Rasulullah Memiliki sikap Keras

Inilah sifat Rasulullah yang jarang kita ketahui, yaitu sikap keras Beliau. sikap keras Beliau ada pada sikap dalam menjalankan perintah perintah Allah . Digambarkan dalam al Quran bahwa Beliau keras dalam hal ruku dan bersujud. Rukuk dan Sujud adalah simbol ketundukan kepada Allah yang tidak dapat ditawar tawar. Tunduk kepada Allah ini luas. Ketika kita diberi amanah untuk menyelesaikan sebuah tugas maka sikap keras itu adalah menyelesaikan sampai tuntas sampai selesai.

Sikap keras ini tentu tidak sembarang keras. Kerasnya Rasulullah menggunakan keagungan dan kebesaran Allah SWT. jadi yang Beliau gunakan adalah kesadaran akan adanya kebesaran dan keagungan Allah SWT. Terlihat dalam perang Badar, Dimana Beliau sudah tidak mempertimbangkan jumlah musuh yang jauh lebih besar dari pada jumlah kaum islam waktu itu. Yang ada dalam kesadaran Rasulullah dan para sahabat adalah kebesaran Allah untuk menjalankan sikap kerasnya kepada orang kafir.

nah kitapun bisa mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah, ketika tanggung jawab terlalu besar di luar kemampuan kita, maka kita gunakan cara Rasulullah dalam menghadapi musuh  di dalam perang badar. Yang di pandang hanya kekuatan Allah dan kebesaran Allah tidak memandang lagi minimnya kekuatan umat islam. Dari sisi kekuatan kita kalau dipikir lebih besar tanggung jawab atau amanah yang harus kita selesaikan , untuk itu jangan kita pikirkan segera kerjakan saja dengan berada di wilayah keyakinan kepada kebesaran dan pertolongan Allah.

Jadi hanya ada dua yaitu berada di kesadaran kebesaran Allah dan yang kedua adalah percaya bahwa Allah memberikan pertolongan kepada kita.