua kepada Allah, jangan lagi percaya dengan guru spiritual. Jangan lagi percaya dengan guru spiritual yang  bersurban berbaju putih dengan berkalungkan tasbih dan tongkat di tangan. Kembalilah kepada Allah dan kembalilah kepada Allah. tidak ada jarak antara manusia dengan Allah, Allah itu dekat bahkan lebih dekat dari urat leher.

Amanah sebagai pilar mendidik anak

banyak orang tua yang di sibukan dengan perilaku anak yang katanya nakal, yang katanya malas, yang katanya seenaknya sendiri dan tidak bertanggung jawab. Perilaku ini tentunya menimbulkan serentetan masalah yang banyak dan bahkan menjadi lingkaran syetan yang semakin hari semakin memperburuk keadaan permasalahan. Mendidik anak tidaklah mudah, tidak hanya mengandalkan kata kata bijak, atau kata kata mutiara psikolog dalam hal mendidik anak. Mengatasi permasalahan anak harus di cari sumber utama dari perilaku anak yang nggak benar itu.

Salah satu sumber permasalahan anak adalah kurang nya amanah anak terhadap apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Munculnya perilaku anak ini penyebabnya juga multi komplek, bisa dari anaknya sendiri, bisa dari orang tua atau dari lingkungan. Baik kebanyakan pembaca tulisan saya ini adalah orang tua, saya akan uraikan dari kaca mata orang tua. Orang tua terkadang terlalu over dalam memberikan pelayanan kepada anak, orang tua lupa bahwa anak juga harus belajar mandiri anak harus belajar bertanggung jawab. contoh sederhana saja adalah masalah piring di dapur, orang tua dengan rasa belas kasihan kepada  anak rela untuk mencucikan piring anak dimana sebenarnya anak yang sudah besar anak mampu untuk mencuci piring sendiri, lain masalah kalau sudah ada pembantu rumah, kalau tidak ada maka anak harus di perintah untuk bertanggung jawab terhadap piring yang sudah digunakan untuk makan.

Pendidikan dengan pilar amanah ini, menekankan pada mengajari anak secara langsung untuk bertanggung jawab terhadap apa apa yang harus ia kerjakan. Pekerjaan sekolah, kamar pribadinya, perlengkapan sehari hari seperti sepeda dan lainnya. Ketika anak tidak bertanggung jawab misalnya sepeda tidak di masukkan ke garasi pada malam hari, maka orang tua jangan dulu memasukkan sepeda tapi perintahlah anak untuk memasukkan (ya meskipun orang tua memasukkan sepeda lebih simpel dan lebih mudah, tidak ribet menyuruh anak).

Resiko positif jika orang tua selalu menekankan pendidikan amanah ini kita sebagai orang tua akan mendapatkan kritikan dari anak jika kita tidak amanah juga, tapi ini tentunya positif. jadi , pendidikan amanah ini kita terapkan agar kalau kita tidak amanah anak kita dapat mengingatkan.

Jika pembiasaan amanah ini sudah menjadi budaya di rumah, maka anak akan menadi anak yang amanah dengan dirinya sendiri , dia akan bertanggungjawab dengan sekolahnya, dengan barang barang milknya dan lainnya. orang tua tidak ribet lagi dengan perilaku anak yang negatif.