Dakwah DNSA Metode Perang Gerilya

Perang Gerilya, seperti perang yang dilakukan oleh Jenderal Sudirman, atau ketika Rasulullah menyebarkan islam pada awal ketika membangun tauhid pariode mekah, dari rumah ke rumah. Dakwah DNSA saat ini pun yang digunakan adalah perang gerilya dalam artian adalah dakwahnya dari orang ke orang, dari medsos ke medsos dan  dari tamu ke tamu yang datang ke tempat tempat yang disediakan untuk belajar sadar Allah.  Metode sangat mengandalkan sistem MLM kalau dalam bisnis. Tidak menganalkan panggung dakwah , podium masjid ataupun siaran di televisi atau radio. Yang menjadi andalan jalur jalur mana yang Allah sediakan untuk menyampaikan ilmu keTuhanan. Sikap fleksibitas dalam berdakwah  dan selalu melakukan penetrasi kepada siapapun ibarat babat alas, merombak paradigma lama yang tidak sesuai menjadi ciri khas dari dakwah sadar Allah.  Penetrasi dan perombakan yang dilakukan pun tidak bersifat memaksa, jika memang sudah di sampaikan terjadi penolakan, perdebatan atau di abaikan. Dakwah tetap jalan terus dan jalan terus.

Dakwah DNSA yang bersifat gerilya ini adalah menyebarkan virus, yaitu virus sadar Allah, jadi lebih bersifat memberikan informasi tentang sadar Allah, sikap hidup menerima dan amanah dalam kehidupan. Virus yang membuat hidup penuh berkah ini terus  di tayangkan kepada siapa saja dan oleh siapa saja yang mau ambil bagian dari dakwah DNSA ini.

 

Ketika Dunia Mulai Melirik Mindfulness

Mindfulness dengan ajaran islam ini ibarat tangga tinggal naik satu tingkat lagi maka islam menjadi agama yang terbukti kebenarannya. Islam sangat menekankan kesadaran ini ada pada konsep iman dan ihsan. Bagaimana dengan syariat, kalau syariat baru pada tataran jasad bukan kesadaran. Mindfulness yang fokus kepada kesadaran akan sangat cocok sekali ketika membicarakan tentang konsep kesadaran dalam islam. Cuma dalam mindfulness barat, kita mengenal konsep yang hanya menyadari pikiran dan perasaan cukup itu saja atau menyadari alam semesta itu saja, tapi dalam kesadaran yang dibangun islam kita baca dengan mindfulness islam, kesadaran di naikkan menjadi sadar Allah yang menggerakkan pikiran dan perasaan, atau sadar Allah bahwa Allah yang menggerakkan alam semesta.

Maka umat islam harus bersiap siap untuk menyambut kebenaran islam ini dengan terus mendengungkan konsep sadar Allah. Dengan sadar Allah maka kebenaran islam yang terbukti dengan teori mindfulness ini akan menjadi nyata dan akan booming sehingga orang akan berbondong bondong masuk islam. Islam tidak hanya dipandang sebagai agama syariat saja yang isinya cuma benar dan salah, bidah dan tidak bidah, atau isinya dengan hanya mubah dan sunah, tapi islam dipandang sebagai agama isoterik yang sangat menekankan kesadaran yang memang selama ini banyak dicari orang.

Dengan konsep kesadaran islam ini maka yang namanya penyakit hati, gangguan psikis, atau ketidaktenangan hati akan terobati dengan cara yang instan. Umat islam akan menemukan bagaimana cara bahagia dengan metode yang sangat mudah yaitu dengan sadar Allah.

saat ini saya sedang menyusun sebuah buku “Menggapai Bahagia dengan Mindfulness Sadar Allah“. Buku ini bercerita dengan konsep kesadaran, bagiamana cara melatih kesadaran dan bagaimana penerapannya sehingga bisa mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Buku akan saya susun, semudah mungkin , seringkas mungkin sehingga anda mudah untuk melatih dan menerapkannya dalam kehidupan dan menerapkan dalam permasalahan yang sekarang anda hadapi.

Insya Allah buku ini nanti menjadi buku panduan dari training training yang akan saya lakukan di berbagai kota dan insya Allah berbagai negara. Dan saya akan buat pelatihan pelatihan untuk trainer yang menyediakan dirinya untuk turut serta dalam dakwah ini. saya berharap 20tahun kedepan wajah islam ini sudah berubah menjadi islam yang rahmatan lil alamin, memancar wajah wajah surga yang bahagia yang mampu menjadi magnit umat lainnya untuk memeluk islam.

Fanakan ego agar mudah dalam mewakili Allah menjadi khalifah

Ego kita fanakan agar kita dapat menjadi wakilnya Allah di muka bumi ini dengan sempurna. Mewakili Allah merupakan tugas manusia di bumi dan menjadi alasan utama bagi Allah kenapa manusia diciptakan Allah. Mewakili Allah mengandung makna bahwa pikiran perasaan gerak tangan dan tubuh lainnya adalah di niatkan sebagai alatnya Allah untuk menjalankan amanah amanah Allah. Mewakili Allah adalah bentuk kesadaran kepada Allah untuk bahwa apa yang dilakukan dalam rangka untuk memenuhi apa yang Allah kehendaki. Misalnya Allah menghendaki kita untuk membuatkan makanan untuk anak kita maka membuatkan makanan itu adalah mewakili Allah, sebab Allah berkehendak kepada anak kita agar anak kita makan.

Memfanakan ego ini agar kita dapat totalitas dalam mewakili Allah. bagaimana cara memfanakan ego, caranya dengan berserah diri kepada Allah dan ini dapat dilatih melalui dzikir nafas pada tahap 3. Berserah diri kepada Allah yaitu menyerahkan semuanya kepada Allah sampai pada keadaan kita tidak memiliki apa apa, sampai pada titik kita tidak kosong fana.

Mewakili Allah dengan terlebih dahulu mengenolkan ego (fana) digambarkan seperti rasulullah ketika akan memanah tidak tega nantinya akan dapat membunuh kemudian Allah berfirman Muhammad bukan engkau yang melempar tapi Aku lah yang melempar (memanah), Ketika Rasulullah bersedia tanpa ego (kasihan dengan orang yang nantinya kena anak panahnya) maka Rasulullah, tangan Rasulullah benar benar dapat digunakan Allah untuk memanah sesuai dengan perintah Allah yang dikehendaki.