Akibat tidak lurus ke Allah

Hidup sekarang ini, kita sudah ada perjanjian dengan Allah. Perjanjian dengan Allah berupa kesanggupan menjadi saksinya Allah, menjadi abdinya Allah dan menjadi khalifahnya Allah. kalah ketiga perjanjian itu kita langgar maka Allah akan menutup dan akan memberikan label “KAFIR” kepada kita, naudzubillah, jangan sampai gelar kafir ini kita sandang.

Perjanjian yang pertama adalah menjadi saksinya Allah ini berarti bahwa jiwa kita ini harus lurus ke Allah. Jiwa kita harus sadar Allah lurus ke Allah (SALA).

Perjanjian kedua adalah menjadi abdinya Allah yang menjalankan semua ibadah karena Allah, bukan karena surga bukan mencari surga. Kenapa tidak boleh meniatkan ibadah untuk mencari surga, karena semua perintah Allah di quran dan hadis bahwa surga dan pahala itu bukan tujuan dari ibadah tapi itu imbalan dari yang tidak boleh menjadi tujuan dalam beribadah.

Perjanjian yang ketiga adalah menjadi Khalifahnya Allah. Perjanjian ini menuntut kita untuk action. Melakukan hal yang lurus dari mulai niat, saat menjalankan sampai hasil akhirnya pun itu untuk Allah. Misalnya kita diberi amanah anak, maka kita fokus dari mulai niat mendidik anak karena Allah, menjalankan pendidikan anak karena Allah dan hasilnya untuk Allah, bukan untuk kita sebagai orang tua.

Lurusnya kita ke Allah ini akan mendatangkan ridho dan keberkahan dalam hidup ini. Kita akan di label sebagai orang yang beriman bukan sebaliknya yaitu orang yang kafir.

Di dalam surat annisa 155 sangat jelas bahwa orang yang tidak lurus ke Allah karena melanggar perjanian akan mendapat di tutup Allah, dan di label dan kafir. Kalau sudah ditutup hatinya bagaimana akan dapat jalan dan petunjuk dengan benar ? naudzubilah semoga kita tidak digolongkan orang yang demikian.